Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
96.Mendadak Menjadi Stalker.


__ADS_3

"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"Kata Embun pada Bian.


"Karena kau masih sama,tetap mempesona."Kata Bian sambil tersenyum.


"Waaah,apa kau secinta itu pada ku?Hahahaha?"Celetuk Embun sambil bercanda.


"Benar...!!!!!,kau saja yang masih tidak mau menerimaku,hahaha !!!". Kata Bian membalas candaan Embun.


Mereka pun tertawa bersama.Sementara Arjuna penasaran apa yang membuat mereka tertawa seperti itu.


"Waaah,wanita itu..!! Bisa-bisanya tertawa seperti itu".Iiiiiissshhh !!!! Kata Arjuna kesal tampak dia menaikan bibir atasnya dengan sinis.


"Tuan,Bian adalah Arsitek ternama di kota ini,Bian juga yang telah memdesign Resort yang ada di kota B dan showroom Tuan".Kata Rahmad melalui Pesan singkat.


"Hmmm,boleh juga dia".Kata Arjuna sambil terus mengawasi mereka.Arjuna terus menutupi wajahnya dengan buku menu.


"Arjuna,benar² kau ini!!! Demi ingin melihat wanita itu kau jadi seperti stalker begini.Seperti tidak ada pekerjaan saja.Aiiisssshhhh !!! Grutu Arjuna dengan kesal.


Sementara Bian dan Embun pun keluar dari cafe dan itu membuat Arjuna pelan² ikut keluar untuk menguntit mereka.


"Embun,maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang.Setelah ini aku akan ada pertemuan dengan Klien."Kata Bian dengan wajah penuh sesal.


"Ckckckck,kamu ya.Bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu.Kamu saja membiarkan aku pulang sendiri.Hahahaha".Kata Embun bercanda.


"Dasar kamu,jangan memancingku!!!"Kata Bian tersenyum.


"Hahahaha"!!! Okay okay!!!.Embun pun menyerah sambil menyilangkan kedua tangannya seperti tanda untuk berhenti.


Bian tersenyum dan sambil melambaikan tangan pada Embun.Begitu pun Embun membalas lambaian tangan Bian.Bian sudah menganggap Embun saudara dan sahabatnya setelah berkali² ditolak Embun.Bian pria yang berjiwa besar,ia tidak ingin memaksa Embun untuk mencintai dirinya.


Embun berjalan menyusuri jalanan kota.Malam yang semakin dingin pun membuat Embun tampak sesekali mengelus lengannya yang diterpa hembusan angin malam.Embun berjalan menuju sebuah Halte bus.Embun memakai headset sambil menunggu kedatangan bus yang akan ditumpanginya.


Tak lama bus pun datang.Embun pun naik kedalam bus.Sementara Arjuna masih mengamatinya dari kejauhan.Embun duduk di dekat kaca jendela dan menyandarkan kepalanya di jendela bus.Saat sendiri wajahnya berubah menjadi muram.Raut wajahnya menggambarkan kesedihan.Embun memejamkan matanya karena ia merasakan lelah yang luar biasa.Setelah seharian menyusuri jalanan ibu kota.


Arjuna melihat Embun tertidur pun cukup khawatir.


"Waaaah,benar² wanita ini.Kalau dia kelewatan bagaimana?"Grutu Arjuna sambil sesekali mengamati Embun.


Arjuna cukup cemas takut nanti Embun kelewatan turun.Arjuna menatap wajah Embun yang tertidur cukup lama saat bus itu berhenti karena lampu merah.Ada gurat kesedihan diwajah mungil itu.Arjuna turut merakan nyeri pada dadanya.


"Kenapa wanita ini selalu berhasil membuatku seperti merasa bersalah".Katanya sambil terus matanya tak lekang menatap wajah ayu itu.

__ADS_1


Kecemasan Arjuna pun hilang setelah beberapa menit berlalu karena Embun pun terbangun.Embun tampak bersiap² untuk turun ke halte selanjutnya.Tidak menunggu lama Embun pun turun.Embun berjalan menyusuri gelapnya malam.Embun berjalan memasuki sebuah gang yang masih bisa dilalui roda Empat.


Tapi gang itu cukup gelap dan sepi.Hanya ada beberapa lampu jalan yang hidup selebihnya banyak lampu jalan yang mati.Arjuna mengikuti Embun yang berjalan kaki menyusuri gang gelap itu.


"Apa²an ini.Kenapa gang ini cukup membahayakan banyak sekali lampu tapi tidak berfungsi.Bagaimana mungkin orang² disini membiarkan lampu jalan mati seperti ini".Kata Arjuna kesal.


Embun pun sampai di rumahnya.Tampak laki² paruh baya membukakan pintu rumah itu.Arjuna melihat Embun menyium tangan laki² itu.Laki² paruh baya itu pun mengelus puncak kepala Embun.


"Mungkin itu orang tuannya".Kata Arjuna sambil terus menatap dari kejauhan.Arjuna masih didalam mobil dan mengamati rumah Embun.Dari kejauhan Arjuna melihat Embun menyalakan lampu kamarnya dan menutup tirai kamarnya.Sehingga tidak terlihat dari luar.


Arjuna duduk didalam mobilnya sambil menyandarkan kepalanya.Ada perasaan legah dihantinya karena Embun sampai dengan selamat.Arjuna masih melihat kearah dimana kamar Embun berada.Tak lama kemudian lampu itu pun padam.Arjuna pulang dengan perasaan bahagia.


"Kenapa perasaanku merasa tenang dan bahagia?padahal seharian aku sudah keliling jalanan kota ini.Tapi rasa lelah ku hilang setelah melihat wanita itu pulang dengan selamat.Gumam Arjuna sambil mengemudi.


Keesokan harinya.


"Jun,Nanti pukul 12.00 siang ada meeting membahas tentang resort yang ada di kota B".Kata Endro sambil berjalan menuju ruangan Arjuna.


Arjuna tampak sangat tampan dan begitu mempesona saat berjalan.


"Selamat pagi tuan".!! Sapa lusi sambil menundukan kepalanya.


Arjuna masuk ke ruangannya berasama Endro.Endro pun duduk disofa ruangan itu.Endro mengamati wajah Arjuna dan mendekatinya.


Arjuna mengerutkan dahinya.


"Ccccckkkkk".Sok tau!!! Kata Arjuna menyangkal.


"Hmmm,masih belum ngaku juga?"Kata Endro dengan menaik-naikan alisnya.Endro bisa menebak karena melihat raut wajah Arjuna yang tidak seperti biasa.


"Endro,kau ingat wanita yang terjebak lift besamaku?"Kata Arjuna dengan wajah serius.


Endro mendengar itu pun terkejut dan menatap wajah Arjuna dengan tatapan shock.


"Kenapa,Juna bisa membahas Embun?"Ada apa dengannya?Gumam Endro penasaran.


"Hmmm,iya kenapa dengan wanita itu?"Tanya Endro sambil menatap wajah Arjuna.


"Tidak,sudahlah lupakan!"Kata Arjuna mengelak.


"Jun,ikuti kata hatimu.Karena kata hati tidak perna salah".Kata Endro sambil menepuk pundak Arjuna dan pergi meninggalkan Arjuna.

__ADS_1


"Jangan lupa nanti jam 12.00 kita ada meeting".Endro mengingatkan Arjuna kembali.


Arjuna mendengar kata² Endro pun merasa ada jalan terang yang selama ini membuat suram hatinya.


Arjuna akan memulai mengecek file² yang ada di laptopnya.Saat Arjuna membuka laptopnya terlihat wajah Embun yang sedang tersenyum dan menhedipkan mata pada Arjuna.


"Haaaaah"!!! Apa ini?.Kenapa dia ada di laptopku?"Katanya panik.Arjuna shock dan sesekali mengucek matanya untuk melihat dengan jelas.


Arjuna pun melempar pandangan ke arah sofa untuk menghindari wajah Embun yang terus tersenyum di laptop Arjuna.Tapi itu tidak berhasil ternyata bayangan Embun muncul dan duduk di atas meja kerja Arjuna.


"Rrrraaaaaauuuummm"..!!! Embun mengaum sambil memainkan tangannya seolah akan menerkam Arjuna.


"Aaaaaah astagah!!"Arjuna terkejut dan mundur dengan kursi kerjanya.Jantung Arjuna berdegup kencang saat melihat Embun mengaum.


"Aaaaaahhhhsss"!!!! Aku bisa gila seperti ini.Arjuna pun keluar dari ruangannya dan pergi keruangan Endro.


"Ckleeek!!" Arjuna membuka pintu tanpa mengetuk dahulu.


"Astagaaah".Maaf aku tidak melihat!!".Katanya sambil memejamkan mata.Ternyata Larisa dan Endro sedang asyik berciuman.Larisa datang membawakan bekal makan siang Endro.


Sementara Endro dan Larisa terkejut dan membuat mereka menghentikan kegiatan mereka.


"Aiiisssh kau ini mengganggu saja,kau benar² seperti stalker ya!!".Kata Endro kesal tanpa rasa malu.Sementara Larisa tampak pipinya merona.Larisa salah tingkah dan canggung.


"Kalian si,tidak lihat tempat."Kata Arjuna tidak mau disalahkan.


"Haaaasshhh!!!"Endro membuang nafas kasar.


"Hai larisa,bagaimana keadaan kandunganmu?"Tanya Arjuna basa basi.


"Sok perhatian!!"Kata Endro mengejek Arjuna dengan wajah masam.


"Syyuuuttt berisik!!!".Balas Arjuna sambil mengambil buah yang ada dikotak bekal Endro.


"Aku dan calon bayi ku sehat".Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini".Kata Larisa sambil membuka kotak bekal yang ada didepannya.


"Iyaa,aku merasa ada yang kurang kalau kita berkumpul seperti ini"Celetuk Arjuna sambil memasukan buah kiwi kemulutnya.


Sementara Larisa dan Endro saling tatap setelah mendengar apa yang dikatakan Arjuna.


"Juna !!! Begitu kuat cintamu dan Embun.Sekalipun kau anmesia tapi cintamu tidak perna lupa pada Embun.Gumam Endro sambil menatap wajah Arjuna dalam.

__ADS_1


🌺 Hai readers tersayang,terima kasih yang sudah mampir dinovel perdana aku.Mohon maaf jika novel ini tidak sebagus dari novel² yang lain.Tapi aku sangat bersyukur berkat kalian aku jadi semangat untuk nulis.Aku juga berterima kasih yang mendalam bagi kalian yang sudah like,komen dan Vote.Untuk kalian yang belum like,komen dan vote jangan lupa ya terus dukung aku ya.Thanks.Salam sayang untuk kalian semua 🌺


__ADS_2