Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
23.Pura pura


__ADS_3

"Anak teman saya itu sebenarnya tinggal dikota X,dia datang kemaren karena ada urusan pekerjaan".Jelas pak jamal pada embun.


"Ooooh".Jawab embun sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"oya pak,saya mau tanya kita akan menemui tuan muda itu dimana?"Tanya embun penasaran.


"Panggil saja saya paman nak".Sambil tersenyum."Kita akan menemui beliau di kafe miliknya,Kabarnya dia juga akan bertemu dengan kliennya."Jelas pak jamal pada embun."Iya paak,eeh paman".Jawab embun gugup dan sambil tersenyum.


Tidak mereka sadari ternyata mereka sudah sampai disebuah Kafe yang bernuansa klasik.


"Waaah bagus sekali kafe nya,pasti mahal mahal makanan disini,baru kali ini aku pergi ke kafe seperti ini,dulu waktu zaman SMA cuma bisa dengerin temen teman cerita tentang kafe ini".Gumam embun sambil menatap takjub dan memandang disekeliling kafe itu.


Tiba tiba Paman jamal berdiri dan menyapa seorang pemuda yang tampan.Pemuda itu tampak sangat rapi dengan stelan jas yang tampak manly.Tubuhnya ateltis bentuk wajahnya mencerminkan sosok yang ramah.


Pemuda itu pun menghampiri paman jamal dan mereka saling berjabat tangan.


"Hai paman,sudah lama menunggu?".Tanya pemuda itu sambil mendaratkan tubuhnya di kursi.Tampak pemuda itu melirik ke arah Embun yang sedang berdiri di samping paman jamal.Pemuda itu adalah Bian,Bian pun tersenyum pada embun sambil memandangnya takjub."ayo silahkan duduk paman,oh ya siapa gadis cantik ini paman?".Tanya Bian pada paman jamal sambil memandang ke arah Embun yang sedari tadi hanya diam saja."Oh iya tuan,perkenalkan ini Embun anak teman saya."Jelas paman jamal kepada Bian.Bian pun mengulurkan tangannya kepada Embun.

__ADS_1


Embun membalas uluran tangan Bian sambil melengkungkan bibirnya yang indah."Embun".Kata embun singkat.Bian berkali kali terpesona dengan kecantikan embun yang natural.Sampai dia lupa untuk melepaskan tangannya.Embun pun menarik paksa tangannya membuat Bian tersadar kalau mereka masih berjabat tangan.Bian masih terus mencuri pandang dengan sudut ekor matanya ke arah embun.Embun yang sederhana namun anggun dan memesona.Mebuat siapa saja yang melihat sekali akan terus ingin melihatnya berkali kali.


"Begini tuan,sebenarnya embun ingin menjual tanah dan Ruko milik orang tuanya kepada saya.Tapi karena saya baru membeli tanah dan saya teringat ayah tuan,mungkin saja mau membeli tanah." Jelas paman jamal kepada Bian.Embun hanya tertunduk sedih dan dia berusaha untuk menahan butiran butiran kristal yang sudah menggenangi pelupuk matanya.Bian memalingkan wajahnya kearah embun yang sedang tertunduk."Ah Bisa saya melihat surat suratnya nona?".Tanya Bian kepada embun.Embun pun mengangkat wajahnya.Tampak mata embun yang sendu dan raut wajahnya menggambarkan kesedihan yang mendalam.


Tidak menunggu lama Embun pun mengeluarkan berkas yang diminta Bian padanya dan memberikan kepada Bian.Bian pun memeriksa semua berkas milik embun.Embun masih terus mengamati sekeliling cafe,tiba tiba matanya tertuju kearah pintu masuk dan dia melihat seorang pria yang sepertinya dia mengenalnya dengan stelan jas yang fashionable memakai kaca mata hitam menambah pesona pria itu.Tampak pria itu jalan dengan gagahnya menuju kearah dimana mereka duduk.Embun pun terkejut dengan apa yang dia lihat,ternyata pria itu adalah Arjuna.


Embun tampak membulatkan kedua matanya dengan sempurna tak lupa dia juga membuka mulutnya sampai terbentuk huruf "O" dan secepatnya dia pun menutup mulutnya dengan telapak tangannya yang mungil.


"Bagaimana ini,kenapa dia selalu datang tiba tiba si...dasar memang manusia hantu.Selalu mengejutkan saja."Gumamnya sambil berpura pura fokus memainkan ponselnya dan menundukan wajahnya.Arjuna berdiri disamping Bian,tapi Bian belum menyadari kedatangan Arjuna,dia masih fokus membahas berkas milik embun dengan paman jamal.


Paman Ridwan pun mulai menyapa Bian yang masih tidak sadar dengan kedatangan Arjuna.


"Ah maaf tuan Arjuna saya tidak mengetahui tuan sudah datang,Ayo silahkan kita menuju ke private room tuan.Tasya sudah menunggu disana".Jelas Bian pada Arjuna.


"Kalau begitu maaf nona embun,nanti kita lanjutkan lagi pembahasannya.Saya sedikit terburu buru karena ada meeting dengan Klien,nanti saya beritahu melalui paman jamal".Kata Bian kepada embun.Embun hanya bisa mangangguk sambil tersenyum.


Arjuna mendengar Bian menyebut nama embun pun langsung berhenti melangkah sambil bergumam "Embun?" dan membalikan badannya.Arjuna pun berjalan mendekati Embun untuk memastikan kalau wanita itu Embun yang dia kenal.Embun segera berdiri dan untuk berpamitan sambil membungkukan kepalanya kepada bian.Saat dia mau berbalik tiba tiba didepannya ada Arjuna.Embun pun terpaku sesaat dan begitu juga Arjuna.Mereka saling tatap dan menimbulkan gejolak didada yang mereka belum menyadari apa arti gejok itu.

__ADS_1


Arjuna masih dengan tatapannya yang dingin dan membuat embun tidak perna tahu apa arti tatapan itu.Jantung Embun seperti ingin terlepas dari tempatnya dan meloncat loncat tidak karuan.Embun tampak memegang dadanya dan masih terus menatap wajah Arjuna sendu.Begitu juga arjuna merasakan getaran hebat pada tubuhnya dan Jantungnya seakan berdebar kencang.Tidak tahu apa yang ada difikirannya,Arjuna merasakan kebahagiaan saat dia melihat wajah embun saat itu.Tetapi dia masih bisa menguasai dirinya yang sebenarnya terpesona dengan kecantikan Embun yang begitu natural.


"eemheeeem"Arjuna berdeham untuk mencairkan suasana.Embun pun terkesiap dan menundukan pandangannya.


"Ah Tuan Arjuna,Anda ada disini juga?" Sapa embun pura pura tidak tahu.


"saya ada meeting dengan Tuan Bian".Jawab Arjuna dan menoleh kearah Bian.Bian dan paman Jamal tampak heran Embun mengenal seorang Arjuna.


"Tuan mengenal embun?"Tanya Bian serius.


"Iya saya mengenalnya".Jawab Arjuna singkat


"Oooh...bagaimana bisa?"Gumam Bian heran.


"Aaah paman,bukannya yang waktu itu?"Tanya Embun pada Ridwan.


"Aaah Nona,benar sekali.maaf nona saya waktu itu sangat terburu buru sampai tidak sempat menolong nona,apa siku nona sudah sembuh?Tanya Ridwan pada Embun.

__ADS_1


"Aah paman,tidak apa apa.Siku saya sudah sembuh paman,alhamdulillah.Jawab embun Ramah.Arjuna tampak heran kenapa Embun mengenal Paman Ridwan.Tapi rasa penasarannya masih disimpan di hatinya.Dia akan menanyakan nanti.Arjuna masih tetap dengan gaya coolnya yang membuat seisi cafe bisa membeku.


__ADS_2