Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
56.Kejadian Yang Tak Terduga


__ADS_3

"Naik naik kepuncak gunung tinggi tinggi sekali."


"Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara"


Arsy asyik bernyanyi disepanjang perjalanan.Arjuna juga ikut bernyanyi untuk menghidupkan suasana perjalanan.Susana pun mulai berganti karena sudah memasuki daerah pegunungan.Udara pun kian semakin sejuk dan terasa dingin menyentuh kulit.


Arsy membuka jendela mobil dan menikmati udara yang asri dan masih belum banyak tercemar oleh polusi.Iya pun menjerit sambil memejamkan mata dan memanggil nama Embun.


"Tante cantik Embuuuuun,Arsy datang!".Jeritnya keras dan hampir saja ia terpekik karena terlalu bersemangat.


"Sayang,sudah masuk nanti kamu flue dan jangan keluarkan kepala itu berbahaya".Kata Arjuna memberi peringatan.


"Oh iya pa,arsy lupa kalau berbahaya".Kata Arsy memahami.


Arjuna bangga dengan Arsy yang tumbuh menjadi pribadi yang penurut dan dewasa.


"Anak papa sudah dewasa sekarang,papa bangga deh kamu itu bikin papa terharu".Kata Arjuna sambil mengelus kepala Arsy.


Sesampainya mereka didepan rumah Embun ia heran kenapa ramai sekali orang orang berkerumun didepan halaman rumah embun.Dan banyak sekali kepulan asap disana.Arjuna pun menghentikan mobilnya,ia meminta Arsy untuk tetap didalam mobil menunggu sebentar.


Alangkah terkejutnya Arjuna melihat rumah Embun habis terbakar tak tersisa.Masih terasa aroma hangus tercium menyengat.Arjuna masih mencari orang yang terkena musibah tersebut.Matanya masih terus menyusuri disetiap titik.


Akhirnya Ajuna menemukan sosok wanita yang sedang duduk bersimpuh bersama ayahnya.Wajah Embun yang lesu dan tampak matanya sayu serta rambut yang berantakan.


Arjuna tahu pasti hatinya hancur dan Arjuna pun berlari mendekati Embun.


"Embun".Katanya sedikit lirih tapi masih jelas terdengar.Embun pun mendongak mencari sumber suara itu.Embun menatap lama Arjuna dengan sayu.


"Kakak"Kata Embun sambil membenahi posisi duduknya.


Arjuna pun mendekat dan memeluk Embun dengan penuh empati.Embun masih terus tenang dipelukan Arjuna.Arjuna menatap wajah Embun dalam.


"Menangislah,jika kamu ingin menangis jangan menahan semua beban yang ada didadah mu,itu tidak keren".Kata Arjuna sambil menyentuh pipinya.


Embun yang mendengar kata kata Arjuna pun tiba tiba menangis terseduh seduh.


"Huhuhuhuhu".Tangisan Embun pecah dipelukan Arjuna.


Arjuna bisa merasakan tangisan embun karena kemejanya basah oleh air matanya.Arjuna terus menenangkan Embun dan menepuk nepuk punggung Embun.


"Kamu tidak apa apa kan,tidak ada yang terluka kan?"Tanya Arjuna panik dan terus memeriksa tubuh Embun.Arjuna menyentuh wajah Embun dengan kedua tangannya dan mereka saling berhadapan.Embun hanya menggeleng sambil terus air matanya tidak bisa terbendung.


Arjuna menatap Hasan yang ikut menangis karena sudah tidak punya lagi tempat berteduh.Hatinya hancur seakan ia tidak bisa menjaga harta satu satunya yang ia miliki.


"Paman,tidak ada yang terlukakan?".Tanya Arjuna khawatir.


"Tidak nak,tapi paman sudah tidak punya rumah".Kata hasan pilu.


"Masalah rumah paman jangan khawatir yang penting paman dan Embun selamat itu yang utama".Kata Arjuna memberi semangat.


Semua mata tertuju pada Arjuna,mereka heran kenapa pemilik YP group begitu akrab dengan orang biasa seperti Embun.Banyak yang berbisik bisik menanyakan siapa itu Arjuna tapi ada juga yang sudah mengenal Arjuna karena wajahnya sering ada di televisi.


"Sayang,kamu jangan menangis lagi ya,kamu jangan khawatir nanti akan kakak urus semuanya".Kata Arjuna sambil merapikan anak rambut yang tampak berantakan didahi Embun.


Embun hanya diam saja tidak bisa berkata kata.Tapi dia tampak sudah sedikit tenang karena berada dalam dekapan Arjuna.Arjuna pun meraba sakunya dan mengambil ponsel miliknya untuk memberi perintah agar membereskan masalah kebakaran ini.


"Arsy ikut kak?" Tanya Embun sambil mendongakan wajahnya menatap Arjuna.


"Iya,dia ada di mobil".Kata Arjuna sambil menoleh kebelakang mengarah mobilnya.


"Kak,Embun mau ketemu Arsy boleh?"Tanya Embun dengan tatapan penuh permohonan.


"Embun,kamu bicara apa si,boleh dong sayang".Kata Arjuna sambil mengelus puncak kepala Embun.

__ADS_1


"Sebentar ya".Kata Arjuna.


Embun mengangguk dan melihat Arjuna berjalan menuju mobilnya untuk membawa Arsy.Sementara banyak pasang mata yang masih terpukau melihat kedatangan Arjuna dan ketampanannya.


Arjuna berjalan menggandeng Arsy dan membawa Arsy menemui Embun.Arsy merasa ketakutan karena terlalu banyak orang yang memandangnya dengan tatapan penuh keheranan dan kekaguman karena keimutan wajahnya.


Dari kejauhan Arsy berlari sambil berteriak memanggil Embun dengan sebutan favoridnya.


"Tante cantiiiiiik,tanteeeeee".Teriak Embun sambil merentangkan kedua tangannya dan menghambur kepelukan Embun.


"Tante, Arsy rindu sekali,tante kenapa dengan rumah tante?"Tanya Arsy heran.


"Sayang,rumah tante terbakar"Kata Embun menjelaskan.


"Tante sabar ya,nanti minta belikan papa rumah yang baru ya tante,karena rumah barbie Arsy rusak papa langsung belikan untuk Arsy,tante jangan sedih ya".Kata Arsy menenangkan dan menyamakan rumah Asli dengan rumah mainan.


Embun merasa tidak enak dengan kata kata Arsy.Hasan yang mendengar itu pun menggeleng sambil menatap Arsy dengan sendu.


"Arsy sayang,rumah barbie dengan rumah asli itu beda sayang.Jadi Arsy tida....."Jawab Embun kepada Arsy tapi belum selesai ia menjawab sudah dipotong oleh Arjuna.


"Sudah nanti saya urus masalah rumah itu.Untuk saat ini paman dan Embun tinggal saja divilla saya".Kata Arjuna memotong.


"Ta ta pi"Kata Embun terbata ingin menolak.


Dengan cepat Arjuna meraih tangan Embun dan memandang Embun penuh permohonan agar mau menerima tawaran Arjuna.


"Bagaimana yah?"Tanya Embun meminta persetujuan ayahnya.


"Baiklah".Kata Hasan sambil mengangguk.


Arjuna yang mendengar itu pun cukup legah dan bahagia.Arjuna meminta para pelayannya untuk menyiapkan kamar yang ada divilla dan menyiapkan makanan untuk mereka.


Tidak disangkah ternyata villa yang selama ini Embun kagumi adalah milik Arjuna.Dan sekarang ia bisa masuk kedalam dan merasakan keindahan dan keasrian suasana divilla itu.


Semua pelayan berbaris menyambut kedatangan mereka sambil menundukan kepala seperti difilm film.Embun dan Hasan merasa canggung dan mereka terpukau melihat semua yang ada didepan mata mereka.Baru kali ini mereka disambut seperti itu.


"Waaah tidak ku sangkah ternyata seberkuasa itu kak Arjuna,seperti difilm film kehidupannya ya,semua pelayan berbaris menyambutnya".Gumam Embun sambil terus clingukan melihat sekeliling villa.


Mereka pun berjalan melewati para pelayan itu.Mbak Inah kepala pelayanndi sana pun melihat Embun dan tersenyum.


"Mbak inah,kamu bekerja disini?"Tanya Embun dengan girang ada orang yang ia kenal di villa ini.


"Iya,Embun eh nona".Kata inah gugup.


"Iih jangan panggil nona mbak,panggil Embun aja".


Kata Embun menolak.


Mbak inah menggelang dan memandang ke arah Arjuna.Embun pun mengerti maksud pandangan mbak inah.


"Inah,bawa Embun dan ayahnya ke kamar mereka ya".Kata Arjuna kepada inah.


"Baik tuan".Sambil membungkukan sedikit badannya.


"Ayo tuan dan nona ikut saya"Kata Inah.Embun dan Hasan mengikuti inah dari belakang.Embun pun berjalan mensejajari Inah.


"Mbak,kamu sudah lama disini?kok aku enggak perna dikasih tahu kalau villa ini punya kak Arjuna".Kata Embun nyerocos sambil berbisik bisik kepada Inah.


"Kamu tidak perna tanya si".Kata Inah berbisik.


"Iya juga yaaa"Kata Embun membenarkan sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Nah ini kamar kamu,nah yang disamping ayah kamu".Kata Inah kepada Embun sambil memberikan kunci kamar mereka masing masing.

__ADS_1


"Saya permisi dulu ya nona dan paman".Kata Inah membungkukan sedikit tubuhnya.


"Mbak Inah sebentar".Panggil Embun sambil mencegah Inah pergi.


"Iya nona,ada yang bisa saya bantu?".Kata inah menjawab


"Iiis Mbak jangan terlalu formal begini dong,kita kan teman.panggil aku Embun aja loh mbak".


Inah menoleh kebelakang takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Iya tapi kalau sudah menyangkut tuan muda kami tidak ada toleransi mbun,jadi kami harus ikuti peraturan tuan muda."Kata mbak inah berbisik.


"Tat tapi".kata embun terbata dan langsung dipotong inah.


"Saya harap nona bisa mengerti saya".Kata inah kepada Embun.


"Kalau nona perlu bantuan panggil saja saya,dan tekan nomor satu di sini saya akan datang.Iya menunjukan sebuah tombol didinding seperti saluran telepon.


Embun hanya menatap heran pada Inah yang seperti itu,dan ia hanya terdiam tanpa kata.Embun merasa temannya menjadi berjarak padanya.


"Terima kasih mbak".Kata Embun.


Inah hanya membungkukan tubuhnya dan meninggalkan Embun.


Ternyata dipojok sudah ada yang memantau mereka.Arjuna melihat Embun dari kejauhan dan mungkin inah sudah tahu kalau Arjuna memantaunya.Sehingga Inah menjadi takut.


Embun pun dengan segera dia masuk kekamarnya dan ia pun sudah mulai lelah.Saat ia membuka pintu kamar itu betapa terpukainya ia,Begitu indah tatanan interior kamar itu.Kamarnya luas,seluas ruang tamu dirumahnya.Embun membuka mulutnya dan membulatkan matanya.


"Waaaah,luas sekali,ternyata memang benar ya orang kaya hidup seperti raja dan ratu,semua dilayani dan kamar saja seperti ini luasnya".Kata Embun.


Ia berjalan menuju sebuah pintu,sepertinya kamar mandi,dan dengan segera ia membuka pintu tersebut.Didalam terdapat sower dan bathtup serta dilengkapi closed.Alat mandi sudah tertata rapi disana,dari samphoo sabun dan pasta gigi serta sikat gigi,handuk semua lengkap.


Ia ingin mandi tapi bingung tidak punya baju ganti.Ia juga bingung harus menelfon Inah atau Arjuna.Ia merasa sungkan kepada Arjuna yang sudah banyak membantunya.


Tiba tiba


"Tuk tuk tuk".Embun mendengar suara ketukan pintu,dan ia pun segera membuka pintu itu.


"Kakak,ada apa kak?"tanya Embun


"Hmmmm,kamu belum mandi?,


Embun menggeleng.


"Embun tidak punya baju ganti kak".Kata Embun sedih.


"Coba kamu buka lemari itu"!pintah Arjuna


Embun pun menuruti perintah Arjuna.Ia berjalan menuju lemari yang begitu besar dan tinggi di depannya.


"Waaah"Embun kaget dan menutup mulutnya yang membentuk huruf "O" itu.


"Kakak".Kata Embun sambil menoleh kearah Arjuna.


Arjuna tersenyum dan berjalan mendekati Embun.Arjuna pun memeluk Embun dari belakang.


"Nak,nak kamu didalam?"Suara Hasan terdengar diluar memanggil manggil Embun.


"Iya ayah,sebentar"Kata Embun.


Arjuna dan Embun kebingungan karena Arjuna masuk kedalam kamar Embun dan itu membuat Embun takut ketahuan ayahnya.


Arjuna yang biasa saja pun jadi bingung harus bagaimana.Terjadilah hal yang tidak perna Arjuna lakukan selama hidupnya.Terlahir dari keluarga kaya raya dan sekarang menjadi Presdir YP Group yang disegani seluruh negeri.Tapi hari ini semua itu tidak ada artinya.

__ADS_1


__ADS_2