
Riuh terdengar suara keramaian didalam IGD rumah sakit dimana ibu embun akan di rawat.Ada pasien yang meraung kesakitan karena luka yang sedang dibersihkan perawat,ada juga keluarga pasien yang menangis karena pasien tidak bisa tertolong oleh dokter.Embun yang melihat kejadian itu pun tampak sedih.Embun pun menggenggam tangan ibunya,dia takut kalau kejadian itu menimpah dirinya.Embun tidak bisa membanyangkan itu.
Salah satu perawat menemui Embun dan bertanya apakah pasien berasal dari Rumah Sakit Daerah Kota Y.Embun terkejut kenapa perawat itu tahu mereka sementara mereka belum memberi tahu asal mereka.
"Maaf suster,kok suster tahu kami dari sana?" Tanya Embun heran.
Suster itu hanya tersenyum dan menunjuk ke arah empat bodyguard yang sedang berdiri dibelakang embun.
"Hmmm".Embun hanya bisa mengangguk tanda mengerti.Mereka pun dibawah oleh dua orang perawat menuju kamar VVIP dan itu membuat Embun shock karena kamarnya terlalu luas dan mewah.Luasnya dua kali lipat dengan kamarnya yang ada dirumah.
Embun pun langsung mendatangi suster dan bertanya.
"Suster apa ini tidak salah kamar?,maaf sus kami tidak sanggup membayar kamar ini nanti,boleh di tukar kamar yang paling murah saja?".
"Maaf Nona,ini sudah dipersiapkan untuk ibu nona,dan ini gratis.Nona kan tahu kalau kami membuka pengobatan gratis untuk beberapa pasien yang tidak mampu operasi". jawab Suster itu.
"Bagaimana mungkin pengobatan gratis dengan pelayanan yang seperti sultan begini,bisa bisa bangkrut rumah sakit ini kalau setiap hari begini.".Gumam embun masih belum percaya.
Ibu embun pun sudah dipindahkan ke tempat tidurnya,dan para suster pun pergi meninggalkan kamar.Para Bodyguard itu pun keluar dari kamar.Embun merasa legah karena mereka pergi tanpa harus memantau Embun dan keluarganya.Salah satu Bodyguard itu tiba tiba menghampiri Embun.
"Nona,ini nomor ponsel saya,kalau nona butuh saya bisa nona hubungi saya."kata bodyguard itu.
"Eh maaf tuan,siapa nama tuan?" Tanya Embun.
"Nama Saya,Rahmad nona,Nona bisa panggil saya Rahmad saja".Katanya dengan berdiri tegak sempurna.
"Oh okay Rahmad".Kata Embun.
Rahmad pun pergi meninggalkan Embun dan dia mulai melaporkan tugasnya kepada Arjuna.Sementara dua orang temannya menjaga didepan pintu kamar ibu Embun.
Seorang dokter dan dua orang perawat datang menuju kamar ibu embun,dan dokter itu adalah dokter Harris.Dokter Harris adalah dokter Spesialis Bedah penyakit dalam.Dia cukup tampan dan bentuk tubuhnya juga atletis.Banyak para dokter wanita dan perawat yang berharap bisa menjadi pacarnya.Tapi sayangnya dokter Harris masih terus menutup diri.Sampai saat ini dia betah melajang dengan umurnya yang memasuki 29 tahun.
"Selamat malam,perkenalkan nama saya Dokter Harris,saya yang menangani penyakit istri bapak".Kata dokter harris ramah kepada ayah embun.
Embun yang masih dikamar mandi tidak mengetahui kedatangan dokter harris.
Saat embun keluar dari kamar mandi matanya saling tatap dengan dokter harris dan mereka pun.
__ADS_1
"Embun..."Kata dokter harris lirih sambil menatapnya lekat.
Embun yang masih terus menatap harris heran.
"Kamu Embun kan,si penjual bunga itu?"
kata harris lagi meyakinkan.Embun terbelalak dan mulai menyadari sepertinya dia mengenal pria tampan itu.
"Kak Harris bukan?"Kata Embun sambil menunjuknya dengan telunjuknya dan tersenyum lebar.
"Ya Tuhan kenapa dunia begitu sempit ya".Kata embun dan langsung berjabat tangan pada Harris.
"Bagaimana kabarmu embun,sudah lama sekali kita tidak bertemu".Kata Harris sambil tersenyum,ada rasa bahagia didalam hatinya saat bisa bertemu lagi dengan Embun.
"Yaa seperti inilah kak,seperti yang kakak lihat."Kata embun lagi.
"Yaa,kamu semakin cantik".Kata Harris sambil tersenyum.
"Aaah kakak bisa saja,"Kata Embun merona.
Dokter Harris pun memeriksa ibu embun dengan begitu teliti.Dokter Harris membaca resume kesehatan yang dibawa dari rumah sakit sebelumnya.Setelah itu dokter harris pun menulis therapy di sebuah dokumen yang dibawah perawat dan meminta perawat untuk memberi therapy tambahan untuk ibu embun seperti suntikan.
"Embun,setelah ini bisa kita bicara diruangan saya".Kata Dokter Harris.
"Baik dokter".Kata Embun.Dokter harris pun berjalan keluar di ikuti embun dibelakangnya.
Saat Embun keluar kamar dan betapa terkejutnya dia melihat Arjuna sudah ada tepat di hadapanya."Apa apaan ini,kenapa ada dia disini?" yang benar saja,dia memang seperti hantu yang secara tiba tiba muncul".
Gumam embun.
"Apa kabar tuan Arjuna?".Kata Harris menyapa Arjuna.Embun tampak heran kenapa Harris mengenal tuan Arjuna.
"Kak Harris juga mengenal tuan Arjuna?Tanya Embun.
"Apa kakak,embun memanggil Harris kakak?"Gumam Arjuna heran.
"Iya,kakak mengenal tuan Arjuna dengan sangat baik."Kata Harris tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba wajah Arjuna tampak berubah dan menatap tajam kearah embun."Kenapa ini,kenapa dia begitu terlihat akrab dengan harris,kenapa aku tidak suka mendengar embun memanggil harris dengan sebutan kakak".Gumam Arjuna cemburu.Hatinya tiba tiba terbakar rasa cemburu yang tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu.Setiap Embun tersenyum dengan lelaki lain hatinya tidak terima.
"Tuan kenapa tiba tiba ada disini?,bukannya tuan tadi ada di rumah sakit kota Y"Tanya embun heran.
Arjuna tampak gugup saat embun bertanya padanya.Dia mencoba untuk mengalihkan pertanyaan embun.
"Saya mau bertemu dengan dokter Harris" Katanya santai.
"Akhirnya aku bisa mencari alasan tepat.Dasar kau Arjuna selain wajahmu yang tampan otakmu yang seksi juga berfungsi dengan baik".Gumamnya Narsis.
"Oooh..." Kata embun sambil mengangguk angguk.
Dokter Harris tampak heran kenapa tiba tiba Arjuna ingin bertemu dengannya.Apa ada masalah dengan keluarganya.
"Ada apa jun,kok tiba tiba kau ingin bertemu,ada masalah dengan paman?".
Tanya Dokter harris khawatir.
"Aah tidak ada masalah dengan papa,sebenarnya...Aduuuh perutku terasa nyerih akhir akhir ini".Jawab Arjuna berpura pura sakit perut.Padahal dia sehat sehat saja.Demi bertemu dengan Embun dia rela untuk berbohong dan tidak seperti biasanya yang selalu gengsian.
"Hebat kau Arjuna ,sekarang kau sudah pandai berakting hanya demi bertemu dengan embun".Gumamnya sambil terus melirik ke arah embun.
"Tuan,apa kau telat makan?" tanya embun khawatir.Embun pun mendekati Arjuna dengan wajah panik karena melihat Arjuna yang tampak sakit.
"Suster,siapkan ruangan saya untuk tuan Arjuna.Embun ayo ikut dengan saya,ada yang ingin saya bicarakan padamu tentang ibumu".Kata Dokter Harris.
"Baiklah kak,eh dokter".Jawab Embun sambil tersenyum manis.
Arjuna melihat embun tersenyum manis pada Harris pun tampak tidak terima,dia mulai melirik harris yang masih terpaku melihat senyuman embun.Hati Arjuna merasa sesak dan seluruh tubuhnya terasa panas.Dia tidak suka melihat itu semua.
"Aaawwww kenapa bisa sesakit ini".Kata arjuna berpura pura sakit lagi dengan menyentuh perutnya dengan kedua tangannya,ini alibi Arjuna agar embun tidak bersama dengan dokter harris.
Harris dan Embun pun khawatir,dengan Arjuna yang kesakitan.
"Tuan apa kau telat makan,kenapa seperti ini?"tanya embun lagi.
"Iya akhir akhir ini aku telat makan,karena terlalu sibuk".Kata Arjuna beralasan.
__ADS_1
Embun pun membantu Arjuna untuk berjalan,Embun memapah arjuna menuju ruangan dokter Harris.Arjuna tampak bahagia dan menyembunyikan senyuman kemenangannya.