Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
71.Cinta Sepihak


__ADS_3

"Akhirnya,mereka menyerah juga,aku bisa keluar rumah hari ini".Kata Bian senang.


"Hallo pak,wartawan yang diluar sudah pergi semua kan?"Tanya Endro pada scurity dibawah.


"Sepertinya sudah tuan,saya cek tadi sudah kosong tidak ada orang".Jelas scurity itu pada Bian.


"Waaaah akhirnya,makasih pak".Kata Bian.


Hari ini sebenarnya Bian tidak ada kegiatan apapun,dia juga tidak masuk kantor karena menghindari wartawan.


Bian pun dengan memakai hoody dan kacamata hitamnya keluar rumah menuju kesuatu tempat.karena dia tampak bosan seharian dirumah saja.Bian memutuskan untuk menghabiskan waktunya untuk dirinya sendiri.


Sementara Embun duduk disebuah taman yang cukup indah di kota itu.Tidak banyak orang datang kesana mungkin karena hari kerja.Biasanya kalau hari libur taman itu cukup ramai dikunjungi orang.


Embun duduk sambil menatap dua ekor burung yang saling barmadu kasih dan saling kejar kejaran.Embun tersenyum karena bisa melihat keindahan itu.


"Kelihatannya mereka sangat bahagia".Kata Embun.


Embun masih terus teringat kejadian dikantor tadi.Dia masih berusaha untuk tidak percaya tapi tetap saja hatinya terasa perih.Embun tahu kalau itu pasti ulah Cellia tapi dengan melihat Arjuna yang seperti itu sungguh menyakitkan.Apalagi jika itu benar benar Arjuna yang berkhianat Embun tidak sanggup untuk memikirkannya.Embun memejamkan matanya dan menyingkirkan fikiran negatifnya.


"Aaah sudahlah,aku sudah tahu ini pasti ulah siserangga menjijikan itu".Kata Embun kesal.


"Mengapa ujian ku mencintai Arjuna sangat berat,aku tidak perna menganggap Cellia sainganku karena cintaku dengan Arjuna benar benar tulus dan cintaku juga bukan kompetisi yang menunggu siapa yang menjadi pemenangnya,tapi kenapa jadi seperti ini?".Kata Embun sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Arjuna berkali kali menelfon Embun tapi tidak diangkat dan itu membuat Arjuna khawatir.Arjuna pun menelfon Rahmad bertanya dimana Embun sekarang.


"Rahmad kalian dimana?"Tanya Arjuna.


"Tuan saya sedang di taman kota,sepertinya nona Embun ingin menenangkan diri dulu,dan maaf tuan sebelumnya.Biarkan nona Embun menenangkan dirinya dulu".Kata Rahmad


"Baiklah rahmad,saya titip Embun padamu,jika ada apa apa laporkan padaku!".Kata Arjuna.


"Baik tuan".Kata Rahmad


Rahmad dari kejauhan mengawasi Embun.Embun masih tampak duduk dibangku itu dan masih terus menangis untuk melegahkan hatinya yang cukup menyesakan.


Setelah ia puas menangis dan merasa tenang Embun pun masuk berjalan menuju mobil dimana rahmad sedang menunggunya.

__ADS_1


Tiba tiba ia bertemu dengan Bian,dan itu membuat dirinya sedikit canggung.


"Embun,sedang apa kamu disini?Tanya Bian sambil menatap wajah Embun yang tampak sedih dan matanya sembab.


"Kamu tidak kenapa kenapa kan?"Tanya Bian lagi khawatir,kali ini dia ingin menyentuh Embun.Tapi Embun mundur dan Bian pun tahu mungkin Embun tidak nyaman.


"Tidak apa apa tuan,saya baik baik saja".Kata Embun berbohong.


"Apa kamu sedang bertengkar dengan Arjuna?"Tanya Bian lagi.


"Tidak tuan,saya baik baik saja".Kata Embun lagi.Tapi entah kenapa bibirnya berkata baik baik saja tapi air matanya tanpa sadar lolos begitu saja dari pelupuk matanya.


Terkadang wanita memang membingukan,dia berkata tidak tapi iya,kadang berkata iya tapi tidak.Begitulah keunikan wanita diciptakan oleh Tuhan.


Agar para kaum lelaki bisa memahaminya tanpa harus bertanya.


"Embun ya Tuhan,kenapa kamu menangis?Apa aku salah bicara?".Tanya Bian panik.


Embun pun berjongkok dan terus menangis saat itu.Dan itu membuat Bian semakin bingung.Bian tidak tahu apa yang terjadi dengan Embun.Tapi Bian masih terus menunggu Embun dan mencoba menenangkannya.


Bian masih terus menenangkan Embun dengan mengelus puncak kepalanya.


"Embun,menangislah sepuasnya karena dengan menangis kamu bisa meluapkan kekesalanmu".Kata Bian menenangkan.


"Hiks hiks hiks hiks,Aku tidak bisa menahan ini semua,aku sangat cemburu karena aku sangat mencintai...hiks hiks hiks..."Kata Embun.


"Aku sudah tahu,tapi jangan katakan...!!" Kata Bian sedih.


"Hiks hiks hiks,Aku sangat mencintai tuan Arjuna".Kata Embun sambil terseduh seduh.


"Aiiihss sudah aku bilang jangan katakan itu"Kata Bian.


Bian merasakan nyeri di hatinya saat Embun mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Arjuna.


Embun pun mulai berdiri dan menghapus air matanya sambil sesenggukkan.


"Tuan terima kasih sudah menemani saya disini".Kata Embun.

__ADS_1


"Embun,jangan berterima kasih,jika kamu begitu aku akan selalu menjadi orang asing bagimu".Kata Bian sambil menatap Embun dalam.


Embun pun menatap Bian sambil mengedipkan kedua matanya tanda tidak percaya dengan kata kata Bian.


"Tuan saya tahu,kalau tuan Bian ada perasaan padaku.Tapi tuan maaf jika aku tidak bisa membalas perasaan tuan Bian".Kata Embun memberi penjelasan agar tidak ada lagi kesalah fahaman.


"Embun,saya tahu itu.Tapi apa salah jika aku jatuh cinta kepadamu?"Kata Bian lagi.


"Tuan,jatuh cinta itu tidak salah tuan.Kita juga tidak pernah bisa memilih untuk jatuh cinta kepada siapa.Tapi kita bisa memilih untuk memutuskan rasa cinta itu bukan?".Jelas Embun kepada Bian.


"Embun,tapi aku tidak ingin memutuskan rasa cinta ini karena cinta ini sudah terlalu dalam".Kata Bian lagi memelas.


"Tapi tuan,aku tidak bisa membalas cinta itu tuan.Aku harap tuan bisa berhenti mencintaiku dan mulailah membangun cinta yang baru."Kata Embun mencoba memberi pencerahan pada Bian.


"Tidak Embun.Biarlah cinta ini aku bawah kemana pun aku pergi dan tersimpan dalam hatiku walaupun kau tidak perna disisiku".Kata Bian pilu.


Embun yang mendengar perkataan Bian seperti itu merasa sangat sedih dan kasihan kepada Bian.


Air matanya pun lolos kembali dari pelupuk matanya.


"Maafkan aku Tuan Bian,maafkan aku!".Kata Embun lagi.


"Maaf tuan aku harus pergi".Kata Embun dan pergi meninggalkan Bian yang berdiri di depannya.


Bian hanya bisa menatap embun tanpa bisa mencegahnya untuk pergi.Hatinya terasa pilu melihat orang yang begitu ia sukai pergi melawatinya.


Bian hanya bisa memandanginya sampai Embun sampai masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan taman.


"Aku mencintaimu sungguh mencintaimu,biarlah cinta ini tersimpan didalam hatiku hingga hatiku menemukan tambatan yang benar benar tercipta untukku".Gumam Bian sambil menengadah keatas untuk mempertahankan air matanya agar tidak tumpah membasahi pipinya.


"Sungguh cinta sepihak itu menyakitkan".Kata Bian lirih.


Bian pun duduk ditempat dimana Embun duduk sebelum embun pergi.Kini Bian hanya bisa meratapi dirinya yang sudah di tolak oleh Embun.


Ternyata diam diam Rahmad menguping pembicaraan mereka berdua.Rahmad pun bisa merasakan apa yang dirasakan Bian.Mungkin karena Bian laki laki jadi tidak terlalu terlihat kegundahan dihatinya.Tapi Rahmad tahu cinta Bian sangat kuat jadi dia harus memberi tahu Arjuna.


Agar Arjuna bisa lebih menjaga cinta Embun dan menjaga kepercayaan Embun kepadanya.Ini semua demi kebaikan cinta mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2