Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
100.Mencoba Meyakinkan


__ADS_3

"Kakak....!!!"Panggil Embun lirih dengan suara yang lemah.


Arjuna masih mencoba mencerna apa yang ia dengar.


"Apa kita saling mengenal sebelumnya?"Tanya Arjuna sambil menatap wajah Embun penuh tanya.


"Kakak,mungkin kau lupa dengan ku tapi tidak dengan hatimu".Kata embun.Tangannya menyentuh dada Arjuna pas dimana jantung Arjuna berada.


Debaran yang tercipta dari sentuhan tangan Embun pun semakin menjadi.


Mereka saling tatap satu sama lain.Tatapan mata Embun penuh dengan kerinduan.Ada rasa ingin terus berada disamping Arjuna.Namun dirinya tengah dipisahkan oleh labirin yang membuatnya semakin jauh dari cintanya.


Kenangan² indah bersama Arjuna masih tetap tersimpan rapi dipeti hatinya.Hingga Embun ragu menemukan kunci peti itu,sebab takut tenggelam dalam lautan cinta Arjuna yang semakin dalam.Matanya mulai memanas seakan ingin mengutarakan betapa dirinya sangat mencinta pria yang ada disisinya itu.


Genangan air mata dipelupuk matanya kian membuncah siap untuk jatuh ke pipinya.Arjuna merasakan debaran yang semakin menguasai hatinya.Otak dan tubuhnya tidak sejalan karena tiba² otaknya berkata untuk jangan terlalu percaya tapi tangannya bergerak mengusap air mata yang menetes dipipi Embun dengan ibu jarinya.


Embun yang melihat perlakuan Arjuna begitu lembut padanya semakin membuat rasa sesak yang menjalari disetiap sudut paru²nya.Ingin rasanya Embun menangis sekeras²nya dan menumpahkan segalanya yang ia rasakan saat ini.


Betapa tidak,perlakuan Arjuna yang seperti itu membuatnya semakin rindu padanya.


"Kakak,tolong jangan lakukan ini padaku.Jangan terlalu baik padaku.Kalau kakak seperti ini terus aku semakin tidak bisa melepasmu.Kata² ku tadi adalah ungkapan hatiku yang aku tahan selama ini.Jika kau terus seperti ini padaku maka aku akan menjadi serakah dan terus menginginkan mu".Ku mohon kak,kumohon!!.Hiks hiks hiks hiks!!!


Air matanya tumpah diiringi dengan tubuhnya yang bergetar karena menangis.Mata Embun tampak sembab dan hidungnya yang memerah membuat dirinya tampak sangat kacau.


"Jangan menangis lagi,syuuuuttt".Kata Arjuna sambil menepuk lembut pundak Embun.


"Aku belum mengerti dengan apa yang kau katakan,tapi aku bisa merasakan perasaanmu yang terluka.Tapi aku masih tidak yakin dengan siapa...!!!Kata Arjuna sambil menatap wajah Embun dengan sorot mata yang penuh kebimbangan.Belum selesai Arjuna bicara namun Embun memotongnya.


"Sudahlah kak,aku tahu maksud mu!Kau takut aku berbohong kan?"Tanya Embun pada Arjuna dengan suara bergetar menahan air matanya jatuh kembali.


Betapa nyeri yang amat sangat saat orang yang kau cintai meragukan ku.Gumam Embun sambil memejamkan matanya sejenak.


"Maksudku,beri aku waktu agar aku bisa menemukan jawabanku sendiri kata Arjuna menjelaskan.


Embun menundukan kepalanya dan memijik keningnya untuk merileksasikan fikirannya.Akhirnya Embun memutuskan untuk diam tidak membalas perkataan Arjuna.


Akhirnnya Embun keluar dari mobil dan menghirup udara malam yang menyejukkan fikiran dan kegundaan dihatinya.Arjuna pun ikut keluar dari mobil mengikuti Embun.


"Kak terima kasih untuk segalanya,kalau begitu biarkan aku pergi tanpamu".Kata Embun pada Arjuna.


"Hei...tapi kamu sedang terluka.Biar aku antar kamu sampai rumah".Kata Arjuna mencoba mencegah.


Embun tidak menghiraukan Arjuna.Embun berjalan menuju halte bus dengan perasaan yang benar² terluka dan terguncang.Air matanya mengalir begitu derasnya.Sampai dia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mencegah air mata itu agar tidak lolos dari pelupuk matanya.Saat Embun berjalan sendirian menuju halte.Arjuna pun terus memandangi Embun dengan perasaan yang tidak bisa ia fahami.


Setelah Arjuna berpaling,dan berjalan menuju mobilnya dan membelakangi Embun.Namun Embun berlari dan memeluk Arjuna dari belakang.Arjuna terkejut dengan pelukan tiba² dari sesorang.


"Lepaskan!!!"Kata Arjuna dengan nada suara marah.Karena dia tidak tahu siapa yang tiba² memeluknya.


"Kakak,biarkan sebentar saja seperti ini.Izinkan aku memelukmu sekali ini saja.Aku mohon!!! Kata Embun dengan suara parau dan air mata.Pelukkan itu adalah pelukan rindu yang selama ini Embun tahan.


Arjuna menghentikan gerakan tangannya untuk melepaskan pelukan itu.Mendengar Embun berkata seperti itu membuat hatinya seperti tertusuk tusuk sembilu yang menyayat hati.


"Kenapa perasaanku tidak menentu?Ada apa dengan ku?"Gumam Arjuna penuh tanya.


Setelah Embun melepaskan pelukannya pun Arjuna akan berbalik menghadap Embun.Tapi Embun melarangnya.


"Jangan berbalik!! Tetaplah seperti ini.Agar aku tidak melihat wajahmu.ku mohon!!".Kata Embun dan berbalik badan.Embun pun berjalan menuju halte bus.Sementara Arjuna menuruti apa yang diminta Embun.Untuk beberapa saat Arjuna membalikan badannya dan menatap punggung Embun sampai ia menaiki Bus menuju rumahnya.


Keesokan harinya Embun tidak masuk kerja dan Rico pun dipecat atas pelecehan dan korupsi danah masuk kantor.Semua orang tidak menyangka Rico melakukan tindakan asusila kepada Embun.


"Embun,kamu tidak apa²?"Tanya Andin lewat sambungan telefon.


"Tidak,tapi aku cukup shock".Kata Embun dengan suara lemah.


"Kamu tahu,pak Rico dipecat dan sekarang dia sedang mengangkati barang²nya."Kata Andin sambil berbisik.


"Apaa?,aku belum melapor polisi,kenapa bisa seperti itu?"Kata Embun heran.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu".Dia terkena pidana pelecehan dan korupsi".Kata Andin lagi.


"Oooh okay baiklah.Aku hari ini tidak masuk ya."Kata Embun memberi kabar.


"Mungkin ini perbuatan kak Arjuna.Gumam Embun.


Di Kantor YP Group.


"Arjuna dari mana saja kamu?"Apa kau luoa janjimu haaa???Aku menunggumu semalaman di apartementmu!.Kata Cellia kesal.


"Kenapa kau pagi² sudah membuat keributan?"Kata Arjuna masih menggunakan baju yang sama.Arjuna tidak pulang semalam.Arjuna mengikuti Embun tanpa sepengetahuan Embun hingga sampai kerumahnya.Ada rasa khawatir yang menyelimuti hatinya membiarkan Embun pulang sendirian dengan keadaan seperti itu.Arjuna juga tidur dimobil dengan memarkirkan mobilnya didekat rumah Embun.


"Kau yang memulainya!! Kata Cellia dengan wajah sedih dan kesal.


"Okay,maafkan aku.Semalam ada urusan mendadak jadi aku harus tidur dikantor". katanya berbohong.


"Kau sudah berjanji untuk merayakan ulang tahun ku dan menghabiskan malam bersama".Kata Cellia mengingatkan.


"Ccckkkk.Kapan Aku berjanji?"Kata Arjuna sambil menatapa wajah Cellia.


"Haaaa,kaan.Kau benar² melupakan janjimu!!,sepertinya benar kau tidak perna mencintaiku.Hiks hiks hiks hiks!"Kata Cellia menangis.


"Cell,bu bu kan seperti itu,okay fine aku salah.Sekarang aku mau mandi sebentar lagi akan ada meeting".Kata Arjuna.


"Meeting,meeting,meeting!!!Selalu meeting alasan terbaikmu".Kata Cellia dengan suara meninggi.


"Cellia,pelankan suaramu.Ini kantor jadi jaga sikap mu!"Jawab Arjuna tidak kalah keras suaranya.


"Hiks hiks hiks hiks".Kau menyebalkan!"Kata Cellia menangis.


Arjuna melihat Cellia seperti itu pun mulai bosan dan ia mencoba memeluk Cellia dan menenangkannya.


"Okay,maafkan aku.Jadi apa yang kau inginkan sekarang?"Tanya Arjuna sambil memeluk Cellia.


Cellia tersenyum licik sambil menangis dia pun meminta Arjuna untuk datang ke hotel Bintang milik Arjuna.


"Okay,nanti malam aku datang.Sekarang aku mau mandi dulu".Kata Arjuna bangkit dari duduknya.


Cellia tersenyum bahagia karena sang Arjuna berjanji akan menemuinya nanti malam.


Hotel Bintang


Suasana pesta ulang tahun Cellia cukup mewah dan meriah.Dekorasi yang dipenuhi bunga tersusun rapi dan dihiasi kelap kelip lampu berwarna-warni.Tema yang di pilih Cellia adalah pool party.


Cellia memang suka tampilan yang Eksentrik.Dengan memilih tema pesta kolam renang Cellia sengaja memilih gaun berwarna hitam terbuka dibagian dadanya.Gaun itu hanya menutupi kedua dadanya saja dan itu tampak sangat Hot dan Eksotis.


Arjuna memakai stelan jas berwarna hitam formal.Karena dia baru saja pulang dari menemui klien.Suasana pesta yang begitu meriah pun sangat menyenangkan bagi mereka yang menyukai pesta tema seperti itu.Suara gemuruh musik pun memenuhi isi ruangan itu yang memekakkan telinga.


Banyak teman² Cellia dan klien² Cellia tampak menari-nari saling berpasang pasangan.Arjuna mengambil segelas anggur dari pelayan yang ada disana.Cellia mendekati Arjuna dan mengajak Arjuna menari.Tapi Arjuna menolaknya.


"Waaah siapa wanita itu,cantik sekali!??"


"Bukannya itu mantan Arjuna,wah ada mantan ada kekasih,pasti seruh?"


Tiba² semua orang berbisik² dan takjub melihat kedatangan seorang wanita bersama pria disampingnya.


Arjuna pun mencari tahu siapa wanita itu yang membuat keriuhan para tamu pesta.Alangkah terkejutnya Arjuna,ternyata wanita itu Embun.Embun memakai gaun berwarna putih dengan model terbuka dibagian punggungnya yang mengespost lekuk tubuhnya yang sexy.Gaun itu mempunyai satu belahan di pahanya yang memperlihatkan kakinya yang jenjang dan indah.


Semua mata tertuju pada Embun dan Bian.Saat Cellia melihat kedatangan mereka wajah Cellia berubah menjadi cemas dan penuh kemarahan.


"Hmmm,Bian ternyata kau membawa tikus kampung itu."Gumam Cellia kesal.


"Kenapa aku merasa cemburu?"Gumam Arjuna melihat Bian menggandengnya.Gemuruh didadanya kian memanas.Arjuna mengambil satu gelas anggur lagi dari pelayan.Arjuna langsung meneguknya dengan satu kali tegukkan saja.Sambil menatap Embun penuh kekesalan.


Embun dan Arjuna saling pandang satu sama lain dan itu membuat Bian pun ikut menatap wajah mereka.


"Hmmm Arjuna apa kau merasa cemburu?"aku akan semakin membuatmu cemburu".Gumam Bian sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Sayaaaang...!!!"Cellia dengan sengaja memeluk tubuh kekar Arjuna dan mengecup bibirnya dengan cepat dihadapan semua orang.


"Woooooowww".Sorak para tamu undangan gemuruh.


"Cium....ciummm....ciuuuummm.....!!! Sorak mereka meminta Cellia mencium Arjuna lebih lama.


Cellia tersenyum licik dan mengaitkan kedua tangannya keleher Arjuna.Sementara Arjuna merasa tidak nyaman karena ulah Cellia.


"Cell,hentikan ini tempat umum".Kata Arjuna menolak.


"Sayang,aku ingin ini sebagai kado ulang tahun ku".Aku tidak akan meminta apapun karena aku sudah punya segalanya kecuali dirimu".Kata Cellia berbisik ditelinga Arjuna manja.


Arjuna ragu dan masih menatap wajah Embun cukup lama.Ada perasaan tidak nyaman dihatinya dan ingin sekali menghentikan permintaan konyol Cellia.


Suara sorak-sorak para tamu memenuhi ruangan agar mereka cepat melakukan ciuman.


Cellia menedekatkan wajahnya ke Arjuna dan bibirnya sudah menyentuh bibir Arjuna.Arjuna tidak bisa menghentikan perbuatan gila Cellia.Karena ia berfikir kalau Cellia tunangannya.Cellia mulai ******* bibir Arjuna dengan lembut dan penuh gairah.Sementara Arjuna tidak konsentrasi melakukan itu didepan Embun dan tempat umum.


"Wooooooowwwww".....sorak meriah dari tamu undangan karena melihat Cellia dan Arjuna berciuman panas.


Embun melihat itu menundukan pandangannya.Tanpa ia sadari air matanya lolos dari pelupuk matanya.Hatinya begitu sakit hingga tidak bisa ia tahan lagi.


"Aku kira tidak sakit,tapi kenapa sesakit ini?"Aku kira aku bisa menahannya ternyata.....kenapa rasanya seperti ditusuk ²".Gumam Embun sambil menunduk dan tidak sanggup menyaksikan Cellia dan Arjuna.Air matanya masih mengalir deras dipipinya.


Bian mendekati Embun dan menyentuh pundak Embun."Apa kita pergi saja dari sini?"Tanya Bian khawatir pada Embun.


"Hmmmm...tidak,jika aku pergi dari sini maka Cellia akan merasa menang".Kata Embun sambil menatap lurus kearah Arjuna dan Cellia.


Setelah selesai dengan acara mereka Arjuna masih terus melihat wajah Embun yang begitu sendu.Ada gurat kesedihan diwajahnya.Arjuna merasa sangat bersalah kepada Embun.


"Kenapa aku merasa sedang berkhianat padanya.Padahal aku tidak ada hubungan apa² dengannya".Gumamnya seperti ada perasaan merasa bersalah.


Bian mengandeng tangan Embun lalu berjalan mendekati Arjuna dan Cellia.Embun terkejut karena Bian mendadak menggandeng tangannya dan membawa dirinya kearah Arjuna.Embun sesekali menatap wajah Bian dan kembali menatap wajah Arjuna.


"Selamat nona Cellia wish you all the best".Kata Bian memberi selamat sambil berjabat tangan.


"Arjuna,lama tidak bertemu.Semoga harimu menyenangkan!"Sapa Bian pada Arjuna.


Wajah Arjuna tampak kesal melihat Bian begitu dekat dengan Embun.Dia hanya tersenyum sarkas saat mendengar sapaan Bian.


"Cellia,selamat semoga tujuanmu tercapai!"Kata Embun tersenyum mengejek dihadapan Cellia.


Cellia yang mendengar sindiran halus itu pun tampak membulatkan kedua matanya dengan sempurna.Wajahnya tampak sangat kesal.Cellia pun mengepalkan tangannya dengan erat.


"Tuan Arjuna,terima kasih untuk yang semalam.Aku sangat terharu karena kau sudah menolongku".Kata Embun sambil melirik wajah Cellia.Namun Cellia dan Bian saling menatap heran.Ada apa yang terjadi diantara Arjuna dan Embun semalam.Wajah Cellia muram dan kesal.


Arjuna hanya mengangguk dan terus menatap dalam Embun.Tatapannya penuh dengan kelembutan.


"Oh ya,Tuan...!! satu lagi aku mengembalikan ini padamu semoga kau bisa menyimpannya dengan baik".Kata Embun mengeluarkan cincin berlian dijari manisnya.


Arjuna tampak heran kenapa Embun mengembalikan cincin padanya.


"Apa benar yang Arsy katakan?"Gumam Arjuna sambil menatap dalam Embun dan penuh tanya.


Tiba² Cellia yang melihat itu cukup kesal dan merebut cincin yang ada ditangan Embun dan membuangnya kedalam kolam renang.Sontak Embun kesal dan begitu Arjuna."Cellia apa-apaan kamu?"Kata Arjuna kesal.


Embun yang melihat cincinnya jatuh ke dalam kolam renang pun tanpa fikir panjang langsung mencebur kedalam kolam demi untuk mencari cincin itu.


"Kakak mungkin dengan seperti ini kau akan mengingatku dan bisa meyakinkanmu".


"Byuuuuurrrrr!!!!!


Gumam Embun sambil melompat kedalam kolam.Sementara Embun tidak bisa renang dan itu membuat Embun tenggelam.Tangan Embun menggapai² ke udara.Embun juga hampir kehabisan napas.


Bian melihat Embun seperti itu pun melepas jasnya dan akan masuk kekolam.Saat dia bersiap² masuk tiba².


"Byuuuuuuurrrr".!!!! Arjuna tanpa fikir panjang melompat ke dalam kolam dan berenang menolong Embun yang ada didalam kolam.Embun sudah pingsan.Saat berenang menolong Embun Arjuna pun mengingat semua tentang Embun.Ingatan² Arjuna tentang Embun muncul dalam memorynya.

__ADS_1


__ADS_2