Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
69.Ada Hati Yang Terluka


__ADS_3

"Aaaaaaah" Cellia begitu kesal kepada Embun.Baru kali ini ia dikalahkan dengan orang lain.


"Ingat saja kau tikus kampung,kau akan tahu akibatnya".Kata Cellia sinis.


Embun pun berjalan menuju kearah Arjuna,saat akan mendekati Arjuna ia melihat Bian yang menatapnya penuh dengan makna.Embun pun tersenyum pada Bian sambil menundukan kepalanya.Bian juga melakukan hal yang sama.


"Embun,tolong jangan tersenyum seperti itu kepadaku,kau akan membuatku sulit melupakanmu".Gumam Bian.


Bian pun berjalan me dekati Embun dan Arjuna untuk mengucapkan selamat.


"Selamat ya Tuan Arjuna dan Nona Embun atas pertunangan kalian".Ucap Bian kepada Arjuna dan Embun.


"Terima Kasih Tuan Bian kata Embun.


"Terima kasih Bian,semoga kamu cepat menyusul".Kata Arjuna.


Bian pun hanya tersenyum tipis dan menatap Embun begitu dalam.


Arjuna menangkap ekspresi wajah Bian yang begitu sedih saat menatap Embun seperti ada firasat yang mengatakan kalau Bian sedang tidak baik baik saja.


"Kenapa dengan tatapan Bian kepada Embun,atau aku yang terlalu berlebihan menyimpulkan kalau ada sesuatu?".Gumam Arjuna sambil memandang Bian dengan sudut ekor matanya.


"Tapi firasatku tidak perna salah.Ccckk.".Gumam Arjuna dan ia pun menggandeng tangan Embun untuk memperkenalkan pada kolega koleganya.


Bian masih terus menatap Embun yang sedang berbicara pada kolega kolega Arjuna.Bian tidak bisa berpaling dari Embun,ia melihat senyum embun yang menawan,saat Embun sedang meneguk segelas minuman yang ada ditangannya sambil menyapa Bian untuk minum.


Semua yang dilakukan Embun adalah pemandangan yang begitu indah bagi Bian.Hatinya seperti ada lubang yang sangat dalam.Sampai ia merasakan begitu sakit hingga tidak bisa bernafas.


Ada penyesalan yang tidak bisa ia lupakan.Kenapa tidak dari awal dia mengungkapan isi hatinya kepada Embun.Dadanya begitu sesak seperti tertimpah beban yang sangat berat.Bian hanya bisa menyimpan perasaan itu hingga akhirnya ia kehilangan kesempatan untuk mengungkapkannya.


Bian keluar dari hotel dan duduk di taman hotel sendirian sambil menenggak wine yang ia bawa dari dalam.Ia terus meneguk wine itu sampai tidak sadar sudah habis setengah.


"Hahaha Embun,kenapa kau membuatku seperti orang bodoh,haaaa"!.Bian merancau karena dirinya sudah dipengaruhi alkohol.Bian berjalan menuju aula hotel dengan sempoyongan karena dia tampak sangat mabuk berat.


Bian sambil memegang botol wine pun berdiri sambil terus menatap Embun yang sedang berbicara dengan rekan rekan Arjuna tiba tiba saja ia mengambil mic dari seorang penyanyi diacara itu.

__ADS_1


"Hei Embuuun".Teriak Bian keras dan semua orang pun menatap kearah Bian.Suasana yang begitu ramai seketika menjadi hening.Arjuna pun tampak terkejut dengan perbuatan Bian.


"Sedang apa dia?"Tanya Arjuna heran sambil mengerutkan dahinya.


Sama terkejutnya dengan Embun saat namanya disebut seseorang dengan pengeras suara.Matanya mencari orang yang sedang memanggil namanya.


Embun pun menemukan asal suara itu.Matanya membulat sempurna saat ia tahu ternyata Bian yang memanggilnya dengan pengeras suara.


"Tuan Bian?".Gumamnya tidak percaya.


"Apa yang ingin dia lakukan memanggilku seperti itu?".Gumamnya lagi.


Arjuna pun melihat Embun.Mereka saling bertatapan dan penuh tanya.Seakan Embun tahu maksud dari tatapan Arjuna yang penuh tanya.Embun pun mengendikan bahu tanda dia juga tidak mengerti maksud dari Bian.


"Embun,kenapa kau melakukan ini kepadaku?,kenapaaa,Haaaaa.!?"sambil menatap Embun begitu dalam dan tampak air mata Bian membasahi pipinya.


"Kamu tahu Embun,kamu sudah membuatku tidak berdaya.Kau sudah membuatku seperti orang gila.Kamu selalu membuat jantungku berdebar saat aku memikirkan mu,kamu sudah berhasil menciptakan ruang dihatiku tapi kenapa kau mala menghancurkan ruang itu dan memilih ruangan lain.Kenapa Embun?kenapa?tanyanya begitu pilu.Bian tidak bisa mengontrol dirinya karena alkohol.


"Aaarrrgghhhh".kesalnya.


Bian tidak bisa menahan perasaanya.


"Kamu tahu Embun? saat pertama kali kita bertemu,kamu sudah berhasil membuat hatiku berdebar.Embun aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu.Aku tidak bisa menahan ini semua,karena ini seperti beban yang begitu menyesak dihatiku.Oh ya Arjuna aku ingin kamu jaga Embun jika kamu menyakitinya aku tidak segan segan merebutnya dari mu.Ingat itu!".Kata Bian sambil berjalan sempoyongan mendekati Arjuna dan memegang kedua pundaknya.


Arjuna tampak terkejut mendengar kata kata Bian yang seakan meragukan cintanya dengan Embun.Arjuna begitu kesal sampai dia ingin menghajar Bian.Saat Arjuna ingin mendekati Bian,tiba tiba Endro menghalanginya.


"Jun,jangan lakukan apapun,ingat wartawan ada dimana mana.


Rahmad pun mendekati Arjuna agar dia tidak melakukan apapun.


"Tuan jangan kotori tangan anda dengan menyentuh dia".Kata Rahmad pada Arjuna.Arjuna pun menuruti kata kata Rahmad.


Embun tampak terkejut dengan semua pernyataan cinta Bian yang sangat mengejutkan.Embun menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Bian mendekati Embun dan berdiri didepan Embun.

__ADS_1


"Hahahaha....Bian tertawa pilu hatinya seakan tercabik cabik saat melihat Embun.


"Tapi kini aku sudah legah bisa mengungkapkan isi hatiku yang terpendam selama ini,Aku mengatakan ini agar tidak menjadi beban dan agar kamu tahu Embun bahwa selain Arjuna ada aku yang mencintaimu."Kata Bian tersenyum getir dan air matanya masih membasahi pipinya.


"Tuan Bian,maafkan aku.Aku tidak tahu jika sikapku membuat dirimu salah faham.Maafkan aku tuan Bian.Kata Embun sambil menitikan air mata.Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu".Kata Embun terbata karena dia juga shock dengan pengakuan Bian dihari pertunangannya.


Larisa mengelus pundak Embun seakan ia tahu untuk memberi suatu dukungan kepada Embun.Air mata Embun tidak bisa terbendung lagi.Fikirannya campur aduk,ada rasa khawatir yang begitu kuat bahkan mengalahkan rasa malunya saat itu.


Embun khawatir dengan nama baik Arjuna dan YP Group.Dengan kejadian ini otomatis akan berdampak negatif pada YP Group.Embun menatap wajah Arjuna yang memerah menahan amarah.


Embun mendekati Arjuna dan menggenggam tangannya dengan begitu erat.Seakan mengisyaratkan kalau dirinya hanya milik Arjuna seorang.


Arjuna yang mengerti maksud Embun pun melingkarkan tangannya ke pinggang Embun hingga mereka begitu erat.


"Kamu baik baik saja sayang?"tanya Arjuna pada Embun.Embun hanya mengangguk sambil menitikan air mata.


Yudistira yang menyaksikan kejadian itu pun pergi meninggalkan acara.Yudistira tampak sedikit kesal dengan kejadian itu.


"paaaa paaa,mau kemana?"Tanya wike sambil mengejar Yudistira.


"Drama apalagi ini Memalukan!".Kata Yidistira kesal.


"Papaaa,jangan pergi begitu saja,tidak baik dilihat wartawan".Bisik Wike.


"Aku tidak perduli".Kata Yudistira membantah.Yudistira pun pergi melewati Arjuna dan Embun dengan wajah yang cukup menakutkan.


Semua wartawan dengan sangat cepat merekam kejadian itu.Berita ini akan menjadi Hot News diadalam maupun luar negeri.


Embun pun sangat takut setelah Yudistira melihatnya dengan tatapan seperti itu.


"Kakaaaak,maafkan Embun!"Kata Embun sambil menunduk dan air matanya terus mengalir deras kepipinya.


"Sayang ini bukan salahmu,sudahlah nanti akan kakak bereskan masalah ini setelah Bian sadar".Kata Arjuna.


Embun pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


Setelah kejadian drama yang tidak terduga acara pertunangan pun segera diakhiri.Arjuna dan Embun meninggalkan hotel.Disusul dengan Endro dan Larisa meninggalkan hotel.


Cellia yang melihat kejadian itu pun tersenyum penuh dengan kelicikan.Ternyata Tikus kampung itu boleh juga ya!?.Lihat saja tikus kampung siapa yang jadi pemenangnya.Kata Cellia dengan liciknya.


__ADS_2