
"Sayang akhirnya kamu sudah boleh pulang dengan dokter."Ucap Arjuna dengan senyum sumringahnya.
Arjuna pun meminta kimmy untuk stay di samping Embun setiap saat.
"Ah syukurlah kak,Embun sudah sangat bosan sekali di rumah sakit.Sekarang Embun merasa sangat segar dan bersemangat".Ucap Embun sambil mengikat rambutnya yang mulai panjang.Sebenarnya dia ingin sekali memotong rambutnya tapi mertuanya tidak mengizinkannya katanya wanita hamil pamalih memotong rambut.
Hal semacam itu juga perna Embun mendengarnya tapi dia merasa itu hanya mitos.Sebagai seorang menantu Embun pun menuruti apa yang dikatakan ibu mertuanya karena toh tidak merugikan dirinya dan masih batas wajar menurutnya.
"Kak sepertinya kakak sangat lelah?"Ucap Embun sambil menatap wajah Arjuna yang tampak pucat.
"Iya entah kenapa tadi bangun tidur kakak merasa perut kakak tidak enak".Ucap Arjuna sambil menyentuh perutnya.
"Mungkin saja kakak masuk angin karena semalaman sudah mengurus Embun".Ucap Embun merasa bersalah.
"Suuutty sayang jangan bicara seperti itu.Embun sudah tanggung jawab kakak".Ucap Arjuna sambil mengusap pipi lembut isrinya.
"Kimmy tolong bawakan tas saya ya,ucap Embun pada Kimmy.
"Baik non".Kimmy pun menjangkau tas yang ada di atas tempat tidur.
Sementara Arjuna mendorong Embun dengan kursi rodanya didampingi perawat.
Di Manssion.
Setelah Embun pulang kerumah,Embun bak ratu sejagat yang setiap apa yang ingin ia lakukan sudah ada yang membereskan.Para pelayan di Mansion sudah siap sedia mendampingi Embun.Sebenarnya Embun merasa itu sangat berlebihan tapi Arjuna dan mertuanya melarang Embun untuk terlalu capek.
"Apa yang aku capekkan,heran deh! untuk mengambil teh saja di pantri aku harus memanggil pelayan padahal orang hamil juga harus bergerak agar bayinya sehat."Gumam Embun sedikit merasa berlebihan.
Tiba² Arjuna berlarian menuju kamar mandi setelah membawakan nasi dinampan untuk Embun.Hal itu mengejutkan Embun karena melihat Arjuna tidak seperti biasanya.
dikamar mandi ternyata Arjuna sedang muntah.
"Wuuuuueeekk...!!!"
"Wuuuuueeekk...!!!".
Dahinya berkeringat dan wajahnya tampak pucat.
"Kenapa aku tiba² mual dan perutku terasa seperti diaduk-aduk setelah mencium aroma nasi panas tadi?"Gumam Arjuna sambil menatap wakahnya dicermin.
"Kakak....!!! Kakak kenapa? Kakak sakit ya?"Tanya Embun khawatir melihat suaminya muntah secara tiba².Embun pun berjalan menghampiri Arjuna.Embun mengerutkan dahinya dan menatap lama wajah suaminya yg sudah sayu.
"Bukanya tadi kakak baik² saja?"Ujar Embun berfikir sejenak.
Arjuna menggeleng dan menundukan kepalanya menghadap wastafel.
"Kakak sakit ya?,Ayo kita naik kekamar saja lihat wajah kakak sudah pucat seperti itu!.Ujar Embun sambil tangannya mengeringkan wajah Arjuna dengan handuk.
"Kakak tadi baik-baik saja sayang,tapi setelah kakak membawa nampan nasi kamu aroma nasi itu membuat kakak mual dan perut kakak terasa di aduk-aduk dan itu aroma yang sangat menjijikan".Ujar Arjuna menceritakan apa yang ia rasakan.
"Hahahaha serius kakak?,".Embun tertawa lucu mendengar ucapan Arjuna.
"Iya sayang.serius!.Sepertinya kakak membenci nasi saat ini".Ucap Arjuna lagi.
Embun menutup mulutnya dan tidak bisa menahan tawanya.Wajahnya memerah karena terus menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Arjuna yang frustasi karena membeci aroma nasi.
"Apa jangan-jangan kak Arjuna??"Hahahaha......!!! Tiba² Embun tertawa terbahak-bahak membayangkan betapa frustasinya jika benar Arjuna ngidam.
"Kamu kenapa kok tertawa?"Ada yang lucu?"Ucap Arjuna mulai kesal melihat Embun menertawakan dirinya.
__ADS_1
"Bukan kak.Emmm mungkin kakak ngidam kak".Jawab Embun berusaha menjelaskan.
"Ngidam gimana?'kan lagi hamil kamu kenapa kakak yang ngidam?"Aneh..!! Ucap Arjuna lalu keluar kamar mandi dan berjalan menuju kamar mereka.
"Iya kak,ini serius.Konon katanya kalau istri hamil tapi suami yang ngidam bisa jadi cinta suami terhadap istrinya itu terlalu kuat kak".Ucap Embun menjelaskan.
"Aaah,mitos...!!! Mungkin kakak masuk angin karena akhir² ini kurang istirahat".Ujarnya menyangkal.
Tapi hati kecilnya tidak bisa dibohongi,Arjuna pun berfikir keras kenapa ia bisa seperti ini.
"Apa benar yang dikatakan Embun.Kalau benar syukurlah aku tidak keberatan kalau harus menanggung kesulitan yang dirasakan Embun juga.Aku juga bisa merasakan apa yang dirasakan istri saat sedang hamil".Gumamnya sambil tersenyum menatap wajah istrinya mungil dengan penuh cinta.
Keesokkan harinya tiba² Arjuna bangun ditengah malam dan entah kenapa Ia sangat menginginkan sesuatu yang segar.Arjuna bangun dari tidurnya dan pelan² ia beranjak dari tempat tidur,sebisa mungkin ia tidak membangunkan Embun yang sedang nyenyak tidur.
Arjuna turun menyusuri anak tangga dengan pelan dan ia memakai piama tidurnya berwarna putih gading.Arjuna berjalan menuju pantri dan mencari sesuatu didalam lemari Es.Arjuna menemukan melon,semangka,anggur,kiwi,apel,lemon.Entah apa yang ada didalam fikiran Arjuna saat melihat lemon slavinanya terasa mengalir deras dan jantungnya seakan memompa cepat.Bola matanya terbelalak seperti menemukan harta karun yang begitu berharga.
Arjuna dengan cepat mengambil buah lemon itu dan membawanya ke meja bar lalu mengiri buah melon itu dengan irisan yang penuh cinta seakan melon itu adalah makanan yang begitu nikmat.Arjua dengan semangatnya memasukan lemon itu kemulutnya dengan penuh nikmat.Arjuna tidak merasakan betapa asamnya lemon itu yang ia rasakan adalah kesegaran dan nikmat yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
"Waah kenapa aku baru tahu ada buah senikmat ini?.Selama ini aku kemana saja tidak perna aku makan kamu haaa....!"Ujar Arjuna sambil terus menikmati setiap irisan lemon yang ada ditangannya.Mulutnya tidak henti-hentinya menyesap lemon itu dengan nikmatnya.
Tiba² seperti ada bayangan putih dan itu membuat Arjuna menghentikan kegiatannya.Namun Arjuna masih tidak menghiraukannya.Tiba² ia dikejutkan dengan pelayan yang memakai baju tidur berwarna putih dan masker berjalan menuju kepantri.Suasana saat itu gelap hanya lampu bar saja yg arjuna nyalakan jadi seperti remang-remang.
Arjuna yang terkejut pun berteriak begitu juga pelayan itu dan mereka sama² berteriak.
"Haaaaaaaaaaaaaaaa......!!!"Suara Arjuna yang menggelegar membangunkan seisi rumah.
Sementara Pelayan itu pingsan dan itu semakin membuat Arjuna panik.
"Astagah Arjuna cepat² mencari saklar untuk menyalakan lampu.Akhirnya orang² dirumah itu pun menghampiri sumber suara itu.
Yudistira,wike,mbak susi serta pelayan yang lain pun keluar menuju pantri.
Tak luput juga Embun yang terkejut,saat bangun Arjuna sudah tidak ada disampingnya membuat dirinya pun khawatir.Embun lupa kalau sedang hamil dia berlari menuruni anak tangga dan apa yang dia lihat ternyata suaminya yang ada dipantri serta melihat pelayan itu tergeletak di lantai.
"Ituuuuu?"Ucap Arjuna sambil menujuk pelayannya yang pingsan tergeletak dilantai.Pelayan itu memakai gaun tidur putih dan masker putih.
Semua serentak kepala mereka berputar mengikuti arah telunjuk Arjuna.
"Astagah....!!! Wike pun terkejut sambil menutup reflek mulutnya.begitu juga Embun.
"Aaaahhhhhsss...!!!" Arjuna terduduk lemas diatas kursi.
"Astagah kenapa sayang,kenapa dia bisa pingsan?"tanya Embun pada Arjuna.Arjuna yang merasa malu pun hanya menggelengkan kepala.
"Mbak susi mencoba membangunkan pelayan itu".
"Mbak,mbak...mbak bangun...!!! Sambil memercikan air kewajah pelayan itu.Tak menunggu lama pelayan itu pun sadar dan melihat semua orang menatapnya.
"Tad...tad...tad...ada hantu mbak.pakai baju putih tinggi sekali hantunya".Kata pelayan itu terbatah sumpah saya tidak bohong awalnya hantu itu kecil tapi lama² dia menjadi besar".Ucap Pelayan itu menjelaskan pada semuanya.
"Berani sekali dia mengatakan aku hantu.Kamu tuh yang seperti hantu tiba² saja muncul mengejutkanku".Gumam Arjuna kesal.
#Flash Back#
Saat pelayan itu berjalan menuju pantri pelayan itu seperti melihat sosok putih tinggi besar.Awalnya sosok putih itu tampak kecil dan semakin ia mendekat semakin besar dan tinggi.
Sosok putih itu Arjuna yang sedang berjongkok mencari lemonnya yang terjatuh dibawa dan ia pun menunduk mencari pisau di laci.
"Naah ketemu kamu".,ucap Arjuna saat menemukan lemonnya dan pisau untuk mengiris lemonnya.Arjuna pun mulai berdiri tegak untuk mengiris lemon miliknya.
__ADS_1
"Apa itu,apa itu hantu? Astaghfirullah benar itu hantu".Ucap Pelayan itu dan akhirnya berteriak sekuat tenaga.Hal itu pun membuat Arjuna terkejut ikut berteriak melihat wajah putih pelayannya seperti kuntilanak.
#Flash back off#
Semua orang saling pandang saat mendengar penjelasan pelayan itu.
"Aah sudah sudah...tidak ada hantu dirumah ku..!!! Ujar Yudistira.
"Mbak susi bantu dia dan antar kekamarnya.Sudah bubar semuanya...!!!" Ucap Wike lagi.
"Kakak lagian ngapain malam² keluar kepantri".tanya Embun.
"Hmmm haus,!!! Jawab Arjuna gugup.Embun mengerutkan dahinya dan ia mencoba melihat dibalik badan Arjuna apa yang sedang ia sembunyikan.
"Bukannya dikamar kita sudah ada air minum?"Ujar Embun curiga.
"Kakak mau yang dingin".Ujarnya lagi tampak gugup.Tapi tidak Embun namanya kalau tidak menemukan keganjilan pada Arjuna.Embun pun mendekati Arjuna dan berbisik.
"Apa yang kakak sembunyikan?"bisik embun,
dengan cepat Arjuna menggeleng.
"ccckkkk...!!!"Decak Embun sambil melotot menatap tajam Arjuna.Arjuna pun tidak bisa berkutik.
Arjuna mengeluarkan lemon yang ada digenggaman tangannya yang ia sembunyikan dibelakang punggungnya.
Arjuna meletakkan diatas meja dan saat itu semua orang terkejut melihat apa yang Arjuna sembunyikan.
"Lemon??????"
"Whaatttt???"
Serentak Wike dan Embun saling tatap terheran-heran.
Arjuna tersenyum dipaksakan wajahnya memerah karena malu.
"Hahahahaa...!!!"Kakak....!!! Embun yang sudah tahu pun tertawa melihat tingkah Arjuna yang cukup menggemaskan.
"Kamu makan lemon jun?"Tanya Yudistira heran.
Arjuna mengangguk seperti anak kecil yang ketahuan mencuri jajanan.
Yudistira memiringkan kepalanya dan seperti berfikir keras.Selama ini Arjuna tidak perna makan lemon begitu saja.Biasanya dia membuat lemon madu diseduh air hangat bukan dimakan seperti itu.
"Kamu sakit?"tanya Yudistira lagi karena penasaran.
"Tid...tiddaak"! Sangkal Arjuna lagi.
Wike tersenyum seolah faham apa yang dirasakan Arjuna.
"Sepertinya dia ngidam?"Bisik wike pada Suaminya.
"Apaaa!!!??"Yudistira terkejut dan membulatkan mulutnya heran.
Wike pun tersenyum dan berbisik pada Arjuna.
"Besok mamak belikan lemon lagi yang banyak".Ucap Wike meledeknya.
"Aaahhhsss mamaaa...!!!"Pekik Arjuna kesal dan malu karena sudah diledek.
__ADS_1
"Ayoo paa...mama ngantuk nih".Ucap Wike menarik tangan suaminya dan tersenyum meledek pada Arjuna.
Embun hanya bisa menahan tawa melihat tingkah Arjuna yang biasanya begitu tegas tapi saat ini begitu menggemasakan.