Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
119.Berbelanja.


__ADS_3

"Kenapa Cellia ada dirumah Bian?"Gumam Arjuna menatap tajam Cellia.


"Arjuna apa-apaan kamu?Lepaskan tanganmu dari Bian?"Pekik Cellia kesal.


"Ooooh jadi kalian sudah bekerja sama untuk mencelakai Embun?"Kata Arjuna kesal dan makin mencengkram piaya Bian.


"Jun...apa maksud mu?"Kata Bian terkejut dengan tuduhan Arjuna.


"Kau jangan pura² polos.Ini pasti ulah kalian berdua sudah meneror Embun".Kata Arjuna mendorong Bian.


"JUNAAAAA.....!!! Lepaskan Bian.Kamu sudah menuduh tanpa bukti.Aku bisa melaporkan mu karena pencemaran nama baik."Kata Cellia kesal karena melihat Arjuna sudah salah faham.


"Tuan Arjuna,sepertinya ada kesalah fahaman disini?"Kata Bian mencoba menenangkan Arjuna yang terbawa Emosi.


"Aku tidak perna meneror Embun,untuk apa aku meneror dia".Kata Bian mencoba menjelaskan.


"Bukannya kau sangat menginginkan Embun.Brengsek....!!!! Buuggghhh....!!!.Arjuna melayangkan tinju kepipi mulus Bian.Akhirnya Bian pun tersungkur dan terjatuh.


Bian tampak meringis kesakitan dan memeriksa ujung bibirnya yang sudah pecah.Cairan kental berwarna merah pun keluar dari ujung bibirnya.


"Aaaaaahhhhhh.....!!!! Hentikan Arjunaaa!!!!"Teriak Cellia mencoba menghentikan kemarahan Arjuna.


Bian yang hendak membalas Arjuna pun tiba² dipeluk Cellia.Itu membuat Arjuna dan Bian mematung.


Arjuna mengerutkan keningnya saat melihat pemandangan yang tidak bisa ia cerna.


"Bian hentikan.Aku mohon!!".Kata Cellia sambil memeluk tubuh Bian.Bian pun menurunkan kepalan tangannya yang hendak menghantam pipi Arjuna.


"Ada apa dengan mereka berdua?"Gumam Arjuna.


"Arjuna apa maksudmu menuduh kami sepertu itu?"Tanya Cellia kesal.


"Cell,kamu jangan ikut campur ini urusanku dengan Bian".Kata Arjuna menatap wajah Cellia kesal.


"Dia sudah meneror Embun sampai Embun ketakutan karena terornya".Kata Arjuna dengan suara tinggi.


"Aku yakin itu dilakukan karena cinta sepihaknya".Kata Arjuna lagi sambil menghelah nafasnya kasar.


"ARJUNA STOOOPPP...!!! Aku akui kalau aku mencintai Embun.Tapi itu dulu..!!! Saat ini aku sudah melupakan dia dan saat ini aku jatuh cinta pada seseorang".Kata Bian menjelaskan.


"Apaaa???"!!! Kata Arjuna kaget mendengar penjelasan Bian.Sementara Cellia yang mendengar penjelasan itu pun menatap Bian.Mereka pun saling tatap satu sama lain.Perkataan Bian membuat jantung Cellia berdebar begitu hebatnya.Pipinya mulai merona karena tersipu malu.Arjuna pun melemah dan terhuyun.Bian mencoba membantu Arjuna untuk duduk di sofa.Cellia mengambilkan segelas air putih untuk Arjuna untuk mendinginkan otaknya yang saat ini sedang terbakar.


"Arjuna sebenarnya apa yang terjadi dengan Embun?"Tanya Cellia dengan suara lembut.


"Apa saat ini Embun baik² saja?"Tanya Bian menimpali.


"Haaasssshhhh....!!!"Arjuna membuang nafasnya kasar.


"Ah sudahlah,maaf sudah mengganggu kalian

__ADS_1


Aku permisi dulu!."Kata Arjuna pergi meninggalkan Cellia dan Bian.


"Tat tapi Juna...!!"Panggil Cellia mencoba mencegah Arjuna.Bian menahan tangan Cellia dan menggelengkan kepalanya agar Cellia membiarkan Arjuna pergi.


"Biarkan dia pergi,mungkin saat ini dia masih belum mau cerita".Kata Bian sambil menatap wajah Cellia lembut.


"Baiklah".Kata Cellia mengangguk.


"Apa ini sakit?"Tanya Cellia sambil menyentuh ujung bibir Bian yang terluka.


"Aaauuuwwww aaauuwww...!!!"Kata Bian meringis kesakitan.Cellia pun segera menarik tangannya yang sedang menyentuh luka Bian.Cellia mengambil kompres es batu untuk mengompres memar dipipi Bian.Tak lupa ia memberi antiseptik diluka bian.


Saat mengolesi antiseptik diujung bibi Bian.Tampak Bian meringis kesakitan.


"Aaassshhh auuuuuwww".Kata Bian meringis


Namun dengan cepat Cellia meniup lukanya agar tidak terasa perih.


"Huuuuuwwwww....huuuuuwwwsss..!!!.Cellia mencoba menium kearah bibir Bian.Tampak bibir mungilnya cukup dekat di wajah Bian.Bian melihat bibir Cellia yang ranum pun menelan slavinanya kasar.Cellia berhasil membangkinkan anak naga yang sedang tertidur pulas.Membuat Bian menjadi frustasi.


Arjuna pulang dengan pertanyaan² yang berkecamuk didalam fikirannya.


"Ada hubungan apa Bian dengan Cellia?"


"Kalau bukan mereka siapa yang mencoba mengganggu Embun?".Gumam Arjuna diselimuti rasa penasaran yang luar biasa.


Arjuna melaju dengan kecepatan sedang menuju Apartementnya.


Arjuna tiba di apartementnya dan ia sudah mendapati Arsy tidur disamping Embun.Arjuna menatap dalam Arsy dan Embun.Ada rasa cemas bahkan khawatir yang begitu menghantui fikirannya.Arjuna takut terjadi sesuatu kepada dua orang yang sangat ia cintai itu.Arjuna duduk disamping tempat tidur hingga tidak terasa Arjuna juga tertidur sambil duduk disamping Embun.


Pagi yang cerah memancarkan sinarnya yang hangat.Menghangatkan hari dimana mereka semua berkumpul di apartemen Arjuna.


"Aaah...Kakak!!"Kenapa kakak tidur disini?"Tanya Embun kaget melihat Arjuna tertidur disampingnya.


"Kakak....!!!"Embun membangunkan Arjuna.


"Aaah...maaf kakak tertidur disini".Kata Arjuna sambil meregangkan otot punggungnya yang terasa kaku.


"Kakak tadi malam dari mana saja?"Tanya Embun penasaran.


"Kakak menemui Bian".Kata Arjuna jujur.


"Bian???"Jangan bilang kakak curiga dengannya?"Tanya Embun penuh selidik.


"Hmmmm...!!"Jawab Arjuna tanpa kata.


"Kakak....!!! Embun yakin bukan dia orangnya.Karena tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu".Kata Embun membela.


"Tampaknya kau begitu membelanya".Kata Arjuna ketus.Ada aroma kecemburuan disana.

__ADS_1


"Bukan begitu maksud Embun kak".Kata Embun mencoba meredahkan kecemburuan Arjuna.


"Ah sudahlah kakak mau mandi,setelah itu ayo kita sarapan bersama".Kata Arjuna menghindari pertengkaran dipagi hari.


Arjuna sudah turun dari kamarnya.Tampak dia sangat tampan dengan balutan baju formalnya.Pagi ini ada meeting yang tidak bisa ia tinggalkan.


"Papaaaa....!!!"Teriak Arsy yang sangat merindukan Arjuna berlari dan melompat pada Arjuna.


Arjuna pun menggendong Arsy yang cukup gempal itu.


"Papa hari ini Arsy sudah libur sekolah.Nanti siang Arsy mau ke mall dengan tante ya pa!Kata Arsy digendongan Arjuna.


"Okay sayang,tapi tidak boleh hanya berdua saja.Arsy dan tante tunggu papa pulang ya sayang.Kita pergi bateng²".Kata Arjuna sambil mencium pipi cabby anaknya.Embun dan Hasan tersenyum melihat ayah dan anak itu.


Mereka oun sarapan bersama sambil menikmati indahnya pagi yang cerah.


(Grand Mall)


"Papaaa.....ayo kita kesana.!! Ajak Arsy sambil mendorong troler belanjaan.Embun sedang memilih untuk kebutuhan dapur.Tampak Arjuna kebingungan karena selama hidupnya dia tidak perna belanja sendiri.Semua kebutuhannya Endro yang menghandlenya.


"Sayang ini sepertinya diapartement kamu tidak ada saus ini!".Kata Embun pada Arjuna.


"Sudah ambil saja semua yang kamu butuhkan"!Kata Arjuna sambil terus menatap layar ponselnya.


"Ccckkkk...!!! "Embun berdecak kesal sambil mencebikkan bibirnya.


"Papaaaa...Arsy mau ini...!!!"Kata Arsy mengambil snack kesukaannya.


"Iya sayang ambil semua yang Arsy mau".Kata Arjuna sambil tersenyum.


"Sayang,kapan terakhir kamu belanja?"Tanya Embun penasaran.


"Hmmmm 3 hari yang lalu".Kata Arjuna serius.


"Waah,apa yang kakak beli?"Tanya Embun penasaran.


"Perusahaan di jepang".Kata Arjuna enteng.


"Ckkkk".Embun membuang nafasnya kasar dan memutar bola matanya kesal.


"Hehehe".Arjuna hanya tertawa melihat reaksi Embun.


"Okay iya iya pak Jutawan"!.Kata Embun tidak bisa berkata².


Saat mereka sedang asyik berbelanja tiba² Embun bertabrakan dengan seseorang pemuda.Pemuda itu memakai hoody dan masker berwarna hitam.


"Maaf tuan..!!! Kata Embun mencoba membantu mengambil barangnya yang jatuh.


"Tidak apa² nona".Kata pemuda itu.Tapi pemuda itu terus berlalu dan terburu² meninggalkan Embun.

__ADS_1


Embun merasa seperti perna melihat pemuda itu tapi ia tidak begitu yakin dengan ingatanya.


Embun mengerutkan dahinya dan mencoba mengingat dimana ia perna melihat pemuda itu.


__ADS_2