
"Endro,apa Arjuna sudah tidur?"Tanya Wike pada Endro
"Sudah tante,tidurnya sangat pulas seperti bayi".Kata Endro tersenyum.
"Terima kasih banyak ya nak.Kamu selalu ada untuk Arjuna.Kata Wike dengan wajah sendu dan pelupuk matanya mulai mengembun.
"Aah tante,Arjuna sudah saya anggak seperti saudara laki laki saya sendiri.Saya juga banyak berhutang budi dengan keluarga Yudistira tante.Jawab Endro sedikit canggung.
Wike tersenyum sambil mengusap pundak Endro seperti yang sering dilakukan pada Arjuna.
"Tante,Aku akan terus berusaha menjaga Arjuna karena itu sudah janjiku.Gumam Endro sambil menatap wajah Wike yang sudah tampak mulai menua tapi tetap masih terlihat cantik seperti dulu.
"Tante,saya izin pulang ya! besok ada meeting penting".Kata Endro mengagetkan wike yang sedang memandangi wajah Arjuna.
"Sebentar endro!" Cegah wike pada Endro.
"Iya ada apa itu tante?"Tanya Endro penasaran.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Arjuna dan tiba tiba Embun juga izin untuk pulang menemui ayahnya?"Tanya Wike penasaran.
"Aaah ittuuu tante,emmmm sebenarnya,eeemmm".Jawab Endro terbata karena takut membuat Wike khawatir.
"Ayoo jawab,kenapa kamu seperti orang gugup si?"Kata Wike kesal.
"Emmm,sebenarnya Arjuna tadi habis berkelahi dengan Bian tante.Jelas Endro gugup.
"Ada masalah apa sih mereka sampai harus pukul pukulan?"Tanya Wike seperti mengintrogasi Endro.
"Aduuuh gawat ini,kenapa jadi seperti diintrogasi begini,awas kamu ya Juna.Bikin repot saja!"Grutu Endro.
"Sepertinya karena Embun tante".Jawab Endro jujur.
"Maksudnya?"Tanya Wike tidak mengerti.
"Tante ingat saat Arjuna dan Embun bertunangan?"Tanya Endro pada wike memancing ingatan Wike pada saat itu.
"Yaaaa,tante ingat.Oooh Astagaaa !".Shock wike sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Jadi mereka berkelahi karena merebutkan Embun?"Tanya Wike sekali lagi pada Endro.
"Sebenarnya saya tidak tahu percis si tante,tapi bisa jadi seperti itu".Kata Endro menarik kesimpulan.
"hmmmm,ckckckck"!Decak Wike sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang sudah tua tapi seperti anak ABG yang memperebutkan satu wanita.
"Ya sudah kamu istirahat gih sana,sudah malam,besok kamu kekantor kan?"Tanya wike pada Endro.
"Iya tante"!Jawab Endro singkat.
__ADS_1
"Eeeh sebentar!"Cegah Wike lagi.
Sementara Endro sudah berbalik dan akan melangkah menuju luar kamar.Tapi lagi lagi langkah itu tertahan oleh Wike yang selalu saja mencegahnya.
"Aduuuuh ada apa lagi sih sitante ini".Sama aja si kaya anaknya,Cccckkkk!!Gumam Endro sedikit kesal.
"Jadi kenapa Embun bisa tiba tiba pergi?"Tanya Wike pada Endro.
"Ya Allah,tolong bantu aku.Apa yang harus aku jawab sementara aku juga enggak tahu,aku bingung mau jawab apa?Hiks hiks hiks.Gumam Endro menangis dalam hati.
"Tante,maaf.Saya tidak tahu tante kalau masalah itu.Mungkin saja mereka ada ribut kecil.Jawab Endro menebak.
"Aduuuh bagaimana ini kalau Embun benar benar tidak mau kembali?"Kata wike panik.
"Aah tante,saya yakin Embun bukan orang seperti itu.Mungkin saja dia memang benar benar merindukan ayahnya.Jawab Endro bijak untuk meredahkan kepanikan wike.
"Semoga saja!,ya sudah kamu tidur gih sana,enggak usah pulang,bermalam disini saja".Pintah Wike.
"Baik tante,permisi!".kata Endro dan ia pun pergi menuju kamarnya.
Endro sudah seperti keluarga bagi Arjuna.Di mansion ada kamar khusus untuk Endro saat ia tiba tiba ingin bermalam.di mansion itu.
Diperjalanan menuju rumahnya,Embun tampak murung dan matanya jelas terlihat kalau ia sedang sedih.Kelopak matanya tampak bengkak karena ia terus menangis saat ribut dengan Arjuna.
"Nona,apa kamu baik baik saja?"Tanya Rahmad pada Embun.
"Heemm saya baik baik saja kok".Jawab Embun sambil tersenyum memaksa.
"Nona,apa sebaiknya kita berhenti dulu,sepertinya nona butuh udara segar".Kata Rahmad memberi saran.
"Iyaa baiklah".Jawab Embun setujuh.
Rahmad pun menghentikan mobilnya disebuah warung kecil yang terletak di pinggir jalan.Warung itu banyak dikunjungi orang untuk beristirahat dari lelahnya perjalanan mereka.
Rahmad pun memimpin Embun berjalan menuju warung itu.Banyak pasang mata yang melihat Embun.Embun yang dilihat seperti itu pun merasa tidak nyaman.
"Nona apa nona merasa tidak nyaman?"Tanya Rahmad.
Embun hanya tersenyum kecut.
"Sebentar ya nona".Kata Rahmad.
Embun hanya mengangguk.Dan bingung melihat Rahmad yang berlari begitu sigap.
"Wah Rahmad,kamu seperti kilat.Gerakanmu terlalu cepat.Kata Embun tersenyum melihat Rahmad.
"Nona,pakailah ini!"Kata Rahmad.
__ADS_1
Rahmad memberikan sebuah topi berwarna hitam untuk dikenakan Embun.
"Topi siapa ini Rahmad?"Tanya Embun heran.
"Aah itu topi tuan Arjuna non,kalau tuan sedang tidak ingin diketahui pers dia selalu memakai topi itu".Jelas Rahmad.
"Hmmmm"!Jawab Embun singkat.Saat mendengar nama Arjuna hati kecilnya pun seperti tercubit.Memang hati kecil tidak bisa dibohongi.Embun tampak murung dan benar ia merindukan sosok pemilik topi itu.
Embun memegang erat topi itu,masih tersisa aroma khas minyak rambut sang pemikil topi.Tiba tiba matanya terasa panas dan benar saja kelopak mata embun sudah mulai dipenuhi cairan bening yang siap lolos dari pelupuk matanya.
"Nona,kamu menangis?"Tanya Rahmad khawatir.
"Tit tidak"!.Jawab Embun terbata sambil mengalihkan wajahnya dan cepat cepat ia menghapus air matanya.
"Kenapa Kakak tidak menelfonku,apa mungkin kakak begitu marah sampai dia tidak memifirkan aku?"
"Kakak kenapa kakak tega.Kakak tahu aku sangat mencintai kakak.Kakak tahu kakaklah orang pertama yang mengajarkan aku cinta.Tapi kenapa kakak tidak mempercayaiku?".
Rasanya dadanya begitu sesak dan membuatnya tidak bisa berkata kata lagi.
"Sampai detik ini kakak tidak mencariku,Apa mungkin kakak,tidak mungkin"!Gumam Embun.
Didalam fikirannya,Arjuna sedang bersenang senang dengan wanita lain.
"Pertanyaan pertanyaan itu terus saja muncul didalam fikirannya.Tiba tiba sel emosi diotaknya pun berkuasa mengendalikan tubuhnya.
"Braaaaakkkkk"!Embun menggebrak meja yang ada didepannya dan itu mengagetkan semua orang yang ada disana.
"Dasar laki laki semua sama saja.Egoiiiiisss!"Gumam Embun sambil mengepalkan jarinya.
Rahmad yang baru saja mau memasukan kacang rebus kemulutnya pun terkejut membuat kacang itu terlepas dari tanganya dan gagal masuk kedalam mulutnya.
"Nona,ada apa?"Tanya Rahmad berlari mendekati Embun.
"Haaaa,apa yang aku lakukan kenapa aku bisa hilang kendali,Ya Allah malu sekali rasanya dilihati semua orang?".Gumamnya sambil menunduk dan ia pun menurunkan topi yang ia kenakan agar wajahnya tertutup.
"Ayooo Rahmad kita pergi dari sini".Pintah Embun.
"Ba baik non".!Jawab Rahmad sambil berlari mendahului Embun untuk membukakan pintu mobil.
Embun masuk kedalam mobil dengan perasaan yang campur aduk.Sel Emosi didalam otaknya masih terus menguasai tubuhnya.Wajahnya tampak sangat kesal dan fikiranya masih terus saja dihantui rasa penasaran.
Kenapa sudah hampir pagi Arjuna masih belum menelfon dirinya.
Embun terus saja menatap ponsel yang ada ditangannya.Tapi sudah hampir sampai dirumahnya Ponselnya tak kunjung berdering.
Sel Emosi diotaknya sudah mulai menguasai seluruh tubuhnya.Kini sel itu menyuruh Embun untuk menangis dan benar saja air mata Embun terus berlinang karena merasa sangat kesal dengan Arjuna.
__ADS_1
❤️ Hai readersku yang tersayang.Duuuh udah lama ya emaks enggak nyapa kalian.Thanks ya yang udah mendukung dan yang udah like,komen juga vote.Rasanya seneng banget kalau kalian yang udah baca terus ninggalin jejak dan komen tentang tokoh atau apalah dinovelku.Seperti ada kekuatan super Emak untuk terus up setiap hari🤭.
"Salam sayang untuk readers semua 😘😘"❤️