
"Selamat siang ketua" Sepanjang jalan menuju ruangan Arjuna semua para karyawan menyapa Yudistira.Wibawa dan karisma Yudistira tidak bisa di ragukan lagi.Yudistira berjalan diikuti oleh dua orang bodyguardnya dan paman Ridwan.
"Jun,ketua datang ke kantor,gawat....!!"
Kata Endro memberi tahu arjuna lewat telefon genggamnya.
Arjuna yang awalnya masih tenang kini sudah mulai gusar.Dia gusar bukan takut kehilangan posisinya sebagai Presdir tapi dia takut kalau Ayahnya tahu tentang Embun.
"tok tok tok,permisi tuan,anda di panggil Ketua untuk segera keruangannya".Kata lusi kepada Arjuna.
"iya".Jawab Arjuna singkat.
Arjuna pun dengan segera berjalan menuju keruangan yudistira diikuti oleh Endro.
"Braaaaak"Yudistira melempar surat kabar yang dipegangnya ke arah Arjuna.Tampak wajahnya memerah karena amarah.Arjuna tidak mengelak dan dia membiarkan ayahnya untuk meluapkan amarahnya.
"Jelaskan,apa ini semua?"Tanya Yudistira ketus pada Arjuna.Tapi Arjuna masih tetap diam dan mencoba menahan emosinya agar tidak terpancing.
"Papa,nanti aku jelaskan".Kata Arjuna mencoba menenangkan Yudistira.
"Kau kira dengan menjelaskan siapa dia,akan merubah saham kita menjadi stabil,haaaah?"Kata Ayahnya dengan marah.
"Bisa bisanya kau membuat scandal dengan gadis desa penjual bunga dan orang tuanya hanya petani bunga."Kata Yudistira kesal dan merendahkan.
Arjuna mendengar itu pun sangat marah,dia tampak mengepalkan jarinya dan mengetatkan rahangnya.Arjuna menahan amarah,dadanya bergemuruh mendengar Embun di rendahkan.
"Ketua Yudistira yang terhormat jangan perna sekalipun anda merendahkan Embun karena dia tidak tahu apa apa,ini semua salahku".Kata Arjuna sambil menatap tajam wajah Yudistira.
"Kamu, berani beraninya membela wanita itu,haaaa?"Bentak Yudistira kepada arjuna dan tampak yudistira melayangkan tangannya hampir mendaratkan tangananya kepipi arjuna.Tapi tiba tiba Yudistira merasakan kesakitan didada kirinya dan dia merasa sesak kemudian dia tidak sadarkan diri.
"Papa....sadarlah paaa...."Panggil Arjuna dan menepuk nepuk pipi yudistira.Semua orang panik melihat Yudistira pingsan.
"Cepat panggil dokter harris kemari,cepaaaaat."Perinta Arjuna dengan nada marah."Tolong kejadian ini disembunyikan,karena dapat mempengaruhi perusahaan."Kata Paman Ridwan kepada Endro.Setelah terjadi scandal antara Arjuna dan Embun banyak awak media mengincar Arjuna.Tampak diluar kantor YP group wartawan sedang menunggu Arjuna.
__ADS_1
Mereka membawa Yudistira lewat pintu belakang.Endro mencoba mengalihkan perhatian para wartawan dengan berjalan lewat depan kantor.Benar saja para wartawan itu menyerbu Endro untuk dimintai penjelasan.
"Tuan endro,benarkah yang difoto itu adalah tuan Arjuna?"
"Tuan endro,anda selaku asistennya apakah anda mengetahui bahwa tuan arjuna sudah memiliki kekasih?"
"Tuan endro siapa wanita misterius itu?"tolong beri penjelasan tuan sedikit saja".Kata para awak media itu.
"Maaf permisi permisi,maaf ya.No comment ya.Nanti pasti akan ada penjelasan dari tuan Arjuna.thank you yaaa.permisi saya lewat yaaa"
Kata Endro kepada awak media sambil berjalan menuju mobilnya.
"Tuan tuan tuan...."Panggil awak media pada endro.
Endro pun tampak sedikit legah bisa mengelabui para wartawan hingga Arjuna bisa pergi kerumah sakit tanpa dikejar kejar awak media.
"Akhirnya....?"
"Bagaimana,apakah aman?".Tanya Endro pada Rahmad bodyguard Arjuna.
"Ok".kata Endro.
Dirumah sakit Arjuna tampak sangat panik,karena dia sebenarnya sangat trauma dengan rumah sakit.Semenjak kejadian Adinda waktu dulu.Yudistira pun dirawat di ruang VVIP.Tampak dokter harris datang bersama seorang perawat.
"Apa yang terjadi jun,kenapa paman bisa pingsan seperti ini?"Tanya Harris pada Arjuna.
"Iya,tadi ada sedikit problem di kantor".Kata Arjuna singkat.
Dokter Harris pun dengan segera memeriksa yudistira,dan langsung memberi cairan infus kepada yudistira.
"Bagaimana ris,?"Tanya Arjuna.
"Paman sedikit shock dan kelelahan,nanti aku resepkan obat dan paman harus istirahat total.Agar jantungnya kembali stabil.Kata Harris oada Arjuna.
__ADS_1
"thanks bro".Kata Arjuna sambil menepuk bahu harris.
Tak menunggu lama Wike dan Arsy datang dan langsung masuk keruangan.
"papa,oppa kenapa bisa sakit?"Tanya arsy pada Arjuna.
"Oppa kelelahan sayang,suuutt kamu tidak boleh berisik ya"Kata arjuna pada Arsy.Arsy pun megikuti gerakan arjuna meletakan jari telunjuknya kebibirnya sambil mengangguk angguk tanda mengerti.
"Jun,apa kata dokter"Tanya wike pada Arjuna.
"Papa shock dan kelelahan".Jawab Arjuna.
"Juna tolong kamu untuk saat ini bantu jaga kesehatan papa ya,Mama tahu tentang berita itu dan wanita itu.Please jagain papa buat mama".Kata mama wike sambil menangis dipelukan arjuna.Arjuna merasakan kegetiran yang tidak bisa dia ungkapkan.Mulutnya terasa terkunci.Arjuna bagaikan makan buah simalakama.Dia melihat ibunya yang menangis pun tidak tega.Arjuna menghapus air mata wike dan berkata,
"Mama jangan khawatir,papa akan baik baik saja".
Kata arjuna mencoba menenangkan Wike.Akhirnya wike pun mulai tenang.Arjuna pun pergi meninggalkan rumah sakit dan mengurus permasalahannya dikantor.Kini para pemegang saham mulai resah karena saham mereka mulai menurun akibat scandal itu.Ada yang ingin keluar dari perusahaan dan ada yang ingin perusahaan mengembalikan sahamnya.
Arjuna kembali ke kantor dan mulai melakukan rapat RUPS untuk para pemegang saham.Arjuna meminta pada Endro untuk menyiapkan rapat.Arjuna berjalan diikuti oleh paman Ridwan,Endro dan Lusi menuju ruang rapat.Benar saja ruang rapat pun sudah dipenuhi oleh para pemegang saham.
"Selamat sore semua".Kata Arjuna memulai rapat.
"Saya selaku pemimpin perusahaan YP group pertama mengucapkan terima kasih karena kalian semua sudah mau hadir di ruangan ini".
Kedua saya juga ingin meminta maaf atas berita berita yang sedang beredar saat ini.Karena berita ini telah mempengaruhi saham kita.
Ketiga Jika para pemegang saham ingin mengundurkan diri atau meminta untuk dikembalikan sahamnya bisa langsung lapor kepada paman Ridwan.
Keempat jika sudah keluar dari YP group jangan harap untuk bisa masuk lagi.
Kelima saya berjanji akan mencari tahu siapa sebenarnya penyebar foto foto itu.Karena pesaing bisnis kita akan merasa bahagia dengan adanya scandal ini,atau jangan jagang disini ada seseorang yang sedang menggunting kain dalam lipatan".
Kata kata Arjuna tampak membuat mereka ciut dan point kelima Arjuna tampak menyindir seseorang yang ada didalam ruangan tersebut.Dan orang itu adalah tak lain tak bukan paman Arjuna sendiri bernama Krisna.Tampak Krisna menelan selavinanya dengan kasar setelah mendengar ucapan arjuna.
__ADS_1
Arjuna melirik kearah Krisna dan menatap krisna dengan tatapan tajam.Krisna mencoba tenang agar tidak terlihat bahwa mereka sebenarnya perang dingin.Arjuna sedang berjuang untuk kehormatan Embun dan Kelangsungan perusahaan.
Arjuna kesal karena permainan mereka untuk menjatuhkan Arjuna sangat halus.Arjuna juga khawatir dengan keamanan Embun.Dia khawatir saat orang yang membenci Arjuna mengetahui siapa Embun sebenarnya.