Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
36.Ungkapan Hati


__ADS_3

Embun sangat terkejut melihat Arjuna yang sudah ada didepan matanya.Entah kenapa air matanya semakin deras saat melihat Arjuna disisinya.Hatinya yang terasa sesak kini mulai legah karena dia melihat seseorang yang membuatnya nyaman.


Arjuna duduk disamping Embun sambil menghapus air matanya yang terus membasahi pipinya.


Embun yang tidak berfikir panjang pun memeluk Arjuna dengan sangat erat.


"Tuan.huhuhuhu".Kata embun sambil menangis dipelukan Arjuna.


Arjuna tampak shock,gugup dan tidak bisa berkata kata.Arjuna bingung harus bagaimana,dia masih belum membalas pelukan Embun.Tapi tak lama dia juga membalas pelukan embun.Arjuna menepuk nepuk punggung embun dengan lembut.Tak lupa sesekali dia membelai kepalanya.


"Menangislah dipelukanku jika itu membuatmu tenang".Kata Arjuna lembut.


Embun masih terus menangis sampai merasa legah.mungkin ada kurang lebih 30 menit Embun menangis dipelukan Arjuna.


Setelah puas menangis dipelukan Arjuna,Embun pun menatap wajah Arjuna.Arjuna pun merasa canggung dengan tatapan embun.


"Tuan terima kasih sudah hadir diwaktu yang tepat".


Kata Embun dengan wajah tulusnya.


"Deg....


Jantung arjuna seakan berhenti sesaat.


Kenapa jantungku seperti ini,kenapa aku sangat bahagia saat dia berkata itu".Gumam Arjuna.


" jangan berterima kasih,dan jangan sungkan kalau kamu butuh aku bisa hubungi aku saja".


Kata Arjuna,sambil mengaitkan rambut ketelinga Embun yang terhembus angin menutupi wajah cantiknya.


"Tuan,Terima kasih sekali lagi,Tuan sebenarnya aku,hmmmm aku ah,sudahlah!."


Kata Embun sambil menatap wajah Arjuan Tajam tapi setelah itu dia menundukan pandangannya.


"Katakan,kamu mau mengatakan apa?,jangan membuat aku penasaran?".


Tegas Arjuna dengan sorot mata yang tajam dengan menyentuh dagu embun dan menaikan wajah embun yang sedang tertunduk.


Merekapun saling bertatapan dan entah apa yang membuat Embun berani untuk mengatakan yang tidak perna ia bayangkan dan tidak perna ia lakukan sebelumnya kepada seorang pria.


"Tuan,aku aku..."


"Katakan embun..! Pinta Arjuna


"Tuan,I love you".Kata Embun cepat sambil memejamkan matanya erat dan kedua tangannya meremas rok yang dipakainya.


"Gila kau embun,gilaaaa kenapa kau begitu nekat mengungkapkan perasaanmu,apa kau tidak punya harga diri"?Aaiiissss mati aku ya Tuhan,dimana akal sehat mu embun".Embun merasa sangat bodoh dan dia terus mengutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


Arjuna yang mendengar itu tampak shock,tapi hatinya merasa bahagia,dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.Dia tersenyum dan menatap wajah embun yang masih memejamkan matanya.


Arjuna menyentuh kedua pundak embun.Embun pun terksesiap dan membuka matanya.Mereka saling berhadapan tanpa ragu Arjuna mengecup bibir embum yang ranum.


Embun terkejut dan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna.Jantungnya seakan terjun bebas dari tempatnya.Darahnya seakan mendidih,badanya panas dingin seakan tersengat listrik karena ini adalah first kiss miliknya.Dia belum perna berciuman dengan pria lain sebelumnya.


Tapi Embun juga menikmati kecupan yang diberikan oleh Arjuna.


"Aaah kenapa bibirnya lembut sekali.Aku jadi insecure,apa bibirku juga selembut dia?bagaimana ini?" Gumam Embun.Arjuna juga merasakan hal yang sama jantungnya berdegup kencang.Walaupun ini bukan hal baru yang ia rasakan tapi seperti baru pertama kali ia berciuman dengan seorang gadis.Dia tampak sangat gugup.


"Tuan kenapa kau merebut ciuman pertamaku?"


Kata Embun sambil menutup mulutnya.


"Hahaha,pantas saja,kau sangat payah berciuman.ternyata ini ciuman pertamamu?"


Kata Arjuna tertawa dan bangga karena dia orang yang pertama mencium Embun.


"Sekarang kau adalah milik ku,tidak boleh pria manapun yang mendekatimu.Ingat itu?"


Kata Arjuna sambil menatap embun tajam.


Embun mengangguk dan tersenyum manis pada arjuna.


"Baguuusss".Kata Arjuna sambil mengelus puncak kepala embun dan tersenyum puas karena embun mematuhinya.


Sesampainya dirumah Embun.Arjuna pun menemui ayah Embun,mereka duduk bersama dan berbincang bincang hangat sambil menikmati secangkir kopi buatan Embun.


Arjuna mulai gelisah karena embun tak kunjung tampak batang hidungnya.Ternyata Embun masuk kekamar dan masih membanyakan yang terjadi di taman tadi.


Embun menutup wajahnya dengan bantal dan dia menaik naikan kedua kakinya keudara.karena dia masih belum menyangka kalau dia adalah kekasih Arjuna dan Arjuna yang sudah merebut ciuman pertamanya.


"Embuuuuun,ya ampun....gila ini gilaa,kenapa aku bisa seceroboh itu,bisa bisanya.Apa aku mimpi?.


kalau mimpi,ayo embun bangun...".


Gumamnya sambil mencubit pipinya.


"Auuww sakit".Katanya sambil meringis kesakitan.


"Embun,nak".Panggil ayah


"Iya yaah,".Jawab embun dan segera keluar menghapiri ayahnya.


"Temani tuan arjuna sana,ayah mau keluar menemui pak RT."Kata Ayah


"**Loh ada masalah apa yah?".

__ADS_1


"Enggak,tadi ayah ada urusan yang belum selesai.


Kata Ayah.


"Baiklah ayah,hati hati".


"Nak,paman tinggal dulu ya".Kata ayah kepada Arjuna.


"iya paman,hati hati**".Jawab arjuna santun.


Embun mengantarkan ayahnya keluar rumah,diikuti Arjuna dari belakang.Saat Embun akan membalikan badan dia terkejut karena dia akan menabarak tubuh arjuna yang sudah ada tepat didepannya.


"Astagah,tuan mengagetkan saja".Kata embun shock


Arjuna berdiri tegak dihadapan embun,mereka hanya berjarak beberapa centi saja.Itu membuat jantung Embun berdegup kencang tidak beraturan.Pipinya mulai merona merah.Arjuna mengetahui itu pun menggodanya.


"Kenapa kamu gugup?"


Tanya Arjuna sambil mendekatkan wajahnya tepat dihadapan embun hanya berjarak 5 Cm saja.


"tit tidak ,siapa yang gugup".Kata embun terbata dan merona sambil memejamkan matanya erat.


"Hahaha".Seketika Arjuna tertawa melihat expresi wajah embun yang menggemaskan.Arjuna pun mencubit hidung embun dengan gemas.


"Auuuw sakit,tuan".Kata Embun memegangi hidungnya.


"Kamu akan ketagihan dicubit dengan orang tampan seperti ku".katanya dengan narsistik.


"Baiklah tuan".Jawab Embun pasrah.Karena dia tidak mau mendengarkan kenarsisan Arjuna lagi.


"Kalau begitu,aku pamit pulang juga ya,tidak enak dilihat orang kalau kita berdua didalam rumah".


Kata Arjuna.


Embun mengangguk dan sebenarnya dia masih tidak rela untuk berpisah dengan arjuna.Arjuna juga merasakan hal yang sama.Tapi demi nama baik keluarga embun dia harus izin pulang.


"Tuan,sekali lagi terima kasih ya.."


Kata embun dengan tatapan penuh syukur.


"Jangan panggil aku tuan,panggil aku Arjuna".


pinta Arjuna.


"Tapi tuan,kita kan usia kita terpaut jauh".Sangkal Embun.


"Terserah kamu mau panggil apa asal jangan tuan".Kata Arjuna.

__ADS_1


"Kalau Mas giman?".


__ADS_2