Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
142. Kekasih Bintang


__ADS_3

"Nona gawat bagaimana ini? model untuk kosmetik kita tidak datang padahal waktu pemotretan tinggal setengah jam lagi".Kata Sekretaris Cellia dengan wajah panik dan frustasi.


"Haaaaa....cccckkkk...!!!.Aku sudah menduga dia akan seperti itu."Kata Cellia dengan wajah datar tapi sorot matanya mematikan.


"Ayooo coba hubungi model yang lain?"Kata Cellia pada staff nya.Akhirnya 30 menit sudah berlalu namun mereka belum juga menemukan model untuk pemotretan dan shooting kosmetik mereka.Wajah para staff cukup cemas dan frustasi.Cellia dengan sedikit ragu pun akhirnya memutuskan untuk dirinya yang menjadi model kosmetik mikilnya sendiri.


"Okay mari kita lakukan".Kata Cellia sambil berdiri dan membuat semua tim nya bingung.


"Ayo kenapa diam saja,?"Kata Cellia mengejutkan para Tim nya yang tampak frustasi.


"Maksud nona?Tanya salah satu dari staff nya.


"Iyaa....kenapa? kalian meragukanku?"Tanya Cellia mulai kesal.


"Aaaahhhh....syukurlah nona.Kami hampir tidak bisa benafas tadi".Kata salah satu staffnya yang menangani proyek pemotretan kosmetik terbaru Cellia.


"Okay saya ganti baju dulu".Kata Cellia dan ia pun berjalan keruang ganti serta wajahnya mulai dimakeover.Tidak menunggu lama Cellia pun siap untuk pemotretan.


"Waaah aruahnya benar² menunjukan Bintang yang berkelas yaa...!!"Kata salah satu staff disana berbisik pada temannya.


"Benar....!!! nona Cellia benar² cantik.Wajar saja aurahnya begitu mahal dia kan mantan model juga".Jawab temannya menimpali.


"Waaahh...!!!"Mereka pun menggelengkan kepala karena kagum melihat Cellia berpose begitu elegant.


"Okay nona Cellia,menghadap kearah camera seoalah kamu menatap orang yang kamu cintai".Kata fotografer yang sedang memotret Cellia.

__ADS_1


Saat Cellia mengarahkan pandangannya kearah kamera tiba² Bian muncul dengan begitu gagahnya berjalan mendekati lokasi pemotretan dan shooting Cellia.Bian tersenyum dan menatap senduh Cellia.Bian berdiri tepat dibelakang kamera.Itu membuat mata Cellia pun saling tatap dengan Bian.Tatapan Cellia begitu dalam dan penuh cinta membuat pose yang sempurna untuk pengambilan gambar.


"Waah kekasih Bintangku.Kamu seperti Bintang yang ada dilangit.Sementara aku seorang Pria biasa yang masih menapak dibumi".Gumam Bian menatap lembut Cellia.


"Waaah benar² keren nona Cellia kamu cukup profesional".Kata fotografer itu setelah melihat hasil jepretannya.


"Terima kasih.Padahal aku merasa canggung karena sudah lama aku tidak didepan kamera".Kata Cellia sambil tersipu.


"Tapi ini luar biasa non,perfect!"Kata fotografer itu memuji.


Bian yang mendengar itu pun tersenyum bangga.Ternyata orang yang begitu ia sukai saat ini benar² luar biasa.Setelah melewati hal yang berliku akhirnya Cellia benar² berubah menjadi gadis manis dan tempramentnya mulai membaik.Cellia pun menghampiri Bian setelah selesai pemotretan.


"Maaf kamu harus menunggu lama".Kata Cellia pada Bian yang sedang duduk disofa.


"Ternyata kekasihku luar biasa.Ternyata kekasih Bintangku begitu berkilau"Kata Bian memuji Cellia.


Bian pun berjalan mendekati Cellia dan meraih pinggang ramping Cellia dengan melingkarkan tangannya erat.Hal itu membuat mereka begitu dekat tanpa jarak.Cellia bisa merasakan hembusan nafas Bian yang begitu tenang.


Sementara Bian bisa merasakan gundukan kenyal yang menyentuh dadanya yang bidang.Bian dengan Lembut menyentuh dagu runcing Cellia dan mendekatkan bibirnya kebibir mungil wanita yang ada dihadapannya itu.


Dengan berlahan Bian mengecup bibir ranum itu dan ********** lembut.Cellia memejamkan matanya dan menikmati setiap decapan dan ******* yang mereka ciptakan bersama.


Tangan Bian mulai aktif dan menyusuri punggung Cellia dan berlahan masuk kedalam balik kemeja yang Cellia kenakan.Sentuhan itu membuat Cellia meremang dan semakin menggila.Tangan Bian sampai ke gundukan sintal itu dan mulai menyentuh dengan lembut.Entah kenapa mereka seperti dimabuk cinta hingga tidak bisa menahan diri saat dikantor.Tatapan Bian seakan mendamba dan deruh nafasnya kian memanas.


"Sayang ini dikantor".Bisik Cellia ketelinga Bian.Seketika Bian menghentikan kegiatan tangannya.

__ADS_1


"Maafkan aku.Aku merindukan kamu".Kata Bian menatap Cellia penuh gejolak cinta.


Cellia pun menggandeng tangan Bian menuju keluar kantor.Entah apa yang ada difikiran Cellia hingga dia pun seperti mengisyaratkan untuk mengiyakan apa yang diinginkan Bian.Bian menatap Cellia sambil terus berjalan mengikuti Cellia.Tatapan Bian penuh tanya tapi ia terus saja membiarkan perjalan yang dipimpin Cellia.Akhirnya mereka sampai diparkiran dan Cellia menekan remot mobilnya.Mereka pergi bersama dengan mobil Cellia membela hiruk pikuk suasana kota.Didalam mobil meraka masih membisu tidak ada percakapan disana.Namun dengan bahasa tubuh mereka bisa memahami satu sama lain.Tangan mereka saling menggenggam erat bak seperti takut kehilangan satu sama lain.


Tak disangkah ternyata yang mereka tujuh adalah Hotel didekat kantor Cellia berada.Mereka saling tatap dan mengangguk bersama.Tanpa banyak bicara mereka berjalan sambil berpegangan tangan menuju lobi hotel dan memesan kamar untuk mereka berdua.Siang itu benar² membuat mereka sangat kehilangan kendali.Mungkin karena mereka baru saja berpacaran jadi rasa cinta yang penuh kehangatan masih menggebu dihati mereka berdua.


Sampai di pintu hotel Cellia membuka pintu itu lalu masuk dan tanpa aba² Bian pun mengecup bibir Cellia yang bak candu.Cellia juga merasakan hal yang sama.Kerinduan yang menggebuh bergejolak dikala pengobat hati ada didepan mata.


"Sayang...!!!"Bisik Cellia lalu mereka saling tatap penuh gairah.Bian mengecup bibir Cellia dan kali ini ciuman panas yang membuat tubuh Cellia serasa memanas.Bian tidak bisa menahan diri hingga mengecup keceruk leher Cellia yang jenjang.Tangannya pun menjalar masuk kebalik kemeja Cellia dan membuka pengait dari penyangga gundukan kenyal itu.Nafas Bian kian menderuh deras dan menyapu hangat keleher Cellia.Wanita cantik itu bisa merasakan kehangat dari hembusan nafas sang kekasih hati.


Berlahan Cellia membuka kancing kemeja yang ia kenakan dan melempar kesembarang arah.Bian membopong tubuh langsing itu kearah ranjang dan menjatuhkanya berhati².Bian mengusap puncak kepala wanita dihadapannya dan ******* bibir ranum itu dengan rakus dan kemudia turun keleher hingga akhirnya sampai pada gundukan sintal yang begitu menantang untuk segera dihabisi.Bian memabui aroma gundukan sintal itu dan kemudia mejilat serta menghisap dengan rakusnya bak anak bayi yang sangat kehausan.


Cellia menggigit bibir bawahnya dan menikmati sentuhan yang memabukan itu.Cellia pun memejamkan matanya tanpa sadar ia mengeluarkan suara yang membuat Bian semakin menegang dan menggila.


Tangan Bian pun semakin aktif hingga membuat Cellia melenguh dan menegang.Tubuhnya memanas dan seakan kenikmatan itu semakin membuatnya seperti candu ingin lagi dan lagi.


"Kenapa setiap sentuhanya membuatku semakin menginginkan lebih".Gumam Cellia memejamkan matanya.


"Sayang...!!!"Kata Cellia menarik tubuh Bian untuk melakukan lebih


"Tidak apa²?"Tanya Bian lagi.


"Kali ini aku ingin melakukannya dengan sadar".Kata Cellia lagi.


Bian pun mulai melucuti pakainya dan itu membuat Cellia menelan slavinanya kasar karena melihat perut Bian bak pahatan patung yunani kuno ada dihadapannya.

__ADS_1


Bian menatap Cellia penuh cinta dan kini ia mengangkat tubuh Cellia dipangkuannya dan saling berhadapan.Cellia dengan lembut mengecup bibir Bian dan ********** dengan lembut.Akhitnya pergulatan panas pun terjadi.Hingga mereka berkeringat bersama memasuki surga dunia.


__ADS_2