Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
117.Semakin Membuat Cemas.


__ADS_3

Sejak kejadian mawar merah itu Arjuna semakin tidak bisa tenang.Fikirannya selalu di hantui rasa khawatir terhadap Embun.Setelah selesai rapat Arjuna pun meminta Rahmad untuk datang keruangannya.


"Rahmad bagaimana perkembangannya saat ini?"


Tanya Arjuna pada Rahmad.


"Tuan,saat ini belum ada yang mencurigakan,sepertinya peneror itu tahu kalau Embun dijaga ketat oleh bodyguard".Kata Rahmad menjelaskan.


"Sepertinya peneror itu sangat berhati².Aku penasaran siapa yang sudah berani mengusik orang terdekat ku".Kata Arjuna berfikir keras sambil mengepalkan tangannya kesal.


"Oh ya pagi ini Embun mendapat kiriman mawar merah dari peneror itu.Siapkan satu orang mata² untuk menjaga Embun di tempat kerjanya.Aku minta seorang wanita tapi yang sudah terlatih.Kata Arjuna kepada Rahmad.


"Baik Tuan".Kata Rahmad lagi.


"Kalau begitu kamu harus lebih berhati²,kalau ada pentunjuk sekecil apapun harus laporkan padaku.Perintah Arjuna.Rahmad pun mengangguk tanda mengerti dan permisi untuk pergi melaksanakan tugasnya.


(Rumah Utama)


"Arsy kamu sedang apa sayang?"Tanya wike pada Arsy yang sedang sibuk dengan bonekannya.


"Arsy lagi gantikan baju boneka ini oma".Kata Arsy menjelaskan.


"Omaa kapan kita kerumah papa?,Arsy rindu."Kata Arsy merengek dengan Wike.


"Hmmmm besok saja ya nak,hari ini oma masih banyak sekali urusan oma".Kata Wike menjelaskan.


"Hmmmm oma selalu saja sibuk".Kata Arsy merajuk dan berlalu meninggalkan Wike.Arsy masuk kemarnya dan membanting pintu kamarnya cukup keras.


"Braaaaakkk...!!!!".


"Astagah anak ini,sama saja seperti ayahnya suka merajuk".Kata Wike sambil menyentuh dadanya karena terkejut dengan suara bantingan pintu Arsy.


Didalam kamar Arsy pun mengambil smart watch miliknya.Arsy menekan tombol panggilan untuk Arjuna.


"Papa"!!!Terdengar suara Arsy yang nyaring sedang terisak isak.


"Iya sayang...kenapa dengan kamu?"Tanya Arjuna mulai khawatir.


"Paaa....Arsy rindu.Kenapa papa enggak datang nemui Arsy?"Tanya Arsy sambil menangis.


"Hmmm maafkan papa ya sayang papa akhir² ini banyak sekali pekerjaan.Gimana kalau nanti malam Arsy ke rumah papa diantar kakek iyat?"Kata Arjuna memberi saran.Arjuna enggan pulang karena masih kesal dengan papa Yudistira.


"Horeeee!!!! okay papa.Oh ya paa,Arsy juga rindu tante Embun.Arsy mau kasih bunga mawar merah kesukaan tante".Kata Arsy dengan antusias.


"Waaah Arsy beli bunga untuk diberikan tante ya?,untuk papa mana?"Kata Arjuna pura² merengek.


"Enggak paaa.Semalam Arsy di beri hadiah sama paman Badut paa.Hadiah bunga mawar merah".Kata Arsy menjelaskan dengan sangat antusias.


"Apaaa bunga mawar merah,Embun dan Arsy?"Gumam Arjuna teringat dengan peneror itu.Perasaannya kian cemas setelah mendengar itu.


"Okay Arsy sudah dulu ya.Nanti papa telefon lagi dan nanti malam Arsy dijemput kakek Iyat okay".Kata Arjuna mematikan ponselnya.


"Kurang Ajar,setelah Embun dia juga mendekati anak ku.Brengsek bajingan...!!!!Kata Arjuna kesal mengetatkan rahangnya kesal.


"Rahmad sepertinya peneror itu tahu betul tentang keluarga ku.Barusan Arsy bilang dia diberi bunga mawar merah dengan seorang badut".Kata Arjuna menelfon Rahmad.


"Okay kamu cepat selidiki badut itu"!.Perintah Arjuna.Suaranya tinggi karena menahan kekesalan yang luar biasa didadanya.Arjuna mengusap wajahnya kasar karena merasa dipermainkan oleh peneror itu.

__ADS_1


Arjuna pun bergegas untuk menemui Embun karena sangat khawatir dengan Embun.Untuk keselamatan Arsy Arjuna meminta bodyguardnya yang selalu menjaga Arsy agar lebih ketat lagi menjaganya.Arsy pun masih cukup aman karena berada di mansion.


Sementara Embun masih dikantornya sedang bekerja.


"Junaaaa...mau kemana kamu?"Tanya Endro melihat Arjuna pergi dengan tergesah².


"Endro kamu batalkan pertemuan kita hari ini ya.Karena peneror itu sudah mulai berani mendekati Arsy".Kata Arjuna menjelaskan pada Endro.


"Astagah !!!.Okay kalau begitu aku akan beri tahu mereka.Jadi kamu mau kemana ini?"Tanya Endro penasaran.


"Aku mau menemui Embun".Kata Arjuna sambil tergesah² menuju lift.


"Okay kamu hati²!"Kata Endro yang juga khawatir mendengar berita itu.


(Dikantor Embun)


"Sayang kamu sibuk?"Tanya Arjuna melalui sambungan telefonnya.


"Hmmm sedikit sayang.Sebentar lagi juga selesai karena sudah waktunya jam makan siang".Kata Embun dari dalam kantor.


"Kakak sudah didepan kantor kamu".Kata Arjuna memberi tahu.


Embun pun melihat Arjuna yang sudah menunggunya.Arjuna tampak melambaikan tangan pada Embun.Begitu juga Embun membalas lambaian tangan Arjuna.


Ada sepasang mata yang sedang mengawasi Embun sedari tadi.Orang itu selalu mengawasi gerak gerik Embun didalam kantor itu.


"Maya...!!! Aku makan siang diluar ya.Kalau Buk Zoya tanya tolong bilang seperti itu".Suara Embun mengejutkan maya yang sedang mengetik pesan diponselnya.


"Ba baik Embun".Kata Maya gugup dan tersenyum dipaksakan.


Maya menatap Embun dan Arjuna yang ada diluar dengan tatapan penuh misteri.Maya melihat Embun dan Arjuna berpelukan sebelum masuk kedalam mobil.Sorot matanya memancarkan kebencian dan iri hati yang tidak bisa ia ungkapkan.


"Enggak deh,aku bawa bekal dari rumah".Kata maya menolak.


"Hmmm saat ini Embun sedang makan siang dengan kekasihnya.Menyebalkan sekali nasib orang jomblo seperti aku".Kata Andin berbicara sendiri.


Maya mendengar itu hanya tersenyum smirk.


Arjuna dan Embun menuju Kafe dekat tempat kerja Embun.


"Sayang kenapa kamu cantik sekali sih"?Kata Arjuna matanya tak henti menatap wanita yang ada disampingnya.


"Kakak....waaauuuww !! Embun seperti berbunga bunga".Kata Embun tersenyum dipaksakan dan setelah itu memasang wajah datar.


"Gombal...!!! Kata Embun mencebikkan bibirnya yang ranum.


"Hahaha kenapa kamu selalu menggemasakan seperti ini".Kata Arjuna mencubit pipi Embun gemas.


"Aaahhh sakit....!!!"Kakak iiisss uweeeeek!!!".Balas Embun mengejek sambil menjulurkan lidahnya.


"Aiiiisssshhhh...!!!!"Arjuna tidak bisa menahan rasa ingin memeluk tubuh mungil itu.Rasa gemasnya kian merontah saat Embun menjulurkan lidahnya.Arjuna menelan slavinanya dengan kasar.Melihat lidah Embun yang merah jambu.


"Sayang...!!!!Aiiish..!!! Jangan menjulurkan lidah seperti itu.Ccckkkkk".Kata Arjuna berdesak.


"Biarin wueeeeek"!!!.Lagi lagi Embun mengejek dengan menjulurkan lidahnya didepan Arjuna.Tiba² Arjuna menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


"Sudah kakak peringatkan jangan menjulurkan lidah seperti itu.Aku sudah menahannya tapi kau membuatku gila"!Kata Arjuna menatap dalam Embun hingga menembus kemanik matanya.

__ADS_1


Arjuna menarik tangan Embun dan membuat tubuhnya mendekat pada Arjuna.Akhirnya deruh nafas Arjuna menghembus menerpa wajah Embun.Jantung Embun berdebar begitu cepatnya saat wajah mereka sangat dekat.Arjuna tidak bisa menahan lagi apa yang dia rasakan,dengan cepat bibirnya mengecup bibir Embun yang sedari tadi membuatnya gila.Arjuna ******* bibir itu yang selalu membuatnya candu.


Embun tidak bisa berkata² dan akhirnya ia hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati setiap kecupan lembut yang diberika Arjuna.Tangan Arjuna menyentuh kedua pipi Embun yang lembut.Tampak suara decapan demi decapan terdengar nyaring didalam mobil itu.


"Kakak sudah..!!!"Nanti ada orang yang melihat bagaimana?"Kata Embun mendorong dada Arjuna menjauh.


"Hmmmm".Arjuna tersenyum dan mengusap puncak kepala Embun.


"Kakak peringatkan sekali lagi,jangan perna menjulurkan lidah mu selain pada ku"!.Kata Arjuna mengancam.


"Hehehe.Hmmm okay"!.Jawab Embun tersenyum dan mengangguk.


Akhirnya mereka pun sampai di kafe dekat kantor Embun.Tampak banyak pasang mata yang menatap mereka.Embun memang sangat cantik dan imut.Arjuna tidak bisa melepaskan genggaman tangannya pada Embun.Saat sudah duduk pun Arjuna masih menggenggam tangan Embun.Sepertinya Arjuna sangat menikmati momen dimana dia selalu menempel pada Embun.Makanan yang mereka pesan pun sudah datang dan tersedia diatas meja.


"Ayo kita makan".Kata Arjuna yang tangan kanannya menjangkau minumannya diatas meja.


"Kakak....!!! Bagaimana Embun mau makan kalau tangan Embun masih kakak pegangi seperti ini".Kata Embun dengan tatapan kesal.Sementara orang yang ditatap seperti itu hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Sorry sayang".Kata Arjuna tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya.Embun hanya memutarkan bola matanya karena tidak bisa berkata-kata.


"Sayang,kamu harus terus berhati² ya.Sepertinya peneror itu juga mengganggu Arsy.Kakak rasa dia sedang mempermainkan kakak".Kata Arjuna menatap Embun.


"Astagah kakak..!!!Jadi bagaimana dengan Arsy kak?"Tanya Embun khawatir.


"Arsy akan baik² saja sayang.Karena dia selalu dijaga ketat oleh bodyguard kakak".Kata Arjuna menenangkan.


"Sayang target utamanya bukan Arsy tapi kamu".Kata Arjuna serius.


"Kak...kenapa Embun jadi takut.Saat sebelum Arsy diteror embun masih merasa baik² saja.Tapi setelah mendengar ini.Embun jadi takut kak".Kata Embun dengan wajah cemas.


"Sayang jangan khawatir kakak akan selalu menjaga kamu"!.Kata Arjuna mengusap puncak kepala Embun.


Embun pun mengangguk dan merasa tenang.


(Dirumah Embun)


"Pakeeettttt...!!!!"Teriak kurir paket didepan pagar rumah Embun.


"Sebentar!!!"Kata Hasan didalam rumah.Hasan pun keluar untuk mengambil paket yang dikirim seorang kurir.


"Pak paket atas nama Embun".Kata kurir itu sambil memerikan paket itu kepada Hasan.


"Oh terima kasih ya,sudah dibayar kan?"Tanya Hasan.


"Sudah pak.permisi!".Kata Kurir itu.


Hasan pun membawa paket itu masuk dan meletakan diatas nakas Embun.Setelah itu Hasan kembali lagi kebelakang untuk menanan sayuran.Karena hanya itu pekerjaan yang bisa ia lakukan setelah kakinya patah.


Senjapun berlalu kini datanglah malam dengan diselimuti awan yang mulai menghitam.Saat itu Embun pulang diantar oleh Arjuna.Setelah kejadian teror itu Arjuna dengan sikap tegasnya dia tidak mengizinkan Embun untuk pulang sendiri lagi.


"Assalamualaikum Ayah Embun pulang"!Teriak Embun yang sudah masuk kedalam rumahnya.Untuk menghindari luka yang belum sembuh di hati Hasan.Arjuna menolak untuk mampir kerumah Embun.


Bisa dikatakan mereka backstreet saat ini.


"Oh ya nak..!!!.Tadi siang ada paket untuk kamu itu".Kata Hasan yang sedang dikamarnya.


"Paket?"aku tidak ada belanja online saat ini".Gumam Embun heran.Embun pun bergegas masuk kekamarnya dan melihat sebuah kotak berukuran sedang diatas nakasnya.

__ADS_1


Embun berlahan membuka paket itu dengan mengguntingnya.Saat semua plastik pelindung terbuka tersisa kotak yang dilem dengan solatip.Embun membuka solatip itu dengan pisau karter miliknya.Saat Embun membuka kotak itu alangkah terkejutnya dia melihat sesuatu yang ada didalam kotak itu.


"Aaaaaahhhhhh......!!!!! Embun berteriak begitu kerasnya dan mengejutkan Hasan.Hasan pun berlari untuk melihat Embun yang berteriak begitu kerasnya.


__ADS_2