
"Sayang...!!!" Peluk Arjuna dari belakang.Arjuna mengecup ceruk leher Embun yang saat itu sedang menggulung rambutnya keatas.Membuat leher jenjangnya tampak begitu indah.Arjuna tidak tahan melihat keseksian istrinya yang sedang mengenakan baju tidur yang begitu transparan.Saat itu Embun sedang menyusun alat kosmetiknya dinakas miliknya.Setelah pulang berbulan madu entah kenapa Arjuna semakin menggila pada Embun.Setiap hari ingin selalu menempel pada istrinya itu.
"Kenapa sayang....,ah geli tau..!!".Kata Embun yang merasa geli saat lehernya terus menerus dihujani kecupan oleh suaminya.
"Kakak merindukan kamu.Saat dikantor tadi ingin rasanya cepat² pulang dan bertemu kamu".Kata Arjuna yang masih terus mengecupi leher wanita mungil itu.Lama kelamaan tangannya mulai menyusuru setiap jengkal tubuh mungil nan seksi itu.Entah kenapa aroma mawar ditubuh Embun membuat candu.Arjuna terus membaui aroma tubuh seksi itu.Tangannya mulai aktif menyusuri bagian paha hingga keperut mulus wanita mungil itu.
Wanita mungil itu mulai membuang nafasnya kasar.
"Kalau sudah begini pasti akan ada adegan lebih lagi".Gumam Embun sambil membalikan tubuhnya dan mereka saling berhadapan.
"Kakak...!!"Ayo mandi dulu setelah itu kita makan ya..!! Biar Embun memanaskan makanannya."Kata Embun mencoba menghindar.Namun usahanya sia sia setelah Arjuna melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya itu.Arjuna pun merapatkan tubuh mengil itu ke tubuhnya yang kekar.Embun bisa merasakan sesuatu yang sudah mengeras dibalik celananya.Ternyata anak naga disana sudah mulai merontah untuk dikeluarkan.
"Noo...!!! Kakak hanya ingin memakan mu"!Katanya sambil tersenyum menggoda.Sementara Embun mengerutkan kedua alisnya dan tidak menunggu lama.Pria bertubuh kekar itu pun melancarkan aksinya dengan mengecup bibir ranum wanita mungil itu dengan begitu lembut.Entah kenapa setiap sentuhan dan ******* yang diberika pria kekar itu Embun akan melemah dan ikut terbawa suasana lalu menikmati setiap decapan dan sesapan yang diberikan suaminya itu.Tangan kekar itu pun mulai beraksi membuka pengait dari penyangga benda kenyal itu dan mulai mengusapnya dan menyesapnya seperti seorang bayi yang kehausan.Gundukan kenyal itu selalu menjai bagian favorit Arjuna.Tak lupa ia akan memberi tanda kepemilikannya disana.
"Aaah..."Tanpa sadar wanita mungil itu mengeluarkan lenguhan yang membuat hormon testoteronnya meningkat.Deruhan nafas mereka saling beradu satu sama lain.Arjuna mengangkat tubuh mungil itu ketubuhnya dan membuat wanita mungil itu berada digendongannya dan saling berhadapan.Arjuna membawa wanita mungil itu menuju ranjang dan menjatuhkan tubuh mungil itu diatas ranjang.Tidak menunggu lama Arjuna melepas setiap kancing kemejanya dan melempar kesembarang arah.Setelah itu terjadi pergulatan hebat yang membuat mereka semakin berkeringat dan memanas bersama.
"Sayang...!!"Boleh Embun membuka toko bunga lagi?"Tanya Embun yang masih berada dalam pelukan suaminya itu.Setelah berkeringt bersama mereka pun mulai bercerita dan membicarakan sesuatu agar semakin terjalin hubungan yang harmonis di rumah tangga mereka.
"Hmmmm....Kamu bosan ya setelah resign bekerja?"Tanya Arjuna.Embun pun menganggukan kepalanya.
"Bukannya kakak sudah menawarkan itu sebelum kita menikah".Kata Arjuna mengusap puncak kepala istrinya.
"Iyaa...dulu Embun takut dibilang memanfaatkan kakak.Sekarang kitakan sudah SAH jadi Embun tidak perlu cemas apa kata orang".Jawab Embun menatap dalam ke arah Arjuna.
__ADS_1
"Sayang,apa pun yang kamu lakukan asal itu hal yang positif kakak akan selalu mendukung kamu".Kata Arjuna mengecup kening Embun hangat.
"Terima kasih sayang.Cuuupppp"!!.Kali ini Embun yang lebih dulu mengecup bibir Arjuna singkat.Arjuna yang diperlakukan seperti itu pun merasa bahagia.
"Jangan pancing anak naga ini bangun"!Kata Arjuna nercanda.
"Aaah....sayang.Ampun!"Kata Embun mengerucutkan bibir mungilnya.
"Hahahaha..!!!"Arjuna pun tertawa melihat Ekspresi Istri mungilnya yang menggemaskan itu.Arjuna memeluk erat wanita mungil itu hingga akhirnya mereka terlelap bersama.
Pagi yang begitu cerah.Matahari mulai menyemburkan kilau emasnya.Embun sedang memakaikan dasi keleher suaminya tampak pria kekar itu menekuk kakinya untuk menyeimbangin tinggi wanita mungil yang ada didepannya.Arjuna saat ini sudah terbiasa dengan rutinitas paginya yang selalu bersama istri mungilnya itu.Pernikahan mereka sudah berjalan 2 minggu.Saat ini mereka sangat begitu mesrah dan setiap orang melihatnya akan merasa kesal karena Arjuna tidak pandang tempat saat bucin pada istrinya.
"Pagi maa...paaa...!!"Sapa Arjuna yang berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama.
"Pagi papa...!!"Jawab Arsy tersenyum gilang.Kali ini Arsy berangkat sekolah tidak diantar oleh mbak susi lagi tapi Embun yang sudah rutin mengantar dan menjemputnya ke sekolah.
"Sayang...!!"Kamu sudah selesai makannya?"Tanya Embun yang sedang mengolesi selai pada roti milik Arjuna.
"Sudah maa...!!"Jawab Arsy semangat.
"Paaa....maaa!!!" Kata ibu guru 1 minggu lagi akan diadakan camping bersama di puncak".Kata Arsy menjelaskan.
"Kalian bisa ikut?"Kalau tidak bisa bair mama saja yang menggantikan!"Kata Wike sambil menatap wajah Arjuna.
__ADS_1
"Mama papa enggak bisa ikut?"Tanya Arsy dengan wajah sedih sambil menatap Embun.
"Maaf sayang,papa minggu depan ada meeting sayang.Tapi mama nanti bisa temani kamu."jawab Arjuna dengan wajah sedih.
"Mama bisakan temeni Arsy?"
"Bisa dong sayang..!!! Mama bisa kok temani Arsy nanti".Jawab Embun sambil tersenyum.
"Horeeeee....!!!!"Teriak Arsy girang.
"Maa...kita berdua temeni Arsy ya..!!"Ajak Embun pada wike yang murung karena saat ini Arsy sudah lebih dekat dengan Embun.Wike sedikit sedih karena merasa terabaikan oleh Arsy.Embun menantu yang cukup bijak.Ia bisa menciptakan suasana menjadi lebih hangat.
"Benarkah?Baiklah kalau begitu!".Jawab Wike bahagia.Sementara Yudistira merasa terkucilkan karena perangainnya yang dingin membuat orang pun takut untuk menyapanya.Tapi tidak dengan menantunya yang mungil itu.
"Papa...!! ayo ikut dengan kami.Itung² untuk melepas penat.Nanti kita bisa menyalakan api unggun disana dan menikmati malam bersama".Ajak Embun memberi gambaran saat camping nanti.
"Hmmmm....!!"Lihat nanti.Jawab Yudistira datar.Tapi hatinya merasa bahagia karena baru kali ini ada seseorang yang mau mengajaknya camping setelah sekian lama.Semua orang akan takut padanya karena sikap dinginnya itu.Tidak dengan Embun yang selalu membuat orang merasa nyaman dan bahagia saat didekatnya.
"Aaah....papa jadi iri melihat semua orang dirumah ini akan camping bersama".Kata Arjuna cemberut.
"Hahaha....!!!Kasian deh papa..!!"Ledek Arsy pada Arjuna.Diam² Yudistira menatap hangat Embun yang sudah berhasil membuka pintu hati Yudistira yang keras.
"Hmmmm....ternyata benar Arjuna mempertahankan wanita ini".Gumam Yudistira menatap Arjuna,Embun dan Arsy yang sedang bersenda gurau dimeja makan.Selama ini meja makan mereka itu hanya terdengar suara dentingan sendok diatas piring tidak perna ada tertengar tawa dan suasana hangat.Setelah Embun hadir kehangatan dikeluarga itu tercipta dan membuat suasana Kekeluargaan menjadi terjalin erat dan hangat.
__ADS_1