Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
42.Tranding Topic


__ADS_3

"Mencintaimu hal paling indah yang perna kulakukan


Mencintai tanpa syarat,Mencintai apa adanya,Mencintai tanpa batas waktu.Kau hanya cukup mencintaiku saja,Karena hanya itu yang ku inginkan dan aku butuhkan".


(S&L)


"Braaaaakkkkkk"Arjuna membanting sebuah surat kabar dengan sangat keras dimeja kantornya.


"Brengsek.....".Maki arjuna sambil menjatuhkan tubuhnya kekursi.Dengan kesal dia mengendurkan ikatan dasinya.


"Endro cepat kemari".Panggil Arjuna lewat sambunga telefon.Wajahnya tampak sangat marah.


Dia malas berurusan dengan awak media.Karena itu dia pun memanggil Endro untuk mengurus semua masalah yang ada di media.


Endro tahu kalau Arjuna memanggilnya pasti karena berita yang tranding di media cetak dan media online.Bahkan sampai Tranding topic di sebuah stasiun pertelevisian swasta.


"Jun,kamu sudah lihat semuanya?"Tanya Endro pada arjuna.


Arjuna tidak menjawab,dia hanya bersandar dikursinya sambil memejamkan matanya dan memijit keningnya.


"Aku mau beritanya di take down hari ini juga.Dan cari tau dari media mana itu yang sudah berani beraninya mengespost kehidupan pribadiku".


Kata Arjuna pada Endro dengan penuh penekanan.


"Satu lagi,aku juga mau tahu siapa orangnya yang sudah mengambil foto kami berdua dengan lancang".Kata Arjuna geram.


"Oh ya,tapi apa mereka tahu kalau itu Embun?,itu embun kan?,apa kalian sudah...haaaa...


hahahahaha...akhirnya si jomblo akut punya pacar juga."Endro tampak sangat senang dan memeluk erat Arjuna.


"Eheemm....Berani beraninya kau,lepaskan!".Kata Arjuna marah sambil mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Endro.Arjuna menyembunyikan rona pipinya karena malu.Tapi tetap saja Arjuna masih bisa pura pura cool.


"Ciyeeeee....ciyeeee...."Ledek Endro sambil memainkan matanya.


"Pergi enggak kamu,awas kalau tugasmu enggak beres,rasakan nanti akibatnya".Ancam Arjuna pada Endro.


"Ampun bang Jago...".Kata Endro sambil menyatukan kedua telapak tanganya seperti gerakan tik tok.


Arjuna pun kesal melihat tingkah Endro dan akhirnya menyeret paksa endro keluar dari kantornya.


Saat Arjuna mencoba untuk menyeret Endro keluar tiba tiba kaki Endro tersandung dan itu membuat Arjuna dan Endro jatuh berpelukan dilantai.


"Permisi Tuan"Kata Lusi wakil skretaris Arjuna dan ia pun membuka pintu ruangan Arjuna.Lusi sangat terkejut melihat Bossnya yang cool dan nyaris sempurna jatuh berpelukan dengan Asisten pribadinya.Dan itu membuat Lusi tidak bisa berkata kata sambil membulatkan mulutnya dan matanya.


Arjuna dan Endro yang sudah tertangkap basah oleh Lusi pun sama terkejutnya dengan kedatangan lusi. Cepat cepat mereka berdiri dan merapikan jas mereka masing masing.


"Lusi,kamu jangan salah faham,karena apa yang kamu lihat tidak sama seperti apa yang kamu bayangkan,okey!".Kata Arjuna mencoba menjelaskan dengan gaya bicaranya yang sama seperti Arjuna biasanya yang datar,cool,dan dingin.

__ADS_1


"Iya benar lusi,jangan berfikiran yang macam macam".Timpal Endro.


"Babaik tuan,Kata lusi tertunduk sambil menyembunyikan senyumnya.Dia tidak menyangka Arjuna dan Endro tadi seperti itu.


"Tuan saya membawa berkas yang mau ditanda tangani".Kata Lusi.


"Okay letakan dimeja saja".Jawab Arjuna.


"Baik Tuan,permisi".Kata lusi sambil membungkukan tubuhnya sedikit.


"Sudah sana pergi kamu,meyebalkan".Usir Arjuna kepada endro.


"Hmmmm,Okay."Kata Endro sambil memainkan matanya dengan gaya meledek.


Arjuna melihat itu pun langsung bersiap siap melemparkan sebuah ballpoint kearah Endro.Sambil tertawa Endro dengan cepat menutup pintu ruangan Arjuna.


Sementara Lusi masih dihantui rasa penasaran dengan apa yang ia lihat tadi.


"Apa mungkin tuan Arjuna menjalin hubungan terlarang dengan Tuan Endro?".


"Apa mungkin tuan Arjuna karena terlalu lama sendiri akhirnya melenceng kejalan yang salah?"


"Apa mungkin tuan Arjuna.....aaaaah tidak tidak...itu tidak mungkin,tidaaaak...." Gumam lusi.


Lusi tampak melamun dengan fikiran fikiran yang tidak masuk akalnya.


Mereka bekerja sambil bergosip di group masing masing karyawan YP group.


Saat makan siang,semua karyawan bergosip tentang Arjuna di kantin.


"Lusi,kamu kan wakil skretaris tuan Arjuna,kamu pasti tahu kan gosip tentang dia".Kata temannya


"Gosip apa ya?"tanya Lusi polos.


"Ya ampun kamu itu bagaimana masak gosip boss sendiri enggak tau,tranding topic loh di medsos."Kata temannya lagi.


"Cak tak lihat dulu ya,wooooh iya yaa,siapa ya cewek beruntung ini?"Bisa dipeluk dan dicium tuan,iiih sebel aku jadi iri".Kata Lusi kesal.


"Tunggu dulu,tapiiiii....."Kata lusi terputus.


"Tapi apa si lusiiii?,Kamu ngomong putus putus.Tanya temannya penasaran.


Lusi masih memikirkan adegan mesrah Arjuna dan Endro di kantor tadi.


"Engak engak..."Kata lusi.


"Huuuh kamu itu ya bikin penasaran aja".Kata temannya kesal.

__ADS_1


Embun hari ini tidak ketoko karena merasa tidak enak badan,dia pun duduk bersantai didepan tv dan saat dia menghidupkan tv tepat disalah satu stasiun tv swasta menyiarkan infotaiment dan dia masih melihat artis artis baru yang digosipkan pacaran.Dan saat setelah itu dia dikejutkan dengan berita Arjuna bersama foto foto dirinya terpampang nyata didepannya.


Tertulis di judul beritanya


"Arjuna Pramuja Presdir YP Group berciuman mesrah dengan wanita misterius".


Foto foto Embun hanya tampak samping dan ada yang tertunduk ada juga wajahnya yang tertutupi oleh rambut.Jadi tidak terlalu jelas terlihat wajah embun.


Seketika mata Embum membulat dengan sempurna dan tiba tiba saja ada panggilan dari Arjuna.


"Hallo kakak".Jawab Embun.


"Kamu jangan khawatir ya,kakak akan mencari tahu siapa yang menyebarkan berita itu".Kamu pasti sudah melihat beritanya kan?"


Tanya Arjuna memastikan.


"iya kak,embun udh lihat,Bagaimana kalau mereka tahu itu embun kak?"


Tanya embun khawatir.


"Tidak akan kakak biarkan,Nanti sore kakak pastikan berita itu akan di takedown."


Jelas Arjunq mencoba menenangkan.


Embun pun khawatir kalau nanti seluruh negeri ini tahu kalau dirinya hanya seorang anak penjual bunga.Dia takut menjatuhkan martabat Arjuna sebagai seorang pengusaha ternama di Asia.


Embun hanya seorang wanita yang terlahir dengan sendok kayu sementara Arjuna terlahir dengan sendok emas yang bertahtakan berlian.Tiba tiba saja Embun merasakan dirinya sangat jauh dari Arjuna.


Embun masuk kedalam kamarnya dan dia melamun tentang hubungannya dengan Arjuna.


"Bagaimana bisa aku hanya seorang rakyat jelata yang bermimpi menjadi seorang cinderella.Tapi jika memang ada keajaiban datang aku hanya ingin bersamamu walau hanya satu jam saja.Tidak harus menunggu hingga pukul 12 malam tiba.Cukup satu jam saja aku bersamamu.Itu membuatku bahagia.


(Embun).


Embun masih duduk menghadap jendela kamarnya dan menatap luar jendela.Dia melihat sepasang burung bermain bahagia diranting ranting pohon.


"Bahagia sekali melihat burung burung itu,mereka bersama tanpa ada perbedaan status sosial yang tinggi." Kata Embun lirih.


Ayahnya sudah tahu tentang berita itu dari surat kabar.Hasan pun mengintip embun yang sedang memandang jauh kearah luar jendela.Itu membuat hasan menjadi sedih.Dia tidak mau anak semata wayangnya bersedih karena berita itu.


Sementara dirumah utama Yudistira membanting surat kabar yang diberikan paman Ridwan.


"Arjuna,sedang bermain main apa kamu haaah".


Kata Yudistira kesal.


"panggil usman dan ayo cepat kita kekantor!".perintah Yudistira pada Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2