Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
84.Malam Yang Mengerikan.


__ADS_3

Tiba² hujan pun turun dengan derasnya dan membuat Embun ingin cepat² pulang.


"Kakak hujan,ayo sebaiknya kita pulang saja,sudah sangat malam nanti ayah khawatir".Ajak Embun.


"Hemmm,baiklah".Jawab Arjuna sambil mengangguk tanda setuju.


Saat diperjalanan pulang Arjuna terus saja menatap wajah Embun yang ada disampingnya.


"Terima kasih Tuhan,kau mengirimkan aku Bidadari didalam hidupku".Gumam Arjuna dengan tatapan penuh cinta.


Embun yang menyadari itu pun merasa canggung.Ia pun tersipu malu,tampak pipinya merona.


"Kakak,kenapa terus menatapku?,ayo konsen dong lihat kedepan!".Kata Embun tampak gugup.


"Kenapa?,Kamu gugup dipandangi orang paling tampan versi majalah ELLEYA?".Sangkal Arjuna tersenyum karena berhasil menggoda Embun.


"Apaaaaa????Jawab Embun terkejut mendengar kata² Arjuna yang selalu narsis.


"OooHooo,Okay Embun Akui kakak tampan,pada zamannya.Tapi lihat sekarang kakak sudah mulai menua,tuuuh..ada kerutan diujung mata kakak!".Kata Embun meledek Arjuna.


"Whats???"Kerutan????


Dimana?Arjuna pun melihat wajahnya diponsel miliknya.Saat ia sedang mengamati wajahnya diponsel.Embun pun mengambil ponsel itu ditangan Arjuna.


"Kakak sudah,jangan terlalu difikirkan Embun cuma bercanda kok,ayo fokus menyetir saja."Kata Embun memberi peringatan.


Wajah Arjuna tampak murung dan lesuh.Embun yang menyadari itu pun terus berusaha menghibur Arjuna.


"Kakak,Embun bercanda!Kakak itu masih tampak sangat tampan walau sudah punya satu anak.Bahkan tidak kelihatan tuh kakak seorang ayah tunggal.Embun juga jatuh cinta dengan kakak bukan karena paras kakak.Tapi karena ketulusan hati kakak,itu sudah membuat Embun setiap hari jatuh cinta pada kakak.


Embun terus berharap kita akan terus saling cinta sampai akhir dan selamanya".Kata Embun sambil menggenggam tangan Arjuna.


"Kakak I love you".


Arjuna yang mendengar kata² Embun pun merasa sangat bahagia.Sampai ia tidak bisa menutupi kebahagiaannya.


"Coba katakan lagi!".Pintah Arjuna karena ia ingin sekali lagi mendengar kata² itu.


"Kakak, I Love You!"Kata Embun sedikit berteriak.


Arjuna pun menciumi punggung tangan Embun yang masih dalam genggamannya.Arjuna yang masih berbunga bunga pun tidak lagi mengontrol dan fokus pada kemudinya.Arjuna tidak menyadari kalau ia mengemudi sudah keluar lajur.


"Kakaaaaaakk Awaaaaasss!!!".Teriak Embun yang menyadari itu".


Tiba tiba ada sebuah mobil yang cukup kencang melintas kearah depan itu membuat Arjuna terkejut seketika Arjuna membanting stir kearah kiri dan akhirnya.


Ciiittttt......


BRUUUUUUAAAAAAAKKKKKKK!


Mobil Arjuna menabrak pembatas jalan dan itu mengakibatkan benturan yang sangat keras.Pada Akhirnya Mobil mereka pun terguling dan jatuh kedalam jurang.


Embun yang duduk di sisi kiri pun terbentur kaca pintu mobil dan itu membuat Embun tidak sadarkan diri seketika cairan kental berwarna merah pun mengalir dari kepalanya.Begitu juga Arjuna saat mobil itu berguling kekanan pintu mobil terbuka dan membuat dia terjatuh keluar mobil dan kapalanya membentur sebuah pohon besar.Tampak lengan Arjuna tertusuk sebuah ranting kayu yang ada dijurang.Hujan tak kunjung berhenti aroma amis darah yang menyelimuti tubuh Arjuna pun hilang disapu air hujan.


Sementara Embun masih berada didalam mobil dengan keadaan mobil sudah terbalik.


Sudah hampir 30 menit mereka dalam keadaan mengerikan itu.Embun yang masih setengah sadar mencoba membuka matanya yang begitu berat.Kepalanya terasa sangat nyeri akibat benturan yang begitu keras.Embun mencari Arjuna yang sebelumnya bersamanya tapi ia tidak menemukannya.Embun memanggil manggil Arjuna.


"Kakaaaak!!!!Suaranya parau dan lemah".


"Kakaaakk!!!!,Ia terus memanggil Arjuna dengan lemah.


"Ya Tuhan mohon selamatkan kakak!!!


Ku Mohon ku mohon ku mohon!!!!!.


Air matanya mengalir deras seperti hujan yang mengguyur malam itu. Embun masih berusaha menahan rasa sakit yang ada dikepalanya.


Akhirnya dengan tubuhnya yang lemah ia pun tidak bisa menahan itu.Embun menundukan kepalanya dan ia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Waaah hujannya deras sekali ya mbak"!Kata sri yang terus melihat ke arah jendela.


"Benar!!Jawab Mbak inah singkat.Tapi matanya tertuju pada sosok laki² paru baya yang terus mondar mandir didapan teras.Mbak inah pun berjalan ingin menghampiri laki² itu.


"Mbak mau kemana?Teriak sri yang melihat Inah menuju keluar.


"Aaaaah mbak ikut".Kata Sri yang terkenal sangat centil.Ia pun berlari kecil mengikuti Inah.


"Paman,kenapa hujan² seperti ini ada diluar,nanti paman kedinginan loh".Kata Inah pada Hasan.Laki² paru baya itu adalah Hasan.


Hasan tampak sangat cemas karena Embun dan Arjuna tak kunjung pulang.


"Ada apa paman,sepertinya paman tampak sangat cemas?"Tanya inah khawatir.


"Inah,coba kamu hubungi Embun,kok dari tadi tidak diangkat ponselnya,paman khawatir.Hati paman tidak tenang."Kata Hasan yang tampak sangat takut dari raut wajahnya.


"Kalau tuan Arjuna bagaimana paman?"Tanya inah lagi.


"Ponsel Arjuna tidak aktif".Jawab Hasan lagi dengan suara bergetar.Mbak inah pun dengan cepat menghubungi ponsel Embun.


"Gimana inah,diangkat?"Tanya Hasan penasaran.


Mbak Inah menggeleng,sudah berkali² Inah mencoba tapi hasilnya tetap sama.


"Aduuh jangan² terjadi sesuatu pada mereka".Celetuk mbak Sri tanpa berfikir panjang.


Hasan yang mendengar itu pun tiba² terhuyun dan lemah.


"Pamaaaannn!!!!Aduuuh!!!.


"Kamu siiih..!!Mbak inah menyenggol bahu Sri dengan kesal.


Dengan sigap mbak inah dan sri pun membantu Hasan.Mereka memapah Hasan masuk kekamarnya.


"Tolong hubungi Endro ya Inah.Saya khawatir terjadi sesuatu".Kata Hasan pada Inah.


"Paman,semoga mereka baik² saja ya".Kata Inah mencoba menenangkan Hasan.


Perasaan Inah pun kini tidak bisa berhenti khawatir,jantungnya mulai berdebar kencang.Ia mencoba tenang didepan Hasan tapi ia tidak bisa berbohong dengan dirinya sendiri.


Ia mencoba menemui Mang Udin untuk keluar mencari Arjuna dan Embun.Lalu ia pun menghubungi Endro dan meminta bantuan padanya.


"Hallo Tuan Endro maaf mengganggu waktu istirahatnya.Kata Mbak Inah.


"Hmmm ada apa mbak?malam² begini menelfon?"Tanya Endro dengan suara parau khas bangun tidur.


"Tuan,Tuan Arjuna dan Nona Embun belum pulang² sedari sore tadi mereka pergi dan tidak bisa dihubungi tuan.Saya khawatir terjadi sesuatu dengan mereka.Kata Mbak inah menjelaskan dengan suara yang bergetar.


Mendengar itu Endro pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.


"Mbak sudah suruh mang Ujang cari?"Tanya Endro.


"Sudah tuan!"Sekarang mang Ujang dan orang²nya sedang mencari mereka.


"Okay kalau begitu saya segera menuju kesana".Kata Endro.


"Baik Tuan.Terima kasih.


Mbak inah pun menutup sambungan telefonnya.Ia segera menuju kamar Hasan dan melihat keadaanya.


Sementara Endro menghubungi Rahmad.Endro meminta Rahmad untuk mengerahkan anggotanya untuk mencari Arjun.


Rahmad dan Endro pun menuju ke Villa.


"Rahmad kamu segera lacak GPS mobil Arjuna".Pintah Endro.Rahmad pun tak lama melacak GPS mobil Arjuna.


"Tuan GPS nya tidak terlacak".Kata Rahmad.


"Bagaimana mungkin tidak terlacak?"Tanya Endro tidak percaya.

__ADS_1


"Coba sekali lagi".Pintah Endro lagi.


Ternyata hasilnya juga sama.GPS mobil Arjuna tidak bisa terlacak.


Kalau begitu gimna dengan nomor ponselnya?"Tanya Endro.


Ternyata hasilnya juga masih sama,mereka tidak bisa melacak keberadaan Arjuna.


"Kalau Embun coba kamu lacak dengan nomor ponselnya?"Kata Endro dengan nada penuh kekhawatiran.


"Maaf Tuan,saya belum mendaftarkan Nomor Ponsel nona Embun".Kata Rahmad dengan suara pelan.


"Aiiisssh bagaimana ini".Grutu Endro kesal.


Sementara Mang Ujang dan orang²nya mencari dengan menyusuri setiap jalanan di kota itu tapi mereka juga tidak menemukan Arjuna.


Ada sedikit kejanggalan pada pembatas jalan yang mereka lewati tampak sebagian patah dan hancur.Tapi mereka tidak begitu menghiraukan itu.Hujan yang begitu deras membuat jalanan tampak bersih tersapu air hujan.Tidak ada kecurigaan diarea tersebut.


"Gimana?"Tanya Endro pada Mang Ujang melalui sambungan Ponselnya.


"Maaf tuan,belum ketemu tuan".Kata Mang ujang diseberang sana.


"Tuan,berhasil,Mereka berada dijalan Mandala."Kata Rahmad.Akhirnya GPS mobil Arjuna bisa terlacak.


"Bukannya itu jalan lintas menuju Villa?".Kata Endro.


"Okay coba hubungi Mang Ujang dan kirim lokasinya padanya.


Mang Ujang yang menerima pesan itu pun segera putar balik dan mereka pun turun.


"Pak pak,lihat saya menemukan serpihan sebuah mobil dan sepertinya ada kecelakaan disini.Kata Salah satu dari mereka.


"Ayo cepat kalian turun dan cari disana!".Kata Ujang menunjuk kearah bawah.Mereka pun menyenter kearah jurang.Alangkah terkejutnya Ujang melihat sebuah mobil disana.


"Apa itu mobil tuan?"Dengan jantung yang berdebar.


"Ayooo kita turun dan periksa kebawah".Perintah Ujang.


kalian telefon tim Sars dan minta bantuan mereka jangan lupa hubungi 119".Teriak Ujang ditengah hujan yang begitu derasnya.


Ujang dan kaki tangannya begitu sigap untuk turun kebawah.Tapi jalanan yang begitu licin dan terjal membuat mereka kesulitan untuk mencapai dasar jurang yang begitu curam.


Tak lama Tim Sars dan polisi pun datang untuk membantu.Dengan pencarian yang begitu alot dan karena curah hujan yang begitu deras membuat para tim sars membutuhkan sedikit waktu yang lebih lama dalam pencarian.


Beberapa orang tim Sars sudah mencapai dasar jurang.Benar saja mereka menemukan Embun yang sudah tidak sadarkan diri masih berada didalam mobil.


"Pak saya menemukan satu korban didalam mobil seorang wanita muda,sepertinya dia masih hidup pak".Kata tim Sars melalui sambungan HT miliknya.


"Ayoo segera naikan korban keatas".Perintah Ketua Tim tersebut.


Ujang yang mendengar itu pun berlari menemui korban.Alangkah terkejutnya Ujang melihat Embun yang sudah terkulai lemas penuh darah disekujur tubuhnya.


Tangan Ujang gemetar dan kakinya lunglai."Nona Embun?" Lirih Ujang menghampiri Embun yang sudah masuk kedalam mobil Ambulan.Para Tim medis pun segera memberi pertolongan pada Embun.


"Pak tolong selamatkan korban satu orang lagi,wanita ini bersama dengan tuan Arjuna,pasti tuan Arjuna ada disana".Kata Ujang berteriak memohon.


"TIM Tiger cari korban 1 orang lagi disana karena ada 2 orang didalam mobil itu,Ganti.!!!.Perintah Ketua Tim itu melalui sambungan HT miliknya.


Tidak menunggu lama Arjuna ditemukan dengan keadaan yang sangat mencemaskan.Tubuhnya yang terkulai lemas tergeletak dibawah sebuah pohon besar.Ada sebuah ranting yang menancam dilengannya.


Tubuhnya sangat dingin karena hujan mengguyur tubuhnya begitu lama.Arjuna sudah tidak sadarkan diri.


"Tut tuan,kami menemukan tuan Arjuna tat tapi mobil mereka masuk kedalam jurang".Kata Ujang menghubungi Endro dengan suara terbata.


"Apaaaa???Jangan main² kamu Ujang!!!!Teriak Endro.Tubuh Endro gemetar jantungnya seakan terhenti berdetak saat mendengar kabar dari Ujang.


"Tuan Ada apa?".Tanya Rahmad.


"Arjuna dan Embun,Mobil mereka jatuh ke jurang".Kata Endro lemah.

__ADS_1


"Apaaa???"Rahmad tampak sangat terkejut.


Malam yang begitu dingin menyelimuti keadaan yang sangat mengerikan.


__ADS_2