Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
136.Rahasia Hati


__ADS_3

"Sayang...ayo cepat nanti kamu terlambat loh..!!!".Ajak Embun pada Arsy yang sedang makan tapi seperti biasa dia selalu saja mengulum makanannya tidak cepat mengunyah dan menelannya.Embun sudah mulai terbiasa dengan tingkah Arsy seperti itu.


"Arsy ayo cepat.Jangan seperti itu papa tidak mau lihat Arsy seperti itu lagi!"Kata Arjuna cukup tegas dengan tatapan tajam.Itu membuat Arsy menunduk dan mulai mengunyah makanan yang ada dimulutnya.


"Sayang...!!!"Kata Embun menggelengkan kepalanya agar tidak terlalu keras pada Arsy.Arjuna pun mengerti maksud Embun.


"Sayang...!!! Kakak pergi kerja dulu ya..!! Kamu hati² nanti menyetirnya.Sayang papa pergi dulu nanti jangan bandel disekolah ya".Kata Arjuna mengingatkan Embun dan Arsy.Arjuna pun mengecup pipi cubby Arsy.


"Okay papa..!!!"Kata Arsy dan mencium tangan papanya.


"Iya sayang.Kakak jangan khawatir yaa...!!"Kata Embun sambil mencium tangan Arjuna.Arjuna pun mengecup kening Embun lembut lalu bergegas pergi bersama paman iyat menuju kantor.


"Sayang...!! Ayo kita juga berangkat.Salim dulu sama oppa dan oma!"Pintah Embun pada Arsy.


"Oppa oma Arsy berangkat ya".Kata Arsy sambil mencium tangan mereka.


"Hati² ya sayang".Kata Wike sambil mengusap puncak kepala Arsy.Sementara Yudistira hanya diam saja karena sikapnya yang terlalu dingin membuat Arsy tidak terlalu dekat padanya.Embun dan Arsy pun pergi menuju sekolah Arsy.


(Di Kantor Bian).


Tampak Cellia berjalan menuju ruangan Bian dengan begitu anggunnya.Cellia pun sampai di meja tasya Sekretaris Bian.


"Bian ada diruangannya?"Tanya Cellia pada Tasya.


"Maaf nona Cellia,tuan Bian baru saja pergi dengan ayahnya sepertinya mereka akan bertemu dengan wanita kencan buta tuan Bian".Kata Tasya tanpa dosa.Sementara Cellia yang mendengar perkataan Tasya pun menelan slavinanya kasar.Tangannya tampak menggenggam erat handle tasnya.Matanya mulai mengembun dan hatinya terasa nyeri saat mendengar itu.


"Dimana mereka bertemu?"Tanya Cellia dengan raut wajah serius dan kepalanya mendekati Tasya seolah akan memakannya.Tasya refles menjauhkan kepalanya karena terkejut.


"Astagah...!!!"Mengejutkan ku saja".Gumam Tasya.


"Mereka ada di Restauran The Nine non".Kata Tasya dengan wajah penuh tanya.

__ADS_1


"Kenapa nona Cellia seperti ini,ada hubungan apa dia dengan Tuan?"Gumamnya heran.


Cellia pun pergi begitu saja meninggalkan Tasya dengan sangat terburu².Tasya hanya memiringkan kepalanya heran melihat tingkah Cellia yang tidak seperti biasanya.


Cellia memacu kuda besinya menuju restauran yang diberi tahu Tasya.Fikirannya mulai berkecamuk tentang Bian.


"Dasar berani sekali dia menemui wanita itu lagi".Kata Cellia mulai kesal dengan tidak sabar ia pun terus memacuh kecepatan kuda besinya itu.Setelah pertemuan mereka saat itu.Entah kenapa Cellia mala tidak perna lagi bertemu Bian.Seolah ia malu dan gengsi saat mengatakan kalau hatinya merasa kosong,Cellia masih ragu dengan perasaanya.Tapi setelah satu minggu berlalu entah kenapa dia sangat merindukan Bian tapi dengan gengsinya ia tidak perna mau menjawab telefon dari Bian saat itu.


Cellia pun sampai ditempat tujuan.Tampak ia berjalan begitu tergesah-gesah menuju pintu masuk.Matanya mulai mencari dimana sosok Bian bersama dengan wanita yang akan ditemui.Tatapannya berhenti saat menemukan sosok pria tampan dengan stelan Jas berwarna dongker duduk dengan sangat elegant.


Tanpa fikir panjang Cellia pun berjalan pelan mendekati pria itu sambil air matanya mulai lolos dari pelupuk matanya.Tiba² tubuhnya terhenti dan tidak bisa melangkah lagi mendekati pria tampan itu.Seolah ada ganjalan didalam hatinya yang selama ini dia pendam karena merasa gengsi untuk mengungkapkannya.


"Abian Dewa Sasongko".Kata Cellia dengan sedikit mengeraskan suaranya hingga semua orang direstaurant mencari sumber suara itu.Bian pun menoleh kearah sumber suara itu saat mendengar namanya di panggil.Tampak Bian terkejut melihat sosok wanita cantik yang berdiri tegak sedikit jauh dari jarak Bian berada.


"Abian Dewa Subroto"!!.


"Kau tahu apa yang aku rasakan saat ini?"Apa kau tidak tahu satu minggu ini aku sangat merindukanmu".Haaa.....??!.Teriak Cellia dengan keras dan air matanya mengalir begitu saja.


"Hiks hiks hiks."Aku seperti mau mati saat merindukanmu.Kenapa kau tega melakukan itu padaku?"Kenapa??!".Tangis Cellia pecah saat mata mereka saling bertemu.


"Aku mohon jangan temui gadis itu lagi..!".Kata Cellia dengan suara yang bergetar.


Sementara Bian masih mematung mendengar setiap perkataan Cellia.Entah kenapa ia tidak bisa menahan kebahagiaan dihatinya saat mendengar itu.Tapi dia juga tidak tahu harus mengatakan apa.Matanya juga mulai berkaca² mendengar perkataan Cellia.Sementara klien yang ada dihadapannya pun ikut mematung melihat pemandangan yang tidak biasa.Klien itu ikut berdiri melihat siapa yang sudah berteriak sambil mengungkapkan perasaan pada Bian.


Bian pun berjalan dengan mantap menuju Cellia yang masih berdiri dihadapannya.Bian memeluk Cellia dengan cukup erat dan mengecup kepala Cellia berkali².


"Maafkan aku jika itu membuatmu sakit hati".Bisik Bian ditelinga Cellia.


"Hiks hiks hiks...!!!" Tangis Cellia semakin menjadi saat mendapat pelukan Bian.Tampak ia memukul-mukul pelan dada bidang Bian.


"Tapi saat ini aku tidak sedang bersama wanita itu melainkan dengan klienku".Kata Bian tersenyum gemas sambil memeluk Cellia.Sementara Cellia terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Apaaaa?!!!"Wajahnya merona karena sudah terlanjur salah faham.


Semua tamu yang ada direstauran itu bertepuk tangan melihat pemandangan seperti itu.


"Horeee...prok prok prok...!!!".Kejadian itu seperti sebuah acara televisi reality show untuk mengungkapkan Rahasia hati sesorang yang selama ini terpendam.


"Gimana apa saat ini kita sudah resmi berpacaran?"Tanya Bian dengan senyum menggoda Cellia.Tampak wajah Cellia merona saat Bian menggodanya.Cellia pun mengangguk sambil mengulum bibirnya malu.


"Permisi tuan,sepertinya pertemuan kita ditunda saja dulu".Kata Klien Bian yang seolah mengerti dengan keadaan.


"Aah maaf.Tapi apa tidak apa² kita tunda?"Tanya Bian serius.


"Tidak apa² tuan,yang terpenting saat ini kebahagiaan tuan lebih utama".Kata Klien itu berbisik pada Bian.


"Hahaha...!!"Bian tampak merona dan tertawa mendengarnya.


"Ok baiklah.terima kasih pak".Kata Bian berjabat tangan pada klien itu.


"Aah sama².Kata klien itu lalu pergi.


"Kamu tahu dari mana aku disini?"Tanya Bian penasaran.


"Dari sekretaris kamu".Kata Cellia merona.


"Tapi kenapa kamu tidak...!!"Tanya Cellia tapi tidak mau melanjutkan perkataanya.


"Ooh...masalah wanita itu.Ia sebenarnya papa meminta ku untuk menemui wanita itu.Tapi aku merasa tidak tertarik padanya.Jadi aku memutuskan untuk tidak melanjutkanya walau ada sedikit perdebatan dengan papa tadi.Kenapa kamu cemburu ya?"Tanya Bian menggoda.


"Hmmmm....!!"Jawab Cellia ketus.Wajahnya mulai kesal.


"Cell....!!terima kasih kamu sudah jujur dengan perasaanmu.Selama ini aku memang menunggumu dan aku tidak mau memaksamu.Sekali lagi terima kasih...!!"Kata Bian sambil menyentuh kedua tangan Cellia lembut.

__ADS_1


Cellia menatap penuh haru saat mendengar Bian mengucapkan terima kasih padanya dengan mata yang begitu tulus dan memancarkan keseriusan.


Cellia pun mengangguk dengan mata yang mulai berkaca².Lalu mereka pun tersyum bahkan tertawa bersama sambil berpegangan tangan.


__ADS_2