
"Embun...!!!"
Kata Seorang laki² tampan didalam mobil.Pria itu pun berhenti menghampiri Embun yang sedang duduk sendiri dibangku taman.Pria itu berjalan dan mendekati Embun yang sedang mencoba menghapus air matanya.
"Embun,sedang apa disini?"Tanya Bian saat sudah ada dihadapan Embun.
"Ah Bian.!!!".Aku sedang istirahat sebentar disini,tadi baru saja anter paket ke Restauran itu".Jawab Embun sambil menunjuk kearah restauran.
"Kamu sudah makan?"Tanya Bian.
"Sudah !!!,baru selesai makan tadi".Katanya sambil tersenyum.
"Aku lapar,ayo temani aku makan,aku lapar sekali.Rasanya mau mati!!".Kata bian merengek sambil bercanda.
"Biaaan,hahaha.Ada² aja!!!."Embun tertawa karena melihat tingkah Bian yang lucu.
Bian pun memaksa Embun dan menarik tangannya.Mereka berjalan bersama menuju restauran dimana Arjuna juga Cellia masih disana.
Setelah Arjuna dan Embun berpisah kini Bian semakin dekat dengan Embun.
Bian masih berusaha untuk merobohkan dinding pemisah antara dirinya dan Embun.Tapi entah bagaimana dinding itu terlalu kokoh saat Bian akan merobohkannya.
Kekuatan cinta Embun tidak bisa dihancurkan begitu saja dengan mudah oleh Bian.Sekeras apapun Bian berusaha namun dinding itu akan tetap tegak dan kokoh.
Mereka memang terlihat dekat.Tapi tidak dengan hati mereka.Banyak sekali orang mengira mereka sepasang kekasih.Karena Bian memperlakukan Embun layaknya wanita spesial.
Bian sudah mengetahui tentang Arjuna dan Embun berpisah.Karena Embun sudah menceritakan semuanya pada Bian.Embun menganggap Bian sudah seperti kakak laki-laki nya.
Bian juga tidak keberatan dengan itu semua.Bian juga sangat menghormati Embun sebagai wanita yang sangat ia cintai.Biarpun Embun menganggapnya sebagai kakak laki²nya.Bian tetap terus ingin menjaganya dan Bian tidak akan perna meminta lebih lagi.Kedekatannya seperti ini sudah cukup membuatnya bahagia.
"Kamu mau makan apa,mbun?"Tanya Bian sambil menatap wajahnya.
"Hmmm,sepertinya aku minum juice avocado aja deh".Kata Embun.Karena dia merasa masih kenyang.
"Jadi aku makan sendiri ini?"Kata Bian dengan wajah melas.
Embun tersenyum dan akhirnya luluh melihat wajah Bian yang memelas.
"kalau gitu,Aku spagety aja deh".Kata Embun menyerah.
"Nah gitu donk".Jawab Bian bahagia.
"Minumnya?"Tanya Bian pada Embun.
"Samain aja !!! ".Jawab Embun karena malas membaca menu.
"Okay,Spagety 1, Nasi + daging saus lada hitam 1,manggo fluid 2."Kata Bian kepada seorang pelayan.
"Embun,kamu tidak ada rencana untuk kuliah?"Tanya Bian serius pada Embun.
"Hmmmm !!! sebenarnya aku ada rencana si Bi..Tapi ada kendala dengan waktu dan biaya."Kata Embun menjelaskan.
"Kenapa?,karena paman Hasan dan pekerjaan kamu?"Tanya Bian serius.
"Iyaaa,kalau aku kuliah gimana dengan biaya pengobatan ayah dan gimana nanti kalau ayah mau kontrol".Kata Embun menatap Bian sendu.
"Hmmmm!!!!, Kata Bian berfikir sesuatu
"kenapa kamu tidak meminta bantuan ku Embun?" kenapa? Gumam Bian sambil menatap Embun penuh tanya.
__ADS_1
"Begini Mbun,gimana kalau untuk pengobatan paman aku bantu???". Kata Bian ragu ragu.
Embun tersenyum lembut mendengar Bian ingin membantu.
"Bian,tolong!!! Jangan seperti ini,aku tidak mau semakin berhutang budi padamu.Kamu sudah terlalu banyak membantu.Aku tidak mau kau mala terbebani dengan kami".Kata Embun menolak secara halus.
"Tapi aku tidak merasa terbebani olehmu".Kata Bian mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.
"Bian,tolong..!!"Embun pun memohon dan menatap wajah Bian dengan tatapan tidak.
Akhirnya Bian menyerah dan mereka pun makan siang bersama sambil menikmati suasana kebersamaan mereka.
Tak lama Bian dan Embun selesai makan siang.Arjuna dan Cellia juga keluar dari ruangan Vip yang ada direstauran itu.
Cellia melihat Bian bersama dengan seorang wanita dengan pakaian kurir perusahaan Expedisi pun mengerutkan dahinya.
"Bukanya kamu tuan Bian?" Kata Cellia mendekati Bian.
Sementara Embun dengan cepat memakai topinya dan masker diwajahnya.Embun tidak ingin memperlihatkan dirinya lagi kepada keluarga YP Group mau pun Cellia.
"Permisi tuan,Paketnya sudah sampai dan terima kasih".Kata Embun pergi meninggalkan Bian terburu buru untuk menghindari Arjuna dan Cellia.
Bian pun mengerti maksud Embun dan mengangguk tanda setuju.
Arjuna terus menatap Embun dengan tatapan penuh tanya.
"Kenapa mata itu?Kenapa jantungku berdebar saat menatap mata itu?.Apa aku mengenali wanita itu?"
Lirih Arjuna sambil terus menatap Embun yang berjalan melewatinya.
"Bukannya dia wanita yang tadi ditangga?,siapa sebenarnya wanita ini? kenapa aku seperti sangat dekat dengannya.".Gumam Arjuna.
"Sayang,ini Bian arsitek yang membangun resort di kota B dan shawroom di kita Y".Jawab Cellia menjelaskan pada Arjuna.
"Hmmmmm,benarkah?"Tanya Arjuna seperti sedang mengingat.
"Arjuna,ternyata memang benar.Kau bahkan tak mengingatku." Gumam Bian sambil menatap wajahnya ibah.
"Cellia,begitu bahagia diatas penderitaan Embun.Kau benar² wanita ular".Gumam Bian menatap Cellia tajam.
Arjuna tampak seperti mengingat kejadian bersama Bian.Tiba² kepalanya nyeri yang begitu hebat saat ia berusaha terus mengingat memori tentang Bian.
"Aaah,auuuuuwww kepalaku".Kata Arjuna sambil memegang kepalanya dan tiba² ia jatuh pingsan.
"Arjuna,junaa.Tolong bantu aku angkat Arjuna!!!" Kata Cellia panik meminta bantuan Bian untuk membawa Arjuna ke rumah sakit.
Embun melihat dibalik dinding.Rasanya ingin sekali Embun berada didekat Arjuna.Tapi embun tidak bisa berbuat apa².Matanya mulai mengembun dan tak sdar air matanya lolos begitu saja.
"Kakak,tatapan matamu masih sama seperti dulu.Aku sangat merindukanmu kak".hiks hiks hiks hiks.
Embun menyadarkan tubuhnya didinding dan ia pun menarik nafas panjang.Embun berusaha menguatkan dirinya agar bisa terus menjalani hidupnya seperti biasa.
"Semoga kakak gak kenapa²,Ya Allah lindungilah dia"!!Kata Embun berdoa.
Entah kenapa disaat Embun ingin melupakan Arjuna semakin hari semakin sakit hatinya berusaha untuk terus melupakan Arjuna.
"Kakak,kenapa kak?"
"Kenapa????"
__ADS_1
"Kenapa sesakit ini,Seperti ada jarum yang menusuk nusuk didadaku,kenapa begitu sakit?".
Gumam Embun.Sambil menepuk-nepuk dadanya yang begitu sesak dan pilu.
Sementara di IGD rumah sakit Arjuna masih diperiksa oleh dokter.Seluruh rumah sakit dibuat sibuk oleh kedatangan Arjuna.
"Dokter,bagaimana keadaan Arjuna?"
Tanya Cellia cemas.
"Nona,untuk saat ini tuan Arjuna kita pindahkan ke ruangan dulu ya.Karena nanti dokter Alex yang menangani tuan Arjuna".Kata Seorang dokter jaga yang memeriksa Arkuna di IGD.
Arjuna pun didorong perawat menuju ruangan Vvip khusus untuk Arjuna.Sementara Arsy yang melihat papanya didorong menuju ruangan begitu khawatir.
"Oma,papa mau dibawa kemana?"Tanya Arsy pada Wike.
"Sayang,saat ini papa sedang sakit,dan Arsy juga sudah tahu kan sakit papa tidak bisa mengingat Arsy.Jadi Arsy doakan papa semoga cepat pulih dan mengingat Arsy lagi ya sayang".Wike menjelaskan pada Arsy.
"Semoga papa juga ingat dengan mama cantik juga ya nek".Jawab Arsy dan menatap wajah Wike dengan tatapan penuh harap.
"Iya sayang,Arsy sabar ya sayang".Kata wike sambil memeluk tubuh mungil Arsy.
# **Flash Back #
"Papaaaa !!!! Arsy rindu**!".Teriak Arsy antusias karena sudah lama tidak bertemu dengan Arjuna.Arsy sangat merindukan pelukan Arjuna.Setelah pulang dari rumah sakit Arjuna belum bertemu dengan Arsy.
"Papa..?Kamu siapa?"Tanya Arjuna heran.
Arsy yang melihat Arjuna tidak seperti biasa pun tampak sangat sedih.Arsy pun pergi sambil menangis dipelukan mbak susi.
"Mbak susi,kenapa papa tidak mengenal Arsy lagi?"Tanya Arsy sedih.
"Sayang,papa lagi sakit,jadi Arsy doai papa aja ya sayang!! semoga papa cepat sembuh".Kata mbak susi menjelaskan pada Arsy agar dia tidak telalu sedih.
Arsy pun mengangguk dan mengerti.
"Maaa,apa Juna sudah menikah?"Tanya Arjuna penasaran.
"Hmmmm,sebenarnya kamu?".Kata Wike tapi belum sempat meneruskan perkataannya Yudistira memotong.
"Kamu belum menikah,dan masih bertunangan dengan Cellia".Kata Yudistira menutupi.
"Jadi tadi anak kecil itu siapa pa?"Tanya Arjuna pada Yudistira.
"Itu anakmu dengan wanita lain".Tapi ibunya sudah meninggal saat melahirkan dia".Kata yudistira berbohong.
"Jadi maksud papa,dia anak dengan kesalahan?"Tanya Arjuna.
"Papaaa?" Sangkal wike pada Yudistira.
Yudistira pun memberi tatapan yang mengintimidasi wike agar ikut berbohong bersama.Tapi Arjuna belum bisa mengingat apa yang telah terjadi selama ini.
"Nak untuk saat ini kamu jangan terlalu memikirkan sesuatu yang berat².Sekarang kamu fokus dengan pemulihan kamu saja dulu.Seiring berjalannya waktu pasti kamu akan mengingat.Jadi kamu pelan² saja ya nak"!.Kata Wike memberi saran pada Arjuna.
Arjuna yang saat itu bagaikan kaset kosong pun menuruti semua apa yang disarankan oleh ibu dan ayahnya.
# Flash Back off #.
Semenjak Arjuna hilang ingatan,Arjuna selalu dikendalikan oleh Cellia dan Yudistira.Arjuna tidak diberi kesempatan untuk mengingat masa² dimana dia bersama Arsy dan Embun.
__ADS_1
Selama satu tahun Arjuna hanya diberi memory tentang kebersamaannya bersama Cellia.Yudistira meminta Cellia untuk terus bersama Arjuna agar dia tidak bisa mengingat apapun tentang Embun.