
"Ciiiiiitttttt.....!!!! Suara gesekan ban mobil ke aspal yang dipaksa berhenti pun terdengar begitu keras.Hampir saja Arjuna menabrak sebuah truck yanga tiba² saja berhenti.
"Bruuuukkk".Arjuna melayangkan tangannya di kemudinya.Ia tampak sangat kesal.Jantungnya seakan berdegup kencang.Benar saja ia terlihat shock karena begitu dekat jarak antara mobil dan truck didepannya.
"haaaaaasshh,Hampir saja!!!".Kata Arjuna menghela nafas bersyukur karena ia masih diberi keselamatan oleh Tuhan.Arjuna tampak bersandar dikursi mobilnya.
Setelah merasa tenang Arjuna pun melanjutkan perjalanan menuju Villa.
"Tok tok tok!!! Nak,kamu baik baik saja kan?"Tanya Hasan khawatir melihat putrinya yang sejak pulang semalam tidak kunjung keluar kamar.
"Ayah,Embun baik baik saja!"Jawab Embun didalam kamarnya.Embun tampak terlihat sangat berantakan.Wajahnya tampak pucat,dibawah matanya terdapat lingkaran hitam,rambutnya berantakan.Itu karena Embun belum tidur semalaman.Embun masih memikirkan semua kata² yang diucapkan Arjuna.
"Baiklah,Embun kamu harus kuat dan jangan perlihatkan kesedihanmu didepan ayahmu.Ok semangat!!"Kata Embun sambil menyemangati dirinya sendiri.
Embun pun bergegas beranjak dari ranjangnya dan ia mulai membersihkan dirinya.Embun berjalan menuju kamar mandi.Tiba tiba terdengar dering ponsel miliknya.
"Triiiing,triiing,triiing!!!".Dering ponsel milik Embun pun berbunyi memecah keheningan dikamarnya.Itu menghentikan langkahnya untuk menuju kamar mandi.Ponsel itu berada diatas ranjangnya dan ia dengan ragu menjangkau benda pipih itu.Tampak disana tertulis
"Kak.Arjuna".Memanggil.
Deg!!!Jantung Embun pun seakan berhenti sejenak setelah melihat ternyata Arjunalah yang memanggil.Embun hanya menatap benda pipih itu tanpa menjawab panggilan Arjuna sampai dering ponsel itu berhenti.
Tertulis di layar ponsel 50 panggilan tidak terjawab.
Masih ada rasa kesal yang tersisa di relung hatinya.Dengan Ego yang terus menguasai pikirannya pun Embun enggan menjawab panggilan dari Arjuna.
Kata kata Arjuna masih membengkas didalam hatinya.Entah kenapa kata² Arjuna seperti bekas tancapan sebuah paku yang menusuk dihatinya.Benar paku itu bisa dicabut tapi tidak dengan lubang yang sudah tercipta dari tusukan paku itu.
Embun pun meletakan kembali ponselnya di atas ranjangnya.Ia pun bergegas kekamar mandi.
Untuk sementara waktu memang Hasan dan Embun masih menumpang diVilla Arjuna.Karena mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi setelah rumah mereka terbakar habis.
Mbak inah selaku kepala pelayan pun datang untuk melihat keadaan temannya itu.Sebenarnya ia juga sudah mendapat perintah dari Arjuna untuk terus memperhatikan Embun.
"Nona Embun,tok.tok tok!!!" Panggil Mbak inah sambil mengetuk pintu kamar Embun.
Tidak perlu menunggu lama Embun pun membuka pintu kamarnya.
"iya mbak,ada apa?"Tanya Embun tampak wajahnya sedikit segar dari sebelumnya.
"Nona dari tadi nona belum makan apa apa,tuan Hasan sangat khawatir non.ini saya bawakan makanan untuk nona"!Kata mbak inah khawatir.
"Iya mbak,panggil Embun saja mbak jangan nona,letakan saja dimeja mbak nanti saya makan".Kata Embun sambil tersenyum tipis.
"Baik non,saya tidak bisa panggil nama nona karena ini atas perintah tuan Arjuna non". Kata Mbak inah dan meletakan nampan yang berisi bubur ayam dimeja.
Embun pun menghelah nafas karena sudah tidak bisa berkata² lagi.Embun tampak heran melihat Mbak inah tidak segera pergi dan hanya berdiri tegak disampingnya.
__ADS_1
"Mbak,kenapa masih disini?"Tanya Embun sambil mengerutkan alisnya.
"Begini non,saya diperintahkan tuan Arjuna untuk mengawasi nona agar makan dengan baik".Kata mbak Inah ragu ragu.
"Ya ampun,pantas saja yang mulia sudah bertindak,apapun pasti akan dilakukan kalau sudah begini".Gumam Embun kesal.
"Aaah sudah sudah!!! mbak inah pergi saja ya!! pasti saya makan dan saya habiskan".Kata Embun agar mbak inah keluar kamar.
"Tidak nona,saya harus merekam nona untuk segera saya kirim ke tuan Arjuna non".Kata Inah lagi.
"Apaaaaaa????"Shock Embun tidak habis fikir dengan kelakuan Arjuna Pramuja sang Mulia Raja.
"Tolonglah nona,sayang tidak mau dipecat nona!!Kata Inah memelas.
"Astagaaaa!!! Aaassh okay okay,segera ambil ponsel mbak inah dan rekam saya sampai saya menghabiskan bubur ini".Kata Embun kesal dan tidak bisa lagi menolak.
Mbak inah pun bergegas mengambil ponsel dari dalam sakunya sambil tersenyum ia terus merekam Embun yang sedang makan.
"Waaah Embun kamu sungguh beruntung sangat dicintai tuan Arjuna seperti ini".Gumam Mbak inah selaku kepala pelayan di villa itu.Setelah selesai merekam segera Inah melaporkan tugasnya kali ini pada Arjuna.
"Triiing"!Bunyi notifikasi pesan milik Arjuna.
Arjuna segera membuka pesan itu dan tampak bibirnya melengkung indah.Ternyata usahanya untuk melihat keadaan Embun pun berhasil.Ada rasa legah dihatinya karena Embun baik baik saja.
"Aah syukurlah dia baik baik saja.Sayang kakak sungguh merindukan mu."Gumam Arjuna dan ia tidak sabar ingin bertemu pujaan hatinya.
Di perjalanan ia melihat pasar malam yang masih sepi karena hari masih sore.Ia pun berencana membawa Embun ke pasar malam itu untuk menebus kesalahannya.
"Omaaaaaa,dimana mama cantik?"Arsy mau ketemu mama cantik.Omaaaaaa!!!! Huhuhuhuhu...".Tangis Arsy didalam kamar Embun.
"Iya sayang,papa masih menjembut mama cantik.Arsy sabar ya!!!Kata Wike menenangkan.
"Oma kenapa mama pergi,apa mama tidak sayang Arsy lagi?"Hik hiks hiks".Tanya Arsy lagi pada Wike.
"Enggak sayang,mama cantik sayang banget sama Arsy,tapi mama cantik juga rindu kakek Hasan makanya mama cantik pulang mengunjungi kakek Hasan".Jelas Wike pada Arsy.
"Oma enggak bohongkan?"Tanya Arsy memastikan.
"Benar sayang,Arsy mandi gih sana sama mbak susi nanti sekolahnya telat".Kata Wike sambil tersenyum dan membelai rambut lembut Arsy.
Di villa.
Mobil Arjuna sudah memasuki halaman Villa.Ia pun menuju garasi yang ada di Villa.Arjuna cepat² turun dari mobil dan bergegas masuk ke Villa.Semua pelayan yang ada di Villa menyambutnya seperti biasa.
"Paman,apa kabar?"Tanya Arjuna sambil memberi salam pada Hasan.Tampak Arjuna mencium tangan Hasan sebagai rasa hormatnya pada orang yang lebih tua.
"Alhamdulillah sehat".Jawab Hasan sambil menatap Arjuna dalam.
__ADS_1
"Sebenarnya ada masalah apa kalian?"Tanya Hasan pada Arjuna, itu membuat langkah Arjuna terhenti karena pertanyaan Hasan.Arjuna tampak canggung mendapat pertanyaan itu.
"Ada sedikit kesalah fahaman saja paman".Jawab Arjuna canggung.
Hasan yang sedang merapikan bunga pun berdiri menghadap Arjuna sambil meletakan gunting yang ia pegang diatas meja.
"Sebenarnya paman bukan mau mencampuri hubungan antara kamu dengan Embun.Tapi apa kamu tahu dini hari Embun pulang ke villa dengan wajah yang cukup membuat paman khawatir?"Kata Hasan sedikit bergetar suaranya karena menahan sesak didadanya.
*Flash Back*
Embun berjalan pelan menuju kamar ayahnya.Ia pun membuka pintu kamar itu dengan sangat hati hati karena ia khawatir mengganggu tidur ayahnya.
"Ayah,Embun rindu"Kata Embun sambil menyentuh tangan Hasan.Hasan pun terbangun karena merasakan ada yang menyentuh tangannya.
"Loh nak,kamu disini?"Tanya Hasan kaget melihat Embun sudah ada didepannya.
Embun mengangguk.Embun berusaha menahan air matanya karena tidak mau melihat ayahnya khawatir.Hasan melirik jam dinding yang ada dikamarnya.Jam menunjukan pukul 03.00 waktu setempat.
"Kamu baik² saja nak?"Tanya Hasan penuh selidik.
"Embun baik² saja yah".Jawab Embun dengan senyum sedikit dipaksakan.Tapi itu tidak membuat Hasan percaya begitu saja karena Hasan cukup mengenal putrinya yang selalu berpura pura tegar padahal hatinya rapuh.
*Flash Back Off*.
"Maafkan saya paman,saya tidak bermaksud?" Jawab Arjuna terputus karena Hasan memotong pembicaraanya dengan mengangkat telapak tangannya untuk menghentikan Arjuna bicara.
"Sudah!,saya tidak perlu mendengar penjelasanmu karena yang menjalin hubungan itu Kamu dan anakku.Tapi paman sebagai ayah Embun memintamu untuk menjaganya dan jangan perna kamu sakiti hatinya.Karena dia satu satunya harta berharga dalam hidup paman".Kata Hasan dengan tatapan penuh permohonan kepada Arjuna.
Arjuna mendengar kata² Hasan pun hatinya seperti tercubit.Arjuna merasa menyesal dan bersalah pada Embun karena sudah bicara keterlaluan.
Arjuna tampak memejamkan matanya.Entah kenapa hatinya begitu sakit saat membayangkan Embun menangis karenanya.
"Paman,maafkan saya.Saya berjanji tidak akan menyakiti hati Embun.Jawab Arjuna dengan mata yang sudah mengembun.
"Paman percayakan dia untukmu".Hasan menganggu dan menepuk pundak Arjuna lembut.
Arjuna pun meninggalkan Hasan dan menuju kamar Embun.Perasaannya dipenuh dengan rasa bersalah yang membuat jantungnya berdegup kencang.
"Kenapa aku segugup ini?".Gumam Arjuna dan ia mencoba mengatur pernafasaanya agar tetap tenang sebelum ia mengetuk pintu kamar Embun.
"Tok tok tok!!"Arjuna mengetuk pintu dengan ragu.
Entah kenapa jantungnya semakin berdugup kencang karena ia merasa gugup untuk bertemu dengan Embun.Arjuna tidak tahu harus bagaimana saat Embun membuka pintu.
"Kenapa jantungku seperti ini?"Aaaah kenapa aku jadi cemas bertemu Embun.Gumam Arjuna prustasi.
Ayo Arjuna tunjukan pesona mu,pasti kau bisa!!!"Huuusssh!!! Kata Arjuna lirih sambil menghelah nafas panjang.
__ADS_1
"Sebentar mbak inah".Jawab Embun sambil membuka pintu kamarnya.Embun tampak shock karena didepannya Arjuna sudah berdiri tegak dengan tatapan senduh penuh penyesalan.
"Kakaaak?"Kata Embun kaget.Hanya itu yang keluar dari mulut Embun.Mereka pun saling tatap tanpa kata.