Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
137. Bertemu Andin


__ADS_3

(Kantor YP Group)


"Endro...!!! Kapan jadwal meeting dengan Mr.Lim dari korea?"Tanya Arjuna yang sedang melihat berkas yang ada dimejanya.


"Minggu depan Jun,Mr.Lim minta kita untuk bertemu di Restauran milik adiknya yang berada dikota B".Jawab Endro sambil menatap kearah Arjuna dengan serius.Arjuna yang mendengar penjelasan Endro pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.Sebenarnya Arjuna ingin mengatakan untuk ditunda pertemuan itu namun ia merasa tidak enak pada Mr.Lim karena beliau sudah terlalu banyak membantu untuk promosi proyek Arjuna ke Korea.


"Baiklah,kalau begitu untuk minggu depan kosongkan jadwalku setelah bertemu dengan Mr.Lim karena aku akan mengunjungi acara Camping Arsy di puncak".Kata Arjuna kepada Endro.


"Waaah Arsy camping dari sekolahnya?"Tanya Endro penasaran.


"Hmmmm....!!! Embun yang akan menemani dan mama!".Kata Arjuna dengan sedikit ada gurat kesedihan diwajahnya karena ia tidak ikut bergabung bersama mereka.


"Waaah tidak menyangkah Arsy sudah bertumbuh secepat itu.Sekarang dia akan berkemah dengan teman² sekolahnya.Sebentar lagi dia akan bermain sendiri dengan dunianya sendiri."Kata Endro menatap jauh kearah jendela.Sementara Arjuna tersenyum bahagia sambil menyandarkan tubuhnya kekursi kebesarannya.Tatapannya menerawang dan membayangkan betapa pedihnya Arsy saat dirinya belum mengenal Embun.Kini Arjuna bisa bernafas dengan legah karena ada Embun yang selalu disisi Arsy.


"Ndro..!!!Aku tidak bisa bayangkan jika aku tidak bertemu dengan Embun.Memang Tuhan maha baik ya...!!!Disaat Adinda pergi tanpa berpamitan padaku,aku menjalani hidup seperti di neraka.Tapi Embun menyembuhkan lukaku.Haaaaaasssh...!!!"Tampak Arjuna membuang nafasnya kasar.Mata Arjuna tampak mulai berkaca² setelah menceritakan apa yang ada didalam hatinya.


"Jun...!!!Aku bahagia melihatmu saat ini bahagia."Kata Endro menatap Arjuna dengan penuh ketulusan sambil tersenyum simpul.


#Flash Back#


(Di Kantor Expedisi )


"Embuuuun.....!!!!Kamu dari mana saja 1 minggu ini tidak masuk kerja".Tanya Andin sambil memeluk Embun yang baru datang kerja.Sebenarnya Endro sudah meminta izin pada Zoya untuk masalah libur Embun tanpa sepengetahuan para karyawan lainnya.


"Maafkan aku,aku membuatmu khawatir!".Kata Embun dengan wajah merasa bersalah.


"Hmmmm....!!! Aku fikir kau tidak akan datang lagi.Aku menelefone tapi ponselmu juga tidak aktif."Kata Andin dengan mencebikkan bibirnya.


Andin sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu."Kata Embun sambil berbisik bisik.


"Kamu mau bilang apa?"Tanya Andin penasaran pun ikut berbisik sambil melihat kesana kemari agar tidak ada yang mendengar mereka.


"Ayooo...kita bicara diluar saja."Kata Embun menggandeng tangan Andin.Sementara Andin pun hanya menurut dengan Embun.Ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan sinis.Maya melihat mereka pergi pun memasang wajah kecut dan tampak maya membanting sebuah map dimejanya karena kesal melihat kedekatan Andin dan Embun.


Sesampainya dibangku taman depan kantor mereka.Embun memberikan sebuah susu pisang pada Andin dan sambil menikmati susu pisang itu bersama diiringi dengan hiruk pikuk suasana pagi ditengah kota.


"Embun,kamu tadi mau bicara apa denganku?"Tanya Andin penasaran sambil menatap kearah Embun.


"Hmmmm....!!!"Begini Andin,sebelumnya aku mau minta maaf padamu.Sebenarnya 1 minggu yang lalu aku sudah menikah dengan Kak Arjuna".Kata Embun menunduk takut Andin merasa kecewa padanya.

__ADS_1


"Bruuuusss....!!! Apaaa???!!"Seketika susu yang ada dimulut Andin menyembur karena terkejut mendengar pengakuan Embun.


"Andin...maafkan aku karena tidak memberi tahu kamu".Kata Embun merasa bersalah.


"Tapi percayalah itu sangat tiba² terjadi begitu saja.Aku juga tidak menyangkah secapat itu aku akan menikah dengan Kak Arjuna.


Andin hanya menatap Embun tanpa kata.Ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak.Tapi Andin menyentuh tangan Embun dan dengan wajah datar ia menatap Embun lama.


"Embun,aku harap kamu bahagia dengan suamimu.Aku doakan kau selalu bahagia dan tidak ada yang merusak kebahagianmu saat ini.Aku tidak bisa berkata banyak karena aku juga tidak tahu harus mengatakan apa.Semua ini seperti mimpi dan begitu tiba²."Kata Andin menatap Embun lalu memeluk Embun.


"Makasih banyak Andin.Aku kira kau akan marah padaku."Kata Embun mengusap pundak sahabatnya itu.


"Dan sekarang aku juga akan pamit kalau aku besok sudah tidak lagi bekerja disini.Suamiku melarangku untuk bekerja lagi.Saat ini aku akan fokus mengurus rumah tangga saja".Kata Embun lagi berpamitan pada Andin.


"Haaaassshh...!!Embun terkadang aku iri padamu.Kenapa hidupmu begitu indah seperti kisah seorang Cinderella.Sementara aku masih harus berjuang hidup demi perut yang sejengkal ini".Kata Andin dengan senyum masam.


"Kau begitu banyak dicintai orang disekitarmu sementara aku.Aku hanya punya satu keluarga dan itu pun aku tidak tahu dimana keberadaanya sekarang.Setelah orang tuaku meninggal aku tidak perna merasakan cinta.Disaat aku mencintai seseorang dia mala mencintai orang lain."Kata Andin menerawang jauh dengan fikirannya.Wajahnya tampak sangat sedih.


"Andin jangan bicara seperti itu.Aku sangat menyayangimu.Kamu orang yang pertama kali baik padaku saat awal aku masuk kerja."Kata Embun berkaca-kaca.Embun pun menyentuh kedua tangan sahabatnya itu dan menatapnya dalam.


"Embun jadi kita sudah tidak sebebas dulu lagi dong kalau mau bertemu".Kata Andin dengan wajah sedih.


"Suamiku tidak perna melarang kita untuk bertemu jadi kapan saja kamu akan bertemu pasti aku akan datang".Kata Embun meyakinkan Andin.


Sementara ditempat lain sesorang mendengarkan percakapan mereka pun dengan penuh amarah melempar gelas kearah dinding.


"Tuuuuaaaarrrr....!!!"Suara pecahan gelas yang dilempar begitu keraspun memenuhi ruangan itu.Peneror itu mendengarkan percakapan mereka dari alat penyadap yang diletakan di tas Embun tanpa sepengetahuan Embun.


"Brengsek....!!!!!Ternyata pengantinku sudah direbut dengan pria keparat itu".Teriak peneror itu dengan sorot matanya yang tajam dan penuh amarah.Tampak jelas guratan² urat dileher pria itu begitu jelas menonjol.Sepertinya aliran darah yang melalui urat dilehernya itu seakan mendidih karena api kemarahan dan kecemburuannya.Peneror itu membayangkan malam pertama Embun dengan Arjuna sehingga peneror itu mengacak rambutnya kasar sambil berteriak begitu kerasnya.


"Aaaaaaaahhh ANJING Keparaaaat....!!!!"Maki peneror itu dengan begitu kesalnya.


"Aaah pengantin ku kau harus segera menjadi milikku,aku akan mengambilmu dari pria serakah itu".Kata Peneror itu dihadapan foto Embun yang begitu besar seperti poster besar memenuhi dinding kamarnya.Tampak begitu banyak foto² Embun yang bergantungan disana memenuhi ruangan.


"Hallo....!!!"Aku tunggu janjimu untuk terus mengawasi Embun.Kalau tidak,aku tidak akan perna mau menemuimu lagi".Kata Peneror itu pada seseorang diseberang sana.


"Baik aku tunggu janjimu."Kata peneror itu lagi.


#Flash Back Off

__ADS_1


(Disekolah Arsy)


"Sayaaang.....!!!!"Panggil Embun saat melihat Arsy yang sedang mencari dirinya.


"Mamaaaa.....!!!"Teriak Arsy girang melihat Embun menjemputnya di sekolah.Arsy begitu bahagia saat melihat Embun dan berlari sambil merentangkan tangannya untuk menunggu pelukan hangat sang mama.


"Aduh sayang...!! kamu jangan lari² lagi ya kalau jatuh gimana?"Kata Embun khawatir.


"Arsy terlalu seneng mama jemput".Kata Arsy tersenyum lebar.


"Hmmm baiklah tapi besok jalan aja ya sayang jangan lari lagi,mama takut kamu jatuh dan terluka.Kalau terluka pasti mama sedih".Kata Embun mendramatisir keadaan.


"Mama....!!! Baiklah jangan sedih lagi ya ma.Maafin Arsy ya maa.Arsy janji enggak lari lagi".Kata Arsy memeluk erat Embun.


"Baiklah sayang...!!!"Ayo kita pulang.


"Oh ya sebelum pulang kita makan Ice cream bareng teman mama dulu ya.Teman mama pengen ketemu Arsy nih."Kata Embun memberi tahu Arsy.


"Boleh mak.Horeeee!!!"Teriak Arsy girang.


(City Ice Cream )


"Andin ini Arsy anak aku dan kak Arjuna".Kata Embun memperkenalkan Arsy.


"Arsy ayo salim tante Andin dulu".Pinta Embun pada Arsy.Ia pun menuruti apa yang diminta Embun.


"Waaah,kamu cantik sekali.Kenali saya Andin teman mama kamu!"Kata Andin tersenyum girang melihat Arsy.


"Makasih tante!tante juga cantik kok".Kata Arsy tersenyum manis.


"Embun minggu depan giliran aku yang terktir kalian ya..!!"Kata Andin dengan semangat.


"Maaf Andin,bukan tidak mau.Minggu depan Arsy ada Camping dari sekolahnya jadi aku harus ikut sebagai pendampingnya."Kata Embun menjelaskan.


"Waah sayang sekali.Kalau gitu gimana kalau setelah camping?Arsy maukan?"Tanya Andin sambil mengusap puncak kepala Arsy.


"Mau mau mau....!!! Beneran ya tante...!!"Kata Arsy girang.


Embun pun tersenyum melihat keakraban Andin dan Arsy yang secepat itu.Embun melirik Jam tangannya dan ternyata sudah menunjukan pukul 3 siang.

__ADS_1


"Andin sepertinya kami pamit pulang dulu ya.Sebentar lagi kak Arjuna pulang nanti kalau tidak ada aku dirumah dijam dia pulang bisa gawat".Kata Embun khawatir.


"Baiklah...Hati² kalian ya..!!"Kata Andin sambil melambaikan tangan melihat Embun dan Arsy pergi.Sementara Andin masih duduk dengan wajah yang tidak bisa diartikan.Tatapannya penuh dengan kesedihan.


__ADS_2