
"Tuan ada telefon dari Sekretaris Ridwan,beliau menanyakan kenapa ponsel anda tidak aktif?"Kata Rahmad memberikan lotion anti nyamuk sekaligus ponselnya.Arjuna sengaja mematikan ponselnya agar tidak terganggu kencan pertamanya bersama Embun.
"Ooh berikan!" Pinta Arjuna.Sebentar ya sayang.Memberikan kode pada Embun." Hallo paman?"Jawab Arjuna sambil berjalan sedikit menjauh dari Embun.Embun hanya mengangguk.
Tampak pembicaraan mereka sangat serius.Dan itu terlihat dari wajah Arjuna dan ekspresinya yang sedikit memancarkan kemarahan diwajahnya.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan,sepertinya sangat serius sekali."Kata Embun sambil memasukan nasi kemulutnya.
Arjuna pun duduk disamping embun setelah selesai berbicara ditelfon.Ia pun menikmati nasi goreng pesanannya tadi.
Di tempat lain cellia sedang mengunjungi rumah utama.Tampak suasana hatinya sangat senang.Ia berjalan dengan sangat anggun,tubuhnya dibaluti gaun polos selutut berwarna hitam dan membuatnya semakin cantik dan modis.
"Selamat malam paman Yudistira,sapa Cellia sambil tersenyum manis.
"Oooh Cellia"Sambut Yudistira dengan hangat.
"Ada apa kamu malam malam kemari cellia,pasti ini sangat penting bukan?,sampai kamu yang harus datang sendiri kemari."Tebak yudistira.
"Hehehe,Baiklah paman saya tidak perlu berbasa basi lagi".Cellia membuka dompet dan mengeluarkan foto foto arjuna dan embun dengan wajah embun yang terlihat jelas disana.
"Yudistira yang melihat itu pun tampak sangat kaget,"dari mana cellia menemukan foto foto ini?"Gumamnya.Wajah Yudistira memerah,tubuhnya menegang dan tangannya bergetar menahan amarah.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Yudistira to do point.
"Hehe paman,jangan terburu buru begitu dong.Kata cellia santai sambil menyilangkan kakinya.
"Paman tahu kan akibat foto ini saham menurun?,yaaah paman bisa tahulah kalau saham menurut drastis akan tidak baik dengan MCT group.Saya tidak mau rugi dong.
Jadi saya ingin ada feed back diantara kita."Kata cellia tersenyum licik.
Yudistira tampak sedang berusaha mencerna dari kata kata cellia yang penuh makna.
"Dan bagaimana kalau media tahu tentang asal usul wanita itu?".Apa jadinya kalau pemegang saham juga tahu kalau Arjuna berkencan dengan Anak seorang penjual bunga".Kata Cellia membuat api amarah yudistira semakin berkobar.
"Kamu mau mengancam saya?".Tanya Yudistira tegas.
"Oooh tidak tidak tidak paman,santai.Begini paman saya hanya ingin feed back,tidak lebih dari itu.Kata cellia.
__ADS_1
"Saya tahu kamu mencintai Arjuna bukan?"Tanya Yudistira.
"Hahaha that's right paman".Cellia membenarkan kata kata yudistira.
"Okay,Saya tahu maksud kamu".Kata yudistira santai.
"Benarkah paman?Aah paman terima kasih".Kata cellia girang.Ia pun berpamitan untuk pulang.
Yudistira pun memandangi Cellia yang berjalan keluar dengan tatapan yang penuh makna.
Tapi saat cellia berjalan keluar Wike melihatnya dan itu membuat wike bertanya tanya.
"Sedang apa cellia malam malam begini kerumah dan bertemu diruang kerja suamiku?"Gumamnya.
Tapi wike masih berfikir positif."Mungkin ada yang sangat mendesak atau sangat penting,ah sudahlah".Kata wike menenangkan diri.
Saat cellia berjalan keluar ia melihat wike dari pantulan kaca lemari,itu membuat cellia kembali lagi masuk kedalam rumah dan membawa satu paket Kosmetik keluaran terbaru dari bisnisnya.Dengan sangat licik dia berpura pura tidak mengetahui kalau wike ada diruang tengah.
Cellia pun memberikan Kosmetik itu kepada pelayan yang ada disana.
Pelayan itu pun memberikan kosmetik dari Cellia.Benar saja wike pun sangat senang diberikan paket kosmetik terbaru dari"Cellia Cosmetics".
"Maaf nyonya nona cellia nya sudah pergi tadi".Kata pelayan itu.
Arjuna dan Embun berada ditempat dimana mereka pertama kali bertemu.Mereka duduk disebuah bangku taman didepan danau.Mereka menikmati suasana malam yang indah.
"Kakak,kamu ada apa,kenapa kamu tiba tiba diam saja?"Tanya Embun pada Arjuna.
"Besok kakak harus pulang".Kata Arjuna dengan wajah sedih.
"Loh bukannya kakak bilang lusa?".Kata Embun heran.
"Iya karena ada meeting besok keluar negeri."Kata Arjuna sambil menatap wajah Embun sendu.
"Kakak,jangan sedih dong,kakak kan punya tanggung jawab dan itu harus kakak selesaikan.Kita bisa bertemu lagi kalau kakak sudah pulang".Kata Embun memberi semangat pada Arjuna.
"Embun,kakak mencintaimu."Kata Arjuna tiba tiba.
__ADS_1
Embun yang mendengar itu pun merona.Ia tidak bisa berkata kata dia hanya tersipu malu.Tiba tiba Arjuna memeluknya itu membuat jantung embun berdegup kencang.
"Kakak,kamu kenapa?".Tanya embun lagi.
"Embun,biarkan seperti ini sebentar saja"Kata Arjuna untuk membiarkan ia memeluk Embun sebentar saja.
Arjuna mempunyai firasat yang buruk mengenai hubungan mereka.Ia takut hubungannya dengan Embun akan membuat Embun dalam bahaya.
"Kakak janji akan terus melindungimu".Kata Arjuna sambil memeluk Embun.Embun pun heran dangan kata kata Arjuna.
"Kakak,Embun akan baik baik saja,jangan khawatir ya."Kata Embun menenangkan.
Arjuna pun melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Embun.
"Sayang jangan perna lepaskan tanganku,dan aku juga tidak akan melepaskanmu.Kata Arjuna sambil menatap embun dalam.
Embun pun mengangguk dan membalas genggaman tangan Arjuna.Mereka saling tatap dan akhirnya Arjuna mendekatkan wajahnya ke Embun.Wajah mereka hanya berjarak 5 cm saja itu membuat detak jantung masing masing berdebar kencang.
Arjuna pun mengecup kening Embun kemudian memeluk embun sekali lagi dengan sangat erat.Arjuna sepertinya tidak ingin melepaskan pelukannya.itu membuat Embun merasakan betapa Arjuna sangat mencintai Embun.
"Kakak,Embun akan selalu ada untuk kakak,embun berjanji."Kata Embun dalam pelukan Arjuna.
"Terima kasih sayang,sudah hadir diwaktu yang tepat".Kata Arjuna mengecup puncak kepala embun dan mengelusnya lembut.
"Oh iya Arsy sangat merindukan kamu."Kata Arjuna
"waah Embun juga rindu kak,kapan kami bisa bertemu kak?"Tanya Embun.
"Dua minggu lagi ya,setelah kakak pulang dari Jepang kita bertiga ngedate bareng,hehehe".Kata Arjuna.
"Okay,awas kalau tidak jadi".Kata Embun mengancam.
Arjuna hanya tersenyum dan mengelus pipi Embun yang putih dan lembut.Jiwa Pria Arjuna muncul dan membuat dirinya tidak bisa nahan rasa itu.
"Aku sudah mencoba menahan diri,tapi jangan salahkan aku,kenapa kau begitu menggoda dan menggemaskan"Gumam Arjuna.
Arjuna pun meraih dagu Embun dan Arjuna pun mendekatkan kepalanya tiba tiba Arjuna mengecup bibir Embun,sontak embum terkejut dan itu membuat dia tidak bisa bernapas.Dia hanya terdiam dan tidak bisa berkata kata.
__ADS_1
Arjuna pun memejamkan matanya untuk menikmati kelembutan bibir Embun.Begitu pun embun dia ikut memejamkan matanya.Mereka berciuman dibawah pancaran sang rembulan malam yang indah.