
Embun masih berusaha memapah Arjuna yang sedang pura pura kesakitan.Dia tampak kesulitan dengan menahan bobot tubuh arjuna yang tinggi dan kekar.Tetapi anehnya Arjuna mala menguasai tubuh embun yang mungil itu.Tampak sesekali Arjuna sedikit merapatkan tubuh embun dengan merangkulnya.Embun yang tersadar pun melihat wajah Arjuna dan mereka saling tatap.Arjuna mala tersenyum santai dan penuh kemenangan.Saat embun menatap tajam arjuna tampak embun sedikit kesal.Arjuna pun masih terus berakting agar meyakinkan embun kalau dia benar benar sakit.
"Aauuuuww kenapa ini semakin nyerih yaa...rasanya seperti diremas remas perut saya ini".Kata Arjuna berpura pura memasang wajah meringis kesakitan.
"Sabar tuan,nanti juga sembuh setelah diberi obat oleh dokter harris,iya kan dok?"kata Embun sambil melihat kearah dokter Harris.
Setelah diperiksa oleh Dokter Harris,Arjuna pun di sarankan untuk segera minum obat dan untuk istirahat satu hari di Rumah sakit.
"Jun,kamu itu kelelahan,dan stress.makanya Asam lambung meningkat,jadi harus istirahat cukup dan jangan telat makan.kalau begitu aku sarankan untuk istirahat satu malam disini."Kata Dokter Harris.
"Yaa terserah kamu saja,aku pasrah".Kata Arjuna dengan wajah sok lemasnya itu.Harris yang mendengar itu tampak aneh dan terkejut.Tidak seperti biasanya Arjuna mau dirawat di rumah sakit.Biasanya selalu saja ada perdebatan sengit dengannya kalau dianjurkan untuk diopname.Tapi kali ini tidak seperti Arjuna yang Harris kenal.
"Ada yang salah dengan juna,apa dia habis terbentur sampai otaknya sedikit menggeser,atau salah makan?".Gumam Harris heran sambil menulis resep untuk diberikan Arjuna dan sesekali dia melirik arjuna.
Arjuna berpura pura memejamkan matanya dan membuat tampak seperti orang sakit sungguhan.Dia menelfon paman Ridwan agar membawakan Pakaian ganti.Dia juga meminta untuk dirawat disamping kamar ibu Embun.Dokter Harris pun berpamitan untuk meninggalkan kamar Arjuna,karena masih banyak pasien yang akan di periksanya.
Embun tampak gugup karena hanya mereka berdua yang ada diruangan itu.Sejak bertemu dengan Embun,Arjuna sudah sedikit membuka hatinya agar tidak merasa sepi lagi.
Embun merasa aneh kenapa saat Arjuna sakit dia tidak menelfon istrinya mala menelfon paman Ridwan.
"Eeeheemm,Tuan maaf sebelumnya kalau saya terlalu lancang,kenapa tuan tidak memberi tahu istri tuan,kalau tuan sedang sakit?"Tanya Embun dengan sedikit takut.
Arjuna saat mendengar embun bertanya seperti itu tiba tiba saja memasang wajah sedih dan membuat Embun merasa bersalah.
"Bagaimana ini,kenapa wajahnya jadi sangat sedih?".Gumam embun.
"Emmmm,Sebenarnya Istri saya sudah meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan mobil,dan saat itu dia sedang mengandung Arsy." Jawab Arjuna sedih dan pandangannya menerawang kearah langit langit kamar rumah sakit.
Seketika Embun terkejut dan merasa semakin bersalah karena sudah menanyakan hal seperti itu.
"Maafkan saya tuan kalau itu membuat tuan menjadi sedih dan teringat masalalu kembali."
Kata embun semakin merasa bersalah sambil mendekati Arjuna dan berdiri di tepi tempat tidurnya.
__ADS_1
"Tidak apa apa".Kata Arjuna dengan sorot mata yang sendu.
Embun melihat sorot mata arjuna yang memancarkan rasa penuh kerinduan diasana.Embun semakin yakin kalau Arjuna sangat mencintai istrinya karena sampai saat ini dia belum menikah lagi.
Arjuna memejamkan matanya dan tanpa dia sadari butiran butiran bening itu memasahi pipinya yang membuat dia tidak bisa menahannya adalah saat dia teringat akan arsy yang selama ini hidup tanpa sosok ibu dan rasa bersalahnya pada arsy.
Arjuna menghapus air matanya dengan tangannya.Embun yang melihat Arjuna seperti itu pun duduk disamping arjuna dan menepuk nepuk bahu arjuna untuk menenangkan arjuna.
"Tuan menangislah kalau itu membuat mu legah".kata Embun dengan lembut.
Arjuna pun seketika menangis sejadi jadinya selama ini dia hanya memendamnya dan menahannya.
"Ckleeek..." Suara pintu terbuka.
"Paaaapaaaaa....."Suara cempreng anak kecil memenuhi isi ruangan kamar itu,mereka pun terkejut dengan suara cempreng itu.Dengan cepat Arjuna menghapus air matanya.Tampak wajah Embun dan Arjuna memucat karena gugup tertangkap basah oleh Arsy dan oma wike.Wajahnya merona melihat mamanya sudah ada di hadapannya.
"Mammaa".Katanya lirih
"Junaaaa kamu kenapa nak,kok sampai dirawat di rumah sakit begini?"Tanya oma wike pada Arjuna khawatir sambil memeluknya.
"Cuma kelelahan aja maa.." Jawab arjuna pada ibunya.
"Arsy sayang,papa kangen,arsy gak mau peluk papa?"Kata arjuna.Arsy pun mendekati arjuna dan memeluknya sambil menempelkan punggung tangannya ke kening arjuna.
"Papa tidak panas,tapi kenapa dirawat dirumah sakit?"Tanya Arsy ingin tahu.
"Papa hanya kelelahan sayang".Jelas arjuna pada arsy.
Embun pun sedikit canggung bertemu dengan ibu arjuna.Dia hanya diam dan melihat keakraban dari keluarga itu.
"maa,kenalkan dia Embun."Kata Arjuna kepada oma wike.
"Ooh terima kasih ya nak sudah menemani arjuna disini."Kata oma wike sambil memeluk Embun.Tetapi embun yang terkejut mendapat perlakuan ramah yang tidak perna diduga sebelumnya.Embun tampak gugup dan berdebar.Ini pertama kalinya dia bertemu dengan oma wike.
__ADS_1
Arjuna merasa legah karena respon mamanya sangat baik kepada embun.
"Saya juga terima kasih,Arsy banyak bercerita tentang kamu nak,kamu sudah menyelamatkan cucu saya".terima kasih sekali lagi ya nak.Kata Oma wike sambil menangis haru penuh syukur.
"Tante itu sudah kewajiban kita sebagai manusia saling tolong menolong".Kata embun sambil menepuk pundak oma wike.
"Arsy,apakabar sayang? tante rindu sekali".Kata Embun menyapa arsy sambil mendekati arsy dan mencubit pipi cabby nya dengan gemas.Arsy pun melompat ke pelukan embun.Embun yang mungil hampir tumbang karena tak kuat menahan bobot tubuh arsy yang lumayan gempal.Tetapi masih bisa dia tahan walau sedikit gontai.
"sayang pelan pelan sayang,tantenya hampir jatuhkan."Kata Arjuna pada Arsy.
"Tante Arsy kangen,pengen disuapi tante cantik lagi."Kata arsy pada embun.
"Iya sayang,besok tante suapi ya sayang,tapi malam ini tante mau balik kekamar sebelah karena ibu tante juga dirawat disini".Kata embun pada arsy.
"Loh,ibu kamu dirawat disini nak,sakit apa?".Tanya oma wike penasaran.
"Ibu sakit kanker paru paru tante,besok rencana operasi dengan dokter harris".jelas Embun pada oma wike.
"Kalau begitu semoga operasi ibu kamu lancar ya nak".Kata oma wike.
"Aamiin,terima kasih tante doanya.Kalau begitu saya izin pamit ya tante".
Tuan Arjuna saya pergi dulu ya...
oh ya Arsy sayang,tante pamit dulu ya..dada arsy.Kata embun berpamitan pada mereka semua.
"Embun.."Panggil Arjuna.Embun pun menoleh pada Arjuna.
"Terima kasih".Kata Arjuna dengan tatapan yang begitu dalam.Embun hanya tersenyum dan mengangguk.Embun pun pergi meninggalkan mereka.Arjuna masih memandangi punggung embun hingga tidak tampak lagi.
Saat diluar Embun bertemu dengan paman Ridwan yang sedang duduk di kursi tunggu.Dia tampak sibuk dengan ponselnya.
"Paman"Sapa embun sambil membungkukan sedikit badannya dan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Iya embun".Balas paman Ridwan sambil tersenyum.
"Pantas saja Tuan Arjuna begitu berubah akhir akhir ini,ternyata memang embun sangat santun dan manis".Mungkin saja Tuan Arjuna sudah mulai membuka hatinya kembali.Aku akan segera memberi tahu Tuan besar".Gumam Paman Ridwan.