
Disepanjang jalan Arjuna berkutat dengan fikirannya tentang Denis yang terus mengganggu ketenangan hatinya.Tampak Arjuna menyetir dengan satu tangan sementara tangan yang satu lagi memijit pelipisnya yang terasa berat.Arjuna sesekali memejamkan matanya karena ia merasakan tubuhnya yang sebenarnya sangat lelah tapi demi bertemu dengan wanitanya rasa lelah ditubuhnya pun tidak ia rasakan lagi.
Kecemasan tentang peneror Embun yang belum juga tertangkap membuat dirinya begitu khawatir kalau terjadi sesuatu pada Embun.Arjuna tampak membuang nafasnya kasar untuk menghilangkan kepenatan dan kecemasan yang ia rasakan saat ini.Arjuna membelah keramaian kota dan terus memacu kuda besinya untuk lari cepat.Tampak ia menekan pedal gas dikakinya dan menaikan kecepatan laju mobil yang dikendarainya.
"Tingnung...!!!"
Arjuna pun sampai dan menekan tombol Bell yang ada didepannya.Tak lama menunggu Embun pun berjalan dengan susah payah membuka pintu rumahnya.Arjuna pun dengan tersenyum sudah berdiri diambang pintu.Senyum cerahnya membuat jantung Embun berdebar².Entah kenapa setiap Arjuna tersenyum seperti itu membuat Embun seperti melemah.
"Sayang...!!!".Dengan cepat Arjuna meraih pinggang ramping itu dan mendaratkan wajah wanita mungil itu didadanya yang bidang.Embun pun membalas pelukan hangat sang Arjuna walau pun ia sedikit terkejut karena perlakuan Arjuna yang selalu tiba².Embun bisa merasakan hangat tubuh lelaki pujaannya itu bahkan ia bisa mendengar setiap detak jantung Arjuna.Embun pun menikmati dan menenggelamkan wajahnya didada Arjuna yang bidang sambil memejamkan matanya sebentar.Ada kehangatan dan kenyamanan yang ia rasakan saat Arjuna memeluk erat tubuhnya.
"Sayang....!!! kakak sangat merindukan kamu".Kata Arjuna sambil meletakan dagunya diatas kepala Embun.
"Sama Embun juga kak".Jawab Embun sambil memeluk tubuh kekar itu.
"Kakak ayo masuk kaki Embun sakit kalau berdiri terus."Kata Embun tersenyum sambil mendongakan wajahnya menatap wajah Arjuna.
"Hmmm kalau begitu kakak tahu caranya agar tidak sakit".Kata Arjuna dan tanpa aba² ia membopong Embun dengan kedua tangannya.
"Kakak.....Haaaa...!!!"Embun memekik karena terkejut.
"Hahaha....gimana sudah enggak sakit kan?"Kata Arjuna tertawa lucu melihat wajah wanitanya yang panik.
"Aassh kakak...!!!Ayo turunkan cepat!"Kata Embum sambil memukul mukul punggung Arjuna.
Arjuna pun berjalan membawa Embun menuju kamarnya.Embun mengerutkan keningnya karena heran.
"Kakak kenapa kita ke kamar?"Tanya Embun penasaran.
"Kamu istirahat saja ya dikamar."Kata Arjuna sambil tersenyum.
"Bukannya kakak kemari mau makan?"Tanya Embun heran.
"Hehehe...!!! Enggak kakak sudah makan tadi dengan klien.Kakak kemari karena merindukan kamu".Kata Arjuna tersenyum smirk.
"Dasar manusia salju ada saja alibinya untuk modus".Gumam Embun sambil menvebikan bibirnya.
Saat Arjuna hendak meletakan Embun keranjang tiba² kakinya terpeleset karena licin.
"Aaahhhh....!!! Bruuuukkkk!!!.akhirnya mereka terjatuh diatas tempat tidur dengan posisi Embun dibawah dan Arjuna ada diatas tubuh Embun.
Embun lupa kalau tadi Andin mengepel bekas bedak yang terjatuh dilantai yang berserakan dan lantainya belum kering.
Posisi itu membuat Arjuna dan Embun begitu dekat dan Embun membulatkan matanya sempurna karena shock.Arjuna pun tampak terkejut dengan kejadian itu.Hembusan nafas mereka saling beradu satu sama lain.Wajah mereka yang begitu dekat membuat jantung semakin tidak aman dan berdebar saling bersaut-sautan satu sama lain.Arjuna yang begitu dekat dengan Embun pun menelan slavinanya dengan kasar terlihat dari tenggorokanya yang naik turun.
Tiba- tiba.
"Embuuuuunnnn Arjunaaaaa!!!"Pekik Hasan yang baru saja pulang dari rumah pak RT untuk melaporkan keberadaan mereka sebagai warga baru di perumahan itu tampak sangat terkejut melihat mereka sedang dalam posisi itu.
Arjuna dan Embun sama² terkejut dan itu membuat Embun mendorong dada Arjuna dengan sekuat tenaga hingga Arjuna jatuh dengan posisi terduduk.
"Bruuuuukkkk...!!!! Aaaassshhhh Bokong ku!!".Rintih Arjuna yang kesakitan sambil meringis memegangi bokongnya.
"Apa yang sedang kalian lakukan haaaa?".Teriak Hasan yang tampak sangat marah. sorot matanya memancarkan kemarahan pada Arjuna.Tatapannya begitu tajam seakan ingin menghabisi Arjuan.
"Paman maaf paman salah faham".Kata Arjuna mencoba menjelaskan.
"Ayaah...iya benar ayah salah faham".Kata Embun menimpali.Wajah embun tampak panik dan ketakutan karena baru kali ini ia melihat ayahnya semarah itu.
__ADS_1
"Kalian berdua kemari,Cepaaattt...!!!"Pekik Hasan memanggil mereka untuk keluar.Arjuna dan Embun pun menuruti Hasan.Mereka keluar dengan menundukan kepala seperti anak kecil yang sedang dimarahi ayahnya karena melakukan kesalahan.
Hasan duduk diatas sofa sementara mereka berdua duduk bersimpuh dihadapan Hasan sambil menundukkan kepala.
"Arjuna paman sudah mempercayaimu untuk menjaga Embun tapi kenapa kau mala seperti ini?"Kata Hasan dengan suara bergetar karena menahan kekesalan.
"Ayaaah...!!!"Kata Embun mencoba memotong perkataan Hasan.
"Embun kamu diam,ayah sedang bicara pada Arjuna."Bentak Hasan pada Embun.Itu membuat Embun menciut dan menundukan kembali kepalanya.
"Ayo jawab!!"Kata Hasan meninggikan suaranya.
"Paman maafkan saya paman tapi saya dan Embun tidak melakukan apapun ini salah faham".Kata Arjuna menjelaskan.
"Benar ayah ini salah faham.Kakak tadi terpleset akhirnya dia terjatuh".Kata Embun menjelaskan.
"Ckckckc...!!!".Embun ayah bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi.Jadi kenapa bisa Arjuna masuk ke kamarmu haaa...?"Tanya Hasan dengan menatap wajah Embun tajam.
Embun tampak gugup mau menjawab,ia hanya bisa menelan slavinanya kasar.
"Aduuuh bagaimana ini,masak aku bilang kalau kak Arjuna menggendongku masuk kekamar pasti ayah semakin marah besar nanti".Gumam Embun sambil terus meremas jemarinya.
"Paman jangan marah pada Embun saya yang salah.Saya akan bertanggung jawab dengan kesalahan saya".Kata Arjuna menatap wajah Hasana dalam dan penuh keyakinan.
"Hmmmmm....!!! Hasan tampak mengmbuang nafasnya kasar.Entah apa yang ada didalam fikirannya masih belum bisa diartikan Arjuna saat ia menatap wajah Hasan.
"Kalau begitu kamu hubungi orang tua mu sekarang dan bilang pada mereka untuk melamar Embun lagi".Kata Hasan dengan cukup tegas.
"Apaaa?" Arjuna dan Embun membulatkan matanya dan saling tatap.
"Ma ma maksud paman saya boleh menikahi Embun?"Tanya Arjuna gugup dan masih belum yakin dengam apa yang ia dengar.
Embun dan Arjuna pun bisa bernafas dengan legah dan mereka saling menggenggam tangan sambil tersenyum bahagia.Tiba² air mata Embun mengalir begitu saja.Arjuna juga tidak bisa menahan rasa haru yang saat ini ia rasakan.
"Paman tidak mau terjadi apa² dengan Embun kalau terus membiarkan kalian bersama tanpa ada ikatan yang sah".Kata Hasan sambil menatap wajah Arjuna tajam.
"Apalagi saat ini saya tidak percaya padamu!"Kata Hasan menaikan sebelah ujung bibirnya sambil menatap Arjuna.
"Pamaan jangan seperti itu dong.Saya masih sama seperti dulu".Kata Arjuna tersenyum sambil menyentuh tangan Hasan.
"Kalau begitu terima kasih paman untuk restunya".Kata Arjuna terus menyentuh tangan Hasan.Matanya mulai berkaca² sambil menatap dalam Hasan.
"yaaa sudah cepat kau beri tahu orang tuamu untuk melamar Embun atau sekalian saja kalian menikah".Kata Hasan lagi.
"Benar paman,boleh saya langsung menikahi Embun?"Tanya Arjuna antusias dan begitu bahagia.
"Hmmmm....!!!"Jawab Hasan singkat.
"Ayah terima kasih ayah".Kata Embun terus menghujani ciumuan dipipi Hasan.Arjuna tidak mau menunda pernikahan mereka lagi karena ia takut akan terjadi seperti dahulu.
(Di Mansion)
"Mamaaaa......Arsyy....."Teriak Arjuna antusias memanggil Wike dan Arsy sambil memasuki mansion.
"Tumben kamu datang malam² begini?".Tanya Wike mengerutkan keningnya.
"Mamaaaa......sayang ku....!!!"Kata Arjuna sambil mengakat mamanya dan menggendongnya.
__ADS_1
"Arjunaaa....apa apaan kamu,ayo turunkan mama...!!!! Iiihhhh cepat".Kata Wike memekik karena terkejut melihat Arjuna yang tampak bahagia dan tidak seperti biasanya ia bertingkah seperti itu.
"Maaa...paman Hasan memintaku untuk menikahi Embun.Akhirnyaaa....!!! hahahaha....!!!"Kata Arjuna sambil menyentuh kedua pipi mamanya bahagia.Tampak matanya berbinar dan senyumnya terus mengembang.
"Benarkah?,Oh syukurlah...mama turut bahagia sayang.Selamat ya nak".Kata Wike mengecup kening Arjuna.
"Maaa....tapi bagaimana dengan papa?"Tanya Arjuna dan seketika wajahnya berubah murung.
"Nak,kalau papa biar mama yang urus.Kamu tetap jalankan rencana pernikahan kamu yang jelas mama merestui kalian berdua".Kata Wike menyentuh pipi Arjuna dan mencoaba meyakinkan Arjuna.
"Makasih banyak maa...!!"Kata Arjuna begitu bahagia.
"Endro...!!!Besok kamu persiapkan dokumen pernikahan ku dengan Embun.Masih kamu simpankan dokumen² kami?"Tanya Arjuna pada Endro melalui sambungan telefonenya.
"Haaaa...maksud kamu?"Tanya Endro masih belum mengerti.
"Endro sahabatku....!!! Aku akan menikah dengan Embun.Hahahaha..!!!"Kata Arjuna tertawa bahagia.
"Benarkah? Waah syukurlah aku turut bahagia mendengarnya akhirnya kapal kalian berlabu juga".Kata Endro turut bahagia dan merasa legah.
"Kapan kalian akan menikah?"Tanya Endro ingin tahu
"Besok!".Jawab Arjuna santai.
"Apaaaaa???Embun tidak hamil kan?"Tanya Endro penasaran.
"Brengsek kamu...!!"Maki Arjuna kesal.
"Teruuussss????"Tanya Arjuna penasaran.
"Endro kampret...!!! Aku tidak mau menunda lagi karena aku takut terjadi sesuatu seperti yang kemaren".Kata Arjuna menjelaskan dengan suara lemah.Karena tiba² ia teringat pernikahannya yang gagal waktu itu.
"Baiklah besok akan aku selesaikan sebelum malam tiba".Kata Endro penuh keyakinan pada Arjuna.
"Okay thanks Brooo!!"Kata Arjuna penuh ketulusan.
"Aaah sudahlah kamu istirahat calon manten!"Kata Endro menggoda.
"Brengsek...!!! Hehehe...!!"Kata Arjuna sambil tertawa
(Dirumah Endro)
"Sayang ada apa?Sepertinya kamu sangat bahagia?"Tanya Larisa pada Endro yang tersenyum girang.
"Sayaaaaang....akhirnya Arjuna akan menikah dengan Embun".Kata Endro menghujanj kecuoan dipipi istrinya itu.
"Waah syukurlah.Kapan sayang?"Tanya Larisa penasaran.
"Besok".Jawab Endro santai.
"Whaaaats..???? Besok???"Kata Larisa terkejut karena sangat tiba².
"Kenapa tiba² sayang?"Tanya Larisa penasaran.
"Kamu tahu sendirikan sikap Arjuna yang tidak mau menunda apapun kalau dia sudah bertekat".Kata Endro tersenyum.
"Hmmmm..!!! Iya sih...!!"Jawab Larisa mencebikan bibirnya.
__ADS_1
"Hehehe...!!!Kamu menggemaskan sayang".Kata Endro mengecup bibir Larisa yang sedang menyun.
"Anak papa lagi ngapain sayang,papa sangat merindukan kamu.Kamu sehat² disana ya nak".Kata Endro mengecup perut Larisa sambil berkomunikasi dengan calon bayinya.Mereka pun tertawa bersama menikmati semua proses rumah tangga yang mereka jalani bersama.