
"Dreeeet Dreeeet...".Suara getar ponsel milik Arjuna pun berbunyi.
"Yaaa,katakan!".Kata Arjuna pada seseorang diseberang sana.Arjuna tampak serius mendengarkan orang itu dan tampak mengangguk anggukan kepalanya.Embun masih bersimpuh didepan makam ibunya sambil sesekali mengusap nisan ibunya.Ayahnya pun terus mengusap bahunya untuk menguatkan anaknya.
Arjuna sudah selesai menerima telfon dari seseorang yang sepertinya sangat penting diperusahaannya.Arjuna berjalan mendekati embun dan menggandeng tangan Arsy.Arsy memeluk embun dari belakang dan membuat embun sedikit terkejut dengan perlakuan arsy yang sangat manis itu.
"Tante cantik,apa tante masih sedih?"Tanya Arsy dengan polosnya.Embun yang mendengar kata kata arsy pun menoleh kearahnya.
"Tante jangan sedih lagi ya,Arsy nanti ikut sedih kalau tante cantik sedih." Kata Arsy sambil menghapus air mata embun yang membasahi pipi mulusnya.
"Arsy punya sesuatu untuk tante cantik ".Arsy memberikan sebuah coklat kepada embun.
Embun menerima coklat itu dengan penuh haru.Embun merasa sangat beruntung memiliki banyak orang yang perduli padanya.
"Terima kasih banyak sayang,tante sangat terharu karena Arsy sudah menjadi teman yang sangat baik untuk tante."Kata embun sambil memeluk erat arsy.
"Tante,papa selalu kasih coklat buat Arsy kalau arsy sedih saat kangen mama.Jadi tante jangan sedih lagi ya karena sudah arsy kasih coklat.Kata Arsy dengan kepolosan dan ketulusannya pada embun.
Embun menganggukan kepalanya sambil mencubit pipi gembul Arsy.
"Iya insha Allah tante enggak akan sedih lagi."Kata embun sambil memeluk arsy yang kali ini tampak sangat erat.
Embun pun menjatuhkan Air matanya dipelukan Arsy dia tidak kuasa menahan rasa haru dan sedihnya bersamaan sekaligus.Arsy membalas pelukan Embun sambil menepuk nepuk bahu embun dengan lembut.
Arjuna melihat pemandangan itu pun ikut terbawa suasana.Tak sadar dia juga meneteskan air matanya.Arjuna tidak menyangka gadis kecilnya begitu dewasa.Bahkan Arjuna tersentuh dengan sikap dewasa Arsy yang ikhlas menerima kalau ibunya sudah tidak ada lagi didunia ini.
Sementara dirinya yang sudah dewasa masih belum bisa menerima kenyataan itu selama bertahun tahun.Arjuna merasa sangat lemah sebagai seorang ayah.Dan dia baru menyadari betapa lemahnya dirinya dan arsy lah yang menyadarkannya.
__ADS_1
"Kenapa aku baru menyadari,dengan ke egoan ku yang sangat tinggi sampai mataku tertutup betapa arsy begitu dewasa dengan umurnya yang baru lima tahun.maafkan papa yang egois".Gumam Arjuna dan berjalan mendekati Arsy yang masih berpelukan dengan Embun.
"Arsy.."Panggil Arjuna dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh penyesalan.Embun mendengar Arjuna memanggil Arsy pun melepaskan pelukannya dengan arsy.Arsy pun menoleh kearah Arjuna.
"Papa".Kata Arsy dan mendekati Arjuna.Arjuna tiba tiba memeluk Arsy dengan erat.Arsy pun tampak heran melihat papanya yang tidak seperti biasanya.
"Papa kenapa?,papa sedih juga?.Paaa coklat Arsy habis sudah arsy berikan semuanya pada tante cantik."kata Arsy dengan polosnya.Arjuna mendengar kata kata arsy pun tertawa dan mencubit pipinya dengn gemas.
"Kalau begitu boleh papa minta setengahnya dari tante cantik?".Kata Arjuna bercanda pada Arsy.
Embun yang mendengar itu pun ikut tersenyum.
"yeeeey Akhirnya tante cantik tersenyum juga papa".Kata Arsy dengan suara cemprengnya itu.
"Aah benar,pantas saja tiba tiba langit yang mendung menjadi cerah"Kata Arjuna sambil memandang embun.Embun pun mendengar itu tampak merona.
Semua orang melihat tingkah lucu Arsy pun mulai tersenyum gemas begitu pun Ayah embun.
"Paman ,Embun, sepertinya saya dan Arsy izin untuk pulang".Kata Arjuna.Tapi Arsy yang mendengar itu pun menolak untuk ikut pulang ke kota.
"Pa,Arsy enggak mau pulang,Arsy mau sama tante cantik aja".Kata Arsy memaksa.
"Jangan sayang,nanti kamu merepotkan tante cantik".Kata Arjuna melarangnya dengan lembut.
"Tidak mau,pokoknya Arsy mau bobo sama tante cantik".Kata Arsy memaksa sambil memanyunkan bibirnya yang merah.
"Tidak apa apa tuan,izinkan Arsy tidur disini."Kata Embun.
__ADS_1
"Tapi Arsy janji tidak akan rewel ya".Kata Arjuna memberi kesepakatan.
"janji,arsy tidak akan rewel".Jawabnya dengan mengulurkan jari kelingkingnya dan membuat arjuna juga ikut melakukan ritual perjanjian dengan mengaitkan jari mereka.
"Deal" Kata Arjuna.
"Ok"Kata Arsy sambil mengedipkan matanya.
Arjuna tersenyum melihat tingkah Arsy yang menggemaskan itu.Arjunapun izin untuk pulang bersama dengan Endro juga larisa.
"Embun kamu yang sabar ya,jangan larut dalam kesedihan nanti kamu mala sakit,kalau kamu butuh teman ngobrol aku siap untuk menjadi teman kamu." Kata Larisa sambil memeluknya.Embun juga membalas pelukan Larisa dengan hangat.
"Terima kasih Larisa kamu sudah datang kemari dan mau menjadi temanku."Kata Embun dengan wajah sedih dan mata sembabnya.
"Embun kamu yang sabar ya.Semoga Almarhumah Husnul khotimah.Aamiin."Kata Endro sambil menjabat tangan embun.Mereka semua pun mendekati Ayah embun untuk mengucapkan bela sungkawa kepada Ayah embun.
Arjuna menatap Embun dengan lembut dan mendekati embun lagi sambil berkata :
"Embun,kamu yang sabar ya.Saya perna ada diposisi kamu.Saya juga perna merasakan hal yang sama seperti kamu.Kehilangan orang yang paling berarti dalam hidup saya.Jadi kamu harus kuat ya".Kata Arjuna sambil menepuk pundak embun dengan lembut.Arjuna juga mengusap puncak kepala embun dengan lembut.
Tidak tahu kenapa saat Arjuna memberi semangat seperti itu mala membuat hati embun sakit,dan semakin sedih.Tiba tiba air matanya mengalir dengan derasnya tanpa bisa dia bendung lagi.Embun menangis sesenggukan didepan Arjuna.Arjuna yang melihat Embun seperti itu merasa tidak tega.Tanpa rasa canggung dia pun dengan cepat memeluk Embun.Dia mendaratkan tubuh embun kedalam dadanya yang bidang.Dengan lembut dia memeluk Embun dan mengusap punggungnya sambil berbisik.
"Menangislah jika itu membuatmu tenang,aku disni bersamamu."kata Arjuna dengan lembut.
Embun merasakan ketenangan saat didalam pelukan Arjuna.Embun terus menangis dipelukan Arjuna.Hatinya yang kosong seakan telah terisi.Dengan begitu dekatnya embun dipelukan Arjuna hingga dia bisa merasakan irama detak jantung Arjuna dan desah nafasnya yang menenangkan jiwa.Tanpa Embun sadari dia membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang arjuna.
"Perasaan apa ini,kenapa begitu nyaman?."Gumam embun.
__ADS_1
Dan dia masih terus memeluk Arjuna.Arjuna juga memeluknya dengan penuh kelembutan.