
"Sayang...!!! terima kasih kamu membuat diriku seperti sedang menaiki rolercoster hari ini."Kata Arjuna sambil wajah mereka berhadapan dan kening mereka saling beraduh.Tampak nafas mereka saling menderuh seakan bersaut-sautan satu sama lain.
Mendengar Arjuna bicara seperti itu Embun tersenyum sambil mengecup bibirnya yang sensual.Bagian yang paling ia sukai adalah bibir Arjuna yang begitu lembut dan manis.Tanpa mereka sadari 30 menit berlalu untuk mereka saling beraduh dalam kenikmatan.
"Triiing....triiing...!!!
"Wooow kamu dimana,kenapa meninggalkan rapat begitu lama?",Bisik Endro yang sedang berada diruang rapat.
"Okay aku segera kesana,beri waktu 5 menit saja".Kata Arjuna yang masih memeluk tubuh mungil itu.
"Sayang Embun pulang yaa...!! karena missi sudah selesai".Hehehe!!!Kata Embun sambil tersenyum menggoda.
"Okay kamu hati² sayang jaga anak kita".Kata Arjuna lalu mengecup bibir mungil itu.Setelah kepergian Embun Arjuna pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Tak lama pun ia muncul diruang rapat untuk rapat kembali bersama dewan dereksi.Sementara mata elang Endro menatap tajam seolah dia tahu apa yang sedang terjadi.Endro pun tersenyum menggoda Arjuna.Arjuna hanya meliriknya sambil berdecak kesal.
"Ckkk".Dasaar...!!!".Kata Arjuna lirih
(**Mansion)
"Mama....!!! kata mbak susi Arsy mau punya adik bayi ya**?"Tanya Arsy antusias.
"Benar sayang...!! sebentar lagi Arsy punya adik bayi.
"Kapan adik bayinya datang maa?"Tanya Arsy lagi tidak sabar.
"Hmmmm kurang lebih 9 bulan lagi".Jawab Embun mengusap puncak kepala Arsy lembut.
"Mamaa...!! kenapa lama sekali sih?Arsy kan pengen liat adik bayi Arsy lebih cepat".Kata Arsy lagi sambil mengedipkan kedua matanya diiringi wajahnya yang cemberut.
"Kakak Arsy harus sabar menunggu yaa..Adik banyi sedang mempersiapkan dirinya untuk datang kedua agar menjadi adik Arsy yang sempurna".Jawab Embun membuat Arsy tersenyum lagi.
"Benarkah maa?"
"Iya sayang...!!! yang terpenting kita berdoa agar adik bayi baik² saja didalam perut mama.Okay...!!"
"Yeeesss Okay!!"Kata Arsy girang...
"Sayang kalau begitu mama mandi dulu ya sayang!Arsy boleh main ponsel mama dan nanti kita pergi bersama tante Larisa ke mall.Katanya tante mau membeli perlengkapan calon bayinya".Kata Embun menjelaskan pada Arsy.Arsy yang mengeri pun menganggu.
(Di Mall )
"Risa sepertinya ini bagus untuk baby E".Lihat lucu bukan**?"Kata Embun menunjukan sebuah jumper bayi berwarna biru muda.
"Waaah...!!! benar pilihan kamu memang tidak perna salah".Kata Larisa lalu mengambil baju itu ditangan Embun.Tapi tiba² Larisa merasakan nyeri yang begitu hebat.
"Aaawwww...!!! Embun tiba² perutku sangat sakit".Kata Larisa dengan wajah yang meringis kesakitan.
"Apaaa?" Bukannya waktunya 1 bulan lagi Ris?"Tanya Embun panik.
"Benar tapi ini sakit sekali...!!"Kata Larisa hingga terduduk dilantai Mall.
"Sayang kamu temani tante Larisa ya sayang.Mama menelfon sebentar.
__ADS_1
"Aaahhhwww....!!!Embun tolong hubungi Endro aku sudah tidak kuat.Aku tadi merasakan mulas tapi masih bisa aku tahan tapi sekarang aku tidak bisa menahannya lagi".Kata Larisa dengan wajah yang penuh peluh dan pucat.
"Iya iyaa sebentar yaa."Kata Embun lagi.Embun berusaha tidak panik dengan membuang nafasnya berlahan
"Haassshh...!!"
"Tolong panggilkan ambulance karena teman saya akan melahirkan.Saya ini sedang menelfon suaminya.!!"Ucap Embun pada salah satu pramuniaga disana.
(Di kantor YP Group)
"Treeettt"
"Treeettt"
Suara getar ponsel milik Endro bergetar didalam saku celanya.Endro pun mengambilnya dan melihat ternyata panggilan dari Embun.
"Hallo...!!"Kata Endro lirih.
"Endrooooo.....Larisa sepertinya akan melahirkan sekarang kami sedang menunggu Ambulance".Kata Embun dengan suara panik.
"Apaaa???" Kata Endro mengagetkan semua orang disana.
"Maaf saya segera pergi karena istri saya akan melahirkan."Kata Endro pada semua orang disana.
"Ooh...baiklah kalau begitu rapat hari ini kita tutup dan Lusi kamu jadwalkan untuk selanjutnya ya!!"Kata Arjuna pada Lusi.
Arjuna dan Endro pun bergegas meninggalkan rapat menuju rumah sakit yang akan dituju Embun dan Larisa.
"Mamaaa....!!! Aiirrr....baju tante basah..!!!"
Mendengar Arsy menjerit seperti itu Embun semakin panik.Dia pun berfikir pasti ketuban Larisa sudah pecah.
"Sayang kamu pulang dengan paman Iyat yaa.Mama akan kerumah sakit menemani tante Risa".Kata Embun.Arsy pun menganggu dan matanya berkaca² karena melihat Larisa menangis Arsy pun sedih bercampur takut.
"Risa kamu sabar yaa...!!! sebentar lagi Ambulance datang.Tidak menunggu lama Ambulance pun datang dan membawa Larisa menuju Rumah sakit.
"Risaa kamu sabar yaaa...!!!"
"Embuuunnn sakit sekali,aku sudah tidak kuat".Lirih Larisa sambil menatap Embun dan tangannya menggenggam Embun begitu kuat.
"Jangan bicara seperti itu aku mogon Risa,kamu harus kuat!!! Ini demi anak kamu dan Endro,aku mohon.Kata Embun dengan mata mulai berkaca².
(Rumah Sakit)
Larisa yang didorong menuju kamar bersalin pun memejamkan matanya menahan sakit yang begitu hebat.Sementara Endro yang berlari menuju ruang bersalin dengan rasa khawatir yang begitu hebat.Tiba² Arjuna terhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalananya menuju ruang bersalin.Jantungnya berdebar hebat,memory 6 tahun lalu terlintas di ingatanya.Tiba² nafasnya begitu berat mengingat itu.Ada perasaan takut yang mendalam dan itu membuat dirinya bersandar di dinding untuk menguatkan dirinya.
"Aku harus bisa melawan ketakutanku.Aku harus bisaa...!!!'Gumam Arjuna menyemangati dirinya sendiri.Tapi tiba² lututnya lunglai ia pun berjongkok sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menenangkan dirinya.
Endro yang sudah panik pun tidak teringat dengan Arjuna.Endro terus berlari untuk menemui istrinya.
"Embun dimana Larisa?"Tanya Endro dengan nafas yang ngos-ngosan.
__ADS_1
"Dia ada didalam,Cepat kamu masuk,dia menunggu mu".Kata Embun pada Endro.
Embun pun teringat dengan Arjuna.Ia menghubungi Arjuna namun tidak diangkat.Embun pun berjalan menuju keluar untuk mencari Arjuna.
Ternyata Embun melihat Arjuna yang sedang berjongkok dan wajahnya menunduk kebawah.Embun dengan cepat menghampiri suaminya dan ikut berjongkok sambil memeluk suaminya.Arjuna pun membalas pelukan Embun erat.
"Sayang...!!"tenanglah semua akan baik² saja.Kamu jangan khawatir ya sayang....!!"Ucap embun lirih.
Arjuna hanya diam saja dan ia pun berlahan berdiri bersama dengan Embun.Arjuna semakin mengeratkan pelukkannya pada Embun seolah mengatakan kalau sebenarnya dia sangat cemas.
Embun pun mengusap punggung suaminya lembut.
"Ayo kita tunggu disana sayang,Embun akan menggenggam tangan kakak".Kata Embun menatap dalam kemanik mata Arjuna seolah meminta Arjuna untuk mempercayainya kalau semua akan baik² saja.Arjuna pun menurut dan berjalan menuju depan ruang bersalin untuk menunggu persalinan Larisa.
"Ibu ayo sedikit lagi pasti bisa ayooo...!!!"Kata seorang dokter kandungan yang memimpin persalinan Larisa.
"Hmmmmmmm,!!! hashashas...!!!"Embun mengejan dengan sekuat tenaga dan nafasnya seperti sudah berada di tenggorokan karena merasakan sakit yang begitu hebatnya.
"Sayaaang,ayooo kamu pasti bisa sayang...!!!"Kata Endro memberi dukungan.
"Aaaaahhh....sayang aku sudah tidak kuat".Pekik Larisa dengan menarik rambut Endro kuat.
"Aaawwww....!!!"Endro hanya menahan rasa sakit dikulit kepalanya.Seolah kulit kepalanya akan terlepas bersama rambutnya dari tempurung kepalanya.Rasa sakit itu belum sebanding dengan apa yang dirasakan Larisa untuk berjuang melahirkan anaknya.
"Sayaang...kamu boleh melakukan apapun padaku,maafkan aku tidak bisa merasakan sakit yang kamu rasa".Kata Endro sambil menahan air matanya.
"Ayooo...ibu..!! yaaa sedikit lagi naah kepalanya sudah terlihat.Ayooo ibu simpan tenaganya yaa.!!! Semoga dengan sekali ejanan lagi banyinya akan lahir".Kata dokter itu memberi dukungan.
"Sayang ayoo semangat,kamu wanita kuat".Kata Endro sambil menciumi kening istrinya dan menggenggam tangan Larisa erat.
"Has has has....!!!"
Larisa pun menarik nafas panjang lalu ia mengejan dengan panjang.
"Hmmmmmmm,Aaaahhh...!!!".
"Oweeek owweeekk,...!!!"Suara lengkingan bayi Laki² pun terdengar memenuhi ruangan.
"Selamat Bapak Ibu babynya Laki² yaa...!!!Waaah dia sangat tampan seperti ayahnya.
Kata dokter itu dan meletakkan baby E didada Larisa.
"Hik hik hiks...!!! Alhamdulillah.Sayang terima kasih sayang...!!! terima kasih...!!!"Ucap Endro dengan suara terbata dan air mata harunya terus mengalir dipipinya.
Larisa pun menangis haru secara bersamaan.
Arjuna dan Embun pun mendengar suara tangisan bayi di luar.Mereka pun saling berpelukan erat.Entah kenapa ada kelegahan didada Arjuna.
"Ayo sayang kita masuk."kata Embun pada Arjuna.
Akhirnya baby E lahir kedunia dengan selamat.
__ADS_1