
"Embun ayo,kamu kenapa lama sekali?"
Kata Andin melalui telefon genggamnya.
"Iya maaf,aku harus menyiapkan makan malam ayahku dulu.Aku tidak bisa meninggalkan ayahku begitu saja".
Kata Embun diseberang sana.
Sementara Andin sudah menunggu di halte bus terdekat.Karena mereka berdua sudah membuat janji untuk pergi bersama.Tidak lama menunggu tampak Embun berlari menemui Andin.Dengan nafas yang menderuh karena takut Andin terlalu lama menunggu.Tampak Embun berkeringat karena sudah berlarian menuju halte.
"Aaah,has has has".Nafas Embun terengah-engah.
"Ayo,busnya sudah datang tuh.!!".Ajak Andin sambil menggandeng tangan Embun.
Mereka pun menuju ke Restauran Kasturi untuk merayakan hari ulang tahun managernya.Ternyata di Restauran itu sudah banyak berkumpul teman² kerja Embun.
Rico yang menunggu Embun pun berkali-kali matanya melirik Arloji yang ada ditangannya.Rico khawatir kalau Embun tidak datang.Saat rasa khawatir itu muncul tiba² Embun dan Andin pun muncul dari balik pintu masuk.Ada rasa legah yang tidak bisa ia jelaskan.Rico tersenyum bahagia saat melihat Embun datang.
"Waah akhirnya kalian berdua nongol juga ya".Kata salah satu dari temannya.
Rico tersenyum cerah dan matanya tidak bisa berpaling dari Embun.Hatinya terasa berbunga-bunga.Rico memang sejak pertama kali Embun masuk sebagai pegawai baru di kantor itu.Rico sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Ayo,Embun kamu duduk disini..!!
Kata Andin sambil mengarahkan Embun untuk duduk disamping Rico.
Rico tampak salah tingkah dan jantungnya berdegup kencang.Perasaan terbang melayang ke udara dan seakan ditaburi bunga bunga cinta pun menyelimuti hati Rico.
Rico menuangkan minuman pada Embun.Embun pun mengangguk dan tersenyum seperti mengucapkan terima kasih.
"Embun ayo nyanyi dok,untuk perayaan pak Rico".Kata Andin meminta Embun untuk menyanyikan sebuah lagu.
Embun pun menolak dan malu malu.Tapi teman²nya bersorak-sorak untuk menyemangati Embun supaya mau menyumbangkan suara indahnya.Akhirnya Embun pun berdiri dan mengambil sebuah microfone yang ada diatas meja.
Embun menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Lumpuhkan lah ingatanku dari Geisha Band.
Lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang dia
Hapuskan memori ku tentangnya
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya.
Embun menyanyikan lagi itu dengan penuh penghayatan.Dia benyanyi dengan hatinya dan itu membuat semua orang yang melihat pun larut dalam kesedihannya.
Saat lagu sudah selesai air mata Embun masih terus mengalir dan itu membuat orang yang disana tampak heran dan merasa ada sesuatu padanya.Embun pun izin pergi ketoilet setelah lagu selesai.
__ADS_1
Rico melihat Embun yang tampak sedih pun mengikuti Embun ketoilet dan memastikan Embun baik² saja.
"Hiks hiks hiks".
Suara tangis Embun yang begitu pilu terdengar.Embun merasakan sesak yang begitu dalam.Entah kenapa ingatannya untuk Arjuna tidak bisa hilang dari memorinya.Embun mencuci wajahnya agar tidak terlihat teman-temannya kalau dia baru saja menangis ditoilet.
Rico menemui Embun setelah Embun keluar dari toilet.
"Embun kamu kenapa,Kamu baik² sajakan?"Tanya Rico khawatir.
"Pak,saya baik² saja kok.Cuma agak sedikit pusing saja".Jawab Embun bohong.
"Ya sudah kamu istirahat saja.Biar saya antar pulang".Kata Rico.
"Tidak pak!! inikan hari ulang tahun bapak."Kata Embun merasa tidak enak.
"Tidak apa²,kamu kan lagi tidam enak badan.Saya antar kamu pulang dan nanti saya kembali lagi kemari".Kata Rico menjelaskan.
"Baiklah Pak".Kalau begitu saya turun tuluan y pak.
Kata Embun setuju.
"Baiklah,saya masuk untuk memberi tahu mereka".
Rico pun kembali ke ruangan karoeke untuk memberi tahu teman-temannya Embun.Sementara Embun menuju lift untuk turun kelantai dasar.
"Kakak???"
Gumam Embun mematung.
Arjuna mengerutkan dahinya dan merasa aneh melihat Embun yang hanya berdiri saja tidak masuk kedalam Lift.
"Kakak,aku merindukanmu.Rasanya ingin sekali aku memelukmu".Gumam Embun
Arjuna pun bertanya dengan bahasa isyarat kepada Embun untuk masuk atau tidak.Dengan gugup Embun pun cepat-cepat masuk kedalam Lift.Akhirnya mereka berdua berada didalam lift yang sama.
Arjuna merasa perna melihat wajah Embun tapi dia tidak ingat dimana.Arjuna merasakan sesuatu didalam hatinya.Arjuna melirik dengan ekor matanya untuk melihat Embun.Embun sangat gugup entah kenapa jantungnya masih berdebar saat berada disamping Arjuna.Embun menundukan wajahnya sambil memainkan jemarinya.
Arjuna pun melirik Embun,Arjuna melihat Embun yang sedang memainkan jari² tangannya.Ada rasa kagum dan rasa yang tidak bisa ia ungkapkan.Kegugupan Embun yang tampak menggemasakan membuat Arjuna tersenyum.
Tiba-tiba Lift yang mereka naiki berhenti.Itu membuat Embun ketakutan.Lift itu bergoyang dan turun dengan cepat membuat Embun dan Arjuna terombang-ambing didalamnya.
"Aaaaaahhhhh!!!" Teriak Embun sambil tersimpuh.Tangannya gemetaran air matanyanya mengalir deras.Wajahnya tampak pucat karena takut.Embun memejamkan matanya penuh ketakutan.
Arjuna yang melihat Embun seperti itu pun hatinya seperti merasa tersayat.Arjuna mencoba menekan tombol bantuan pada lift tersebut.Tapi belum ada respond dari pihak restauran itu.Arjuna mendekati Embun dan mencoba menenangkan Embun.
"Kamu tidak apa²?"Tanya Arjuna menatap Embun sambil menyentuh pundaknya.
__ADS_1
Embun membuka matanya dan mendongak melihat wajah Arjuna.Mereka saling tatap dan ada kelegahan dihati Embun saat Arjuna menanyakan keadaannya.Tatapan Arjuna yang lembut membuat Embun tenang.
Tampak Mata Embun yang sendu pun digenangin air mata.Matanya yang berkaca kaca membuat Arjuna merasa tidak tega.Wajahnya memancarkan rasa takut dan cemas.Tiba² air mata Embun menetes jatuh kepipinya yang lembut.Arjuna menyaksikan detik² jatuhnya air mata Embun dan membuat Arjuna merasa nyeri didadanya.
"Kakak,aku takut!!"
Gumam Embun.Rasanya ingin sekali Embun memeluk Arjuna.Tapi itu tidak bisa ia lakukan karena seperti ada dinding yang kokoh memisahkan mereka.Arjuna membantu Embun berdiri dengan mengulurkan tangannya.
Tiba² Lift meluncur kebawah dengan cepat dan seketika saja berhenti.Itu membuat benturan hebat yang menjadikan Embun refleks memeluk tubuh Arjuna.
"Aaaaaaaahhhhhh...!!!"
Embun berteriak katakutan.Wajahnya disembunyikan dipelukan Arjuna.Arjuna pun memeluk tubuh Embun dengan erat karena takut Embun terjatuh.Saat Lift berhenti Arjuna mencoba mengambil ponselnya dan menelfon Endro tapi sayang signal didalam lift tidak ada.
Arjuna pun frustasi dan kesal.Embun masih memeluk tubuh Arjuna Erat.Rasa takutnya pun mulai hilang karena Embun merasa terlindungi oleh Arjuna.
"Kakak,walau kamu tidak ingat siapa aku,tapi hatimu tidak akan lupa.Aku yakin kau akan selalu melindungiku walau kau tidak tahu siapa aku saat ini".
Gumam Embun sambil merasakan setiap detak jantung Arjuna.
"Sial kenapa tidak ada signal disini?"Kata Arjuna kesal.
Arjuna pun terus memencet tombol notifikasi bantuan pada lift.Arjuna juga terus berusaha untuk berkomunikasi pada petugas keamanan di restauran itu.
"Tolong !!!! kami terjebak di lift kami berada dilantai 3 saat ini".Tolong secepatnya bantu kami!!!.
Kata Arjuna dan tak lupa ia tidak melepaskan genggaman tangannya pada Embun.
Setelah beberapa menit menunggu petugas pemeliharaan Lift pun datang.
"Tuan sabar ya kami sedang berusaha mengeluarkan anda".
Kata Petugas itu.
"Iya cepat,kami ada dua orang didalam".Kata Arjuna dari dalam.
Saat didalam Lift karena tidak ada ventilasi udara membuat Arjuna dan Embun merasa sesak dan kepanasan.Arjuna membuka jasnya dan dasinya.Tubuh Arjuna bermandikan peluh yang bercucuran.Arjuna juga membuka beberapa kancing kemejanya.Sementara Embun mengikat rambutnya yang tergerai.Embun menggulung rambunya keatas.
Arjuna seperti dejavu saat melihat Embun mengikat rambunya keatas.Arjuna menatap Embun lama.Pipi Embun memerah karena kepanasan.Peluh dipipinya mengalir.Embun memakai baju kemeja berwarna putih dan peluh ditubuhnya membuat baju itu basah.
Bajunya yang basah menjadi transparan dan mengespost lekuk tubuhnya.Terlihat jelas gundukan sintal menantang karena terguyur peluh.Embun tidak mengetahui hal itu.Karena Embun merasakan sesak dan lemas.Tiba² Embun terjatuh dan pingsan.
Arjuna pun menangkap tubuh mungil Embun dan memangkunya.Arjuna yang melihat gundukan menantang itu pun jantungnya berdebar.Dia tidak perna merasakan ini saat bersama Cellia.Ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan.Arjuna melihat itu pun menelan slavinanya dengan kasar.Untuk menghindari fikiran yang tak senonoh Arjuna pun menutup dada Embun dengan jasnya.
"Tolong kalian bisa cepat sedikit tidak,seorang gadis pingsan didalam".Kata Arjuna berteriak.
"Baik tuan sebentar lagi,kami sedang berusaha".Kata teknisi itu.
__ADS_1
Sementara Rico yang tidak mengetahui Embun terjebak di lift pun mencari² Embun hingga ke basment.Tapi Rico tidak menemukan Embun dan ia pun berusaha menelfon Embun namun nomornya tidak aktif.Rico dengan hati yang sedih kembali lagi keruangan bersama teman² Embun.