Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
140.Wanita Bar Bar


__ADS_3

"Sayang bukannya hari ini kunjungan rutin kehamilan kamu?"Tanya Endro pada Larisa.


"Iya tapi dokter Mia sedang ada seminar diluar kota sayang jadi jadwalnya di undur minggu depan."Kata Larisa yang sedang memakaikan dasi dileher endro.


Endro sedikit mendongak keatas agar mempermudah Larisa.Saat Endro mendongak keatas tampak jelas jakun dileher endro menonjol dan bergerak naik turun.Itu membuat Larisa menggigit bibir bawahnya dan menelan slavinanya kasar.Endro sangat seksi dan itu membuat Larisa terhenti sesaat karena terpesona melihat jakun suaminya.


"Sayang sudah selesai?"Tanya Endro heran karena Larisa berhenti menyimpul dasinya.


"Aah...!! Sebentar lagi sayang".Kata Larisa kelimpungan karena sejak tadi hanya ada jakun didalam otaknya.Semenjak hamil Larisa merasakan libidonya meningkat.Hal itu biasa terjadi dengan ibu hamil karena pengaruh hormon Esterogen yang meningkat.Tapi pengaruh hormon itu membuat Larisa seperti orang yang merasa kepanasan karena hormon *** nya yang tiba² menyerangnya tanpa melihat situasi.


Setelah selesai memakaikan dasi Endro.Larisa menyiapkan sarapan untuk suami brondongnya itu.


"Sayang kenapa hari ini terasa gerah ya?.Apa pendingin ruangan kita rusak ya?"Tanya Endro sambil mengusap dahinya dengan lengannya.Ia berjalan menuju lemari Es dan mengambil sebuah botol berisi air mineral dan meneguknya berlahan.


"Tidak kok!,oh mungkin karena emang suhu hari ini terlalu panas sayang".Kata Larisa menatap Endro.Saat Endro sedang meneguk botol air mineral yang ada ditangannya membuat jakun dilehernya naik turun dan itu membuat Larisa lagi² mengigit bibir bawahnya dan merasakan tubuhnya seperti memanas.


"Kenapa dengan ku hari ini,bukannya sudah setiap hari aku melihat jakun suamiku tapi kenapa akhir² ini jakunnya terlihat sangat seksi?"Gumam Larisa frustasi.


"Astagah!!!! Plokkk !!!!!apa-apaan kamu sepagi ini sudah berfikir mesum.Sadarlah Larisa sadaaar...!!!".Gumam Larisa memukul kepalanya agar otaknya tersadar dari fikiran kotornya.


Sementara Endro masih belum sadar kalau istrinya sejak tadi tergila² pada jakunnya.Endro dengan santainya menyantap nasi goreng buatan Larisa dengan begitu lahapnya dan tampak lidahnya menjilat sesuatu yang menempel dibibir bawahnya,itu membuat Larisa semakin frustasi.


"Aah kenapa suamiku terlihat sangat seksi?!Ya Tuhan kenapa tubuhku bereaksi berlebihan seperti ini saat melihat lidahnya menjilat bibirnya.Hikshikshiks!!"Gumam Larisa sambil memejamkan matanya erat dan membuang nafasnya kasar.


"Sayang kamu baik² saja kan?"Tanya Endro khawatir saat melihat Larisa memejamkan matanya.


"Aah...ti tidak sayang.Aku baik² saja kok."Jawab Larisa gugup.


"Okay kalau begitu nanti malam sepertinya aku agak terlambat pulang.Kamu enggak ke butik kan hari ini?"Tanya Endro pada Larisa.Sementara Larisa tampak lemah saat mendengar Endro pulang terlambat.Sepertinya ia akan menunggu lama untuk meminta pertanggung jawaban Endro pagi ini karena sudah membuat libidonya meningkat.


"Tidak!!"Jawab Larisa malas.


"Kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya.Sayang kamu baik² diperut mama ya nak!"Kata Endro sambil mengecup kening Larisa dan perut Larisa dengan lembut.


"Hati² sayang..!!"Kata Larisa melambaikan tangannya .Pagi ini Larisa seperti sangat berat ingin melepas Endro dan untuk bertemu kembali harus menunggu malam.Sepertinya Larisa tidak tahan harus menunggu malam terlihat dari tatapannya yang seakan kesal.


( Kantor YP Group)


"Juna...siang ini kita ada rapat untuk pembuatan mobil Listrik dengan Tuan Yamoto dari Jepang".Kata Endro memberi tahu jadwal Arjuna.


"Pukul berapa itu?"Tanya Arjuna yang sedang memeriksa berkas yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Pukul 13.00 siang."Jawab Endro tiba² ponselnya berbunyi dan terdapat notifikasi pesan masuk begitu banyak.


"Trung"


"Trung"


"Trung"


"Trung"


"Trung"


"Trung"


Ponsel Endro terus berbunyi berturut-turut.Itu membuat Arjuna mengerutkan alis dan menatap Endro penuh tanya karena sepagi ini mengirim pesan begitu banyak sementara mereka sedang membahas pekerjaan.


"Aaah....!!"Hehehee...!!!"Endro menyadari tatapan Arjuna dan ia pun tertawa canggung karena lupa membuat mode silent pada ponselnya.Arjuna akan sangat profesional saat sedang bekerja.


Setelah selesai membicarakan pekerjaan dengan Arjuna.Endro pun melihat ponselnya dan begitu terkejutnya Endro melihat isi pesan dari Larisa.Tampak matanya membulat sempurna saat membaca pesan yang dikirim istrinya itu.


"Sayang"


😭


😭


😭


😭


kangen....!!!"


Begitu banyak Emoticont menangis.Bak seperti lautan emotikon menangis di dalam layar ponsel Endro.Itu membuat Endro menggelengkan kepalanya karena akhir² ini melihat istrinya tampak aneh.


"Kenapa dengan istriku?",Gumam Endro sambil memiringkan kepalanya dan berfikir keras kenapa istrinya aneh dan ia hanya membalas"Aku juga".Kata² dari Endro dan ia pun mengirim tombil kirim.


"Tring...!!"Ponsel Larisa pun berbunyi dengan cepat Larisa menjangkau ponselnya karena tidak sabar untuk melihat balasan dari suaminya.Tampak wajahnya berubah masam setelah membaca pesan itu.


"Dasar laki² tidak pekah!!!.Menyebalkan!!".


Bibirnya pun mulai mengerucut karena kesal melihat begitu singkat pesan dari suaminya.Dengan kesal Larisa pun menjangkau kunci mobil dan ia pun pergi menemui Endro ke kantor YP Group.

__ADS_1


30 Menit kemudian.


"Sayang aku ada dikantor kamu".Kata Larisa menelefon Endro.


"Apaaa.?Apa ada masalah sayang?"Tanya Endro khawatir.


"Adaaa...!!!"Kata Larisa dengan nada kesal.


"Astagah ada masalah apa sayang?sudah kamu tunggu saja dilobi aku akan menjemputmu".Kata Endro panik mendengar Larisa ada masalah.


"Endro ada apa? Kenapa kamu tergesah²?"Tanya Arjuna heran melihat endro berlari tiba² keluar.


"Jun Larisa ada dibawah katanya ada masalah".Kata Endro panik.


"Astagah ayo cepat kebawah.jangan² terjadi sesuatu pada kandungannya".Kata Arjuna menimpali dan membuat mereka berdua berlari menuju lift dengan begitu tergesah².


Lift pun sampai di lantai dasar.Endro dan Arjuna berlari mendekati Larisa yang sedang duduk manis di Lobi.Tampak wajah mereka berdua begitu panik dan khawatir dengan Larisa.


"Sayang kamu baik² saja kan"Tanya Endro panik mengusap pipi mulus Larisa.Sementara Larisa hanya melihat kearah leher Endro.Larisa masih tergila² dengan jakun suaminya itu.


"Ris kamu kenapa?"Tanya Arjuna ikut panik juga.


"Tidak ada apa² hanya saja aku merindukan suamiku".Kata Larisa santai sambil menyesap susu kotak untuk ibu hamil ditanganya.Sontak Arjuna membuang nafas kasar dan memejamkan matanya erat mendengar perkataan Larisa yang santai sementara mereka berdua sudah begitu panik.


"Astagah Sayang...!!! kami begitu khawatir.Oh syukurlah kamu baik² saja."Kata Endro membuang nafas legah.


"Sayang tadi malam aku bermimpi".Kata Larisa tiba² pada Endro.


"Mimpi apa sayang?"Tanya Endro penasaran.


"Aku tidak bisa tidur dan kamu menepuk nepuk bokongku diatas tempat tidur dan aku pun "Ah ah ah ah ah" Tapi aku menjadi terangsang.Kata Larisa memperagakan sambil menatap kearah Endro.Semua orang mendengar ikut terkejut apa lagi Arjuna ikut membulatkan matanya sambil membuka mulutnya tidak percaya.arjuna mengegeleng dan tersenyum melihat Ekspresi Endro yang panik.


"Syuuuut sayang tutup mulut mu?"Kata Endro menghentikan Larisa sambil clingukan kesana kemari karena panik takut didengar karyawan lain.Larisa pun dengan cepat menutup mulutnya dengan mengatupkan kedua bibirnya.Larisa tersenyum smirk melihat suaminya panik.


"Sayang aku tidak mau menunggu lama.Kamu harus bertanggung jawab.Malam ini kamu harus pulang cepat dan kita harus bercinta dengan panas".Kata Larisa dengan suara pelan tapi masih bisa terdengar Arjuna dan orang disekitar mereka.


Arjuna yang mendengar itu pun terkejut dan tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.Sementara Endro hanya bisa memejamkan matanya sambil memijit keningnya dan menganggukkan kepala agar istrinya diam tidak banyak bicara lagi.


"Arjuna...awas kau membuat suamiku lama pulang ya...Akan kuhajar kau...!!!"kata Larisa mengepalkan tangannya kearah Arjuna.Tapi dengan cepat Endro merangkul istri Bar barnya dan membawanya keluar.


"Waaah wanita Bar Bar satu ini...!!!!"Kata Arjuna menggelengkan kepalanya.Sambil tersenyum melihat Larisa yang menjadi galak saat hamil.

__ADS_1


__ADS_2