Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
76.Meski Aku Tahu Tapi...


__ADS_3

"Junaaaa junaaaa,tunggu."Cellia berlari menarik tangam Arjuna.


Arjuna masih tampak kesal dan ia pun berhenti tanpa menoleh kearah Cellia.


"Jun maafkan aku please!!Aku seperti itu karena aku perduli pada mu.Aku tidak mau kamu kenapa kenapa jun".Jelas Cellia dengan mata berkaca kaca.


Arjuna tetap diam tanpa kata.Arjuna pun melepaskan tangan Cellia.Arjuna memandang wajah Cellia sebentar.Ia merasa sedikit tersentuh dengan kata kata Cellia.Tetap dengan tatapan yang dingin Arjuna pun berpaling meninggalkan Cellia.


Cellia hanya berdiri tegak tanpa kata,air matanya tidak terbendung lagi.Cellia masih sangat mengharapkan Arjuna.


"Arjuna Aku masih mencintaimu".Teriak Cellia didepan Restoran itu.


Arjuna masih bisa mendengarkan teriakan itu tapi hatinya sudah tertutup untuk Cellia.


Keesokan harinya.


"Juna,hari ini kita akan pergi menemui klien kita ke kota B".Jelas Endro sambil membawa tablet dan membacakan jadwal jadwal yang lain.


Arjuna pun menyimak apa yang dijelaskan Endro sambil berjalan menuju ruang meeting.


Akhir akhir ini mereka sangat sibuk karena akan meluncurkan produk terbaru dari YP group.


Ditempat Lain.


"Ciiiiittt..!!!"


Bian secepat kilat menginjak pedal rem mobilnya.Jantungnya berdetak kencang,nafasnya menderuh keras seketika lamunan tentang Embun buyar.Hampir saja ia menabrak seorang kakek yang akan menyebrang jalan.


"Astaga,siaal.Hampir saja!!!".Kata Bian kesal sambil mengendurkan dasinya.


Jantungnya masih berdegup kencang,nafasnya juga belum stabil.Bian masih saja memikirkan kata kata Cellia yang akan merebut Arjuna dari Embun.


"Cellia kau benar benar membuatku gila.Aaah berengsek".Kata Bian kesal sambil memukul stir mobilnya keras.Bian mencoba menenangkan diri dengan meneguk air mineral yang ada di dalam mobilnya.Tak lama kemudian ia pun melanjutkan perjalanannya.


Dirumah utama Embun sedang menyisir rambutnya yang bergelombang itu.Rambutnya yang lembut dibiarkan tergerai dengan indah.


Arsy datang dengan membawa sebuah kotak yang berisikan pernak pernik hiasan rambut miliknya.


"Mama cantik,boleh minta tolong?"Kata Arsy dengan suara manjanya.Arsy sambil menggelayuti lengan Embun manja.


"Boleh dong sayang".Jawab Embun sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala Arsy dengan penuh kasih sayang.


"Mama tolong rapikan rambut Arsy ya".Kata Arsy sambil mengeluarkan sebuah sisir yang berbentuk seperti mermaid.


"Ok sayang".Jawab Embun dengan senang hati.


Mereka berdua tampak menikmati momen kebersamaan mereka.Sambil bercanda dan tertawa bersama.Embun juga sedang mencoba menciptakan kimestri dan ikatan batin kepada Arsy.Embun menyadari kalau dirinya bukan ibu yang melahirkan Arsy.Tapi tidak terlalu sulit untuk menjalin kedekatan dengan Arsy yang lebih intens karena sikap Embun yang ke ibuan membuat Arsy melekat pada Embun tanpa butuh waktu lama.


Wike yang melihat mereka berdua saling bercanda pun tampak merasa bahagia,karena baru kali ini Wike melihat Arsy begitu ceria.

__ADS_1


"Terima kasih Ya Allah,Engkau telah mengirimkan Embun untuk Arsy dan Arjuna".Kata wike dengan penuh keharuan ia mengeluarkan beningan kristal dari matanya.Saat ia sedang dibalut keharuan Arsy melihat kearah pintu dan ternyata oma Wike sedang berdiri disana.


"Omaaaa" Kata Arsy mengejutkan wike.Cepat cepat Wike menghapus air matanya dengan memalingkan wajahnya agar tidak terlihat Arsy.


Embun pun melihat kearah Wike seraya tersenyum kepada wike.


"Oma ayo masuk,siniii !!!" Kata Arsy sambil melambaikan tangannya.Wike pun berjalan mendekati mereka.


"Kalian sedang apa?kelihatanya asyik sekali."Tanya Wike.


"Mama,Embun sedang mengepang rambut Arsy ma".Kata Embun menjelaskan.


"Waaah cucu oma cantik sekali kamu sayang".Puji wike pada Arsy.Arsy yang mendengar pujian itu pun tersenyum lebar.


"Siapa dulu mamanya".Kata Arsy sambil memandang lembut wajah Embun.Embun pun yang mendengar itu merasa sangat bahagia.Hatinya seakan berbunga bunga.Jantungnya berdebar kencang seakan baru mendengar pernyataan cinta.


"Makasih sayang,Emmmuaach".Jawab Embun sambil mengecup pipi Arsy.


"Oma mama,Arsy mau pergi kursus bahasa inggris dulu ya.Arsy sayang mama dan oma Emuuanch Emuuaach"! Kata Arsy sambil mengecup pipi Embun dan Oma Wike.


"Iya sayang hati hati ya".Kata Embun sambil mengelus puncak kepalanya.


Mereka pun tertawa melihat tingkah menggemaskan Arsy.Arsy berlari keluar,sementara mbak susi sudah menunggu dibawah.


"Jangan lari lari sayang".Kata Wike memberi peringatan.Namanya juga anak anak Arsy tidak menggubris peringatan Oma Wike.


"Sayang kakak sangat merindukan kamu!"


"Kakak,Embun juga rindu dengan kakak".


Mereka melakukan video call setiap Arjuna selesai bekerja.Embun juga merasa sangat merindukan Arjuna.Tapi Embun malu untuk mengungkapkan lebih dulu pada Arjuna.


Pagi yang indah dan cerah.Tidak terasa Arjuna sudah 1 minggu dikota B untuk menyelesaikan pekerjaannya.Embun dan Arsy berencana ke Mall untuk membeli baju Sekolah Arsy.Arsy sudah mulai masuk ke Sekolah Dasar. Embun cukup antusias untuk berbelanja kebutuhan sekolah Arsy.


"Sayang,apa kamu sudah siap?"Tanya Embun pada Arsy.


"Mama cantik,Arsy sudah ready nih".!Kata Arsy berdiri didepan Embun dengan memamerkan fashionnya pagi ini.Arsy tampak sangat menggemaskan dan sangat cantik.


"Okay let's goooo!"Kata Embun sambil menggandeng tangan Arsy.Mereka diantar oleh paman Usman supir pribadi Oppa Yudistira.Kali ini Rahmad tidak mengantar Embun.Rahmad sedang cuti karena ada urusan keluarga.


Sesampainya di Mall Arsy dan Embun saling bergandeng tangan.Embun sangat bahagia karena tidak diikuti oleh Rahmad.


"Akhirnya aku bisa bebas dan menjadi diriku sendiri.


Ucap Embun girang.


"Ayooo sayang kita masuk ketoko aksesoris itu!".Kata Embun sambil menunjuk kearah sebuah toko pernak pernik wanita.


Arsy hanya mengikuti arahan Embun saja.Kali ini Embun pergi tidak memberi tahu Arjuna dan mereka pergi hanya berpamitan dengan Oma Wike saja.

__ADS_1


Mereka berdua sangat menikmati hari kebebasan mereka.Semua toko untuk perlengkepan sekolah sudah dikunjungi Embun dan Arsy.


Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 waktu setempat.Mereka berdua merasa lapar dan akhirnya Embun memutuskan untuk makan siang disebuah Cafe di dalam Mall itu.Embun tidak membaca nama Cafe itu.Embun hanya masuk saja karena sudah merasa lelah dan lapar.


"Sayang kamu lapar juga kan?"Tanya Embun oada Arsy.


"Iya mama cantik".Jawab Arsy smbil mengangguk.


"Okay kali ini Arsy yang pilih menunya ya,Arsy mau makan apa hari ini?"Tanya Embun.


"Arsy mau spagety aj deh ma,sama kentang goreng".Kata Arsy karena dia juga bingung mau makan apa.


"Okay sayang"!.Jawab Embun sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala Arsy.


"Mungkin emang perut orang kaya lambungnya kecil kali ya,makan mie doang sudah kenyang,Hmmmm.Nasib rakyat jelata ya,kalau tidak makan nasi rasanya belum sah yang namanya makan".Gumam Embun sambil tertawa dalam hati.


Tidak lama menunggu pesanan mereka pun sampai.Embun dan Arsy tidak sabar ingin melahap semua pesanan mereka.Embun yang pesan menu nasi putih + ayam geprek + sambal terasi.


"waaah nikmatnya aroma terasi ini,mak nyooosss"!!! Kata Embun sambil membaui sambal terasi itu didepannya.


"Mama cantik,iiiss aroma apa ini,kok tidak enak,iiiyuuueee!!"Kata Arsy merasa jijik dan aneh karena melihat Embun bertingkah seperti itu.


"ini namanya sambal terasi,waah ini kalau dikampung mama wajib ada.Rasanya nikmat tau".Jawab Embun menjelaskan.


"iiisss iyuuuu".Kata Arsy dengan wajah meringis jijik.


"Hmmmmm,kamu si taunya keju aja.mana tau makanan senikmat ini,hehehe".Kata Embun lagi sambil tertawa geli melihat ekspresi Arsy.


Saat mereka sedang Asyik menikmati santapan siang mereka.Tiba tiba ada seseorang laki laki memanggil namanya.


"Embuuun!!!" panggil laki laki itu dengan lembut.


Embun yang merasa namanya disebut pun memalingkan wajah kearah suara itu.Tampak sedikit terkejut Embun melihat laki laki itu.


"Tuan Bian,kamu ada disini?"Tanya Embun.


"Iya ini cafe saya,kebutan saya sedang mengontrol karena sudah lama saya tidak datang kemari".Jawab Bian menjelasakan.


Ternyata Bian sudah memperhatikan Embun sebelum ia berani menemuinya.


*Flash Back*


"Bukannya itu Embun!?,Siapa anak kecil itu?Gumam Bian.Bian hanya menatap dari kejauhan dia tersenyum bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Embun setelah kejadian ditaman kemaren.Mereka tidak perna lagi bertemu.


Hatinya tidak bisa dibohongi.Ia sedikit mengembangkan bibirnya ada rona kebahagian yang menghiasi wajahnya.Jantungnya seakan berdegup kencang.Seakan ia sedang bertemu dengan pujaan hatinya.Tapi Bian mulai tersadar ternyata ia hanya bisa menatapnya tanpa bisa menggapainya.


"Meski aku tahu tapi...,biarlah aku menatapmu saja seperti aku menikmati indahnya sang rembulan tanpa harus menggapainya".Gumam Bian dengan wajah menunduk sedih.


*Flash Back Off*

__ADS_1


__ADS_2