
"Hati Anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu (Hazrat Inayat Khan)".
Sore yang cerah.Mentari senja menghiasi setiap sudut kota,warna jingga cahayanya memancarkan kilauan yang menerangi seluruh ibu kota.Pantulan cahayanya menciptakan siluet siluet indah disetiap sudut kota.Arjuna berdiri didekat jendela yang dipenuhi kaca.Arjuna membuka tirai dengan remot dan memandangi jalanan serta menikmati keindahan senja sambil memegang segelas kopi ditanganya.Diliriknya Jam dinding yang ada di kantornya sudah menunjukan pukul 17.15 WIB.Arjuna bersiap siap untuk segera pulang.
"Driiiiing.....Driiiiiiiing.....Driiiiing....."
Suara dering ponsel miliknya berdering.Arjuna pun mengambil ponselnya yang tersimpan disaku jasnya.Arjuna mengusap benda pipih itu dengan ibu jarinya ke arah tombol hijau.
"Papaaaa...hallo papaaa!" panggil arsy di seberang sana dengan suara cempreng khasnya.
"iya sayang".Jawab arjuna dengan lembut dan sambil mengembangkan senyumnya.
"Paaa Arsy kangen,kapan papa datang kerumah utama?"Rengek arsy pada arjuna.
"ooh...maafkan papa ya sayang,akhir akhir ini papa sangat sibuk.Ok nanti sepulang kerja papa datang kerumah utama ya." Kata arjuna dengan nada penuh penyesalan.
"Yeeee yeeee yeee yeeee....okay Arsy tunggu ya pa".Kata arsy girang sambil berlompatan.
"Okay sayang".Arjuna mendengar anaknya yang bersorak riang pun tersenyum sambil memutuskan panggilan telefonnya.
Arjuna masuk kedalam rumah dan dia disambut oleh cemprengnya suara Arsy.
"papaaaaaa".Sambil berlari dan menghambur ke arah arjuna yang masih berjalan menghapirinya.
Arsy pun digendong arjuna dan menuju ruang keluarga.Disana tampak oppa Yudistira yang sedang menonton televisi pun menoleh kebelakang mengetahui kedatangan putra semata wayangnya.
"kapan kamu datang?"Tanya oppa Yudistira pada Arjuna.
"Baru saja pa.."Jawab arjuna sambil mendaratkan tubuhnya ke sofa dan memangku arsy.
__ADS_1
"Hmmmm,Bagaimana kerja sama dengan MCT Grup?"tanya oppa Yudistira pada Arjuna."Baik".Jawab arjuna malas.
"Papa dengar Cellia sudah berhenti menjadi model dan meneruskan bisnis ayahnya".kata Oppa.
"Mungkin".kata arjuna datar.
"Papa dengar dia tidak punya kekasih".kata oppa Yudistira.
"Benarkah?".Kata Arjuna dengan nada sarkastik.Papanya yang mendengar jawaban Arjuna yang sarkastik pun berhenti membahas Cellia dan melanjutkan menonton TV.
Arjuna memberi perintah pada arsy untuk bermain dengan mbak susi.Arjuna pun berjalan menuju kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya yang seharian penuh dengan aktivitas kantor membuat ia cukup kelelahan.
Arjuna menyalakan shower dan membasahi kepalanya hingga tubuhnya yang kekar dengan air.Arjuna tampak menikmati setiap guyuran air hangat yang membasahi tubuhnya.Arjuna sangat pandai menjaga tubuh atletisnya,tampak bahunya yang bidang dan perutnya yang six pack itu terlihat ****.
"papaaaaa,papaaaaa"Teriak Arsy di balik pintu kamarnya sambil mengetuk pintu kamar dengan cukup keras.Arjuna yang mendengar teriakan arsy pun segera membuka pintu.
"papaaa,Arsy kangen tante cantik,ayoo pa cepat video call paa." Kata arsy pada arjuna.
Arsy yang melihat Ayahnya seperti patung pun menarik tangan ayahnya
"papaaaa ayo paaa,Video Call tante cantik".!
Arjuna pun dikagetkan dengan arsy dan kelimpungan.
Arjuna segera mengambil ponselnya dan mencari nama Embun di kontak ponselnya.
Arsy mengambil dengan cepat ponsel milik arjuna dari tangan arjuna dan menekan tombol memanggil video.Terdengar sambungan telefon tersambung kepada embun.
"Hallo Arsy,apa kabar sayang?" tanya embun di seberang sana.
__ADS_1
Arjuna yang disamping Arsy pun tampak melirik ke arah ponsel yang masih tersambung pada embun.
"Tante cantik,baik tante.Tante apakabar juga?"
tanya Arsy.
"Tante baik".Jawab Embun dengan suara sedikit serak.Embun tampak lelah karena sudah 2 hari dia menjaga ibunya dirumah sakit.
"Tante Lagi dimana?".tanya Arsy.
"Ah tante lagi dirumah sakit sayang".Jawab embun.Arjuna mendengar itu langsung merampas ponsel yang masih di pegang arsy.
"Kamu sakit?"Tanya Arjuna dengan khawatir.
Embun yang melihat Arjuna di layar ponselnya pun tampak kaget dan merona,dia sedikit bingung dan mengerutkan dahinya.
"Tidak,bubukan saya yang sakit tuan,tapi ibu saya."Jawab Embun dengan canggung.Karena baru pertama kali embun melakukan Video Call dengan seorang Pria.
Arjuna yang tersadar dengan sikapnya pun merasa janggung dan mengutuki dirinya.
"Dasar bodoh kau arjuna,kenapa kau bisa seceroboh itu?.Bisa bisanya kau mengkhawatirkan wanita yang jelas jelas baru kau kenal,apa yang nanti dia fikirkan tentang ku?".Gumam Arjuna sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ooh baiklah".Kata Arjuna dengan memasang wajah dinginnya.Arjuna pun memberikan ponselnya pada Arsy.
Arsy masih asyik mengobrol panjang lebar dengan embun,ia menceritakan kegiatan hari ini yang menggambar gunung saat disekolah,menceritakan teman teman dekatnya.Embun pun bertanya apa makanan kesukaanya,warna,film kesukaannya.
Arjuna yang sedang memeriksa pekerjaannya di laptop pun ikut mendengarkan obrolan mereka berdua,Sesekali dia tersenyum dan tertawa dengan mengulum bibirnya karena mendengar cerita cerita lucu yang di ungkapkan embun untuk Arsy.Baru kali ini arjuna merasa terlepas dari beban berat yang mengeraskan hatinya.Dia bisa tersenyum dan tertawa saat ini.
Cerita saat Embun masih kecil sepulang sekolah dikejar kejar angsa sampai roknya robek,cerita saat embun memetik bunga,Cerita saat embun menagkap kupu kupu di kebun.Tanpa Sadar arjuna mengetikkan huruf yang bertuliskan "EMBUN" tertata rapi dilaptopnya.
__ADS_1
Arjuna membulatkan matanya dan membuka mulutnya hingga membentuk huruf "O" dengan segera dia menekan tombol delet.Arjuna pun tersenyum mendapati dirinya yang tidak biasa.Arjuna menghentikan ketikannya dan membaringkan tubuhnya keranjang sambil tersenyum memandang arsy.Arsy dan embun pun mengakhiri obrolannya yang cukup lama.Arjuna merasakan hatinya yang beku kini sedikit mencair saat dia menyebut nama EMBUN.