Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
121.Selalu Berhati-hati


__ADS_3

"Embun kenapa kamu diam saja!".Tanya Rico sambil menatap wajah Embun penuh selidik.


"Maaf pak,saya merasa....!!!"Kata Embun terputus karena langsung dipotong oleh Rico.


"Apa kamu tidak nyaman dengan pertemuan kita?"Tanya Rico penasaran.


"Hmmmm,bu bukan itu pak,tapi saya".Jawab Embun gugup karena sebenarnya memang kurang nyaman makan malam bersama Rico.Entah kenapa dalam hatinya meminta untuk berhati² pada Rico atau mungkin karena rasa traumannya yang belum hilang saat kejadian itu.


"Embun saya minta maaf,waktu itu saya benar² terpengaruh alkohol sampai saya tidak bisa berfikir dengan jernih".Kata Rico mencoba menjelaskan apa yang terjadi waktu itu.Sepertinya Rico bisa membaca raut wajah Embun yang tampak tegang dan gugup.


"Hmmm iiiyaa pak.Saya minta bapak tidak mengungkit itu lagi karena saat bapak mengungkit itu saya takut tibul rasa benci pada bapak".Kata Embun jujur sambil menundukan kepalanya.


Sementara Rico yang mendengar itu tampak mengepalkan tangannya dengan erat.Entah apa yang Rico fikirkan saat itu.Wajahnya tampak datar dan seperti ada guratan kemarahan terlukis disana.Tapi dengan cepat Rico mencoba untuk tersenyum walau senyumannya tampak jelas memaksa.


Andin yang melihat suasana semakin dingin dan menegang ia pun mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengajak bicara Rico.


"Pak,jadi setelah berhenti dari kantor apa kegiatan bapak?"Tanya Andin sambil tersenyum untuk mencairakan suasana.


"Hmmm saya mengelola kafe saya ini"!Kata Rico menjawab sambil tersenyum.Tapi tatapannya tidak lekang dari Embun.


Embun yang tahu sedang ditatap Rico pun merasa gugup karena tatapan Rico membuat Embun serbah salah.


"Waah jadi ini kafe Bapak?"Tanya Andin tidak percaya.


"Hehehe iya...saya sudah 3 tahun menjalankan kafe ini".Kata Rico menjelaskan.

__ADS_1


"Embun,kafe pak Rico keren juga ya?"Tanya Andin pada Embun yang masih tampak gugup.


"Hehehe..iiyaa..!!"Jawab Embun terpaksa.


Ditempat lain ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka.Rahmad terus mencoba untuk memantau Embun.Tapi Rahmad merasa gerak gerik Rico masih aman dan tidak ada hal yang mencurigakan.Rahmad menjalankan perintah dari Arjuna untuk terus berhati-hati dalam menjalankan tugasnya agar tidak diketahui siapapun kalau dia sedang mengawasi Embun.


(Di Kantir YP Group)


"Sayang kakak kesana ya...!!Entah kenapa kakak tiba² merindukan kamu."Arjuna mengirim pesan singkat pada Embun.


"Triiiing...!!!"Notifikasi pesan berbunyi di ponsel Embun.Embun pun menjangkau ponselnya dan membaca pesan itu.Tampak dia tersenyum saat sedang membaca pesan dari Arjuna.


Andin yang melihat Embun tersenyum pun tahu pasti itu pesan dari kekasihnya.


"Hmmmm aku tahu kenapa kamu tersenyum.Itu pasti pesan dari Tuan Arjuna kan?"Tebak Andin.


"Tidak usah kak nanti mereka jadi tidak nyaman kalau kakak datang.Apalagi pak Rico.Saat ini dia sedang mencoba menebus kesalahannya pada Embun".Balas Embun pada Arjuna.


"Triiing...!!".Suara notifikasi pesan masuk diponsel Arjuna pun membuatnya bergegas untuk membacanya.Saat ia membacanya tampak wajahnya berubah menjadi muram.Entah kenapa hati kecil Arjuna tidak bisa menepis kekesalan yang terjadi saat Rico ingin melecehkan Embun.Bayangan saat itu melintas di ingatannya seperti sebuah film yang diputar ulang.Itu membuat Arjuna mendidih dengan cepat dia beranjak dari kursi kebesarannya pergi meninggalkan kantor.


"Rahmad kamu terus pantau mereka,aku merasa tidak tenang saat ini.Feelingku mengatakan untuk terus berhati-hati pada Rico".Kata Arjuna kepada Rahmad melalui sambungan telefonnya.Arjuna menyetir dengan suasana hati yang campur aduk.Ada rasa khawatir pada Embun dan ada sesuatu yang tidak bisa ia terjemahkan dalam hatinya saat berkaitan dengan Rico.


Embun sangat menyukai makanan khas korea tteokbokki dan ramyeon ia pun memesan itu.Karena Rico mentraktik mereka jadi tampak banyak menu khas korea diatas meja mereka ada kimchi,gimbab,bulgogi.Andin dan Embun saling tatap satu salam lain karena makanan yang dioesan Rico cukup banyak.Itu membuat Embun dan Andin saling menelan slavinanya kasar.


"Waah banyak sekali ini pak?".Kata Embun menatap Rico.

__ADS_1


"Tidak apa²!!! kan saya sudah bilang kalau saya akan mentraktir kalian".Kata Rico tersenyum menatap Embun.


"Okay pak,let's gooo...!!! Ayoo kita eksekusi Embun".Kata Andin semangat.Embun pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


Saat Embun memasukan tteokbokki kesukaanya kemulutnya tiba² bibirnya terkena saus dan membuat ujung bibirnya kotor.Rico yang melihat itu tersenyum dan mencoba membersihkan bibir Embun dengan tisu tapi belum sempat Rico membersihkan tangannya ditahan oleh seseorang dan itu menghentikan Rico.Rico menoleh kesamping dan mencari tahu siapa yang berani mencegah dirinya untuk menyentuh Embun.Saat melihat kesamping ternyata Arjuna yang menahan tangan Rico.Mereka saling tatap dengan dingin.Ada kekesalan dihati Arjuna saat Rico ingin menyentuh bibir Embun.


"Tidak perna aku izinkan siapapun menyentuh kekasihku".Kata Arjuna menatap tajam Rico.


"Oh maaf Tuan Arjuna,aku tidak bermaksud lancang".Jawab Rico sarkas.Mereka lama saling tatap satu sama lain.Tampak tatapan mereka bak aliran listrik yang menyengat satu sama lain.


Embun cukup terkejut melihat kedatangan Arjuna.


"Kakak?"Panggil Embun sambil menghentikan makannya.Embun pun tersenyum melihat kedatangan Arjuna yang secara tiba² itu.Suasana malam itu mulai sedikit memanas.Tampak wajah Rico memancarkan kekecewaan atas kedatangan Arjuna.Embun menarik kursi yang ada disampingnya untuk mempersilahkan Arjuna duduk.Arjuna pun dengan wajah yang berseri² mengusap puncak kepala Embun.Kalau tidak dikeramaian mungkin Arjuna sudah mengecup bibir ranumnya karena Arjuna tidak bisa menahan untuk itu.Arjuna hanya memeluknya singkat tubuh ramping Embun.Hal itu disaksikan Andin dan Rico.


Tampak tatapan mata Rico memancarkan kekesalan karena Arjunalah yang telah membuat dirinya dipecat dikantor itu.


"Maaf kalau kedatangan saya membuat kalian tidak nyaman".Kata Arjuna to do point.


"Hhmmm tidak apa² tuan Arjuna".Kata Rico tersenyum terpaksa.Arjuna tersenyum smirk karena mendapati wajah Rico yang tampak kesal.Arjuna sengaja menggenggam tangan Embun diatas meja agar tampak jelas bahwa Embun hanyalah miliknya.


"Tuan Arjuna sepertinya tuan sangat mencintai Embun ya?"Tanya Andin dengan senyum lebarnya.


"Iya pasti kalian sudah tahu lah,tidak perlu saya jelaskan".Kata Arjuna sambil terus menatap Embun dan tersenyum bahagia.


"Kakak....iiis malu tau dilihati mereka!"Kata Embun merona.

__ADS_1


Sementara Rico hanya tertunduk dan memalingkan pandangannya karena merasa seperti orang bodoh yang menyaksikan kemesraan mereka.


Rico mencoba untuk tersenyum dihadapan mereka.Tapi tangannya mengepal keras diatas kedua pahanya.Rahangnya mulai mengetat karena kesal melihat Arjuna yang seperti sengaja membuatnya merasa tidak nyaman.


__ADS_2