
"Braaaakkkk" Menggebrak meja kantornya dengan sangat keras.Arjuna tampak sangat kesal terlihat dari sorot matanya yang tajam dan rahangnya yang mengetat.
"Brengsek",Akan ku kejar kau sampai ke ujung dunia".Kata Arjuna sambil mengepalkan tangannya diatas meja.
Flash back
"Tring tring tring".Suara ponsel arjuna berdering.Dilihatnya endro memanggil dengan cepat dia mengangkat ponselnya.
"Jun,orang yang mengambil fotomu bersama embun dan yang menyebarkan kemedia ternyata Waratawan dari Indomed.Dan kau tahu apa yang terjadi dengan orang itu?"
"Kenapa dia?"Tanya Arjuna penasaran.
"Baru saja dia meningal karena kecelakaan".Kata Endro.
"Apaaaa?Siaaall".Aku fikir dengan menangkapnya kita bisa tahu dalang dari kekacauan ini. Kata Arjuna sambil memijit keningnya.
"Ya sudah kamu tenang,Tim Rahmad akan terus menyelidikinya".Kata Endro menenangkan.
Flash Back Off.
Ditoko bunga,Embun tampak asyik merangkai bunga bunga pesanan dari pelanggan.Dia sambil bersenandung lirih.Tapi tiba tiba dia teringat dengan gosip yang beredar.Dia pun menghentikan kegiatanya merangkai bunga.
Embun melihat ponsel miliknya,tidak ada pesan masuk sedari pagi hingga sore ini.Hatinya mulai gusar,dia khawatir dengan Arjuna.Embun pun berfikir untuk mengirim pesan singkat pada arjuna.
"Kakak,kamu baik baik saja kan?"
Isi pesan singkatnya.Sudah hampir 30 menit pesannya tidak dibalas.Embun pun terus mondar mandir di dalam tokonya.Hatinya diselimuti kekhawatiran yang amat sangat.Tampak dia sesekali menggigit kuku jari tangannya.Ingin sekali dia menelfon Arjuna tapi takut mengganggu aktivitasnya yang padat.Apalagi sejak scandal itu dia jadi jarang mengirim pesan.
Setelah 1 jam berlalu Arjuna pun membalas pesan dari Embun.
"Maaf sayang,aku tadi sibuk jadi tidak sempat melihat ponsel.Aku baik baik saja,kamu jangan khawatir.Kamu jaga kesehatan ya disana."
Akhirnya embun pun legah melihat isi pesan Arjuna.Kini dia sudah bisa melanjutkan pekerjaannya lagi.
"Permisi,apakah tokonya masih buka?"Tanya seseorang kepada embun.
Embun pun mendongakan wajahnya melihat ke sumber suara itu.
"Ah Tuan Bian,mau beli bunga apa tuan?" Tanya embun sambil tersenyum.
"Please Embun berhentilah tersenyum padaku.
Karena itu membuat hatiku tidak karuan.
Kumohon berhentilah menatapku seperti itu.
Tatapan itu membuatku semakin gila padamu."
Gumam Bian sambil menatap takjub Embun.
Embun pun mendekat pada Bian dan memetikan jarinya kedepan wajahnya.Itu membuat Bian tersadar dari lamunanya.Dan membuatnya kelimpungan tidak karuan.
"Tuan mau beli bunga apa?"Tanya embun sekali lagi pada Bian.
"Aah itu aaah,Bunga mawar merah".Iya bunga mawar merah".Kata Bian gugup dan asal.
Sebenarnya kedatangan Bian ke toko Embun hanya alibinya saja agar bisa ia melihat Embun dan berbincang padanya.Bian merasakan getaran yang tidak perna ia rasakan sebelumnya setiap kali ia bersama embun.Api asmaranya kian menjadi jadi.
Tiba tiba Bian teringat sosok Arjuna yang membuat angan angannya hancur sebelum ia bangun.
"Apapun itu,mau bagaimanapun hubungan Embun dengan Arjuna,aku tidak akan berhenti berjuang,aku akan terus berjuang sebelum Embun benar benar menjadi milik Arjuna".Gumam Bian sambil memandangi Embun yang sedang merangkai bunga pesanannya.
Bian masih terus memandangi Embun dengan takjub.Matanya tidak bisa dibohongi oleh keindahan yang Tuhan ciptakan.Keindahan itu ada didepan matanya.
Embun dengan serius sedang merangkai bunga pesananya.Sesekali embun mengalihkan rambutnya yang menutupi wajahnya.Kadang ia juga mengaitkan rambutnya ketelingannya.Cara ia mengusap keringatnya yang ada didahinya membuat Bian kian jatuh dan jatuh terlalu dalam padanya.Tapi untuk saat ini Bian masih belum ada keberanian untuk mengatakannya.
__ADS_1
Bian masih merasa terlalu cepat untuk mengungkapkan isi hatinya.Ia masih ingin terus memandang Embun dikejauhan dan masih ingin menjalin persahabatan dengan embun.Jika ia mengatakannya sekarang dan embun menolaknya pasti akan ada kecanggungan diantara mereka.Itu membuat tidak nyaman dan Embun pasti akan semakin menjauh darinya.
"Untuk saat ini biarlah seperti ini saja.Karena dengan begini hatiku sudah cukup merasakan kebahagiaan".
Gumam Bian sambil terus memandang Embun.
"Nah,Tuan sudah selesai".Kata Embun sambil menyerahkan bunga itu pada Bian.Bian dengan berat hati pun menerima bunga itu.Karena dengan begitu Bian akan pergi dan meninggalkan embun.Sungguh hatinya tidak rela untuk keluar dari toko bunga embun.
"Bagus,sekali ini,saya sangat suka".Kata Bian memuji sambil mencium bunga mawar itu.
"Waah syukurlah kalau tuan suka".Jawab embun tersipu malu.
"Kalau begitu,saya pergi dulu ya,semoga harimu menyenangkan".Kata Bian sambil melampaikan tangannya.
Balas embun melambaikan tangan sambil tersenyum.
Arjuna masih disibukkan dengan permasalahannya di kantor,hingga dia lupa untuk makam malam.Ia terus menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk dan memeriksa profit and loss dari sebelum kepemimpinannya dan benar saja ada keganjilan keganjilan angka yang tidak masuk akal di cabang perusahaan di kota B.
"Yang benar saja pengadaan untuk pulpen hingga mencapai nilai Milyaran?"
"Haaa kertas juga mencapai milyaran,Gila gilaaa".
Kata Arjuna sambil memukul meja kerjanya karena sangat kesal.
"Lusi,Beritahu para Kapala Bagian untuk melakukan meeting saya tunggu 30 menit".
Kata Arjuna kepada Lusi melalu sambungan telefon.
Lusi yang sudah tertidur dimejanya pun seketika matanya cerah dan jantungnya seakan mau copot.
"Ya Allah sudah lama sekali tidak ada meeting dadakan seperti ini,Setan apa yang merasukimu tuan Arjuna? Gawat ini gawaaaaatt.Mulai lagi deh kebiasaanya yang dulu".Grutu Lusi sambil menghubungi setiap sekretaris Kepala Bagian.
Semua heboh karena ada meeting dadakan malam hari seperti ini.Endro yang mau merebahkan tubuhnya ke sofa akhirnya tertunda karena mendapat kabar ada meeting dadakan.Membuat Endro keketika mengacak acak rambutnya.
"Aah maaf sayang,hampir saja aku gila".Kata Endro tersadar sambil mengusap usap ponselnya dan menciuminya.
Arjuna masih tampak cerah dengan sorot matanya yang menakutkan.Seakan ingin menerkam setiap ia memandang.Semua para bawahannya tampak tertunduk takut,pasti ada masalah yang sangat besar hingga Arjuna sangat marah seperti itu.Semua ketakutan kalau mereka nanti terbukti ada masalah dalam pekerjaan mereka.
Arjuna pun memulai meeting tengah malamnya.Arjuna membongkar semua yang telah ia temukan.Dan itu membuat semua orang terkejut.Salah satu dari mereka sudah gelisah dan berkeringat dingin karena ketakutan.Diruangan Ac yang sangat dingin tapi ia merasa kepanasan dan berkeringat.
Endro pun selaku Asistennya ikut terkejut,Ridwan juga dibuat terkejut tidak kepalang.Karena Arjuna bisa menemukan laporan keuangan dari 20 tahun yang lalu.Ridwan sangat bahagia karena Arjuna bekerja dengan sungguh sungguh dan benar benar menjalankan perusahaan dengan baik.Dengan begitu Ridwan bisa pensiun dan meninggalkan Arjuna berjalan sendiri menjalankan perusahaannya,tanpa harus terus mengawasi atas permintaan Yudistira.Ridwan pun bisa istirahat menikmati masa tuannya.
"Saya beri waktu 1 minggu untuk membuat laporan keuangan 25 tahun yang lalu."Kata Arjuna singkat.
"Instruksi tuan,1 minggu bukannya terlalu cepat?"Kata Kepala bagian pemasaran.
"Ooh iya mungkin terlalu cepat ya kalau begitu 5 hari,jadi sangat cepat,bukan"Kata Arjuna enteng.
"Tat tapii..."Kata Kepala Bagian pemasaran terbata.
"Oh OK 3 hari ,Deal."Kata Arjuna mengakhiri meeting dan meninggalkan ruang meeting.
"Aiiiissss,grrrrr...bisa gila aku" Kata Kabag pemasaran sambil membanting map yang ada dimejanya.
Semua teman temanya marah padanya dan menyalahkan dirinya.Karena instruksinya dipercepat jadi 3 hari.
Arjuna pun sampai diApartement miliknya.Ia melirik arlojinya sudah menunjukan pukul 01.23 Wib dini hari.Sudah dua hari ini Arjuna terlalu sibuk bekerja hingga lupa waktu.Wajahnya pun tampak lelah dan ada lingkaran hitam dimatanya.Itu menandakan ia kurang istirahat yang cukup.
Arjuna pun masuk kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.Setelah selesai mandi dengan masih mengenakan Piama mandinya dia mengirim pesan singkat untuk embun.Karena ia tahu pasti embun sudah tidur.
"Sayang,pasti kamu sudah tidur ya?
Kalau begitu selamat tidur.Nice dream
Kakak baru saja pulang dari kantor".
__ADS_1
Pesan terkirim.
Arjuna pun mengganti pakaiannya dan mulai terlelap.
Keesokan harinya Embun membuka isi pesan dari Arjuna.
"Ya ampun kakak,pasti kamu sangat lelah ya?"ini semua gara gara aku."Kata embun sedih dan menyalahkan dirinya.
"Ayah hari ini Embun tidak ketoko ya?".kata embun pada ayahnya.
"Loh kamu kenapa,kamu sakit?".Tanya Hasan khawatir.
"Tidak yah,Embun sedikit lelah saja".Katanya berbohong.
"Benar,kamu tidak apa apa?"Kata hasan sambil menyentuh kening embun.
"Tidak ayah, tidak demamkan?"Kata embun.
"Iya syukurlah,ya sudah kamu harus istirahat ya."Kata ayah sambil pergi meninggalkan embun karena hasan akan segera ke kebun.
Embun gelisah karena dia ragu harusakah ia menelfon Arjuna pagi ini.Karena ia ragu akan menggangu tidur arjuna.Benar saja Arjuna belum bangun dari tidurnya karena kelelahan.Asisten rumah tangganya juga takut membangunkan Arjuna untuk sarapan.
Karena ia sudah membuat peringatan di pintu kamarnya untuk jangan mengganggu.Tertulis jelas dikamarnya."JANGAN GANGGU".Arjuna sudah sering melakukan itu sejak kejadian dirinya sedang tidur hingga zuhur belum bangun juga.Jadi dengan inisiatif yang tinggi dan khawatir kalau Boss nya tidak bangun lagi si Kiki pun akhirnya mengetuk pintu Arjuna hingga memanggil scurity untuk membantu mendobrak kamarnya.
Flash Back
"Tuaaaan,tok tok tok....tuan boss,bangun sarapan sudah siap".Kata kiki sambil mengetuk pintu kamar Arjuan.Kiki pun menunggu selama 1 jam.Dan dia melihat ke arah kamar Arjuna belum ada juga tanda tanda kehidupan disana.
"Tuan Boss tolong buka pintunya tuan boss,Huuuuu uuuh uuuuh".Kiki mengetuk ketuk pintu Arjuna sambil menangis ketakutan kalau Boss nya tidak bernyawa lagi didalam.
"Ya Allah apa tuan boss benar benar mati didalam,ya allah tidaaak.Kiki takut kalau tuan boss mati kiki bakal kehilangan pekerjaan,bagaimana ini?aduuh biung maafkan kiki kalau tidak bisa mengirim uang.huuuuuh uuuuh huuuuh".Kata kiki lagi sambil menangis dan duduk bersandar di depan pintu kamar Arjuna.
"Ooh iya kiki telfon scurity saja".
Hallo pak,tolong datang ke lantai 204 karena boss saya tidak bangun bangun dari tadi malam sampai waktu zuhur ini.tolong ya cepat ya!".
Kata Kiki panik.
Dan tak lama menunggu scurity pun tiba.Mereka pun mencoba mendobrak pintu kamar Arjuna.Scurity bernama mang Ali sudah siap siap memasang kuda kuda berjarak 2 meter dari pintu.
Saat mang Ali mulai berlari dengan sekuat tenaga dan mengumpulkan segenap kekuatannya untuk mendobrak pintu.
"Yaaaaaaaaaaach" Teriak mang Ali sambil berlari menuju pintu,tiba tiba
"Cklek"
Arjuna membuka pintu kamarnya.Dan terjadilah adegan dimana mang Ali terhuyun huyun hingga terjatuh telungkup didepan Arjuna.
"Bruuuuuugkh".Bunyi suara hempasan keras dari tubuh mang ali menghatap lantai.
"Aiiisssssh...."Rintihan mang ali yang malang.
Sementara Arjuna yang masih baru bangun tidur dengan mengucek matanya pun terkejut melihat scurity itu jatuh telungkup didepannya.
Arjuna hanya mengeryitkan dahinya dan pergi meninggalkan mereka menuju pantri tanpa rasa bersalah.
"YA allah Alhamdulillah tuan Boss masih hidup,ya allah terima kasih ya allah,kiki masih bisa ngirimi emak bulan depan".Kata kiki sambil menadahkan tangannya dan berdoa.
Sementara mag Ali yang malang itu pun dibantu temannya untuk berdiri.Arjuna meminta kiki untuk menelfon ambulance agar mang Ali di periksa khawatir ada patah tulang.
"Piye toh mang,wong niat mau bantu kok mala dibantu toh?"Kata kiki pada Ali.
"Huuussss,walaaah gusti gusti,niat arep nolong mala jadi kayak gini.Pinggangku sakit tenanan iki,naseb naseb".Kata mang ali meratapi nasibnya yang malang sambil meringis kesakitan memegangi pinggangnya yang sakit.
Flash Back Off
__ADS_1