Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
153. Benteng Pertahanan Yang Runtuh


__ADS_3

"Kakaaaaak....cepat pulang!".Kata Embun melalui sambungan telefon.


"Iya sayang sebentar lagi kakak sampai.Kakak sudah dekat kok".Kata Arjuna diseberang sana.


Semenjak Embun hamil tingkahnya tidak seperti biasa.Embun akan menjadi sangat manja dan selalu ingin menempel terus dengan Arjuna.Sang Arjuna pun tidak merasa keberatan karena selama ini Embun tidak perna manja padanya mala sebaliknya Arjuna yang selalu manja melebihi Arsy.Hal itu membuat Arjuna merasa sangat bahagia dan bersyukur masih bisa merasakan moment indah bersama istrinya yang sedang hamil.Walaupun ini bukan yang pertama namun kehamila Embun membuat dia sembuh dari traumanya.


Tak menunggu lama Arjuna pun sampai sementara Embun yang sudah menunggu didepan teras menyambutnya hangat dengan senyuman yang indah.


"Sayaaang....!!!"Panggil Embun sambil merentangkan tangannya.


"Hmmmm...Istriku kenapa kamu cantik sekali malam ini?"Kata Arjuna sambil mengecup puncak kepalanya dan bibir Embun singkat.


"Hmmmm,kakak sudah makan?"Tanya Embun sambil berjalan dengan menggelayuti lengan Arjuna.


"Sudah sayang tadi bareng klien."Kata Arjuna.


"Sayang kamu jangan terlalu capek ya !! Ingat didalam perut kamu ada anakku.Ingat itu!!."Kata Arjuna sambil mencubit hidung Embun gemas.


"Anak Embun juga tau..!Enak saja anak..!!"Kata Embun mencikkan bibir merahnya.


Tiba² Arjuna menggendong Embun dengan kedua tangannya untuk menaiki anak tangga.


"Astagah kakak...!!! Kenapa digendong segala".Pekik Embun terkejut.


"Kan sudah kakak bilang kamu tidak boleh kecapean karena ada anak kakak didalam".Kata Arjuna sambil terus menaiki anak tangga.


Sesampainya di kamar Embun pun dengan cepat berganti baju dengan memakai lingery berwarna merah transparan.Ketika ia mengganti bajunya Arjuna sedang mandi dikamar mandi.Semenjak dia dinyatakan hamil hormon **** yang ada padanya semakin meningkat.


Embun sengaja memancing hormon testoteron suaminya dengan duduk diatas ranjang sambil menyilangkan kakinya yang seksi.


"Ceklek..!!"

__ADS_1


Arjuna pun keluar dari kamar mandi dan matanya terbelalak melihat Embun yang seperti itu.Arjuna menelan slavinanya kasar dan gelora didadanya mulai bangkit.Namun ada rasa khawatir karena kehamilan Embun yang masih terlalu muda.


"Sayaaang...!!"Panggil Embun dengan suara lembut lalu tersenyum sambil mengerlingkan matanya.


"Kamu kenapa seperti itu?"Tanya Arjuna menelan slavinanya kasar.Namun matanya tidak bisa luput dari dua gundukan sintal yang seakan memanggilnya untuk segera dihabisi.


"Sayang...!!!"Embun berjalan mendekati Arjuna yang masih dengan balutan handuk berwarna putih.Embun dengan sengaja mengukir didada bidangnya dengan jari telunjuknya yang lentik.Embun tersenyum melihat Arjuna yang memejamkan mata seakan menahan gejolak api asmara semakin berkobar.


"Apa kakak masih mau bertahan?"Kata Embun berbisik ditelinga Arjuna lalu meniup daun telinganya, diiringi gigitan manja.Tubuh Arjuna mematung dan meremang.Seluruh tubuhnya mulai memanas seakan ada sengatan listrik menjalari disetiap aliran darahnya.


"Sayang hentikan yaa...!!"Jangan memancing kakak!"Kata Arjuna memohon dengan lembut.


"Aaah....!!!Aku bisa mati berdiri kalau Embun terus menggodaku seperti ini".Gumam Arjuna sambil menahan diri.Dahinya sudah dipenuhi peluh dan tangannya mulai bergetar menahan gejolak didadanya.


"Haaaassss...!!! Arjuna menarik nafas panjang untuk membuang sesak didadanya tak lupa ia memejamkan matanya untuk membuang fikiran erotisnya.


"Sayang kakak masih belum berani untuk kita melakukannya karena ini masih terlalu dini.Kakak takut terjadi sesuatu padanya nanti".Kata Arjuna sambil menyentuh perut Embun yang masih rata.


"Kakak kita bisa pelan² saja".Kata Embun mencoba bernegosiasi.


"Terseraaah....!!!"Kata Embun kesal sambil membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ranjang.


(Dikantor YP Group)


Pagi ini Arjuna sangat disibukan dengan pekerjaan kantornya.Jadwalnya sangat padat dan itu membuat dirinya sedikit melupakan urusan ranjang dengan Embun.Kesibukannya membantu dirinya agar tidak terus teringat tentang semalam yang sangat menggoda birahinya.


"Endro pukul berapa kita meeting dengan tuan Lim ?"Tanya Arjuna sambil memeriksa laptopnya.


"Pukul 1 siang kita ada pertemuan dengan dewan direksi untuk membahas proyek baru kita".


"Meeting dengan Tuan Lim nanti pukul 3 sore.Setelah itu kita harus memeriksa pembangunan Resort yang ada di kota B".Kata Endro sambil menatap tabletnya untuk mengecek jadwal selanjutnya agar tidak ada kesalahan.

__ADS_1


"Okay...!!! Ayo kita mulai meetingnya".Kata Arjuna sambil merapikan Jasnya.


"Oh syukurlah aku bakalan pulang malam sudah pasti Embun akan tertidur dan aku bisa bernafas legah".Gumam Arjuna sambik tersenyum legah.


Saat mereka meeting diruang meeting,tiba² semua orang dikejutkan dengan kedatangan Embun diruang meeting.Semua mata tertuju pada Embun karena Embun memakai gaun serba hitam berbahan sutera yang mengkilap dan baju itu sangat pas ditubuhnya.Baju itu tertutup dibagian depan namun terbuka dibelakangnya sehingga tampak jelas punggung mulus Embun hingga pinggang.


Baju itu juga mengesespos kaki jenjang Embun yang begitu mulus.


Sengaja Embun memakai riasan sedikit tebal,bibirnya ia poles dengan lipstick berwarna merah terang membuat bibirnya tampak begitu menggoda.Embun tak lupa memakai heels berwarna senada dengan bibirnya.Ia berjalan sambil mengelus pundak Arjuna tanpa berkata apapun lalu meninggalkan Arjuna begitu saja menuju ruangan Arjuna.Seakan memberi kode pada Arjuna untuk mengikutinya.


Arjuna dan semua orang disitu hanya bisa menatap Embun tanpa kata dengan matanya yang terbelalak takjub melihat keseksian Embun yang tidak biasa.Arjuna kelimpungan melihat istrinya ditatap begitu takjub dengan orang lain selain dirinya pun bangkit dari kusrinya dan memberi kode pada Endro untuk menggantikan posisinya.


Arjuna sampai di ruangannya,benar saja Embun sudah duduk diatas mejanya sambil menyilangkan kakinya dengan begitu seksi.


"Sayang....!!! kamu sudah datang?"Kata Embun tersenyum.Tatapan Arjuna tajam menatap kearah Embun.Arjuna tampak marah namun juga tergoda melihat penampilan istrinya yang begitu menggoda.


"Jangan lupa kunci pintunya!!!".Kata Embun dengan wajah nakalnya.


"Sayang apa yang kamu lakukan dengan memakai pakaian seperti ini?"Kata Arjuna dengan wajah marah.Dia berjalan mendekati Embun kearah meja kerjanya.Namun Jawaban Embun tidak terduga dan sangat mengejutkan.


"Sayang Embun tidak memakai da**m**".Bisik Embun ditelinga Arjuna sambil meniup telinganya pelan.


Tubuh Arjuna tiba² melemah,darahnya pun berdesir hebat saat mendengar itu.Embun tersenyum nakal dihadapan suaminya.Arjuna menatap Embun dalam hingga manik mata mereka saling bertemu satu sama lain.Tanpa aba² Arjuna menarik tengkuk Embun lalu ******* bibir itu dengan begitu brutalnya.Nafasnya menderuh deras dan hangat hingga terdengar ditelinga Embun.Embun pun menikmati setiap kecupan yang diberikan suaminya.


Arjuna membuka jasnya namun masih mengenakan kemejanya.Arjuna hanya tinggal menanggalkan sedikit bawahanya dengan cepat seakan ia tidak bisa lagi menahan gejolak didadanya.


"Sayang kakaaakk....!!!".Ucap Arjuna berbisik dengan nafas yang menderuh sambil kening mereka saling bertemu satu sama lain.


"Kakak berlahanlah!!".Kata Embun membalas dengan menyentuh sebelah pipi suaminya lembut.


Akhirnya pergulatan panas pun terjadi diatas meja kerja Arjuna.Hingga terhempaslah berkas² yang terdapat disana berserakan kemana mana.Namun itu tidak menggangu aktivitas panas mereka.Decapan demi decapan pun saling bersautan.Arjuna pun mencapai titik terindah dengan sedikit mengeluarkan suara yang tidak terlalu keras.

__ADS_1


"Aaaahhh....!! sayang...!!!"Kata Arjuna lalu mengecup kening Embun lembut.


Embun pun tersenyum puas karena selama beberapa hari Arjuna menahan dirinya.Arjuna bersusah paya untuk membangun benteng pembatas ternyata dengan hitungan detik telah runtuh akibat kekuatan Embun.


__ADS_2