
Hai readers untuk episode ini kalian harus baca episode Sebelumnya yaa.!!! Yang menceritakan tentang Cellia dan Bian.
Baca episode "Sebuah kesalahan".
Kemaren sudah upload tapi enggak tahu kenapa bisa enggak lulus.Jadi author harus ngerefisi ulang.Nah sekarang sudah lulus jadi harus baca yaa...
(MCT Group).
Cellia yang sedang menatap layar laptopnya pun tidak seperti biasa.Cellia masih mengingat kejadian saat di Bar bersama Bian.Setelah kejadian saat dirinya diganggu oleh pria itu Cellia tidak bisa mengingat kejadian selanjutnya.
"Ayooo Cellia,kenapa kau tidak bisa mengingatnya..!!!
Aaaasshhhh.....!!!!" Tampak Cellia yang sangat frustasi dan mengacak rambutnya kesal.
"Kenapa harus Bian,kenapa????" Tanya Cellia pada dirinya sendiri.
"Nona Cellia kita ada meeting nanti pukul 13.00 siang."Kata Sekretaris Cellia.
"Aah baiklah".Jawab Cellia singkat.Tampak wajahnya tidak seperti biasa.Raut wajahnya menyimpan pertanyaan yang masih belum bisa ia ungkapkan.Cellia berjalan menuju ruang rapat dengan sangat Elegant dan cantik.Cellia mengenakan blezer berwarna coklat senada dengan roknya.Rambutnya yang lurus tergerai indah,bibirnya yang ranum tampak indah dipoles dengan lipstick berwarna rose.
Sesampainya di ruang rapat ternyata Bian sudah duduk disana dengan sangat cool.
"Selamat siang nona Cellia?"Sapa Bian dengan senyum ramah.
"Se se lamat siang tuan Bian".Jawab Cellia tampak terbata.Tampak raut wajah Cellia yang gugup saat menyapa Bian.
"Okay,untuk persiapan pembangunan mall yang ada di kota B tuan Bian akan mempersentasikannya kata Cellia sambil menatap Bian.Saat itu Bian hanya tersenyum dan terus menatap wajah Cellia yang sedang bicara didepannya.Ada perasaan yang tidak bisa ia terjemahkan saat ini.Bian terus menatap gerak bibir ranum Cellia yang sedang berbicara.Jantungnya berdebar saat mengingat kejadian malam itu.Rasa canggungnya timbul saat mata mereka saling beraduh satu salam lain itu membuat Cellia berhenti sejenak dan mengalihkan pandangannya ke tabletnya.
Kecanggungan yang ia rasakan tampak jelas dari body languagenya.Sesekali Cellia menyelipkan rambunya kebelakang telinganya.Perbuatan Cellia seperti itu membuat Bian tersenyum sambil menundukan wajahnya.
"Ternyata kamu menggemaskan kalau sudah gugup".Gumam Bian terus menatap Cellia sambil memainkan pulpen yang ada ditangannya.Sesekali tampak Cellia ingin mengetahui apa yang dilakukan Bian dengan sudut ekor matanya.
__ADS_1
"Jantungku....sudah lama aku tidak merasakan debaran seperti ini,kenapa jantungku?".Gumam Cellia.Entah kenapa Cellia juga merasakan debaran yang hebat saat mereka beradu tatap.Mungkin Cellia juga sedang jatuh cinta.Sementara saat ingin bersama Arjuna itu adalah sebuah obsesi dirinya karena merasa terkalahkan dengan Adinda dan Embun.Namun saat ini Cellia benar² merasakan debaran yang belum perna ia rasakan sebelumnya.
"Okay rapat selesai,terima kasih untuk Tuan Bian yang sudah bekerja keras untuk pembangunan mall kami".Kata Cellia menatap Bian dengan datar.Namun
Bian membalas dengan senyuman pada Cellia sambil mengedipkan mata kirinya.Sementara Cellia yang melihat itu pun tampak gugup.Melihat kegugupan Cellia Bian pun tertawa kecil dengan memalingkan wajahnya dan menutup wajahnya dengan kertas yang ada ditangannya.
"Tuan Bian,ini ada berkas yang harus tuan tanda tangani".Kata Sekertaris Cellia sambil mendekatkan posisi duduknya agar lebih dekat dengan Bian.
"Ooh okay..!!! Mana saja yang harus saya tanda tangani?"Tanya Bian sambil tersenyum menatap wajah gadis itu.Sementara Cellia yang sedang memainkan ponselnya pun mencuri pandang kearah Bian yang sedang berbicara dengan sekertarisnya.Ada perasaan kesal dihatinya karena melihat keakraban Bian dengan sekertarisnya itu.Wajahnya memerah dan tampak Cellia memutarkan bola matanya kesal.Cellia pun berdiri dan meninggalkan ruangan rapat tanpa melihat Bian.Bian yang melihat Cellia pergi pun tersenyum.Sepertinya Bian tahu kalau Cellia tampak kesal.
Cellia masuk keruangannya dengan hati yang tidak bisa ditebak.Ia membuka blezernya dan menyisakan kemeja putih membalut tubuhnya yang sexy.Tampak gundukan sintal itu menonjol dan menantang.Cellia menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya sambil kepalanya menengadah.Cellia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya.
"Aaahhhsss...kenapa dengan diriku,kenapa jadi seperti ini,kenapa aku tidak suka melihat Bian berbicara dengan wanita lain?Aaah entahlah....!!!!"Kata Cellia lirih sambil memijit² pelipisnya yang terasa berat.
"Tok tok tok....!!?"
"Permisi nona,boleh saya masuk?"Kata Bian yang mengagetkan Cellia.
"Tidak tidak...!!!Saya kemari karena ingin mengajak makan siang bersama".Kata Bian pada Cellia.
"Ah maaf tuan Bian,saya ada pekerjaan mendadak,mungkin lain kali kita makan bersama".Kata Cellia menolak.Ada rasa canggung didalam hatinya dan entah kenapa gengsinya terlalu tinggi untuk menerima Bian.
"Hmmm sayang sekali,okay kalau begitu saya makan bersama sekertaris nona saja,boleh?".Tanya Bian mencari selah.
"Apa apaan ini,dasar laki² tidak ada rotan akarpun jadi.!! Tidak bisa makan bersamaku mala minta makan dengan sekertarisku".Gumam Cellia kesal.
"Hmmmm,silahkan kalian habiskan waktu kalian bersama".Kata Cellia tersenyum smirk sambil membanting map yang ada dimeja cukup keras
"Braaakkkk".Cellia pun berlalu meninggalkan Bian.
Bian melihat Cellia bertingkah seperti itu pun tersenyum.
__ADS_1
"Hahaha,Cellia Cellia...kenapa saat marah kamu itu jadi sangat menggemaskan?"Gumam Bian sambil berjalan mengikuti Cellia.
Cellia berjalan menuju lift dan tampak Cellia menunggu lift terbuka.Saat Cellia sudah masuk kedalam lift dan pintu lift akan tertutup tiba² ada seseorang yang menahan dengan tangannya yang kekar.Cellia mengerutkan keningnya heran dan Lift pun terbuka kembali.Ternyata Bian yang menahan pintu lift itu.Tampak wajah Bian berlahan saat pintu lift terbuka.Entah kenapa jantung Cellia berdetak begitu kencang saat mereka beradu tatap.Wajah Bian yang tampan cukup membuat Cellia menghelah nafas panjang.
"Cell,tunggu...!! Aku juga mau turun.Kata Bian tersenyum.
"Hmmmm okay".Jawab Cellia singkat.
Mereka masih tampak hening.Suasana didalam lift terasa dingin.Sesekali Bian melirik Cellia dengan ekor matanya.Sementara Cellia hanya menatap lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun ke Bian.
"Cell,kenapa sepertinya kau menghindariku?"Tanya Bian memecah keheningan.
"Si siapa yang menghindarimu,jangan GR deh kamu"!Jawab Cellia terbata.
"Ckckck...!!!Cell,bukannya kamu yang meminta untuk melupakan malam itu.Aku sudah mengikuti kemauanmu.Tapi kenapa mala kamu yang tidak koperatif".Kata Bian menatap wajah Cellia dalam.Tampak Cellia memejamkan matanya cukup lama dan menghelah nafas.
"Itu perasaan kamu saja.Bian tolong jangan ungkit kejadian malam itu lagi.Aku cukup menyesal setelah apa yang terjadi.Okay...!!!Kata Cellia menatap wajah Bian dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Cell...tapi..!!!"Kata Bian terpotong
"Cukup Bian,saat ini yang aku tahu kita hanya rekan bisnis dan selaku rekan bisnis kita saling tahu batasan.Okay!"Kata Cellia menatap wajah sendu Bian.
Ada rasa kecewa yang mendalam saat Cellia mengatakan mereka hanya rekan Bisnis.Entah kenapa dadanya terasa sesak.Tampak raut wajah Bian pias penuh kekecewaan.Bian melirik angka dimana Lift saat ini berada dilantai berapa.Ternyata tulisan itu menunjukan lift masih berada dilantai 3.
"Tapi Cell,aku tidak bisa melupakan kejadian itu walau sedetikpu".Kata Bian sambil mengkungkung Cellia dengan kedua tangannya menyentuh dinding lift.
"Apa apaan kamj Bian,menjauh dariku!"Kata Cellia gugup yang masih dalam kungkungan Bian.
"Aku tahu apa yang ada didalam hatimu saat ini.Aku bisa merasakan itu.Tapi jika kau belum siap aku akan menunggumu sampai kau siap menerimanya".Kata Bian cukup mengerti sebagai Pria yang bertanggung jawab.
"Tat tapi".Kata Cellia terputus kerena bibirnya sudah tertutup oleh bibir Bian.Bian sengaja mencium Cellia yang akan menyangkal kata²nya.Bian ******* bibir Cellia yang ranum dan melingkarkan tangannya ke pinggang Cellia.Cellia yang awalnya tampak terkejut pun kini mulai menikmati ciuman dari Bian.Cellia memejamkan matanya dan tangannya menggenggam tasnya dengan erat.
__ADS_1
Pintu lift pun terbuka.Bian tersenyum saat melihat wajah Cellia yang terpejam.Bian mengelap bibir Cellia yang basah dengan ibu jarinya.Cellia yang merasakan itu pun mulai membuka matanya.Jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya.Debaran yang cukup hebat membuat dadanya terasa sesak.Rasanya tenggorokannya tercekat tidak bisa mengatakan apapun.Deruh nafasnya menyapu wajah Bian.Bian pun tersenyum karena bisa merasakan hembusan nafas cellia saat menerpa wajahnya.