Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
58.Terbentuknya Peraturan Baru


__ADS_3

Semua para karyawan laki laki datang berkumpul diruangan Arjuna.Semua orang tertunduk takut dan tidak berani menatap wajah Arjuna.


Mereka berbaris rapi didepan Arjuna.Arjuna duduk sambil melipat kakinya dan memandang ketiga pemuda itu dengan tatapan penuh intimidasi.


"Selamat malam semua,disini saya ingin memberi tahu kalian semua, untuk saat ini Embun dan Ayahnya tinggal disini untuk sementara waktu,jadi untuk semua karyawan laki laki harap jaga pandangan kalian kepada Embun."KEKASIH SAYA".Kata Arjuna saat menyebutkan Embun adalah kekasihnya penuh dengan nada penekanan dan perintah.


"Oh satu lagi untuk kalian makhluk bernama laki laki tidak dibenarkan berbicara sambil menatap wajah Embun.Ingat itu.....!!!!


"Baru kali ini Tuan Arjuna sebucin itu kepada wanita.Selama ini dia selalu santai dan tidak perduli sama sekali.Bahkan saat Adinda dulu pertama kali masuk ke villa tidak perna ada peraturan seperti itu".Gumam paman iyat.


"Heran,sejak kapan tuan Arjuna menjadi seperti ini,dan akhirnya tuan Arjuna punya kekasih setelah sekian purnama".Gumam Mang Ujang.


"Untuk mang Ujang selalu awasi mereka,okay!!Kata Arjuna memberi perintah.


Mang ujang hanya mengangguk dan mengiyakan perintah Arjuna.


"Baik tuan".Kata Mang Ujang.


Saat Arjuna akan meninggalkan ruangan,Arjuna menatap ketiga pemuda itu dengan sorot mata yang tajam.


"Eh kalian bertiga ingat itu"! Kata Arjuna sambil memberi tatapan penuh penekanan.


Ketiga pemuda itu pun ciut sampai tidak berani manatap wajah Arjuna yang siap menelan mereka hidup hidup.


"Ampuuuun dah,baru kali ini aku temui Boss sebucin tuan Arjuna.Enggak sangkah dia bisa seperti itu.Gumam dari salah satu mereka.


Semua para pegawai Arjuna merasakan ada hal yang aneh dengan Arjuna.Mereka tidak perna menyangkah bahwa pengaruh Embun sebesar itu terhadap Arjuna.Sampai sampai Arjuna bisa segila dan sebucin itu terhadap Embun.


Embun yang sudah siap mandi pun tampak sangat segar dan cantik.Aroma mawar ditubuhnya menyegarkan setiap orang yang berada didekatnya.Embun sedang menyisir rambut Arsy yang panjang dan lurus.Embun memakaikan Arsy bandana berwarna pink,senada dengan baju yang Arsy kenakan.


"Tadaaaa,sudah selesai,Wah ternyata Arsy cantik sekali....!!"Kata Embun sambil mengedipkan sebelah matanya dan mengacungkan ibu jarinya".


Arsy yang dipuji pun tampak malu malu.Pipinya yang putih pun jelas terlihat merona.Arsy memeluk Embun sambil berkata


"Tante mama terima kasih".Kata Arsy sambil tersenyum lebar.


"Apa maksud tante mama arsy?"tanya Embun.


"Iya tante,Arsy mau tante jadi mama Arsy?".Kata Arsy enteng.


"Deg"Jantung Embun seakan berhenti berdetak.Saat mendengar Arsy bicara seperti itu.Pipinya pun merona,kali ini Embun yang dibuat merona oleh Arsy.Embun tampak menyembunyikan senyumannya.Hatinya tidak karuan,ada rasa bahagia dan haru.


"Tante mau kan jadi mama Arsy"?Tanya Arsy serius.


Embun hanya terpaku dan tidak bisa berkata kata.Mulutnya seakan terkunci,dia bingung harus menjawab apa pada Arsy.Ia takut memberi harapan palsu pada Arsy.Karena sampai saat ini Arjuna belum mengatakan apa apa.Embun terdiam sesaat dan fikirannya kosong.


"Tante,jawab tante.!!"Paksa Arsy.Embun pun terkejut dan kelimpungan saat Arsy meminta jawaban.


"Iiiya,sayang".Kata Embun terbata.Belum siap Embun bicara Arsy pun memotongnya.

__ADS_1


"Horeeee horeeee horeee".


Kata Arsy sambil lompat lompat kegirangan dan pergi menghampiri mbak susi.


""Arsy,tunggu nak,tante belum siap bicara".Kata Embun.Ia pun bingung harus bagaimana kalau Arsy menyebar luaskan pembicaraan mereka.


"Aduuuh,bagaimana ini".Kata Embun sambil menggigit bibir bawahnya yang merah.


"Mbak susi,Arsy sudah punya mama.Tante Embun mau jadi mama Arsy".Kata Arsy girang.


"Oh yaaaa,syukurlah"!Kata Susi sambil memeluk Arsy.


Saatnya makan malam.Semua orang di villa itu hening,Arjuna masih memasang wajah datarnya.Arsy datang bersama Embun.Mereka saling bergandengan tangan.


"Papaaaa".Kata Arsy memanggil Arjuna.Arjuna melihat pemandangan yang belum perna ia lihat sebelumnya.Seakan waktu berhenti berputar dia melihat Arsy dan Embun yang saling bergandengan tangan seperti Ibu dan anak yang lainnya.


Tidak terasa kristalan bening dipelupuk matanya pun mencair.Tapi ia berusaha menahan itu semua agar tidak lolos dari matanya.


"Arsy seharusnya seperti inilah keluarga nak,kau mempunyai ibu yang melindungimu.Dan semoga Embun mau menjadi ibu mu kelak.Papa akan bertanya langsung padanya nanti".Gumam Arjuna.


"Papa,sekarang Arsy sudah punya mama".Kata Arsy antusias.Semua orang saling tatap dan saling tanya.Arjuna tersenyum dan bertanya pada Arsy.


"Coba kenalin sama papa mama Arsy?"


"Tadaaaa,ini mama Arsy pa!"Kata Arsy dengan bangganya menunjukan Embun kepada papanya".


Arjuna tersenyum bahagia dan Hasan terbatuk batuk saat mendengar pengumuman Arsy.


"Ini paman,minum dulu".Kata Arjuna memberikan segelas air putih kepada Hasan.


Embun tampak merona saat Arjuna menatap dengan penuh kekaguman dan kebahagiaan.


Embun pun duduk dan menyiapkan makanan untuk Ayahnya dan setelah itu menyiapakn untuk Arjuna dan Arsy.Suasana jadi tampak canggung.


Hari ini suasana hati Arjuna penuh dengan kebahagiaan.Hanya saja dia belum meminta izin langsung dengan Ayah Embun.Mungkin saat ini waktunya sudah tepat untuk meminta izin kepada Hasan kalau Arjuna serius dengan Embun dan ingin menikahi Embun secepatnya.


"Mungkin inilah waktunya"Gumam Arjuna.


Mereka makan malam dengan tenang.Hati Arjuna sangat bahagiaia merasa seperti keluarga kecil yang lengkap.Semenjak kehadiran Embun Arsy pun tampak lebih bahagia.


Arsy menemukan kecocokan dengan Embun.Embun juga wanita yang tulus menyayangi Arsy.Arsy yang tidak perna merasakan bagaimana belaian seorang ibu dan sekarang ia bisa menemukan itu dari sosok Embun yang berjiwa keibuan.


Malam semakin larut Arsy pun ditemani Embun dikamarnya.Embun membacakan dongeng sebelum tidur,yang biasanya selalu dilakukan oleh Mbak susi.Tapi kali ini Arsy yang meminta Embun menemaninya tidur.


Arsy pun tertidur pulas dipelukan Embun.Baru kali ini Arsy tidur dengan tenang.Selama ini dia selalu bermimpi buruk dan selalu menangis dalam tidurnya.Tapi tidak kali ini,karena hatinya tenang berada dipelukan Embun.Arsy selalu bermimpi disaat dia pulang sekolah banyak teman temannya yang mengejeknya karena tidak perna dijemput ibunya.Dan itu membuat psykisnya terpukul.


Mereka berdua pun tertidur pulas.Arjuna pun masuk kedalam kamar Arsy dan melihat mereka berdua yang sudah tertidur sambil berpelukan.Arjuna merasakan kehangatan disana.Dia pun duduk disamping Embun sambil mencoba menarik selimut dan menyelimuti mereka berdua.


Arjuna mengecup kening Arsy dan membelainya.Ia pun melihat Embun disampingnya.Ingin rasanya ia mengecup kening Embun tapi takut nanti Embun terbangun.Dia hanya membelai kepala Embun dan merapikan anak rambut yang berantakan dikening Embun.

__ADS_1


Saat Arjuna mencoba mendekatkan wajahnya tiba tiba mata Embun terbuka dan itu menimbulakan kecanggungan diantara mereka.


"Kakak disini?"Tanya Embun.


"Iiyaaa".Jangan salah faham tadi ada nyamuk dikening mu".Kata Arjuna gugup dan berbohong.


Arjuna takut Embun akan menilainya buruk karena mencari kesempatan saat Embun tidur.


Embun pun duduk dan bersandar ditempat tidur.Ia tersenyum memandangi wajah Arjuna yang canggung.


"Kakak kok belum tidur?"Tanya Embun.


"Iya kakak belum bisa tidur".Kata Arjuna.


Mereka berjalan kearah balkon dan memandangi langit malam yang begitu banyak bintang bintang bertaburan disana.


Embun sedikit merasa dingin tampak sesekali ia bersidekap dan mengelus lengan tangannya.


Arjuna termasuk pria yang peka dan ia pun memeluk Embun dari belakang.Itu membuat Embun terkejut tiba tiba Arjuna memeluknya.


"Kakak tahu kamu kedinginan,dan kakak punya cara agar kau tetap hangat".Kata Arjuna dengan senyum jenaka.


"Hmmmm kakak,selalu saja ada cara agar bisa memeluk ku".Kata Embun mendongak keatas melihat kearah wajah Arjuna.


Mereka saling tatap cukup lama,Arjuna sudah berusaha untuk menahan diri agar tidak bertindak lebih jauh.


"Arrrggg setan mesum,pergi kau dari fikiranku.Kau mengganggu ku saja.Pergiiiii pergiiiiii...."Gumam Arjuna sambil memejamkan kedua matanya dengan erat.


Dan Embun menikmati indahnya malam bersama Arjuna.Laki laki yang benar benar membuatnya seperti bak putri di negeri dongeng.


Apa kau mendengar suara hatiku?


Kau ibarat malam yang menyelimuti senja


Kau seperti hujan yang menetes disaat bumi butuh kesejukan.


Kau adalah pelangi yang mewarnai hati ku.


Mencintaimu hal yang terindah yang perna aku rasakan.


Kau menjadikanku peri di hatimu.


Apa kau mendengar suara hati ku?


Bahwa aku membutuhkan mu


Selalu membutihkanmu


("Embun").

__ADS_1


Mereka pun saling menatap langit dan menikmati keheningan malam.Mereka menatap langit bersama dan menikmati keindahan bintang bintang yang ada dilangit.


__ADS_2