Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
115.TEROR 2


__ADS_3

"Sayang bagaimana kalau kamu berhenti bekerja saja dan kamu kakak bukakan toko bunga.Kamu bisa memulai berjualan bunga lagi seperti dulu".Kata Arjuna sambil tangannya mengenggam tangan Embun.


"Kakak....please!!! Jangan berlebihan deh.Kakak sudah berjanji untuk tidak ikut campur masalah pekerjaan Embun kan?".Kata Embun mengingatkan kembali.


"Sayang andai kamu tahu kalau perusahaan itu sudah kakak beli apa kamu akan bilang seperti itu juga?"Gumam Arjuna sambil menatap lurus kedepan.


"Hmmmmm...Okay okay..!!! tapi kakak khawatir sayang!".Kata Arjuna sambil menyentuh kedua pipi Embun dengan kedua telapak tangannya menghadap kewajahnya.Arjuna menatap penuh dengan kecemasan.Sorot matanya memancarkan rasa takut kehilangan Embun.


"Kakak...!!! Embun tahu kakak khawatir tapi Embun percaya kalau Embun bakal baik² saja.Hmmmm..!!! Kata Embun mencoba meyakinkan Arjuna dengan menganggukan kepalanya.


"Haaaassshh...!!! Baiklah kalau begitu."Jawab Arjuna pasrah.


"Kamu bawa apa ini?"Tanya Arjuna penasaran melihat Embun membawa sebuah paper bag yang lumayan besar.


"Ooh ini lampu tidur kak.Punya Embun sudah rusak makanya Embun beli baru".Kata Embun menjelaskan.


"Kenapa enggak bilang kakak?" Kata Arjuna sedikit merasa terabaikan.


"Kakaaaak....please deh,cuma lampu ginian doang harus lapor kakak?"Ckckckck ada² aja kakak deh."Kata Embun menggelengkan kepalanya.


"Kamu mentang² udah kerja sendiri jadi lupa kalau masih ada kakak".Kata Arjuna sambil mencebikkan bibirnya.


"Astagah kakak...!!!"Kata Embun mulai sedikit kesal karena sikap Arjuna yang merajuk seperti anak kecil.


"Embun...tolong jangan terlalu tegar dan mandiri,kakak enggak mau kehilangan sikap imut dan lemah lembutmu!".Kata Arjuna menatap dalam Embun.


"Sayang kalau ada apa² kamu harus langsung cepat kabari kakak ya..!!!"Kata Arjuna dengan wajah penuh kekhawatiran sambil mengecup kening Embun dan mengusap puncak kepalanya.


"Hmmmm baiklah sayang..!!! Lagi dan lagi Embun mengecup bibir Arjuna singkat untuk menghentikan kekhawatirannya.


Akhirnya Arjuna pun mengantar Embun pulang kerumah.Sebelum turun dari mobil Embun tak lupa mengecup pipi Arjuna.


"Cuuup"Kecupan singkat mendarat di pipi Arjuna.


"Selamat malam sayang..!!! Kata Embun melambaikan tangannya.


Arjuna pun tersenyum dan pergi meninggalkan Embun.Masih tampak jelas dari balik kaca spion Embun berdiri melihat kepergian Arjuna.


Entah kenapa rasa khawatir menyelimuti benak Arjuna.Arjuna memasang earphone dan menelfon Rahmad untuk terus menyelidiki Peneror itu.


"Rahmad bagaimana,sudah ada hasilnya?"Tanya Arjuna.

__ADS_1


"Maaf tuan sepertinya nomor yang dipakai nomor dari kartu prabayar dan nomor itu sudah tidak terdaftar lagi".Kata Rahmad melaporkan pada Arjuna.


"Brengsek...!!!" Maki Arjuna kesal.


"Kalau begitu tolong slidiki terus siapa peneror itu?!"Printah Arjuna pada Rahmad.


"Baik tuan." Jawab Rahmad dan Arjuna pun mematikan sambungan telefonenya.


Sementara di rumah Embun pun memasang lampu tidur yang baru saja dia beli.Embun meletakan lampu itu di samping tempat tidurnya dan mencoba menyalakan lampu itu.


"Waaah akhirnya nyala juga".Kata Embun tampak tersenyum melihat lampu itu menyalah.


Embun pun masuk kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket.


Tampak Embun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handu mandinya yang berwarna putih membalut tubuhnya yang sexy.Lekuk tubuhnya tampak jelas terlihat.Embun mengambil lotion dan mulai mengolesi ke kulit tubuhnya yang putih dan lembut bak ice cream.Tak lupa ia juga mengolesinya ke gundukan sintal yang menonjol indah disana.Embun memijat pelan agar lotion itu merata.Setelah itu ia baru memakai dalaman berwarna pink hitam senada dengan bawahannya.


Setelah itu embun mengenakan baju piama tidurnya dan menyisir rambutnya yang basah tak lupa ia mengeringkannya dengan hair dryer.Embun pun selalu merawat kulit wajahnya menggunakan skin care kesayangannya setelah selesai dengan ritual sebelum tidurnya.Embun pun menjangkau ponselnya dan membuka² aplikasi noveltoon untuk membaca novel kesukaannya.Setelah merasa ngantuk Embun pun terlelap dalam buayan malam.


Disuatu tempat ada seseorang yang terus mengamati Embun yang sedang tertidur pulas.Orang itu mandang penuh nafsu.Sorot matanya dipenuhi fikiran² kotor yang menyelimuti hatinya.Tampak orang itu menggigit bibir bawahnya karena tidak tahan melihat kemolekan tubuh Embun yang sangat sexy.Matanya memerah seiring dengan fikirannya yang dipenuhi dengan hawa nafsu.Tapi setelah ia mengingat wajah Arjuna tangannya menggepal kuat dan rahangnya mengetat.Ada api kemarahan dari sorot matanya yang memerah.


(Diapartemen)


Arjuna masih terus memikirkan siapa yang meneror Embun.Arjuna tidak bisa tidur dan terus mebolak balikkan tubuhnya ditempat tidurnya.Arjuna menjangkau ponsel yang ada didekatnya.Arjuna melihat ponselnya dan sudah menunjukan 02.00 dini hari.


Ia pun mengetik sebuah pesan untuk dikirim ke Embun.


Sayang...kamu baik² saja kan?


Good night and nice dream


I love you


Arjuna mengirim pesan singatnya pada Embun.Tak lama ia pun tertidur sambil memegang ponsel ditangannya.


Pagi pun datang.Mentari mulai menampakan senyumnya.Kilau emasnya memancarkan keindahan alam.Embun membuka tirai jendelanya dan membuka jendelanya agar masuk udara pagi ke dalam kamarnya.


Embun melihat ada pesan dari Arjuna dan itu membuat bibirnya mengembang.


" Pagi sayang!!


Kakak...Embun baik saja sayang"!!

__ADS_1


Embun mengirim foto dirinya yang baru siap berolahraga pagi.Tampak senyumnya cerah dan tak lupa ia mencepol rambutnya yang indah.



"Triiing".Notifikasi pesan masuk


Arjuna melihat isi pesan di ponselnya dan matanya berbinar saat membuka pesan itu.


"Aaahhh kenapa kau selalu menggemaskan seperti ini".Kata Arjuna sambil mengulum senyum dibibirnya.


Arjuna pun seperti tidak bisa menahan rasa ingin bertemu dengan Embun.Arjuna bergegas bersiap² untuk menemui Embun.Arjuna menyemprotkan parfume aroma Wood sage and salt sea.Aroma yang menggambarkan dirinya yang macho.



Arjuna siap dengan stelan ke kantor yang cukup elegant.Arjuna bergegas keluar dari apartementnya dan menuju basment.Arjuna mengemudikan roda empatnya untuk menemui Embun.Rasa rindunya pada Embun membuat jantungnya berdebar begitu hebat.


"Sayang kamu jangan pergi naik bus ya.kakak segera menjemput kamu!".Kata Arjun melalui sambungan telefonenya.


Sementara diseberang sana Embun tampak membulatkan matanya karena tiba² Arjuna akan menjemputnya dan mengantarnya ke kantor.


Embun pun keluar rumah dan menunggunya di teras rumahnya.Saat dia sedang asyik melihat tanaman bunga ayahnya.Tiba² ada seorang laki² muda datang menanyakan sebuah alamat padanya.


"Permisi nona..boleh saya tanya dimana alamat ini?"Tanya pemuda itu sambil memberikan sebuah kertas pada Embun.


"Oh alamat ini yaa...Nanti kamu jalan lurus setelah mendapat simpang pertama kamu belok kiri ya!"Kata Embun menjelaskan dengan baik.Saat Embun menjelaskan pemuda itu meletakan sesuatu ditas Embun.Hal itu tidak disadari Embun,ia masih saja menjelaskan dengan seksama.


"Baik terima kasih non".Kata pemuda itu dan berlalu meninggalkan Embun.


Saat Pemuda itu pergi Arjuna sempat melihat pemuda itu bicara pada Embun.Ada rasa curiga didalam hatinya.Alisnya bertaut satu sama lain.Arjuna pun turun dari mobil dan masih terus menatap pemuda itu dengan curiga.


"Siapa dia sayang?"Tanya Arjuna penasaran.


"Oh orang lewat kak,tanya alamat tadi".Kata Embun sambil menutup pagar rumahnya.


"Sayang kamu harus hati² dong gimana kalau itu penerornya?"Kata Arjuna mengingatkan.


"Ah kakak jangan negatif thinking dong".Kata Embun sedikit kesal.


"Sayang bukan begitu.Kakak cuma enggak mau kamu kenapa².Pokoknya kamu harus berhati² ya kalau ada orang yang mencurigakan kamu harus telefon kakak."Kata Arjuna memegang pundak Embun.


"Iya kak jangan khawatir ya sayang".Kata Embun menyentuh kedua pipi Arjuna.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pergi bersama menuju kantor Embun.


__ADS_2