Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
116.Mawar Merah


__ADS_3

Arjuna dan Embun pun sampai di depan kantor Embun.Sebelum turun dari mobil seperti biasa Arjuna meminta hadiah pada Embun.


"Sayang...!!! Isi daya dong,lemes nih!"Kata Arjuna dengan wajah memelas.


"Astagah kakak...!!!"


"Cuuupp" Embun mengecup bibir Arjuna singkat.


"Heeeeheee..!!! huuussss baterainya sudah terisi full".Kata Arjuna dengan menegakkan duduknya.Entah kenapa kebucinan Arjuna meningkat setelah begitu banyak melewati masalah bersama.


"hihihi...!!!"Okay hati² sayang!"Kata Embun dan melambaikan tangannya.Mereka pun berpisah didepan kantor Embun.Sementara Arjuna menuju kantornya YP Group.


"Selamat pagi"Sapa Embun pada semua karyawan dikantor itu dengan semangat dan ceria.


"Embuuuuuun...!!! kamu sudah dipindahkan di ADM ya?"Tanya Andin pada Embun sambil berlari kecil mendekati Embun.


"Iya semalam aku dipanggil ke ruangan Buk Zoya.Aku kira ada kesalahanku ternyata aku dipindahkan disana".Kata Embun sambil membuka lokernya.


Saat ia membuka loker ternyata ada satu tangkai bunga mawar merah di dalamnya.Tak lupa sepucuk surat yang bertuliskan.


"Selamat pagi matahariku"


"Aku sangat mencintaimu".


"Yang selalu mencintaimu"


"Andin,siapa yang memasukan bunga ini?"Tanya Embun pada Andin.Andin mengerutkan keningnya dan tampak heran.


"Aku juga tidak tahu,bukannya kita sama² baru datang!".Jawab andin sambil meletakkan tasnya kedalam lokernya.Andin pun lupa dengan cerita Embun yang dipindahkan ke bagian ADM.


"Embun,mungkin ada yang menyukaimu disini!".Kata Andin menerka.


"Aaah kamu,bukannya disini karyawan yang laki² sudah menikah semua".Kata Embun mencoba mengingat.


"Embuun...!!! Jangan terlalu polos deh bisa jadi dia mencari istri kedua.Hihihi".Kata Andin masih bisa bercanda.


Embun tampak tertegun jantungnya berdebar begitu kencang.Ketakutannya mulai menyelimuti fikirannya.Embun tampak menggigit bibir bawahnya karena merasa cemas yang begitu hebatnya.


"Siapa yang sudah melakukan ini?"Gumam Embun sambil memegang mawar merah itu.Kemudia Embun memotret bunga itu untuk menjadikan bukti kalau nanti diperlukan.Setelah itu ia melempar mawar merah itu ke tong sampah.


Sepasang mata yang mengawasi gerak gerik Embun pun tampak memerah wajahnya karena melihat mawar pemberiannya dicampakkan begitu saja.Pria itu memakai hoody berwarna hitam dan tak lupa pula masker diwajahnya.Tampak pria itu mengepalkan tangannya cukup keras.


(Kantor YP Group)


"Tuan sepertinya dia memakai nomor ponsel dari luar kota dan kami sudah melacaknya."Kata Rahmad melaporkan hasil pencariannya pada Arjuna.


"Hmmm kalau begitu lanjutkan dan jangan lengah".Kata Arjuna pada Rahmad.


"Kamu juga harus lindungi dimana pun Embun berada saat ini.Aku yakin dia akan terus membuntuti Embun".Kata Arjuna pada Rahmad.


"Siap tuan".Kata Rahmad dan meninggalkan Arjuna dengan menundukan kepalanya sedikit.


"Jun,ada apa Rahmad datang ke ruanganmu?"Tanya Endro penasaran karena sudah lama Rahmad tidak datang.

__ADS_1


"Ndro ada yang meneror Embun".Kata Arjuna pada Endro.


"Serius kamu?"Kata Endro terkejut.


"Iyaa kemarin dia diteror lewat SMS dan foto² dirinya saat sedang menunggu bus.


"Waaah kamu harus terus awasi Embun,bisa bahaya nanti".Kata Endro memberi dukungan.


"Iyaaa,aku sudah meminta Rahmad dan tim nya untuk melindungi Embun.


"Ayooo lima menit lagi kita ada meeting".Kata Endro mengingatkan Arjuna.


"Oh ya sudah kita langsung saja kesana.Nanti Lusi suruh bawa berkasnya".Kata Arjuna kepada Endro.


Mereka pun berjalan menuju ruang meeting.


(Sekolah Arsy)


"Mbak susiii.....!!! panggil Arsy sambil berlari menemui mbak susi.Mbak susi sudah menunggu Arsy didepan parkir bersama paman iyat.


"Sayang jangan berlari nanti jatuh".Kata Mbak susi mengingatkan Arsy.


Tiba² ada Badut didepan sekolah,badut itu menghibur anak² yang sedang menunggu orang tua mereka.Badut itu menari nari diluar gerbang.Saat mereka hendak keluar Arsy pun meminta pak iyat berhenti untuk melihat badut itu.Badut itu mendekati Arsy dan memberikan setangkai mawar merah padanya.Arsy tampak sangat senang karena diberi bunga oleh badut itu.


"Mbaak...!!! Lihat Arsy dapat mawar merah dari badut itu."Kata Arsy bahagia.


"Iya sayang".Kata mbak susi sambil mengelus puncak kepala Arsy.Mereka pun pergi meninggalkan sekolah.


"Mbak susi mawar merah ini kesukaan tante Embun kan?"Kata Arsy pada Susi.


"Mbak kita simpan saja ya nanti Arsy mau kasih mawar ini untuk tante".Kata Aray antusias.


(Dikantor Embun)


"Tuan Arjuna,untuk omset bulan ini saya harus lapor pada siapa?"Kata Zoya melalui sambungan telefonnya.


"Ooh baiklah tuan,terima kasih kalau begitu,maaf kalau saya sudah mengganggu waktu tuan".Kata Zoya sambil tersenyum.


Embun yang tidak sengaja mendengar percakapan Zoya dengan Arjuna pun cukup terkejut mendengarnya.


"Kenapa Buk Zoya harus melaporkan keuangan kantor ini pada kak Arjuna?"Gumam Embun sambil mengerutkan dahinya.


"Tok tok tok...!!"


"Permisi buk,maaf mengganggu,ini laporan jumlah paket untuk bulan semalam".Kata Embun membawa hasil kerjanya.


"Oh iya terima kasih Embun".Kata Zoya tersenyum sambil menerima laporan yang Embun bawa.


"Maaf buk,apa perusahaan kita bekerja sama dengan YP Group?"Tanya Embun penasaran.


Zoya mendengar itu pun tersenyum sambil menatap wajah Embun yang tampak bingung.


"Embun,perusahaan kita sekarang sudah dibeli oleh YP Group sejak kejadian keluarnya pak Rico".Kata Zoya menjelaskan.

__ADS_1


"Apaaaa? Jadi maksud ibuk perusahaan ini sudah jadi milik YP Group?"Kata Embun membulatkan matanya sempurna.


"Iya Embun".Kata Zoya lagi.


"Ooohh ma maaf buk saya terlalu terkejut".Kata Embun terbata.


"Permisi buk".Kata Embun keluar dari ruangan Zoya.


Embun pun duduk di kursinya sambil memikirkan apa yang barusan dia dengar dari Zoya.


"Bisa-bisanya kak Arjuna beli perusahaan kayak beli kerupuk".Kata Embun sambil menggelengkan kepalanya heran.


"Triiing...triiing...!!!" Embun dikejutkan dengan Suara dering ponsel miliknya.Ia melihat dari sudut matanya siapa yang menelfonnya.Ternyata yang menelfonnya Arjuna.


"Hallo sayang".Sapa Arjuna diseberang sana.


"Iya hallo kak,ada apa kak?"Tanya Embun


"Sayang,ayo kita makan siang bareng.Kakak rindu sekali".Kata Arjuna diseberang sana.


"Tapi kak...!!"Kata Embun ragu.


"Ayo coba kamu lihat dari jendela".Kata Arjuna dari seberang sana.Ternyata Arjuna sudah menunggunya diluar.Arjuna tampak melambaikan tangannya sambil tersenyum.


"Kak Embun takut nanti Boss dari Bossnya Embun marah kalau Embun keluar saat bekerja.Sindir Embun pada Arjuna.


"Hahaha,nanti kakak yang akan hadapi Boss dari Boss kamu".Kata Arjuna menanggapinya bercanda.


"Hmmmm,baiklah kalau kakak memaksa".Kata Embun tersenyum.


Embun pun mengakhiri panggilannya.Arjuna tampak turun dari mobilnya dan masuk kedalam kantor itu.


Zoya yang melihat kedatangan Arjuna pun tampak sangat canggung.


"Siang tuan?"Kata Zoya sambil menundukan sedikit kepalanya.


"Siang!!"Balas Arjuna tersenyum smirk.


"Kakak...!!!"Panggil Embun yang sedang berdiri dibelakang Arjuna.


"Ayo sayang".Kata Arjuna menggandeng tangan Embun tanpa rasa malu sedikitpun.Semua orang melihatnya ikut baper karena Embun bisa mendapatkan hati Arjuna Pramuja.


Arjuna pun membukakan pintu mobil untuk Embun.Wanita akan diperlakukan bak Ratu ketika mendapat laki² yang tepat.Saat ini seperti itu yang dirasakan Embun saat mendapat perlakuan yang luar biasa dari Arjuna.


Ada sepasang mata yang tampak sangat cemburu saat melihat kemesraan Arjuna dan Embun.Wajahnya tampak sangat kesal.Pria itu pun pergi mengikuti kemana Arjuna dan Embun akan pergi.


"Kakak...tadi Embun mendapatkan bunga mawar merah di dalam loker".Kata Embun memberi tahu Arjuna saat mereka sedang makan di restoran dekat kantor.Wajah Arjuna berubah pias dan penuh kekesalan.


"Brengsek dia sudah mulai berani terang-terangan seperti ini".Kata Arjuna kesal.


"Sayang tapi kamu baik² sajakan sayang?"Tanya Arjuna khawatir.


"Iya kak,Embun baik² saja".Kata Embun sambil mengusap tangan Arjuna yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Sayang kamu harus berhati² ya,soalnya kakak perhatikan dia sudah mulai berani masuk kedalam kantor".Kata Arjuna mengingatkan Embun.


"Kakak jangan khawatir ya sayang.Embun yakin Embun bakal baik² saja".Kata Embun menenangkan Arjuna.


__ADS_2