
"Sayang kamu lihat apa?"Tanya Arjuna pada Embun seperti sedang memandangi seseorang.
"Oh enggak kak..!!!"Jawab Embun yang dikejutkan Arjuna.
"Sayang kamu sudah selesai belanjanya?"Tanya Embun pada Arsy.
"Hmmmm sudah tante !!!"Jawab Arsy sambil mengangguk.
"Astagah sayang,ini yang dikeranjang semua milik Arsy?"Tanya Embun terkejut melihat coklat melulu didalam keranjang belanja Arsy.
"Iya tante...Arsy mau bagikan sama teman² disekolah".Kata Arsy santai.
"Waaah....Arsy baik sekali sayang.Tante jadi terharu Arsy mau berbagi".Kata Embun menyentuh pipi lembutnya.Sementara Arsy hanya tersenyum lebar.
"Sayang kalau masih kurang kamu bisa ambil lagi".Kata Arjuna menawarkan.
"No papa,it's enough" (Tidak papa,ini cukup).Kata Arsy menolak
"Okay"!!! Kata Arjuna menimpali sambil menaikkan alisnya sebelah.
( Apartement Arjuna )
"Ayah kami pulang..!!! "Kata Embun kepada Hasan.
"Iya nak..!!"Jawab Hasan sambil menonton televisi.
"Kakeeeekkk....!!! Lihat Arsy bawa apa ini?"Kata Arsy sambil berlari menghambur ke arah Hasan.
"Waah kamu bawa apa cantik?"Tanya Hasan tersenyum.
"Kakek ini coklat untuk kakek,pasti kakek suka coklat pemberian Arsy".Kata Arsy percaya diri.
"Waaah terima kasih anak cantik."Kata Hasan sambil mengangkat Arsy keatas pangkuannya.Hasan memang sangat menyayangi Arsy seperti cucunya sendiri.Tapi terkadang ada dinding yang sangat tinggi membatasi kasih sayang Hasan.
Arjuna melihat kedekatan Hasan dan kehangatan sikapnya pada Arsy membuat batinnya bersedih.Karena selama ini papanya sendiri tidak terlalu dekat dengan Arsy.Yudistira membuat batasan pada Arsy sedari kecil dulu.Yudistira terlalu dingin kepada Arsy yang masih anak².Sehingga Arsy takut untuk bertemu dengan oppanya.
Embun dan Arjuna berjalan ke pantri untuk menyusun belanjaan yang sudah mereka beli tadi.Begitu banyak stock makanan yang mereka beli hingga Embun tidak tahu harus meletakkan dimana karena sudah full.
"Sayang...!!!"Panggil Arjuna sambil memeluk tubuh mungil Embun dari belakang.
"Kakak....!!Nanti ada yang lihat bagaimana".Kata Embun sambil melepas tangan Arjuna yang sudah sangat erat melingkar dipinggangnya yang ramping.
"Sayang ayo kita menikah".Ajak Arjuna tiba² sambil berbisik ketelinga Embun.
"kakak....!!! Embun berbalik dan menghadap kearah Arjuna.Bukan Arjuna namanya jika tidak mengambil kesempatan yang ada didepannya.Arjuna mengecup singkat bibir Embun yang ranum.Kemudia ia pun tersenyum melihat Embun yang membulatkan matanya sempurna.
"Kakak....Embun juga ingin menikah kak.Tapi Embun juga ingin merasakan kasih sayang dari orang yang menyayangi kakak".Embun juga ingin menyangi mereka seperti kakak menyayangi mereka."Kata Embun menatap senduh kemanik mata Arjuna.
Arjuna mendengar jawaban Embun seperti itu hatinya terasa tercubit mengingat papanya yang membenci Embun.
"Sayang maafkan kakak,maafkan kakak yang belum bisa meyakinkan papa".Kata Arjuna menatap sedih.
"Sayang...!!!"Enggak apa² mungkin hati paman belum terbuka untuk kami kak".Kata Embun menenangkan Arjuna.
"Tapi sayang".Sangkal Arjuna namun mulutnya ditutup oleh jari Embun.
"Syuuut"!!! Embun minta pada kakak jangan perna membenci paman,walau bagaimanapun paman orang tua kakak!".Kata Embun sambil memegang kedua pipi Arjuna dengan tangannya.
"Hmmmm iya kakak akan berusaha".Kata Arjuna lirih.
"Okay kakak....!!!"Kata Embun sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka pun masak bersama untuk makan malam.
__ADS_1
(Disebuah Rumah Kontrakan)
Tampak peneror itu menelfon seseorang dengan cukup serius.
"Aku kecewa pada mu!! Ternyata kau tidak bisa diandalkan.Aku tidak akan membayar mu".Kata Peneror itu pada seseorang diseberang sana.
"Maaf kan aku !!hikshikhik...!! Aku tidak menyangkah kalau polisi akan menyelidiki ini.Dan satu lagi aku tidak butuh bayaran darimu!! aku hanya ingin hatimu untuk ku.Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu.Apa kau tidak perna menyadari itu?"Kata Orang yang diseberang sana sambil terisak menahan kesedihan yang dirasakan.
"Okay kalau kau ingin aku mencintaimu maka lakukan sesuai permintaanku".Kata peneror itu lagi memberi syarat.
"Ba baiklah aku akan melakukan apa yang kau perintahkan".Jawabnya dari seberang sana.
"Aku tunggu..!!! Jangan membuatku kecewa lagi".Kata Peneror itu mengancam.Setelah percakapan mereka selesai tampak peneror itu menatap foto Embun yang ada dilayar wallpapernya.Didalam kamarnya tampak ia menghias tempat tidurnya layaknya tempat tidur pengantin.Terlihat ada kelambu berwarna putih dan bunga² mawar merah yang tertata rapi di atas meja serta taburan kelopak bunga mawar merah diatas tempat tidur itu.
Disamping tempat tidur itu ada sebuah manequen yang dipakaikan gaun pengantin berwarna putih.Tampak gaun itu sangat indah bertabur batu swarovsi mengelikingi bagian pinggang dan dada digaun itu.
"Sayang pasti kau akan sangat cantik memakai gaun ini saat kita menikah nanti".Kata orang itu dengan menyentuh gaun itu sambil menciumnya.Orang itu tampak tersenyum bahagia saat membayangkan dirinya akan menikah dengan Embun.
"Sayang sebentar lagi kita akan bertemu dan aku akan membawamu jauh dari sini agar tidak ada yang mengganggu pernikahan kita nanti".Kata Peneror itu kesal saat melihat foto Arjuna yang ada didepannya.
Karena kesal peneror itu mengambik foto Arjuna dan membakarnya.Wajahnya tampak memerah,rahangnya mengetat dan matanya juga terpancar kebencian yang luar biasa.
"Hahahahaha.....!!!! kau kira kau bisa mengambil pengantin ku hahahaha...!!!! Kata Orang itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Pemuda itu terus mencoba untuk mencari cara agar bisa mendapatkan Embun.Dendam terhadap Arjuna membuat dadanya terbakar api amarah.
"Arjuna kau seperti kutu pengganggu.Aku tahu bagaimana cara agar bisa menghentikan mu."Kata Peneror itu penuh kebencian.
Tiba² ia mendapat telefon dari seseorang yang dia kenal.
"Tuan...!!! Sepertinya keberadaanku sudah tercium polisi.Aku tidak bisa melanjutkan apa yang engkau perintahkan lagi".Kata Orang itu pada peneror itu.
"Brengseeeeekkkkk!!!!!".Umpat peneror itu sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
"Kalau begitu kau pergi dari kota ini,ingat jangan perna kau buka mulut tentang ku atau kau akan tahu apa yang akan terjadi dengan adik mu".Kata Peneror itu mengancam.
"Anjiiiiiing keparaaaaat kau Arjunaaaa......!!!!"Teriak peneror itu kesal karena semua usahanya mulai berantakan.
"Haaaaaaahhhhh....!!!! Teriak pria itu kesal.Tampak ia membanting botol minuman yang ada didekatnya.
"Cetttaaaarrrrr...!!!"Botol itu pun pecah dan tampam serpihan kaca berserakan dimana mana.
Tubuhnya bergetar menahan emosi yang sudah kian membuncah hingga ke ubun ubun.Tangannya meremas foto Arjuna yang sudah disilang oleh tinta merah.
"Keparaaaaat keparaaattt....!!!!!!!Teriaknya lagi dengan penuh kekesalan.
(Kantor Embun)
"Pagiiiii semua".Sapa Andin pada semua orang yang ada dikantor.
"Waaaah sepertinya kamu sangat bersemangat pagi ini Andin?"Kata Zoya tersenyum pada Andin.
"Iya donk buk...kita harus semangat mengawali pagi kita.Iya kan bun...!!!"Kata Andin sambil menaik² kan kedua alisnya pada Embun.Embun pun tertawa melihat tingkah Andin.
"Hahaha andin kamu bisa aja..!!!"Kata Embun sambil mencubit hidung andin.
Sementara maya hanya menatap sinis dengan kedekatan mereka.Ada rasa iri menyelimuti hatinya saat melihat Embun.
"Embun sepulang kerja ayo kita makan masakan korea di kafe korea yang lagi viral itu yuk..!!".Ajak Andin pada Embun.
"Hmmm boleh sepertinya enak itu..!!"Kata Embun membayangkan makanan kore kesukaannya membuat slavinanya ingin keluar.
"Aaah aku jadi seperti ngidam deh..hehehe!!!"Kata Embun tertawa.
__ADS_1
"Hahaha dasar...!!!" Kata Andin meledek Embun.
Tidak terasa langit mulai gelap,sudah waktunya mereka pulang.Embun terbiasa sebelum pulang ia akan kekamar mandi dan merapikan wajahnya dan rambutnya.Saat ia sedange mencuci wajahnya tampam maya juga sedang mencuci wajahnya.
"May....kamu juga mau pulangkan?Bagaimana kalau ikut kami makan malam di restauran korea?"Ajak Embun tulus tanpa berfikir macam².
"Hmmm tidak terima kasih.Aku bukan tipe wanita yang mau berteman dengan wanita matre".Kata Maya ketus kepada Embun sambil berlalu meninggalkan Embun.
Sementara Embun yang mendengar itu tertegun dan tidak menyangkah maya akan mengatakan hal menyakitkan itu.Embun hanya membuang nafasnya panjang dan mencoba bersabar.
"Hallo sayang,Embun mau pergi makan bareng di kafe korea bareng Andin ya sayang.Kamu enggak usah jemput Embun".Kata Embun memberi kabar Arjuna.
"Okay sayang kamu hati² yaaa...!!!"Kata Arjuna.Tapi Arjuna meminta Rahmad untuk mengikuti Embun dan menjaga Embun dari kejauhan.Itu dilakukan tanpa sepengetahuan Embun.
(Kafe Korea)
Embun dan Andin pun masuk ke kafe itu dengan Andin.Tapi tidak sengaja ia bertemu dengan Rico.Itu membuat tubuhnya mematung dan tidak bisa berkata².
"Embun boleh kita bicara sebentar?"Kata Rico pada Embun.
"Hmmm tuan sepertinya tidak ada lagi yang harus kita bicarakan".Kata Embun tegang.
"Embun dari kejadian itu aku belum perna bertemu dengan mu dan aku juga belum minta maaf padamu".Kata Rico pada Embun.
Sementara Andin menggenggam tangan Embun erat.
"Embun maaf kan kesalahan ku?"Kata Rico sambil berlutut dihadapan Embun.Sontak embun terkejut dan itu membuat Embun canggung karena banyak pasang mata melihat mereka.
Rahmad melaporkan kejadian itu pada Arjuna dan membuat Arjuna yang awalnya kesal kini mulai bisa menerima.
"Oh syukurlah dia tahu diri".Kata Arjuna ketus melalui sambungan telefon.
"Awasi terus Embun!".Perintah Arjuna.
"Baiklah tuan".Kata Rahmad dari kejauhan.
Tampak Embun bingung harus berbuat apa setelah melihat Rico yang berlutut dihadapan Embun.
"Pak Rico ayo bangun..!!! Aku tidak mau orang salah faham dengan sikap bapak seperti ini".Kata Embun mencoba meminta Rico untuk berdiri.
"Embun aku mohon maafkan Aku".Kata Rico dengan wajah yang sangat sedih.
"Iya pak,saya sudah memaafkan Bapak jadi jangan seperti ini lagi".Kata Embun lahi.
"Gilaaa kau Embun,kenapa kau maafkan dia!!"Bisik Andin ditelinga Embun kesal.
"Syuuut sudah".Kata Embun lirih.
"Jadi benar kau memaafkan aku Embun".Kata Rico memegang tangan Embun bahagia.
"Maaf pak,lepaskan!"Kata Embun sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rico.
"Kalau begitu untuk merayakan ini aku akan traktir kalian makan".Kata Rico bersemangat.
"Ti tidak pam,terima kasih lain kali saja".Kata Embun menolak secara lembut.
"Embun aku mohon,kalau kamu memang memaafkan ku aku mohon terima perminta maafanku dengan mentraktir mu".Kata Rico memelas.
"Hmmmm!!!".Kata Embun ragu.
"Sudah mau saja,lumayan kan !!!.Kata Andin lirih berbisik ditelinga Embun.
"Aku mohon Embun!!!"Kata Rico memohon.
__ADS_1
"Baiklah pak".Jawab Embun terpaksa.
"Aah syukurlah !!!"Kata Rico legah dan bahagia.