Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
63.Persiapan Pesta Pertunangan


__ADS_3

"Kakak,kamu langsung kekantor?"Tanya Embun kepada Arjuna.


"Iya nih,karena ada meeting penting dan nominalnya juga lumayan besar,kalau kakak tidak meeting bisa kacau nanti".Kata Arjuna menjelaskan.


Sampailah mereka dirumah Utama.Tampak Pintu gerbang terbuat dari besih berwarna putih sangat tinggi terbuka otomatis.Embun takjub melihat gerbang yang begitu tinggi.


"Waaah,gerbangnya saja semewah ini bagaimana bentuk rumahnya ya?".Gumam Embun.


Mobil pun memasuki halaman rumah Arjuna yang begitu luas,kanan kiri halaman ditanami dengan rumput yang hijau dan banyak bunga bunga tertata rapi disana.Ada juga tanaman buah buahan seperti mangga,jambu dan kelengkeng.


Jalan menuju rumahnya di pasang paping block yang tertata rapi.Rumah Arjuna disebut dengan mansion.Tapi mereka lebih suka menyebut rumah utama karena rumah itu tempat dimana dahulu mereka berkumpul bersama.


Mansion itu berbentuk bangunan Eropa yang sangat indah,catnya berwarna putih bersih.Rumah itu memiliki tiga lantai.Lantai pertama untuk kamar Tamu dan kamar Yudistira bersama wike.sedangkan lantai kedua ada kamar Arsy dan kamar Arjuna.Lantai ketiga untuk ruangan ngegym dan ada ruang kerja Arjuna serta Yudistira.


Untuk penginapan para pegawai atau pelayan ada sebuah paviliun yang begitu besar dikanan kiri rumah.Paviliun kanan untuk pegawai wanita dan yang kiri untuk pria.Semua fasilitas lengkap untuk kenyamanan para pegawai.


Arjuna selalu mementingkan kenyamanan untuk para pegawainnya karena dengan adanya kenyamanan maka mereka pun akan betah dan bekerja dengan baik pula.


Arjuna membutuhkan jasa mereka maka Arjuna juga harus memikirkan kesejahteraan mereka juga.


Karena setiap tetes keringat para karyawan adalah jasa yang tidak bisa ia lupakan.Tanpa adanya karyawan disampingnya maka semua aktivitas pekerjaan tidak bisa berjalan dengan baik.Ujung tombak dari suatu perusahaan adalah SDM nya yang memadai agar perusahaan itu tetap berjalan dengan semestinya.


Maka dari itu Arjuna selalu mengadakan pemilihan Karyawan terbaik setiap tahunnya.Agar ada motivasi untuk para karyawannya bekerja dengan lebih baik lagi.Dan upah untuk karyawannya pun dibuatnya lebih dari cukup.Arjuna berani memberi upah mahal diatas UMR dengan begitu karyawannya juga bersemangat dalam bekerja dan penuh tanggung jawab.


Saat Embun dan Arjuna hendak turun dari mobil tampak pelayan sudah berjajar rapi bagai pagar ayu yang siap menyambut Raja dan Ratu mereka pulang.Embun sudah tidak begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.Karena pertama kali ia melihat itu di villa,pasti akan ada hal serupa lagi disaat Arjuna pulang.


"Ayo turun"Ajak Arjuna.


"Iya kak,tapi Arsy bagaimana?"Tanya Embun karena Arsy masih tertidur.


"Iya,biar kakak yang gendong dia".Kata Arjuna sambil membungkukan tubuhnya membopong Arsy.


"Uuupsss,Waah anak papa ternyata sudah besar".Kata Arjuna memasang kuda kuda.


Embun masih takjub dengan Mansion milik YP Group.Hasan juga sama dan mereka saling pandang dan Hasan pun mendekati Embun.Akhirnya mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


Hasan merasa minder,dulu ia berfikir kalau Embun akan menikah dengan pemuda desa tempat mereka tinggal.Tapi nasib baik menghampiri Embun.Ia mendapatkan Arjuna si pemuda yang sangat tampan dan baik hati.Bisa menerima Embun apa adanya.


"Nak,rumah Arjuna begitu besar ya nak,Bahkan luas kebun bunga kita masih kurang dibanding rumah Arjuna,ayah jadi takut nak".Kata Hasan


"Ayah takut kenapa,yah?".Tanya Embun penasaran


"Ayah takut nyasar nak,hehehe.Saking luasnya apa kamu tidak takut?"Tanya Hasan.


"Iya si yah,Embun juga takut nyasar,aneh ya orang kaya,padahal anak cuma satu tapi bangun rumah Gedek kurang gedek".Kata Embun heran.

__ADS_1


"Huuusss nanti kedengaran orang.kamu pelan pelan kalau ngomong".Kata Hasan sambil berbisik.


Embun hanya pasang cengir kudanya.


Arjuna pun menghampiri Embun dan Hasan setelah mengantar Arsy kekamarnya.


"Paman,Saya izin langsung ngantor ya".Kata Arjuna pamit.


"Embum,kakak kekantor ya,nanti kalau ada perlu apa apa mbak inah dan pelayan yang lain stand by."Kata Arjuna menjelaskan.


Embun mengangguk tanda mengerti.Arjuna pun pergi meninggalkan mereka.Arjuna tampak terburu buru karena mengejar waktu.Sementara pelayan dirumah sudah menyiapkan semua keperluan Embun dan Hasan.Ia sangat terpukau melihat kinerja para pelayan mansion itu benar benar rapi dan cepat.


Wike sangat sibuk dengan para karyawan lain,semua persiapan tunangan wike yang mengurus dibantu dengan asisten pribadinya.


"Nak kamu nanti ikut tante ya,kita ke butik Larisa mencari gaun untuk persiapan pertunangan kamu dengan Arjuna."Kata wike sambil duduk disamping Embun.


"Iya tante,tapi Embun mau mandi dulu tante,badan Embun lengket".Kata Embun.


"Okay baiklah,tante pergi dulu ya! Mau lihat persiapan hotel sudah berapa persen beres,nanti Embun dijemput Rahmad dan langsung saja ke butik kita ketemu disana".Kata Wike sambil berjalan keluar kamar dan Embun pun mengantarnya keluar.


"Iya tante hati hati".Kata Embun sambil tersenyum manis.


"Baiklah anak manis".Kata Wike sambil membelai pipi Embun.Embun merasa seperti bersama ibunya lagi.Ia sangat merindukan ibunya setelah Wike membelainya ia teringat ibunya.


"Tante!"Panggil Embun dengan wajah senduh.


"Iya kenapa sayang?"


"Tante,boleh Embun memeluk tante,Embun rindu ibu".Kata Embun dengan wajah penuh harap.


Itu membuat wike merasa haru dan Wike pun langsung memeluk Embun tanpa menunggu lama.


"Sayang,sekarang panggil saja tante mama ya,sebentar lagi kan kamu bakal menikah dengan Arjuna.Berarti Embun akan jadi bagian keluarga Pramuja juga."Kata Wike menjelaskan.


"Iya terima kasih tante".Kata Embun sambil memeluk tubuh Wike.Hatinya yang merindu kini sedikit terobati karena pelukan Wike.


"Mama,jangan tante lagi,okay".Kata wike sambil membelai kepala Embun.


"Iiya mama".Jawab Embun terbata.


Wike merasa ada sedikit kesamaan sikap Embun dengan Almarhumma Adinda.Penuh kelembutan,keibuan dan sabar.Wike bersyukur Arjuna bisa mendapatkan hati Embun.Dan Embun bisa menaklukan hati Arjuna yang beku.


Lima tahun waktu yang tidak sebentar,Arjuna seperti manusia tanpa jiwa.Tubuhnya digunakan untuk bekerja dan bekerja tanpa ada sedikitpun rasa lelah.Sampai para karyawannya mengeluh dengan sikap Arjuna yang begitu dingin dan tanpa ampun.Ia akan manjadi predator kejam kepada siapa saja yang mencoba melawan dan mengkhianatinya.


Hatinya mati tidak ada rasa cinta dan belas kasih kepada pengkhianat.Karena rasa cintanya yang begitu dalam telah hilang.Kini ia menemukan cintannya yang hilang dari sosok Embun.Peri hatinya yang selalu memberi kesejukan.

__ADS_1


"Kakak,Embun mau pergi menemui mama ke Butiknya Larisa,bersama Rahmad".Kata Embun mengirim pesan singkat pada Arjuna.


Arjuna masih meeting dan ia segera melihat ponselnya karena bergetar tanda pesan masuk.Wajahnya seketika berubah memerah setelah membaca pesan dari ponselnya.Arjuna pun gelisah dan tidak konsentrasi lagi dengan meetingnya.


Setelah pembacaan hasil akhir dari persentase,Arjuna pun langsung menyetujui kerja samanya dengan kliennya dari jepang.Meeting pun selesai dengan baik.


Tidak menunggu lama Arjuna keluar sambil berlari dan tidak memperdulikan kliennya lagi.Semua orang dibuat bingung dengan tingkah Arjuna akhir akhir ini.Tapi tidak dengan Endro dan Ridwan mereka sudah faham dengan Arjuna yang Bucin berat.


"Saya mewakiki tuan Arjuna,meeting selesai dan kita akhiri sampai disini,dan terima kasih atas kerja samanya yang baik"Kata Ridwan kepada kliennya.


"Juna Juna,ini pasti ada kaitannya dengan Embun,sampai segitunya kayak kebakaran jenggot,ckckckck"!Gumam Endro sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Jangan pergi dengan Rahmad,tunggu kakak 15 menit,kakak saja yang antar".Kata Arjuna menelfon sambil berlari kedepan kantor dan mobilnya sudah stand by didepan kantor.


"Paman biar saya saja yang membawa mobil".Kata Arjuna pada Iyat.


"Baik tuan".iyat pun membukakan pintu untuk tuannya.


Arjuna pun melaju dangan cepat membelah keramaian ibu kota.


Sementara di Mansion Embun merasa aneh dengan Arjuna.Embun terlalu polos untuk bisa mencerna kecemburuan Arjuna.Wajar baru kali ini Embun berpacaran.


"Katanya kakak ada meeting kenapa begitu cepat sudah selesai,aneh!.Aah sudahlah.Kata Embun dan ia bersiap siap memakai dress pendek berwarna putih.


Rambutnya di gulungnya dan menyisakan di jambangnya sedikit.Itu membuat kesan cute karena rambutnya yang ikal tidak memerlukan alat spiral rambut.Ia tampak begitu cantik dan anggun.Saat ia keluar semua orang memandangnya begitu takjub.


"Memang benar benar seperti peri ya,nona Embun.Hanya dicepol saja rambutnya tapi kenapa begitu cantik si?".Kata Sri kepada Inah.


"Iya ya ya,kecantikan yang natural.Tanpa make up tebal ia sudah terlihat sangat cantik.Pantas saja tuan Arjuna melarang karyawan cowok menatap wajahnya saat berbicara pada nona Embun."Kata Inah.


"Apaaaaa,sampai segitunya yaa,Daeebaaaak!!!".Kata Sri heran.


"Alaaah gaya,Daebak daebak,sok korea kue!".Kata Inah sambil memukul bokong Sri dan pergi.


"Hehehe enggak boleh syirik,uweeek".Kata Sri sambil mengejek dan menjulurkan lidahnya kepada Inah.


Saat ia sedang menjulurkan lidahnya ternyata Arjuna tepat didepannya.Alhasil itu membuat Sri membulatkan kedua matanya dan lidahnya terus menjulur tidak bisa ia masukan lagi karena gugup melihat Arjuna didepan matanya.


Arjuna yang melihat Sri seperti itu pun mengerutkan keningnya heran.Tapi dia tidak memperdulikan Sri dan langsung berlalu sambil menatap Sri tajam.


"Syukurin,kuwalat sama orang tua,hahaha".Kata inah tertawa sambil menutup mulutnya.


"Mbak,aku tu ampir mati loh mbak,ora iso napas.Lah kamu kok mala ketawa si".Kata Sri cemberut.


"Cup cup cup.Sini tak peluk,walah kasian cah ayu".Kata Inah sambil memeluk Sri".Tapi dia masih menahan tawa.

__ADS_1


Embun berdiri menatap sebuah pigura besar yang terdapat foto Arjuna dan Adinda.Ia tersenyum melihat foto itu.


"Adinda jangan khawatir aku akan menjaga cintamu,kak Arjuna dan Arsy akan tetap menjadi milikmu".Gumam Embun sambil tersenyum penuh ketulusan.


__ADS_2