
"Happy wedding ya Arjuna dan Embun semoga pernikahan kalian diberkahi Allah SWT dan Samawah".Kata Larisa sambil memeluk Embun erat.Ada keharuan terpancar diwajah Larisa yang terus menyekah air matanya beberapa kali dengan jarinya.
"Terima kasih Risa".Kata Embun berbisik dipelukan Larisa sambil menahan air matanya agar tidak tumpah.
"Selamat Broo!!! Kata Endro dengan mata yang berkaca² sambil merangkul tubuh kekar sahabatnya itu.
"Thanks untuk semua kerja kerasmu."Jawab Arjuna sambil menepuk pundak Endro yang dianggapnya seperti saudara laki²nya sendiri.
"Oh ya ini ada kado untuk mu.!!"Kata Endro memasukan sebuah kotak kecil disaku jas Arjuna.
"Apa ini?"Tanya Arjuna penasaran.
"Buka nanti saat kau sudah di kamar hotel." Kata Endro tersenyum smirk sambil menaik-naikkan kedua alisnya.Arjuna menatap curiga pada Endro.
"Pasti ada sesuatu,aku yakin itu.Melihat senyumnya seperti itu membuatku ku curiga".Gumam Arjuna sambil menyipitkan matanya.
"Hahahaha...kenapa wajahmu? Tenang Brooo..!!! Aku tidak akan merugikanmu!"Kata Endro tertawa melihat ekspresi curiga Arjuna.
Sementara Embun dan Larisa terkekeh melihat pertengkaran suami mereka.Terkadang mereka begitu manis tapi ada kalanya mereka akan menjadi tikus dan kucing yang selalu bertengkar.
Cellia dan Bian pun ikut mengantri untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu.Bian tersenyum sambil menatap dalam kearah Embun.
"Happy wedding Embun".Kata Bian sambil bersalaman pada wanita mungil itu.
"Terima kasih Bi..!"Jawab Embun tersenyum.Ada gurat kesedihan bercampur bahagia diwajah Bian saat melihat Embun menikah dengan Arjuna.Tak lupa ia pun menjabat tangan Arjuna dan tersenyum sambil merangkul Arjuna.
"Selamat Jun...Aku mohon jagalah Embun dengan baik.Karena aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri."Bisik Bian ketelinga Arjuna.
"Kau tidak perlu khawatir itu.Tanpa kamu suruh aku akan selalu menjaganya".Jawab Arjuna dengan sarkas.
"Junaaa.Happy Wedding,aku turut bahagia dengan pernikahan kalian."Kata Cellia sambil memeluk tubuh Arjuna dan mengecup kedua pipi Arjuna.
"Embun.Selamat ya.!! kau sudah mengambil Arjunaku hahahaha."Kata Cellia tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya.Embun yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya.Tampak wajahnya sedikit kesal dan cemburi melihat kedekatan Cellia dan Arjuna.Ditambah lagi dengan perkataan Cellia yang seperti candaan tapi cukup mengiris hati.
__ADS_1
"Terima kasih Cell."Jawab Embun dengan senyum terpaksa karena Embun berusaha untuk tetap memperbaiki moodnya sebab masih ada banyak tamu yang akan mereka temui.
Setelah semua tamu mengucapkan selamat pada kedua pengantin baru itu.Mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar hotel yang sudah disiapkan oleh Endro.Saat mereka membuka kamar hotel itu.Embun tampak sangat takjub melihat dekor kamar yang begitu mewah dan indah.
"Waaaah cantik sekali kak".Kata Embun menatap wajah Arjuna.
"Benar.Kakak tidak menyangka Endro melakukan ini semua untuk kita".Jawab Arjuna tersenyum sambil menggandeng tangan Embun menuju ranjang.Diranjang ada banyak kelopak bunga mawar merah tersusun berbentuk love.Begitu banyak kelopak bunga mawar merah dan lilin menambah kesan romantis untuk suasana malam pertama mereka.
Embun menghirup aroma mawar didalam kamar itu membuat hatinya merasakan ketenangan akibat lelah seharian dengan akad pernikahan mereka.
Tanpa aba² Arjuna menggendong Embun dengan kedua tangannya dan meletakkan tubuh mungil itu keatas ranjang.Embun yang terkejut pun tidak bisa mengatakan apa².
"Kakak....!!! Kata Embun terkejut.Tapi tampak wajahnya merona karena malu saat Arjuna menggendongnya dan meletakkannya diatas ranjang.Jantungnya mulai berdetak kenjang saat Arjuna menatap wajahnya dalam.
"Sayang kamu lelah?"Tanya Arjuna menatap wajah Embun sambil mengusap pipinya yang tampak merona.
"Kak...Embun bersih² dulu ya..!!"Kata Embun dengan suara sedikit bergetar karena ketakutan yang menghantuinya.
"Iya...!!! Kita harus bersih² dulu."Kata Arjuna dengan wajah canggung.Tampak ia mengusap rambutnya seakan menghilangkan rasa canggungnya.Sesekali ia meraup udara dikamar itu agar melonggarkan paru²nya yang terasa sesak.Jantungnya mulai berdebar kencang saat melihat wajah imut istrinya itu memancing adrenalinnya yang seakan merontah untuk menciptakan hormon testosteronnya meningkat.
Saat Embun sudah selesai membersihkan wajahnya dari makeup dan melepas semua aksesoris yang melekat dikepalanya serta tubuhnya.Kini giliran ia melepas gaun pengantinnya tampak Embun kesulitan menurunkan resleting gaunnya.Tangannya tidak sampai menjangkau resleting itu.Mau tidak mau Embun meminta bantuan Arjuna untuk membuka resleting itu.
"Kakak tolong bantu Embun!"Kata Embun menatap kearah Arjuna yang sedang memainkan ponselnya untuk mengalihkan fikiran² erotisnya.
"Iya kenapa sayang!"Jawab Arjuna menghentikan kegiatannya.
"Kak,Embun tidak bisa membuka ini".Kata Embun menunjukan punggungnya kearah Arjuna.
"Oh baiklah!"Kata Arjuna mendekati Embun dan mencoba menurunkan resleting gaun itu berlahan.Tampaklah punggung Embun yang mulus dan putih bersih dihadapannya begitu jelas.Itu membuat Arjuna semakin frustasi dan ia menelan slavinanya kasar.Lagi dan lagi hormon testosteronnya bangkit dari peristirahatannya membuat Arjuna membuang nafasnya kasar.Embun menahan gaun itu dengan satu tangannya agar tidak tanggal.
Embun pun tampak canggung dan cepat² ia masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar itu.Embun dibuat takjub dengan bathtub yang bertabur bunga dan lilin menghiasi kamar mandi itu.
__ADS_1
"Waaah cantik kak..!!"Kata Embun refleks memanggil Arjuna.Arjuna pun turut melihat dan mereka saling tatap sesaat setelah selesai melihat bathtub itu.Arjuna menjangkau pergelangan tangan Embun dan membuat Embun mendekat bahkan sangat dekat dengan Arjuna.Arjuna menutup pintu kamar mandi dengan tangannya yang satu.Itu membuat Embun semakin berdebar dan seperti ingin menghilang dihadapan Arjuna.Arjuna mengusap pipi Embun lembut dan merapikan anak rambutnya yang tampak berserak menghalangi kecantikan istrinya itu.
"Sayang maafkan kakak.Karena Honeymoon kita dihotel ini dan tidak keluar negeri".Kata Arjuna melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Embun.Arjuna pun merapatkan tubuh mungil itu ketubuhnya.Mereka begitu dekat sehingga mereka bisa merasakan setiap hembusan nafas mereka satu sama lain.
"Ti tidak apa² kak..!"Jawab Embun mulai terbata.Tubuhnya mulai mematung seperti tidak bisa bergerak.
"Sayang...kenapa denganmu.Apa kamu takut?"Tanya Arjuna karena melihat wajah Embun yang sangat cemas dan tertekan.
"Hmmmm...!!"Embun tidak bisa menjawab tenggorokannya terasa tercekat dan ia hanya menundukan pandangannya.
"Sayang kita lakukan berlahan ya..!!Kakak tidak akan memaksa kamu".Kata Arjuna menaikan wajah Embun dengan menyentuh dagu lancip itu dengan jarinya.
"Tapi kak,kalau kakak sudah siap kita bisa..!!"Kata Embun lalu terhenti karena Arjuna menyentuh bibir ranum itu dengan jari telunjuknya.
"Kakak mau kamu benar² siap".Kata Arjuna lalu menatap wajah Embun dalam.Embun merasa sangat sedih saat mendengar Arjuna mengatakan itu.Embun seperti seorang istri yang tidak berbakti bahkan berdosa pada suaminya.Embun pun memeluk tubuh kekar Arjuna itu mengejutkan Arjuna yang tiba² saja dipeluk wanita mungil yang sekarang sudah menjadi istrinya.
"Kak..maafkan Embun.hikshikshiks!"Kata Embun tersuh² didada bidang Arjuna.
"Sudah jangan menangis sayang".Kata Arjuna menenangkan Embun sambil mengusap puncak kepala Embun.
"Ya sudah kamu mandi saja dulu.kakak juga akan mandi setelah kamu siap".Kata Arjuna tersenyum lalu mengecup bibir Embun singkat.
Embun pun selesai mandi tampak ia memakai piama mandi berwarna putih dengan handuk diatas kepalanya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.Arjuna melihat Embun seperti itu pun cukup membuang nafasnya berlahan.Karena juniornya sudah bangun dari tidurnya membuat dirinya semakin frustasi.Arjuna pun tersenyum melihat Embun seperti itu.Entah kenapa mereka berdua menjadi sangat canggung padahal malam ini malam pertama mereka.Malam dimana penyatuan cinta yang selama ini terpendam bisa bersatu bersama.
Arjuna pun masuk kekamar mandi dengan membuang nafasnya kasar karena menahan gejolak cinta yang semakin menggebu didadanya.Tak lama kemudia Arjuna keluar dengan handuk berwarna putih terlilit dipinggangnya.Membuat tubuhnya yang berorot terekspos dengan jelas.Untuk pertama kalinya Embun menatap jelas tubuh Arjuna yang begitu indah bak pahatan patung yunani kuno.Embun terpaku melihat pemandangan indah itu.Tanpa harus memikirkan malu karena saat ini pria yang dihadapannya sudah menjadi suaminya.
"Waaah....!!"Kata Embun tidak sadar menatap takjub tubuh seksi suaminya itu.
Arjuna tersenyum melihat ekspresi istrinya yang menggemaskan itu.
"Sayang...!!!"Maafkan kakak.Ternyata sangat sulit untuk menahan godaan ini".Kata Arjuna sambil medekap tubuh mungil istrinya.Lalu mereka pun bergumul diatas ranjang hingga berkeringat bersama.Nafas mereka seperti tersengkal sambil menikmati indahnya surga dunia yang terasa sakit diawal dan setelah itu menjadi kenikmatan yang tiada tara.
__ADS_1