
"Sayang..!!! Panggil Arjuna yang mencari Embun dikamarnya namun Embun tidak ada dikarmarnya.Arjuna pun masuk kedalam kamar mandi tapi tidak menemukan istri juga.Ternyata Embun sedang menyusun bunga-bunga yang dia tanam sendiri dibalkon kamar mereka.
Arjuna yang sudah menemukan istrinya itu pun berdiri diambang pintu sambil menatap istrinya yang sedang sibuk dengan kegiatannya itu.Sementara Embun yang tidak menyadari kedatangan suaminya masih asyik dengan bunga-bunganya.Saat itu tampak Embun kesulitan untuk menepis rambutnya yang panjang menghalangi pandangannya karena tertiup angin hingga menutupi wajahnya.Tampak tangannya yang kotor terkena tanah tanaman itu hingga ia tidak bisa menyentuh rambutnya.
"Disaat aku begitu lelah dan lemah kau berhasil membuat lelahku hilang hanya dengan menatapmu seperti ini".Gumam Arjuna melengkungkan bibirnya.Arjuna yang melihat itu pun tersenyum dan berjalan mendekati istrinya diam-diam.Arjuna dengan lembut membantu Embun mengaitkan rambutnya kedaun telinganya.Hal itu cukup mengejutkan Embun.
"Astagah kakak !!!".Sejak kapan kakak datang? mengejutkan Embun saja?".Tanya Embun pada suami tampannya itu.
Arjuna hanya tersenyum dan menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya dengan begitu hangat.
"Sayang kakak merindukan kamu"!.Bisik Arjuna sambil terus memeluk tubuh mungil itu.
"Kakak,Embun juga merindukan kakak.Akhir-akhir ini kakak terlalu sibuk dengan keributan ini".Kata Embun membalas pelukan hangat suaminya itu.
"Maafkan kakak sayang"!Ucap Arjuna merasa bersalah.
"Kenapa minta maaf kak?!Embun tahu ini pasti berat untuk kakak dan papa".Ucap Embun menatap wajah Arjuna senduh.
"Benar..!!!!Tapi dengan memeluk kamu seperti ini rasa lelah kakak seakan menghilang.Kamu adalah sandaran hati kakak".Ucap Arjuna tersenyum.
"Iiiisss hari gini masih saja suka Gombal".Ucap Embun merona.
"Benar....!!! Kakak merasa sangat bersyukur mempunyai istri seperti kamu.Kalau kakak diluar rumah kakak sangat merindukan kamu,disaat ada masalah kamu menenangkan,disaat gunda kamu menjadi sandaran".Ucap Arjuna menatap dalam kemanik mata Embun sambil menyentuh kedua pipinya dengan telapak tangannya.
Seketika mata Embun mulai berkaca-kaca mendengar pujian yang dilontarkan suaminya itu.
__ADS_1
"Kakak,maaf jika Embun masih belum bisa menjadi istri yang baik untuk kakak".Ucap Embun dengan air mata yang sudah lolos dari pipinya.
"Syuuuuttt....!!!"Sayang! Kakak yang seharusnya berkata seperti itu.Maaf !!! kakak belum bisa menjadi suami yang baik,kakak gagal melindungi nama baik kamu!".Ucap Arjuna menunduk sedih karena mengingat berita Hoax yang menyudutkan Embun.
"Kakak....!!! Syuuuttt...!!! Semua kita hadapi bersama ya..!!! Kakak tidak perlu merasa bersalah karena itu bukan salah kakak.Kakak sudah menjadi suami terbaik untuk Embun.Kakak tahu..!!! Embun sangat mencintai kakak!.Lihat sini ada anak kita yang sangat mencintai kakak".Ucap Embun meletakkan tangan Arjuna diperutnya yang masih rata.
Arjuna tersenyum sambil menahan air mata yang sudah mulai menggenangi kelopak matanya.Tanpa aba-aba Arjuna pun memeluk Embun kembali dengan erat.Seakan mengisyaratkan bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa Embun.
Senjapun kian berganti malam.Saat itu keluarg Pramuja sudah bersiap-siap untuk makan malam bersama.Sejak kepergian Yudistira dan Wike ke luar negeri kali ini pertama kalinya mereka makan malam bersama lagi.
"Paaa,papa mau Embun ambili sup nya?"Tanya Embun pada Yudistira.Sontak semua mata tertuju pada Yudistira yang mereka tahu masih bersikap dingin pada Embun.Tampak wajah Arjuna menegang begitu juga Wike.Mereka takut makan malam ini akan menjadi kacau.Tapi apa yang terjadi diluar dugaan.
"Emmm,boleh!"Ucap Yudistira pada Embun.
Sontak itu membuat Arjuna dan Wike bernafas legah.Embun yang mendapat sambutan baik pun tersenyum bahagia karena Yudistira mulai menerima dirinya.Embun meletakkan semangkuk sup dihadapan Yudistira sopan.
"Terima kasih".Ucap Yudistira canggung.Sementara Arjuna dan Wike saling lirik dan tersenyum bahagia melihat PDKT antar menantu dan Mertua itu.
"Mama...!!! Arsy juga mau dong sup nya"!. Ucap Arsy menuntut.
"Aah...Arsy juga mau.Naaah ini untuk Arsy...!!!!.Kata Embun memberi semangkuk sup pada Arsy.Arjuna dan Wike pun tertawa melihat tingkah Arsy yang tampak cemburu.
"Gimana rasanya pa,tidak enak ya?"Tanya Embun penasaran saat Yudistira mulai menyicipi sup itu.Awalnya tampak wajahnya seperti ada sesuatu yang menakutkan.
"Hmmmm ini enak!"Ucap Yudistira dan mulai menyendok lagi dan lagi.
__ADS_1
"Syukurlah...!!!"Embun bisa bernafas legah.
Arjuna dan Wike pun saling tatap dan tersenyum melihat tingkah orang tua itu.
Arjuna menyentuh tangan Embun dan menatapnya dengan tatapan bahagia sambil menganggukan kepalanya tanda dukungan dan kebahagian.
"Terima kasih ya Allah.Akhirny doaku terdengar terima kasih kau sudah melembutkan hati papa Yudistira untuk ku".Gumam Embun bahagia dan begitu bersyukur.
Suasana makan malam keluarga itu pun berkahir dengan begitu tenang dan istimewah.Apalagi baru kali ini terdapat kehangatan didalam rumah utama ini yang dahulu sangat dingin dan kaku.Embun memang sangat istimewah bisa menjadikan keluarga ini menjadi hangat.
Setelah selesai makan malam.Arjuna dan Embun sudah berada dikamar mereka.Setelah Embun menidurkan Arsy sekarang giliran suaminya yang terus menempel padanya.
"Sayang....!!! Kapan jadwal USG kamu?"Tanya Arjuna pada Embun yang sedang menyisir rambutnya.
"Bulan depan sayang,awal bulan sih".Ucap Embun dan berjalan menuju wardrobe untuk berganti pakaian.Embun sedang menanggalkan pakainnya tiba-tiba Arjuna masuk dan mengejutkan Embun.
Arjuna ikut membantu melepas setiap kancing kemeja yang dikenakan Embun.Tampak senyumnya menggoda dan penuh makna.
"Kakak...!!!"Ucap Embun yang sedikit geli saat Arjuna mulai mengecupi ceruk leher Embun.Arjuna saat ini memang belum mencukur janggutnya yang mulai tumbuh.
"Sayang kakak merindukan kamu".Ucap Arjuna dengan mata yang mendamba.
Embun tahu apa yang diinginkan Arjuna malam ini.Embun hanya bisa tersenyum dan mencoba menjadi istri yang baik dengan tidak melakukan penolakan apapun.Arjuna mulai nakal dengan melucuti kemeja Embun diawali dengan menurunkan dari bahunya.Arjuna menarik pinggang ramping Embun kedalam dekapannya dan ******* bibir Embun dengan lembut dan tanganya mulai nakal menyusuri setiap inci tubuh mungil itu dibalik kemejanya.
Suasana semakin panas,deruh nafas mereka berdua pun saling bersaut-sautan karena hormon esterogen dan testoteron mereka semakin memuncak itu membuat jantung mereka semakin memompa dengan cepatnya.Arjuna menggendong Embun menuju ranjang dan meletakakannya dengan berlahan sambil terus mengecup bibir Embun tanpa henti.Arjuna yang sudah tidak sabar pun merobek kemeja Embun dan membuangnya keswmbarang arah.
__ADS_1
"Astagah...!!! Sudah berapa kemeja ku yang robek karena ketidak sabaran suamiku".Gumam Embun karena melihat kelakuan suaminya itu.