
"Ayoo Tuan Arjuna,kita ke ruangan meeting".Ajak Bian pada Arjuna.Tapi Arjuna masih terus memandang Embun yang masih mengobrol dengan paman Ridwan.Arjuna memberi isyarat untuk menunggu sebentar lagi pada Bian dengan mengangkat telapak tangannya ke arah Bian.Bian pun mengerti dan mengangguk.
"Bagaimana kamu bisa ada disini nak?,"Tanya paman Ridwan pada embun.
"Aah,sebenarnya saya ada sesuatu kepentingan pada tuan Bian paman."Jawab embun sedikit canggung."Aah begitu".Paman Ridwan sambil menganggukan kepalanya.
"Oh ya Tuan,Bagaimana kabar Arsy?" Tanya embun pada Arjuna.
"Dia baik,"Jawab Arjuna sambil menatap embun datar."Aah syukurlah kalau begitu,Sampaikan salam saya pada Arsy ya tuan".Kata embun pada Arjuna.Arjuna hanya menganggukan kepalanya."Kalau begitu saya permisi tuan,selamat sore".Kata embun tersenyum dan membungkukan sedikit tubuhnya.Embun pun pergi meninggalkan cafe bersama paman Jamal.Paman Jamal izin untuk ke toilet sebentar dan menyuruh Embun untuk menunggu di parkiran.
__ADS_1
Saat Embun berjalan menuju parkiran ada sekelompok pemuda yang baru turun dari mobil dan menuju ke arah kafe.Pemuda pemuda itu menggoda Embun yang sedang berjalan menuju mobil paman jamal yang ada diparkiran.Embun awalnya biasa saja tidak menghiraukan pemuda pemuda itu.Tapi saat Embun terus berjalan ke parkiran salah satu dari pemuda itu mengejar embun dan mendekati embun untuk menggodanya.
"Hai cantik,boleh kenalan gak?"Tanya pemuda itu dengan wajah genitnya.Embun hanya diam saja dan terus berjalan menuju mobil.
"Aah sombong amat si cantik".Pemuda itu sudah mulai berani menyentuh dagu embun.Sementara teman teman pemuda itu mala tertawa bahagia saat melihat salah satu dari mereka bisa menggoda embun.
"Hei berani sekali kamu menyentuh ku".kata embun murka."Aaah hahahahaha ".Pemuda itu hanya tertawa terbahak bahak melihat embun marah. "Kamu semakin cantik saat marah,membuat ku semakin tertarik,hahahaha."Kata pemuda itu lagi sambil tertawa.Aroma alkohol dari tubuh pemuda itu sangat menyengat.
Mendengar makian dari Embun,Pemuda itu seketika berubah wajahnya menjadi sangat marah.Pemuda itu mengejar embun dan menarik baju embun sampai robek dan kancing baju embun pun putus hingga sedikit terekspos diarea dadanya.Saat itu parkiran tampak sepi dan hanya pemuda itu yang ada disana.Wajah embun pun memerah dan mulai ketakutan saat bajunya robek."ya Tuhan lindungilah aku,kenapa sepi sekali disini,kenapa tidak ada orang".Gumam Embun dalam hati.Embun berlari tanpa arah untuk bersembunyi dari pemuda itu di balik sebuah mobil yang terparkir disana.Jantung Embun kian berdetak kencang,air matanya mulai mengalir deras,dia sangat ketakutan,wajahnya memerah.
__ADS_1
Embun berniat untuk menelfon paman jamal,dia sangat katakutan dan tangannya bergetar sangat hebat.
Saat dia mau mengeluarkan ponselnya dari tasnya ternyata pemuda itu menemukan Embun.Embun pun sangat terkejut saat pemuda itu ada didepannya tanpa disengaja embun menjatuhkan ponsel miliknya.Pemuda itu menyeringai dengan wajah yang sangat menjijikan,tatapan pemuda itu sangat tajam seperti ada nafsu disana saat dia melihat embun yang ketakutan.Embun berusaha untuk menutupi area dadanya dengan kedua tangannya menyilang.
"Tolooooong,apa ada orang disana,tolooong toloong aku".Jerit Embun sekuat tenaga.Tapi pemuda itu mala semakin mendekat sambil tersenyum sinis."Kau kira akan ada yang membantu mu disini?haaaa...."Diluar sudah ada teman teman ku menunggu dan menyuruh pengunjung untuk ke area parkir lain.Hahahaha".Kata pemuda itu dengan senangnya."Jangan mendekat kalau kau berani mendekat kau akan tahu akibatnya".Kata embun coba mengancam pemuda itu.Tapi pemuda itu tetap berjalan mendekati embun sambil menatap tajam kearah tangan embun yang berusaha untuk menyembunyikan sesuatu disana.Saat pemuda itu ingin menyentuh pipi embun,embun pun sangat ketakutan sambil memejamkan matanya rapat dan air matanya pun mengalir deras,jantungnya seakan terjun bebas dari tempatnya.
Tiba tiba "Bruuuuuuuuuk"Suara terjangan seseorang yang mebuat pemuda itu terpental dan tubuhnya terhempas ke arah mobil yang parkir disana.Embun sangat terkejut dengan suara keras itu,dia tampak terperanjat siapa yang sudah menerjang pemuda itu."Tuan Arjuna?"Katanya lirih,tapi hatinya sudah sangat legah dan air matanya semakin deras mengalir bebas dia pipinya.karena ada yang menolongnya.Arjuna tampak sangat murka dan menghanjar pemuda itu dengan hujaman hujaman di wajah pemuda itu sampai pemuda itu tidak bisa berkutik sama sekali,Arjuna menghujani pukulan di area dada dan perut pemuda itu sambil mencengkram kera baju pemuda itu.wajah arjuna memerah,rahangnya mengetat,matanya tampak memerah,ada api kemarahan disorot matanya."Berani sekali kau mengganggu wanita ku,haaaa."kata arjuna sambil menghujani pukulan pada perut pemuda itu.tapi pemuda itu membalas pukulan arjuna dan dia mencoba memukul wajah arjuna,tapi dengan cepat arjuna menangkap tangan pemuda itu dan memelintirnya dengan kuat.pemuda itu menjerit kesakitan.
Embun yang mendengar arjuna mengatakan itu tampak terkejut dan membelalakan kedua matanya heran."Apaaa wanitanya".Gumam embun.Pemuda itu sudah tidak bisa berdiri dan tergeletak di lantai tapi arjuna masih terbakar emosi dan ingin menghajar lagi,tapi kali ini dihalangi oleh embun."Tuan hentikan tuan,dia bisa mati"Kata embun sambil menarik tangan arjuna.Arjuna pun tersadar dari amarahnya,dan mulai menghentikan serangannya pada pemuda itu.Arjuna melihat baju embun dan dia pun melihat area dada embun yang terekspos karena bajunya robek.Embun yang tersadar pun mulai menutupnya dengan menyilangkan kedua tangannya pada dadanya.Arjuna pun memalingkan wajahnya dan membuka jasnya dan memberikan pada embu.Embun pun terkejut saat diberikan jas milik arjuna.
__ADS_1
"Pakai ini,"kata Arjuna sambil menyelimutkan di tubuh embun.."Babaik tuan,terima kasih"Jawab embun gugup. Arjuna menelfon paman ridwan dan untuk segera membereskan semua termasuk pemuda yang menggoda embun tadi.
Pemuda itu sudah tidak sadarkan diri dengan wajah yang penuh darah dan luka lebam.Saat arjuna mau meninggalakan parkiran satpam disana sudah datang dan membawa pemuda itu.Arjuna tampak kecewa dengan keamanan di kafe milik Bian.Bian hanya bisa mengucap maaf pada embun "maaf kan atas ketidak nyamanan ini nona embun,satpam yang menjaga aera parkir ini sedang izin libur karena anaknya sakit,dan satpam penggantinya kurang mengerti pekerjaan.maaf kan saya sekali lagi nona.Embun yang masih shock dengan kejadian itu,dia hanya bisa mengangguk.Bian tidak kuasa memandang wajah arjuna yang penuh amarah disana.Arjuna mengajak embun untuk pulang bersamanya dan memapah embun untuk masuk menuju mobilnya tanpa berpamitan pada Bian.Mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan parkiran.Paman Jamal yang mengetahui itu pun terkejut dan khawatir dengan keadaan embun."Bagaimana keadaan embun tuan? "Tanya Paman jamal pada Bian."Ah nona embun sudah pulang dengan tuan Arjuna,dia juga baik baik saja paman."Jawab Bian.Paman jamal pun mengangguk dan izin untuk pulang pada Bian.Sementara Bian dan Paman Ridwan mengurus pemuda itu serta memanggil polisi untuk menangkap pemuda itu beserta komplotannya.