Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
14.Tidak Menyangka


__ADS_3

Pagi yang sangat indah.


Mentari masih tampak malu malu memancarkan sinarnya.


Kicau burung pun terdengar sangat merdu.


Aroma khas rerumputan basah tersiram embun pagi pun terasa menyegarkan.


Semilir angin menggoyangkan ranting ranting pohon yang rindang hingga menggugurkan dedaunan.


pagi itu sangat indah seindah senandung buana.


Embun yang sudah bangun sedari subuh.Embun sudah bersiap siap ke toko bunga milik ayahnya.


Pagi ini Embun diantar ayahnya karena sepedanya masih tertinggal di halte bus bersama dengan hasil belanja bulanannya.


Embun tampak sangat cantik dengan stelan gaun warna putih selutut ditambah Embun memakai penjepit rambut mutiara di kepalanya semakin menambah keanggunanya tak lupa memakai sling bag mini berwarna pink.Embun tidak terlalu suka memakai riasan yang berlebihan,karena tanpa berhias juga dia sudah sangat cantik.Karena Tuhan memberi dia rupa yang cantik dari lahir.


"Ayah antar saja Embun sampai halte ya,nanti embun ke toko naik sepeda saja".Kata embun pada ayahnya.


"Jadi kamu meninggalkan sepedamu di halte?".tanya ayah,


"iya yaah."jawab embun.


Mereka mengendarai motor tua milik ayahnya.Sesampai di halte,sepeda Embun masih ada tetapi barang belanjaanya sudah hilang entah kemana.Embun berfikir mungkin yang mengambilnya sangat membutuhkan barang barang itu,Embun hanya bisa pasrah dan ikhlas.

__ADS_1


Embun pun mengayuh sepedanya,tidak terasa sudah sampai di toko bunganya.Embun segera membalik tulisan close menjadi open yang tergantung didaun dipintu toko.Embun mulai membersihkan tokonya dan merangkai bunga bunga yang ada disana.Embun tampak sibuk mengguntingi duri bunga mawar merah disana sambil bersenandung merdu.Dia sangat menyukai lagu "Lucky'' jason mraz,dia menghidupkan MP3 miliknya sambil ikut bernyanyi dengan suara lirih tapi masih bisa terdengar jelas suaranya yang merdu.


🔊🎵🎶


Do you hear me,


I'm talking to you


Across the water across the deep blue ocean


Under the open sky,oh my,baby I'm tying


Boy I hear you in my dreams


I keep you with me in my heart


You make it easier when life gets hard


I'm lucky I'm in love with my best friend


Lucky to have been where i have been


Lucky to be coming home again


oh oh oh oh oh oh oh oh

__ADS_1


Embun masih terus benyanyi dan dia tidak sadar jika ada sepasang mata yang sedari tadi melihatnya dengan tatapan takjub dan tersenyum.Embun yang terkejut melihat ada seorang pria tampan didepannya pun tidak sengaja tertusuk duri di jari lentiknya.


"Astagaaa....Aaawwwww" Embun tampak meringis kesakitan.Pria itu arjuna,Arjuna dengan sigap mendekati Embun dan ingin membantu embun tapi dia sadar kalau mereka baru kenal dan Arjuna mengurungkan niatnya untuk membantu dan ingin menyentuh jari embun yang berdarah.


"Memang dia itu benar benar seperti hantu,tiba tiba saja datang tanpa suara,membuat kaget saja." gumam Embun.


"Nona kamu tidak apa apa?"tanya Arjuna khawatir.Embun hanya menggeleng sambil tersenyum kecut,karena memang sedikit sakit.


Arjuna tidak menyangka kalau embun yang menjual bunga bunga yang disiapkan mbak Inah selama ini.Arjuna diberi tahu mbak inah toko bunga yang bagus di desa ini adalah toko bunga Harum Florist karena bunga bunga yang ada di villa semua berasal dari toko bunga Embun.


Arjuna berniat membeli bunga mawar untuk memperingati hari ulang tahun Adinda.


Saat Adinda masih hidup dia selalu berkunjung di villa untuk merayakan ulang tahunnya,karena villa itu khusus dibuat untuk Adinda.Setelah kematian kakek Arjuna.Villa itu tidak lagi perna dikunjungi dan karena Adinda villa itu akhirnya di renovasi.


Adinda juga menyukai suasana di desa itu,yang menurutnya indah,mereka juga suka menghabiskan waktu berdua divilla.semenjak lima tahun kematian Adinda, Arjuna baru kali ini menginjakkan kaki di villa itu lagi,itu pun karena ada pekerjaan dikota kecil itu.


Embun selalu saja tampak gugup didepan arjuna."Kenapa jantungku bedebar secepat ini,setiap bertemu manusia hantu ini."? gumam Embun,sambil memegang dadanya juga mencari antiseptik dan plester.Sementara Arjuna tampak tenang dan cool didepan embun,padahal dia juga merasakan hal yang sama seperti Embun.Arjuna pandai menjaga image,seolah dia tetap tenang dimata embun.


"Tuan mau membeli bunga apa?" tanya embun sambil memaksakan senyumnya karena dia sangat canggung.


"Bunga mawar merah".Jawab Arjuna datar.Membuat embun kesal melihat wajahnya.


"Menyebalkan sekali dia,wajahnya tampan tapi hiiiiiih,dingin." gumam embun sambil belgidik.


Embun pun menyiapkan bunga mawar milik Arjuna.Arjuna mencoba sesekali melihat Embun dengan sudut ekor matanya.Arjuna sebenarnya tidak ingin melepas pandangannya pada Embun.Pada saat Embun melihat kearah arjuna mereka saling beradu tatap.Arjuna pun pura pura untuk melempar pandangannya ke arah bunga bunga yang tersusun rapi disana.Arjuna tampak sangat canggung dan sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Begitu juga Embun yang merasa canggung berpura pura untuk merangkai bunga yang sebenarnya sudah siap dia rangkai.

__ADS_1


__ADS_2