Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
48. Perjalanan Bisnis


__ADS_3

"Dreeeet dreeeet dreeet.." Suara Getar ponsel milik Arjuna bergetar didalam saku jasnya.Arjuna pun segera mengambil ponsel itu.Tampak dilayar ponselnya "Embun Memanggil" Arjuna pun segera menjawab panggilan dari Embun.


"Hallo sayang,aku sedang menuju bandara.Iya aku pasti akan terus mengabari mu kalau sudah sampai ya.Okay sayang jaga dirimu baik baik juga disana.Bye..." Arjuna pun mengakhiri pembicaraannya dengan Embun.


Tampak Iyat dan Endro saling pandang dan tersenyum melihat kebucinan Arjuna.Dan pada akhirnya Endro tidak bisa menahan tawanya.


"Hahahaha okay sayang jaga dirimu baik baik juga disana".Menirukan gaya bicara Arjuna.


"Seorang Arjuna Pramuja kini menjadi budak cinta alias bucin yaa...ternyata dia yang keras bisa dicairkan oleh Embun".Hahaha hahaha.Kata Endro meledek Arjuna.


Dan Arjuna tidak bisa berkata kata karena memang benar kenyataanya kini dia telah menjadi budak cinta.Saat jauh dari embun ia akan merasa ada yang kurang dalam dirinya.Arjuna hanya menahan kesal dan dengan otaknya yang seksi dia pun terus berfikir bagaimana cara untuk membalas ledekan Endro.


"Ayooo otak ku yang seksi berfikirlah cepat apa yang harus aku katakan untuk membalas Endro si brengsek itu".Gumamnya kesal.


Akhirnya Arjuna pun menemukan cara agar Endro tidak bisa berkutik.


"Aaah sepertinya aku harus memindahkan Lusi ke Devisi pengembangan produk agar dia bisa terus bersamamu,karena aku lihat akhir akhir ini dia sudah mulai meningkat cara bekerjanya".Kata Arjuna sambil memainkan ponselnya.


Dan seketika Endro yang mendengar itu pun berbalik melihat kearah Arjuna.


"Jun jun jun...enggak bisa begitu dong,jun please kitakan friend, yaaa yaaa yaaa.Aku enggak bisa bayangin kalau satu tim dengan dia.Bisa mati aku jun,sumpah.Kata Arjuna memohon.


"Flash Back".


"Selamat siang tuan Endro".Sapa Lusi kepada Endro,Lusi dengan gaya centilnya pun mendekati Endro yang sedang berdiri menunggu lift.Dari prilaku Lusi semua orang tahu kalau sebenarnya Lusi sangat menyukai Endro.Tapi ia kalah cepat dengan Larisa.


"Siang lusi".Jawab Endro dengan senyum dipaksakan.Sementara Endro juga sedikit menghindar dengan melangkah kesamping agar tidak terlalu dekat dengan Lusi.Endro sangat risih bertemu dengan Lusi karena lusi tipe wanita yang suka menempel seperti lintah.


Lift pun sudah terbuka,ternyata di lift tampak sedikit padat orang didalam.Dan saat mereka berdua masuk Lusi yang selalu saja menempel Endro pun berdiri di depan Endro.


"Tuan dasi tuan sedikit miring"Kata Lusi sambil memperbaiki dasinya.


"Tidak apa apa Lusi biar saya saja".Kata Endro menolak tapi lusi pun memaksa.


Tiba tiba ada seorang karyawan wanita dengan bobot tubuh yang lumayan besar masuk membuat lift semakin padat tapi tidak membuat over weight.Wanita itu tidak sengaja menyenggol tubuh lusi yang mungil,membuat Lusi gontai dan keseleo karen heelsnya,Lusi pun hampir terjatuh.


"Aauuuuuwwww,hampir saja".kata lusi legah karena bisa berpegangan dasi endro untuk menyelamatkan dirinya.


Sementara Endro yang malang pun tampak tercekik akibat dasi yang ditarik Lusi dan membuat endro melotot hampir kehabisan nafas.Wajahnya memerah dan tampak mulutnya terbuka untuk berusaha bernafas.

__ADS_1


"Aaaaakkkgg aaakkgh".Endro sambil memegangi lehernya dan berusaha mengendurkan dasinya.


Lusi yang tersadar pun terkejut melihat wajah endro yang sudah memerah.


"Maamaaaf tuan Endro,ya Tuhan kok bisa seperti ini?,Ya Ampun tuan apa kamu baik baik saja"?.


Tanya lusi panik sambil menepuk nepuk pipi Endro.


Endro pun lemas karena kurang oksigen,tiba tiba matanya kabur dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.dia pun terjatuh dipelukan Lusi.Orang orang di lift pun panik melihat Endro pingsan.Tapi dengan kecerdasan Lusi yang tiada tandingannya dia pun memintah untuk semua orang memberi jarak pada Endro.


"Tuan,tuan bangun,aduuuh!! haaa saya punya ide".


Kata lusi dengan percaya dirinya.


"Permisi non,apa bisa saya meminta bantuan nona?"Kata lusi bertanya pada wanita berbobot besar itu.


"Iya non,apa yang bisa saya bantu?"


Lusi pun berbisik pada wanita itu dan wanita itu menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Wanita itu pun memasukan telapak tangannya dilipatan ketiaknya.Dan benar saja itu menghasilkan bau yang luar biasa.Wanita itu menempelkan telapak tangannya kehidung Endro.


Endro pun menghirup aroma yang membuat semua orang menutup hidung mereka.Endro mengendus endus aroma itu.Seketika matanya terbuka tapi saat Endro sadar bahwa aroma itu berasal dari ketiak, Endro pun pingsan kembali.


"Flash Back Off".


Endro yang membayangkan kejadian di lift itu pun merinding.Lusi yang kecerdasannya diatas rata rata membuat dirinya hampir setiap hari melakukan kesalahan.Tapi karena Lusi anak yang sangat gigih bekerja itu membuat Arjuna menghargai kerja kerasnya dan mempertahankan ia untuk menjadi wakil sekretarisnya membantu paman Ridwan yang sudah mulai tua.


Walau kerjanya hanya mengantar berkas,menerima telefon,dan membuatkan kopi untuk Arjuna.Karena hanya itu yang bisa dilakukan Lusi.


Arjuna dan Endro pun sampai di Bandara.Arjuna mengambil ponsel disaku jasnya ia pun menghubungi Embun lewat sambungan telefon.


"Hallo sayang,kakak sudah di Bandara ya,kamu juga baik baik disana.I love you.


Arjuna mengakhiri panggilannya dan berjalan menuju pesawat karena pesawat menuju ke Jepang akan segera take off.


"Junaaa".Seseorang memanggil namanya.Arjuna pun mencari sumber suara itu.Ternyata Cellia berjalan mendekatinya dengan tampilannya yang super mewah.Ia memakai kecamata hitam,stelan blezer dan rok mini mengespost kakinya yang jenjang dipadukan dengan sepatu heelsnya yang lumayan tinggi kira kira 10cm.Rambutnya yang lurus panjang kini diubahnya menjadi bergelombang,bibirnya merah merona seperti buah delima.Cellia memang sangat cantik,jelas dia cantik karena dia mantan model terkenal yang beralih ke bisnis.


Semua mata tertuju padanya karena penampilannya yang begitu cantik.Arjuna pun sangat terkejut saat tahu cellia ikut perjalanan bisnis bersamanya.

__ADS_1


"Endro,kenapa dia bisa ada disini?".Tanya Arjuna pada Endro.


"Jun,aku juga baru tahu kalau dia ikut Tim kita,aku baru mendapat email kalau Devisi pemasaran dan pengiklanan diwakilkan oleh Cellia".Kata Endro menjelaskan.


Arjuna yang mendengar itu pun merasa sangat kesal,dan mengepalkan jarinya.Saat cellia berjalan mendekati Arjuna tiba tiba dengan sengaja dia berpura pura keseleo.Itu membuat Arjuna refleks menangkapnya agar tidak terjatuh.Dan itu membuat mereka menjadi seperti berpelukan.


"Aah sakit sekali kaki ku jun".Kata cellia manja pada Arjuna.


"Kalau sakit kamu bisa membatalkan perjalanan bisnis ini,dan kamu bisa pulang".Kata Arjuna ketus.


"Jun,tapi aku tidak ingin mengecewakan mu".Kata cellia sambil terus berusaha mengajak bicara Arjuna.


Endro yang melihat itu sangat kesal.Endro dari dulu memang tidak menyukai Cellia,semenjak tahu cellia menyakiti hati Arjuna.Endro terus saja memandang cellia dengan tatapan kesal.


Arjuna pun dengan berat hati memapah Cellia dan membuat mereka tampak sangat mesrah.


Semua orang memandang mereka sangat takjub karena mereka seperti pasangan yang serasi.


Cellia sangat berbangga hati karena bisa berjalan berdua bersama Arjuna.


"Endro panggil Rahmad".Perintah Arjuna pada Endro.Tak lama menunggu Arjuna pun meminta Rahmad untuk memapah Cellia.


"Rahmad kamu bantu nona cellia berjalan,okay."Kata Arjuna.Rahmad pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.Cellia yang mendengar itu pun seketika angan angannya hancur berantakan,baru saja ia merasakan kebahagiaan kini hancur berkeping keping.


"Aaah Arjuna kamu,?!"Kata cellia kesal.


Rahmad mencoba mendekati cellia dan membantu untuk berjalan.Tapi cellia menolaknya.


"Stop,aku bisa berjalan sendiri"Kata cellia ketus.


Rahmad hanya mengangguk.


Arjuna mendengar itu pun tersenyum puas telah mempermainkan cellia.


Tapi mereka tidak tahu kalau ada sepasang mata yang sedang mengawasi Arjuna dan Cellia.


Cellia menelfon sekretarisnya dan meminta untuk membantunya berjalan.Kalau cellia tiba tiba bisa berjalan itu membuat Arjuna curiga kalau dia hanya berpura pura saja.


Tanpa diberi tahu pun Arjuna sudah tahu kalau itu adalah siasat jahat cellia agar bisa terus bersama Arjuna.Arjuna sudah sangat mengenal Cellia.Cellia yang ambisius,cellia yang egois,Cellia yang manja.

__ADS_1


__ADS_2