Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
59.Mengumpulkan Keberanian.


__ADS_3

Hari menunjukan waktu 12.45 Wib.Matahari sudah mulai meninggi.Arjuna sudah selesai meeting melalu zoom dengan klien yang ada di prancis.Ia pun mencari Embun,saat mulai meeting tadi hingga selesai ia belum bertemu Embun.Rasanya ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Embun yang setiap hari menemaninya akhir akhir ini.


"Mbak inah tolong panggilkan Embun ya!"


Perintah sang Raja kepada pelayannya.


"Baik tuan"Kata mbak inah.


Mbak inah pun berjalan menuju taman,disana tampak Embun dan Arsy serta Hasan sedang berkebun bunga.Embun sedang menggunting daun daun bunga mawar yang tampak sudah mulai layu.Sedangkan Arsy sedang Asyik menyirami bunga bunga itu dengan selang air.


"Arsy,pelan pelan sayang nanti tante basah".Kata Embun memberi peringatan.


Arsy tidak memperdulikan kata kata Embun,ia mala sengaja mengarahkan selang air itu kearah Embun.Akhirnya Embun pun basah dan itu membuat Embun berlari mendekati Arsy.


Sedangkan Arsy masih terus meledek Embun dengan mengarhkan selang air ke Embun dan akhirnya mereka bermain air berasama hinggah basah kuyup.Hasan yang melihat tingkah mereka berdua pun tertawa.


Ditempat lain Arjuna berdiri dibalkon melihat kegiatan mereka.Itu membuat Arjuna tersenyum dan memandang Embun yang begitu sexy saat basah kuyup.ia teringat sesuatu yang membuat dirinya berhenti tersenyum.Ia tersadar kalau baju Embun terkena air begitu transparan dan mengespose tubuhnya.Tampak warna Bra Embun begitu mencolok dan berwarna merah muda.


Arjuna berlari secepat kilat dan membawa handuk.Semua orang yang ada divilla itu merasa aneh dan heran.Melihat sang raja berlarian seperti dikejar setan sambil membawa handuk ditangannya.


"Kenapa tuan Arjuna berlarian seperti itu?"Gumam susi babysitter Arsy.


"Ada apalagi ini dengan tuan Arjuna,akhir akhir ini dia tampak aneh"Gumam mang Ujang.


Arjuna berlari menuju taman dan ia pun menghambur dan memeluk Embun sambil menyelimuti tubuh Embun dengan Handuk yang dibawahnya tadi.Embun yang masih belum sadar dengan keadaanya pun terkejut melihat Arjuna yang seperti itu.


"Kakak apa yang kamu lakukan?"Tanya Embun.


"Coba lihat dirimu,apa yang salah dengan dirimu?"Jawab Arjuna santai.


Embun membuka handuknya dan ia melihat tubuhnya.Benar saja dia seketika membulatkan matanya dengan sempurna dan membuka mulutnya seperti huruf "O".


"Bagaimana,apa kau sudah melihatnya?"Tanya Arjuna tersenyum sambil menaik naikan kedua alisnya.


"Kakak suka dengan warna pink".Kata Arjuna berbisik ketelinga Embun.


Dan itu membuat Embun merona karena tidak tahu harus bagaimana menahan malu.Ia pun tertunduk dan mengutuki dirinya sendiri.


"Sayang,sini nak nanti kamu kedinginan dan terkena flue".Kata Arjuna sambil mengeringkan tubuh Arsy dengan handuk.


Arjuna tersenyum sambil meninggalkan Embun dengan wajah berbinar penuh kemenangan.


Embun masih terus tertunduk dan mengintip tubuhnya dibalik handuk berwarna putih itu.

__ADS_1


"Arsy,ayo kita masuk nak,nanti kamu demam".Ajak Embun kepada Arsy.


"Ayo tante mama".Kata Arsy sambil menggandeng tangan Embun.


Arjuna pergi mendahului mereka.Ia masih terus tersenyum penuh kemenangan,hatinya berbunga bunga seperti sedang menang lotre.Ia pun masuk dan duduk sambil menyeruput kopi yang sudah disiapkan mbak inah dimeja kerjanya.


"Hahaha ternyata dia menyukai warna pink".Kata Arjuna tertawa.


Ia bersyukur bisa melindungi Embun dari mata jahat.Seandainya dia tidak menyadari itu,bisa jadi Embun akan dilihat banyak para lelaki di villa itu.Dan itu membuatnya tidak rela.Hatinya gemuruh,Arjuna masih membayangkan itu rasanya kesal sekali,apalagi kalau benar benar terjadi mungkin bisa bisa dirinya menggila karena tidak rela Embun dilihat orang lain bagian tubuhnya yang sensitif.


Setelah selesai makan siang,Arjuna menemui Hasan dan mereka ngobrol bersama.


"Paman sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan pada paman".Kata Arjuna sedikit ragu ragu.


"Apa itu nak,bicaralah!".Kata Hasan tenang.


"Paman,saya sangat mencintai Embun,dan saya berniat untuk menikahinya".Kata Arjuna tanpa basa basi seperti biasa.


Hasan yang mendengar itu pun langsung menghentikan tangannya yang akan memasukan buah kemulutnya.Wajahnya seketika berubah datar.


"Nak,kalau kamu memang sangat mencintai anakku.Aku tidak bisa melarang itu.Jika ternyata Embun juga memiliki rasa yang sama itu juga keputusan Embun dan paman tidak bisa melarang Embun harus mencintai siapa.


"Tapi pesan paman,tolong jaga dia,karena dia adalah harta berharga yang paman punya.Jika kau menyakiti hatinya maka kau juga menyakiti hati paman.Jika kau sudah tidak lagi mencintainnya kau bisa mengantarkannya pulang kepada paman tanpa harus aku yang meminta". Kata Hasan memberi wejangan kepada Arjuna.


"Paman saya berjanji akan tetap menyayangi Embun dan tidak akan menyakiti hatinya".Kata Arjuna serius.


"Iya nak,paman tidak butuh hartamu,uangmu,kedudukanmu,tapi yang paman butuhkan jadilah suami yang setia dan selalu menyayanginya sampai akhir kelak".Kata Hasan dengan nada bicara yang bergetar dan mata berkaca kaca.Ia tidak menyangka kalau seorang Arjuna Pramuja yang akan menikahi anaknya.


Hasan,tidak bisa menahan air matanya dan lolos begitu saja dipipinya.Dengan cepat ia menghapus air mata itu dengan tangannya yang sudah mulai keriput dimakan usia.Arjuna pun merasakan keharuan saat melihat hasan yang begitu tegar kini menjadi lemah sesaat jika menyangkut anaknya Embun.


Lelaki itu yang dipegang adalah omongannya dan jika omongannya sudah penuh kebohongan maka laki laki akan gagal dalam hidupnya.


"Baiklah paman,mungkin besok saya akan membawa Embun menemui orang tua saya untuk memperkenalkan Embun kepada mereka.Paman jangan khawatir dan memikirkan hal hal yang buruk.


Paman untuk saat ini dan seterusnya saya mohon tetaplah tinggal disini."Kata Arjuna memohon.


"Tapi nak,apa tidak merepotkan?"Kata Hasan.


"Paman,jangan bicara seperti itu,paman adalah ayah saya juga kelak,kalau saya menikahi Embun nanti,jadi mohon paman jangan menolak saya".Kata Arjuna serius.


"Baiklah nak,paman akan tetap disini.Oh ya apa kamu sudah memberi tahu Embun bahwa kamu akan melamarnya?".Tanya Hasan kepada Arjuna.


"Belum paman,saya akan memberi kejutan nanti malam".Kata Arjuna seakan sudah mulai akrab dengan calon ayah mertuanya.

__ADS_1


Embun yang masih sibuk dengan persiapan makan malam pun,membantu mbak inah didapur.


"Nona,tolong jangan seperti ini nanti kami bisa repot dimarahi tuan Arjuna."Kata Inah memohon agar Embun tidak membantu memasak didapur.


"Mbak,jangan seperti ini dong,Embun juga tidak bisa diam saja dikamar.Mungkin karena Embun sudah terbiasa memasak didapur jadi secara otomatis jiwa memasak embun terpanggil".Kata Embun sambil tersenyum.


"Hehehe,nona ada ada saja."Kata inah tertawa.


Mang ujang yang sedang membersihkan taman pun datang mencari mesin pemotong rumput digudang.


Ia berpapasan dengan Embun.Tapi ada yang aneh dengan paman Ujang.Dia menyapa Embun tapi tida dengan menatap wajah Embun.


Embun juga merasa aneh dengan semua pegawai laki laki yang ada di villa.Scurity divilla juga biasanya tersenyum ramah kali ini hanya tertunduk takut saat melihat Embun.


"Ada apa dengan mereka semua?apa ada yang salah dengan ku?".Gumam Embun.


Embun pun menepis fikiran fikiran buruk diotaknya.Dan ia pun meminta Arsy untuk mandi karena hari sudah sore.Embun memandikan Arsy dan menyiapkan baju Arsy dan segala keperluan Arsy.Arsy sangat bahagia akhirnya ia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.


Selama ini yang menyiapkan keperluan Arsy adalah mbak susi babysitternya.


"Tante mama,Arsy seneng deh,kalau tente mama jadi mama Arsy beneran".Kata Arsy sambil disisir rambutnya oleh Embun.


Embun pun mengulum senyumnya,tiba tiba jantungnya berdebar kencang.Ia membayangkan bagaimana nanti saat menjadi seorang ibu untuk Arsy.Apa ia bisa menggantikan Adinda untuk Arjuna.Tiba tiba senyumnya menghilang saat teringat Adinda.


Setahu Embun Arjuna masih belum bisa melupakan Adinda cinta sejatinya.Embun merasa hatinya tiba tiba nyeri bagai tertusuk duri.Bibirnya bergetar menahan kristalan bening yang akan lolos dipelupuk matanya.


"Arsy,sudah selesai,Arsy maen dengan mbak susui dulu ya,tante ada perlu nanti kita main lagi".Kata Embun menahan tangis.Suaranya terdengar bergetar tenggorokannya terasa sakit menahan air matanya agar tidak lolos ke pipinya.


Arsy hanya mengangguk tanda mengerti.Embun pun berlari menuju taman villa.Ia duduk sendiri sambil menghapus air matanya.Hatinya perih menahan sesuatu yang sampai saat ini belum tahu kejelasanya.


"Kenapa,kenapa,kenapa begitu sakit?"


Hiks hiks hiks hiks Embun menumpahkan kesedihannya.


"Aku mencoba untuk pura pura tidak menghiraukannya tapi kenapa?Kenapa begitu sakit.Aku tahu kalau aku egois tapi hati kecilku ingin aku menjadi satu satunya.Huhuhuhu".Kata Embun sambil menangis terseduh seduh.


"Kenapa harus Adinda sainganku,kenapa,kenapa?"Aku tidak bisa mengimbangi dia tidak bisa,karena dia adalah wanita terbaik Arjuna.Aaaarrrggggg".Kata bun sambil mengacak acak rambutnya.


Arjuna sudah berada dibelakang Embun,dan dia mendengar semua yang Embun katakan.Arjuna merasa bersalah dan hatinya juga merasakan sakit yang amat sangat.


"Maafkan kakak Embun,maaf jika kakakbelum bisa melupakan Adinda sepenuhnya.Kakak terlalu Egois sampai kakak lupa memikirkan perasaanmu.Maafkan kakak sayang". Kata Arjuna sambil memeluk Embun dari belakang.


Embun yang mendengar itu pun memejamkan kedua matanya dan air matanya pun tidak bisa tertahan.Rasanya sangat perih dan fikirannya pun tidak karuan.Arjuna masih memeluknya dari belakang.Akhirnya mereka menangis bersama.

__ADS_1


Arjuna menangis karena menyesali perbuatannya yang tidak adil kepada Embun.Sementara Embun menangis karena dia kesal kenapa dia tidak bisa menerima kalau adinda tidak bisa tergantikan.Hatinya cemburu dengan orang yang sudah tiada.Padahal itu tidak perlu ia khawatirkan karena Adinda juga sudah tiada.


__ADS_2