Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
157.Menemukan Kebenaran


__ADS_3

"Hallo sayang,kamu sudah sehat kan sayang?"Tanya Wike diseberang sana pada Embun yang masih tampak lemah,wajahnya pun sedikit pucat.


"Mama...!!! Embun sudah sedikit membaik kok.Mama dan papa jangan khawatir ya.Mama jaga kesehatan disana yaaa..!!!"Ucap Embun dengan suara yang terdengar lemah.


"Sayang mama bahagia sekali setelah mendengar kalau kamu sedang hamil.Arjuna kemaren yang memberi tahu mama.Papa juga sepertinya sangat bahagia mendengar kamu hamil.Tapi mama jafi khawatir dengan kamu setelah membaca berita yang viral hari ini.Mama percaya kamu wanita yang kuat sayang.Semangat dan jaga kesehatan disana."


Ucap Wike panjang lebar pada Embun.


"Iya maa.Makasih ya maa...!!! Embun jadi merindukan mama.Hiks hiks hiks".Ucap Embun sambil menangis karena merasakan sesak didadanya.


"Mamaa,!!! Embun bersyukur papa dan mama tidak mempercayai berita gila itu.Awalnya Embun sangat takut maa,kalau mama dan papa.Hik hiks hiks".Dengan suara bergetar Embun mengungkapkan isi hatinya yang sedang tidak baik² saja.Embun khawatir mereka akan percaya dengan berita bohong itu.


"Syuuuuttt...!!! Cukup jangan perna berfikir seperti itu.Karena Arjuna yang sudah memberi tahu mama dan untuk berita itu Arjuna akan mengurusnya.Jadi jaga kesaehatan kamu dan calon cucu mama.Okay...!!! Berhenti berfikir yang tidak-tidak.Sudah dulu yaa,mama dan papa mau istirahat.Disini sudah larut malam."Ucap Wike mengakhiri teleponnya.


Embun membuang nafasnya berlahan yang tadinya terlihat raut wajahnya sedikit menyimpan kecemasan namun cemas itu mulai sedikit menghilang karena ibu mertuannya yang sangat menyayanginya.


"Sayang...!!!"Panggil Arjuna sambil berjalan mendekati istrinya itu.Embun yang tadinya tampak melamun pun dikejutkan kedatangan Arjuna.


"Kakak,dari mana?"Tanya Embun karena saat dirinya terbangun Arjuna tidak ada didekatnya.


"Kakak,baru saja membereskan kekacauan hari ini".Kata Arjuna sambil duduk dan lalu memeluk tubuh mungil Embun begitu erat.


(Dikantor)


"Tuan saya sudah menemukan siapa penyebar berita Hoax nona Embun".Ucap Rahmad pada Arjuna melaporkan apa yang sudah ia selidiki.


Arjuna mendengar itu pun seketika darahnya mendidih dan tangannya mulai mengepal dengan kerasanya menahan api amarah didadanya.


Arjuna menatap Rahmad dengan tatapan tajam dan tidak sabar untuk melihat siapa dalang semua kejahatan itu.


"Tuan ini video pengakuan orang itu setelah kami tangkap".Ucap Rahmad memberikan tablet yang ada padanya kepada Arjuna.Arjuna pun melihatnya dengan wajah penuh kekesalan.


"Serahkan dia pada ku sore nanti pukul 5 sore di gudang tempat biasa".Ucap Arjuna memberi perintah.


"Baik Tuan".Kata Rahmad lalu pergi meninggalkan Arjuna.

__ADS_1


(Mansion)


"Sayang,kamu sudah benar² membaik?".Tanya Arjuna khawatir melihat Embun beranjak dari tempat tidurnya.Embun pun mengangguk diiringi dengan lengkungan indah dari bibir mungilnya.


"Kamu kalau butuh bantuan bilang kakak ya..!!"Ucap Arjuna lagi masih dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


"Kakak...!!! Embun sudah baik² saja kak.Embun cuma mau ambil ikat rambut saja di nakas."Ucap Embun berjalan pelan ke arah nakas.


"Stop...!!!"Arjuna menghentikan Embun dan tiba² membopong tubuh mungil itu ke sofa.


"Astagah kakak...!!"Pekik Embun kaget sambil memukul pundak Arjuna berkali².


"Kamu jangan bandel,tetap diam disini.Kakak yang akan ambilkan ikat rambut itu".Ucap Arjuna dengan tatapan perintah.


Embun melihat Arjuna seperti itu hanya menggeleng tidak heran lagi melihat suaminya posesif seperti itu.


Arjuna pun menemukan ikat rambut yang dimaksud Embun.Arjuna dengan inisiatif yang luar biasa pun mengikat rambut Embun dengan cukup telaten walau pun sedikit kesulitan.


"Naah sudah selesai".Kata Arjuna girang karena berhasil mengikat rambut Istrinya.


"Triiing...!!"


"Triing...!!"


Dering ponsel Arjuna berdering.Ia melirik benda pipih itu ternyata Rahmad memanggilnya.


Arjuna pun dengan sigap mengangkat panggilan itu lalu berjalan menuju balkon.


"Okay saya segera kesana".Ucap Arjuna lalu berjalan kemabali mendenkati istrinya.


"Sayang,kakak mau pergi lagi?"Tanya Embun.


"Iya kakak ada urusan mendadak,kamu baik² dirumah ya sama Arsy".Kalau terjadi sesuatu cepat kabari kakak".Ucap Arjuna mengecup bibir Embun singkat lalu bersiap² pergi ke tempat yang dijanjikan Rahmad.


(Di Gudang)

__ADS_1


"Selamat datang....!!!"


"Plok plok plok plok...!!!"Ucap Arjuna yang sedang duduk sambil melipat kakinya keatas sambil bertepuk tangan saat seorang pria datang dengan tangannya yang terikat.Pria itu tampak ketakutan dan wajahnya pun memucat karena dihadapannya ada Arjuna dengan wajah yang begitu dingin serta tatapannya siap untuk menghabisinya kapan saja.


Rahmad dan para timnya membawa pria itu lalu mendorongnya hingga dia jatuh dan berlutut dihadapan Arjuna.


"Aku tidak mau bertelele,ayo katakan siapa yang menyuruhmu?"Tanya Arjuna dengan tatapan intimidasi.


Pria itu masih tetap bungkam dan tidak mengatakan apapun.


"Aah ternyata kau berani mati ya,hanya untuk melindungi orang yang bahkan tidak perduli dengan nyawamu".Ucap Arjuna tersenyum sarkas.Arjuna pun memberi kode pada Rahmad untuk membuat pria itu memberi tahu siapa tuannya.


Rahmad dengan tenaga bajanya pun mengayunkan tangannya dan mendarat ke pipi pria itu.


"Buuugh...!!!"


Seketika cairn kental berwarna merah lolos dari ujung bibirnya.


"Ayooo,katakan jika tidak aku akan melakukan lebih dari ini".Bisik Rahmad pada pria itu.


"Cepaaaat....!!!"


"Buuughh...."Bogem panas pun mendarat keperut pria itu".


"Aaahhh..."Ampuuun...!!!"Baik baik saya akan jujur".Ucap pria itu meringis kesakitan.


"Tuaan sa sa sayaaa.Dibayar oleh tuan Krisna."Ucap Pria itu gemetar.


Seketika Arjuna membeku dan tidak bisa berkata².Akhirnya apa yang sangat ia takutkan terjadi.


"Apa saja yang sudah kamu lakukan dengan keluarga ku haaa....!!!"Kata Arjuna seketika begitu marah sambil menarik rambut pria itu hinggak kepalanya mendongak keatas.


"Ampun tuan ampun...!!!"Saya diperintahkan tuan Krisna untuk menyelakai tetua Yudistira dengan membuat lampu aula jatuh tapi saya gagal karena nona Embun.


"Apaaa...!!!"Aaaaaahhh Buuugh...!!!"Arjuna pun kesal ia menghajar pria itu dengan tangannya sendiri karena tidak tahan mendengar orang yang dia sayang menderita.Dadanya terasa terbakar dan ingin rasanya ia membuat perhitungan untuk pamannya yang tega menyelakai saudara kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2