
Jantung ini masih berdebar saat melihatmu
Aku ingin memelukmu dan mengatakan Aku masih sangat mencintaimu.
Biarlah takdir yang menjawab semua tentang apa yang selama ini kita jalani.
Pertemuan kita saat ini juga karena takdir kita bersama.
(Embun).
Embun masuk kedalam lift setelah Arjuna dan Cellia berlalu melewati dirinya.Embun menyentuh dadanya karena jantungnya berdebar karena bertemu Arjuna tadi.
Embun menghelah nafas panjang dan membuangnya berlahan untuk menenangkan dirinya yang masih terkejut bertemu dengan Arjuna secara kebetulan.
Embun memakai masker untuk menghindari orang yang mengenal dia.
"Nona,permisi..!! ini paket atas nama nona Lusi".Kata Embun pada Lusi.
"Oh,terima kasih"!! Kata Lusi singkat.Tapi Lusi menatap lama wajah Embun.
"Tunggu dulu,sepertinya mata itu tidak asing?"Kata Lusi sambil menyipitkan matanya dan menatap Embun dengan tatapan penuh selidik.
Embun pun menundukan wajahnya,dan menurunkan topi yang dikenakannya.
"Maaf nona,saya kan memang sering mengantar paket kemari!".Alibi Embun untuk mengelabui Lusi.Padahal Embun baru kali ini mengantar paket ke kantor YP Group.Karena embun hanya membantu temannya saja saat ini.
Lusi memiringkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya.Seperti sedang mengingat sesuatu.
"Aah,benar juga kamu.Ternyata kamu pintar juga ya"!!Hahaha.Jawab Lusi sambil tertawa.
"Hahaha,terima kasih non,permisi!!".Kata Embun dan ia pun merasa legah karena Lusi tidak mengenalnya.
Arjuna dan Cellia berjalan bergandengan tangan menuju depan kantor.Embun melihat pemandangan yang membuatnya semakin sangat tampak menyedihkan.
"Sepertinya mereka akan pergi bersama".Gumam Embun sambil menatap dengan tatapan senduh.
"Sayang,setelah meeting kita pergi kencan ya.Aku sangat merindukan mu !!!.Kata Cellia dengan suara menggoda.
"Baiklah !!!." Kata Arjuna datar.Entah kenapa didalam hatinya seperti ada sesuatu yang hilang.Tapi Arjuna masih belum bisa menemukannya.
Saat bersama dengan Cellia ia tidak perna merasakan debaran apapu.Arjuna merasa ada yang aneh dengannya dan ia berusaha untuk mengingatnya.Setiap kali ia mencoba berfikir kerasa tiba² kepalanya terasa sangat nyeri dan membuatnya harus minum obat penghilang rasa nyeri.
__ADS_1
Arjuna menatap lurus kedepan.Sementara Cellia bersandar dibahunya dengan manja.Arjuna masih bergelut dengan fikirannya sendiri.Pak iyat melirik dari balik spion mobil dan pak iyat tahu apa yang dirasakan Arjuna.
"Kasihan tuan Arjuna.Semoga ingatan tuan Arjuna lekas pulih".Gumam Iyat sedih.
Mereka pun sampai di sebuah Restauran dimana Arjuna akan bertemu klien.
"Selamat siang tuan Arjuna,lama tidak bertemu!"Kata klien Arjuna,namanya Broto.
"Siang,tuan Broto".Balas Arjuna ramah.
"Waaah,nona cantik ini pasti tunangan tuan Arjuna kan?"Kata Tuan Broto.
Cellia pun tersenyum ramah sambil membalas jabatan tangan tuan Broto.
"Senang bertemu dengan nona embun!!".Kata Broto sambil tersenyum.
Cellia yang mendengar itu pun seketika raut wajahnya berubah kesal.Cellia takut Arjuna mengingat nama Embun.
"Cellia".!!! Jawab Cellia dengan cepat.
"Bukannya tunangan tuan Arjuna nona Embun?" Bisik Broto pada asistennya.
"Maaf tuan,saya lupa memberi tahu kalau itu nona Cellia." kata Asistennya.
Arjuna pun tersenyum saat mereka saling tatap.Wajah Cellia tampak sangat tidak nyaman setelah tuan Broto salah memanggil namanya.
"*Bre***ng***sek,si Broto ini.Bisa²nya dia nyebut nama Embun didepan Arjuna.Dasar nyebelin*!!!.Gumam Cellia kesal.
Saat makan bersama sambil membahas proyek untuk disepakati bersama.Arjuna pun izin ingin pergi ke toilet.
"Sayang,aku ke toilet sebentar ya!!!" Kata Arjuna.
Cellia pun mengangguk tanda setuju.Arjuna meninggalakan makan siangnya dan ia mencari dimana toiletnya.Arjuna bertanya pada pelayan yang ada disana.Pelayan wanita itu menatap wajah Arjuna dengan takjub.
"Waaaah,wajahnya tidak manusiawi".Gumam pelayan itu.
Arjuna menuruni sebuah anak tangga tanpa sengaja ada seorang wanita yang sedang membawa kotak berukuran besar ditangannya akan menaiki tangga tersebut.Tampak wanita itu sangat kepayahan saat akan menaiki anak tangga tersebut.
Tiba-tiba wanita itu terpeleset dan akan terjatuh terbalik dari tangga.Tapi Arjuna dengan sigap menangkap pinggang wanita itu dan menyelamatkan wanita itu.Akhirnya wanita itu pun dipelukan Arjuna.
Wanita itu adalah Embun.Embun sangat terkejut dengan apa yang telah ia alami saat ini.Matanya terbelalak menatap wajah Arjuna yang begitu dekat dengannya.Mata mereka saling menatap satu sama lain.Arjuna menatap dalam ke manik mata Embun yang begitu indah.
__ADS_1
Saat itu Embun memakai masker dan hanya matanya yang terlihat.Arjuna terhanyut dengan tatapan mata sendu itu.
"Sepertinya aku perna melihat mata ini?" Gumam Arjuna saat menatap dalam wajah Embun.Arjuna seakan tenggelam dalam pandangannya saat menatap mata Embun yang begitu menenangkan.
"Kenapa?,kenapa harus Arjuna yang ada dihadapan ku.Kenapa jantung ini masih terus berdebar saat dekat denganmu?".Gumam Embun dengan mata yang masih saling menatap.
"Triiing...triiing!!!"
Suara dering ponsel Arjuna mengejutkan mereka berdua.Akhirnya Arjuna melepaskan pelukannya pada Embun.Saat itu mereka menjadi tampak sangat canggung.
"Terima kasih tuan".Kata Embun sambil menundukkan wajahnya.
"Suara itu,sepertinya suara itu tidak asing.Sepertinya aku perna mendengar suara itu".Gumam Arjuna sambil menatap Embun yang terberlalu meninggalkan Arjuna.
"Hallo !!!.ah iya sayang sebentar lagi aku kembali".Jawab Arjuna melalui ponselnya.Itu panggilan dari Cellia,karena Arjuna sudah cukup lama meninggalkan kliennya.
"Maaf tuan Broto,anda menunggu lama.Tadi saya tersesat".Kata Arjuna berbohong.
"Tidak apa² tuan Arjuna.Jadi bagaimana kerja sama kita kali ini?".Tanya Broto pada Arjuna.
"Saya sudah membaca semua file² yang anda kirim dan sepertinya saya tertarik untuk bekerja sama dengan anda".Kata Arjuna tanpa basa basi.
"Okay,terima kasih tuan Arjuna.".
"Deal !!!" Kata Broto sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Deal !!!" Balas Arjuna dan akhirnya mereka sepakat untuk menjadi relasi bisnis.
Embun berjalan keluar restoran dengan mebawa sebuah kantung plastik yang didalamnya roti lapis dan minuman dingin.Embun duduk disebuah bangku taman dekat restauran.Embun tidak sempat untuk makan siang karena banyak sekali paket yang akan dia antarkan.
"Haaaaaah,akhirnya aku bisa makan juga".Katanya sambil melepas masker dan topinya.Berlahan ia membuka bungkus roti lapis yang ia beli di minimarket sebelum ia mengantar paket direstauran itu.
Embun teringat saat ia diselamatkan Arjuna.Entah kenapa air matanya tiba² lolos dari pelupuk matanya.
hatinya seperti tercubit saat mengingat masa² indah bersama Arjuna.Dadanya terasa sesak saat ia ingin mencoba melupakan Arjuna.
"Kakak,kenapa? kenapa kakak datang disaat aku mencoba untuk melupakanmu?"Kata Embun sambil mencoba menelan apa yang ia makan.
Rasanya begitu keras roti yang coba ia kunya dan telan.Berkali-kali ia mencoba menelannya dengan bantuan air minum.
Tapi memang hatinya yang terasa amat sesak hingga ia susah menelan apa yang ia makan.Embun menundukan kepalanya dan mencoba menenangkan dirinya.Tapi hatinya terlalu rapuh dan saat itu juga Embun menangis.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks".Embun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Hatinya terasa sakit dan dia tidak tahu harus berbuat apa.Embun juga tidak tahu harus bahagia atau sedih karena sudah bertemu dengan Arjuna dan diselamatkan Arjuna saat ia akan terjatuh.