
"Sayaaaang,Ayooo!!!!
Sayang aku sangat merindukanmu!.Aku sangat mencintaimu."
(Disebuah taman yang sangat indah dan padang rumput yang hijau.)
Alam bawah sadar Ajuna.
Tampak Arjuna yang masih terbaring diranjang rumah sakit.Tubuhnya masih dipenuhi dengan alat² medis.
Sudah hampir 48 jam Arjuna tidak sadarkan diri paska operasi karena ada perdarahan luas diotaknya.
"Dokter bagaimana dengan anak saya dokter?"
Tanya Wike dengan suara bergetar.
"Begini Nyonya Pramuja,masa kritis tuan Arjuna sudah terlewati,tapi kami masih terus memantau keadaan tuan Arjuna.Semoga nanti malam beliau sudah sadar.
Suara mesin monitoring memenuhi ruangan ICU yang saat ini Arjuna sedang dirawat didalam.
Sementara di ruangan lain Embun sudah mulai membuka matanya berlahan.Embun mengalami trauma dibagian lengan,tulangnya sedikit menggeser akibat benturan.Trauma dikepalanya tidak terlalu berat,sehingga dia tidak harus melakukan operasi.Ia hanya melakukan tindakan CT Scan saja.Hasil CT scan Embun pun menunjukan hal yang baik.Embun pun tampak merasa heran karena mendapati dirinya sudah berada dirumah sakit.Kepalanya masih merasakan nyeri.
Embun melihat Ayahnya yang sedang tertidur disampingnya.Embun mencoba untuk menggerakan tangannya namun ia merasakan nyeri.Ia pun tampak meringis keasakitan.Suara embun membuat Hasan terbangun.
"Nak kamu sudah sadar,Ya Allah terima kasih ya Allah.Dengan air mata yang terus mengalir Hasan terus mengucap syukur.
"Suster anak saya sudah sadar!!!Teriak Hasan memanggil Suster.
Embun yang melihat Ayahnya seperti itu pun tampak sangat hancur.
"Ayah maafkan Embun".Kata Embun lirih.
"Suuuuttttt!!!!.Kamu pasti sangat kesakitan ya nak?.Maafkan Ayah,maafkan!!!.Huhuhuhuhu.Hasan pun terseduh² sambil memeluk tubuh mungil Embun.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya dok?"Tanya Hasan khawatir.
"Ah syukurlah pak,nona Embun sudah melewati masa kritisnya dan sekarang tinggal menunggu pemulihan pada luka yang ada di keningnya saja.Untuk tangan dan lehernya juga tidak ada yg perlu dicemaskan.Dua hari lagi nona Embun bisa pulang".Kata dokter menjelaskan.
"Ayah bagaimana kak Arjuna yah?"Embun ingin melihatnya!"Tanya Embun pada Hasan.
Hasan hanya terdiam dan tidak berkata apa².
"Ayaaah,gimana dengan kakak?"Haaaa!!!.
Ayah jawab yaaa,ku mohon!!!" Kata Embun dengan suara yang parau.Air matanya pun tidak bisa ia cegah untuk tidak lolos dari pelupuk matanya.
"Nak,sekarang kamu fokus dulu dengan pemulihan kamu ya"Kata Hasan mencegah Embun untuk bangkit dari ranjang rumah sakit.
"Ayah,lepaskan tolong!!!.Embun melepaskan genggaman tangan ayahnya dan ia pun berdiri dan meninggalkan kamar dimana ia dirawat.Ia masih mengenakan piama rumah sakit.
"Naaak,naaak....pelan pelan nak,jangan berlari!!".Jerit Hasan sambil berlari mengikuti Embun.
Embun berjalan dengan lemah dan ia pun mencari Arjuna yang masih ada di ICU.
Embun melihat Arjuna yang masih terbaring lemah dia atas ranjang ICU.Alat² medis masih terpasang rapi di tubuhnya.
"Kakak!!!Panggil Embun lirih.
"Kakaaak,tolong buka matamu,kumohon!!!"Kata Embun sambil menitikan air mata.Hatinya seakan tercubit melihat Arjuna yang lemah itu.
__ADS_1
Embun membelai tangan Arjuna dan mengecupnya dengan sangat lembut.Embun masih terus memandangi wajah Arjuna yang masih terpejam.
Kepala Arjuna masih dibalut dengan perban.Itu mbuat semakin terasa sakit direlung hati Embun.
"Kakak,ini Embun kak,tolong bangun!!"Kata Embun terus memanggil Arjuna dengan lirih.
Setelah beberapa menit Arjuna merespon panggilan Embun.Tampak jari tangan Arjuna bergerak.Itu mbuat Embun merasa legah.Segera ia memanggil perawat dan dokter.
"Susteeeer,Dokteerrr!!!!.Lihat tangan kakak bergerak.Sepertinya kakak merespon panggilan ku!".Kata Embun dengan mata berbinar.
Dokter pun datang,segera ia memeriksa keadaan Arjuna.Tidak lama dokter memeriksa keadaan Arjuna.Tiba² ia pun membuka matanya berlahan.Ia melihat wajah dokter yang samar.
"Tuan Arjuna,syukurlah kamu sudah sadar."Kata Dokter sambil tersenyum.
Perawat keluar memanggil Mama Wike serta papa Yudistira.Disana ada Cellia dan ayahnya sedang duduk berasama.Tampak Endro dan Larisa juga ada diruang tunggu.
"Mama wike,kakak sudah sadar".Kata Embun pada Wike.Wike pun memeluk Embun dengan diiringi air mata haru.
"Aku dimana ini"?Tanya Arjuna heran.
Tuan anda masih dirumah sakit,tuan anda ingat nama anda?"Tanya Dokter.
Arjuna yang masih bingung pun mengangguk,
"Coba sebutkan tuan?minta dokter.
"Arjuna Pramuja".Kata Arjuna dengan sedikit meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Oh syukurlah,anda ingat!".Kta dokter.
"Ma....paaa,apa yang terjadi?tanya Arjuna bingung.
"Mama,sudah kamu jangan seperti ini,yang penting Arjuna sudah sadar"Kata Yudiatira.
"Kakak!!!"panggil Embun lembut.
Arjuna menatap Embun dengan tatapan yang penuh tanya.
"Kakak?Tanya Arjuna bingung.
"Maa,apa aku punya adik perempuan?"Tanya Arjuna sambil memandang wajah Embun penuh tanya.
Seketika jantung embun berhenti berdetak.Air matanya tiba² mengalir bebas.
"Ini pasti mimpi,aku yakin ini mimpi".Gumamnya sambil mencubit tangannya.
"Aaww sakit".Kakak....!!!Embun masih berdiri tanpa kata.Air matanya terus mengalir tanpa henti.
Ia hanya bisa terdiam menatap wajah Arjuna.Bibirnya tidak sanggup berkata kata".
"Maaa!!!!Panggil Arjuna pada wike.Wike tergagap dan ingin menjelasakan.Tapi tiba tiba Arjuna mencari seseorang.
"Maaa,dimana Cellia,apa dia baik baik saja?"Tanya Arjuna dengan wajah khawatir.
Semua orang yang ada didalam sangat terkejut melihat keadaan Arjuna.
"Maaa,jawab!!.Dimana Cellia ma?
Tanya Arjuna dengan nada sedikit keras.
__ADS_1
"Cellia baik² saja nak.Dia ada diluar.
"Ma tolong panggilkan dia ma,juna rindu."
Kata Arjuna tanpa menatap wajah Embun sekalipun.
Embun yang mendengar itu seakan tertampar dengan begitu keras.Tubuhnya lemah dan tidak kuat memapah bobot tubuhnya.
"Ma,tolong panggilkan Cellia ma,aku ingin melihatnya.
Pinta Arjuna.
Perasaan Embun sangat hancur,air matanya tidak henti²nya mengalir.Dadanya terasa sesak menahan kepedihan yang baru saja ia saksikan.
"Kakak...!!! Katanya lirih.
Arjuna memandang Embun cukup lama.
"Apa kita saling mengenal?"Tanya Arjuna pada Embun.
Embun mengangguk dan menyembunyikan air matanya.
"Apa kita dekat?"Tanya Arjuna memastikan.
"Kitaaaa.....Jawab Embun tapi terputus karena tiba² Cellia datang bersama wike.
"Arjuna!!!!".Panggil Cellia dengan suara khasnya.
"Sayang kau baik² saja kan?"Tanya Arjuna khawatir.
Cellia pun memeluk tubuh Arjuna didepan Embun.Ia tersenyum licik dihadapan Embun.
Embun pun keluar kamar dan ia tidak kuat untuk menyaksikan Kemesraan antara Arjuna dan Cellia.
"Dokter kenapa Arjuna seperti ini?"Tanya Yudistira.
"Sepertinya Tuan Arjuna mengalamai Anmesia".
Jenis Anemisa ini bernama Anmesia Aterograde.Orang yang mengidap anmesia ini akan kehilangan memori barunya.Untuk saat ini jangan paksakan tuan Arjuna untuk mengingat yang berat² dulu ya tuan".Kata dokter menjelaskan.
"Baiklah dokter,terima kasih".Kata Yudistira.
"Kami akan memberi obat dan therapy untuk tuan Arjuna.Kata Dokter lagi.
"Baik dok".Kata Yudistira sambil menganggukan kepalanya.
"Sayang...apa kata dokter?Tanya wike.
"Arjuna saat ini mengalami anmesia Aterograde.Memori baru di ingatannya telah hilang.dia hanya memingat masa lalunya saja.Jelas Yudistira pada Wike.
"Apaaaa???"Wike yang mendengar itu pun tubuhnya lunglai tak berdaya.Ia pun ambruk dihadapan Yudistira.
"Maaaaa.....!!!"Yudistira dengan sigap menangkap tubuh Wike.
Embun berjalan tanpa arah dengan pandangan yang kosong.Ia menyusuri lorong rumah sakit dengan membawa kemarahan.Ia tidak tahu harus marah dengan siapa.
Ia pun teringat dokter yang menangani Arjuna.
Embun mencoba mencari tahu tentang keadaan Arjuna.Benar saja setelah ia tahu itu akan membuat hatinya semakin sakit.
__ADS_1