Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
109.Kejujuran Yang Menyakitkan.


__ADS_3

"Arsy....selamat pagi sayang?"Panggil Embun duduk disamping tempat tidur Arsy.


"Eh..tante cantik oh No tante mama?"Jawab Arsy yang masih baru terbangun dari tidurnya.Arsy berfikir itu hanya mimpi bisa bertemu Embun.Tampak sesekali dia mengucek matanya untuk meyakinkan dirinya.


"Hahaha,sayang kamu lucu sekali sih..!!"Kata Embun sambil menyubit pipi montok Arsy.


"Beneran ini tante mama?"Tante Arsy enggak mimpikan?"Tanya Arsy pada Embun.


"Hikshikshiks....tante Arsy merindukan tante.Kenapa tante enggak perna datang temui Arsy.Tante janji bakal temui Arsy tapi kenapa lama sekali tante baru temui Arsy?"Hiks hiks hiks.Tangis Arsy pecah dipelukan orang yang sangat ia rindukan.


"Maafkan tante sayang.Karena lama tidak menemuimu".Kata Embun memeluk tubuh Arsy pun air mata Embun tidak bisa tertahan lagi.Kerinduannya dengan Arsy yang mendalam kini mulai terobati.


Disisi lain,tampak Arjuna yang sedang berdiri memandangi mereka dengan senyum haru.Semua pristiwa yang mereka alami kini akan menjadi pelajaran dalam hidupnya agar tetap menjalin kasih sayang yang tulus.


"Waaah kenapa papa tidak diajak untuk berpelukan,papa juga ingin dipeluk".Kata Arjuna berdiri diambang pintu kamar Arsy.


"Sini papa,buruan".Kata Arsy sambil melambaikan tangannya mengajak Arjuna untuk mendekat.


"Aaaahhh...kesayangan papa".Kata Arjuna memeluk tubuh mungil Arsy dan mengelus kepalanya.Tak lupa ia menggengam tangan Embun sambil tersenyum bersama.


#Rumah Embun#


Arjuna datang kerumah Embun sendirian untuk menemui Hasan.Jantungnya berdegup cukup hebat.Padahal bukan baru kali ini Arjuna bertemu Hasan tapi entah kenapa kali ini membuat keningnya diselimuti peluh yang mulai menetes.Arjuna menghembuskan nafasnya dan membuang secara berlahan.


"Aaaaaahsssss.huuussssss"!!!.Arjuna mulai menenangkan dirinya lalu turun dari mobil yang dikendarainya sendiri tanpa paman Iyat.


Tampak Hasan sedang menyirami tanaman bunga yang ada didepan rumahnya.


"Assalamualaikum paman".Sapa Arjuna memberi salam.


"Waalaikum salam.Wah nak,kamu datang bersama siapa?"Tanya Hasan.


"Juna datang sendiri paman.Embun sedang bersama Arsy diapartemen."Kata Arjuna menjelaskan.


"Hmmmm...ada apa ini,apa ada masalah dengan Embun kemarin?".Tanya Hasan khawatir.


"Ah ti tidak paman".Jawab Arjuna sedikit berbohong.


"Begini paman ada yang ingin saya bicarakan pada paman".Tapi bisa kita bicara di tempat lain?"Kata Arjuna sedikit sungkan.

__ADS_1


Hasan mengerutkan dahinya dan akhirnya pun setuju.


# Restauran Bintang #


"Paman ada banyak sekali yang ingin saya katakan pada paman".Kata Arjuna dengan raut wajah yang sedih.


"Arjuna kau sudah aku anggap seperti anakku sendiri.Ayo katakan apa yang mau kau katakan!".Kata Hasan mencoba meyakinkan Arjuna.


"Paman,sebelumnya saya mohon maaf pada paman yang sedalam dalamnya dari lubuk hatiku yang paling dalam".Kata Arjuna menundukan kepalanya.


Hasan heran karena sikap Arjuna tidak seperti biasanya.


"Ada apa ini,kenapa kamu tidak seperti biasanya.Apa kau membuat Embun hamil?"Tanya Hasan tiba².


Sontak Arjuna terkejut dan mengangkat kepalanya kembali.


"Ti tidak paman,tidak seperti itu".Kata Arjuna sambil melambaikan tangannya dan menyentuh dadanya karena cukup terkejut dengan tuduhan Hasan.


"Jadi kenapa seperti ini sikap mu?,membuat ku takut saja.!"Awas kalau kau macam² dengan Embun.Habislah kau!".Kata Hasan mengancamnya.


"Aduuuh paman Hasan kenapa fikiranmu sejauh itu.Memang si aku hampir tidak bisa menahannya tapi benteng pertahanan Embun cukup kokoh".Gumam Arjuna.


"Paman,sebenarnya kejadian kebakaran dirumah paman waktu itu bukan kesalahan dari arus pendek.Tapi itu sengaja dibuat seperti kecelakaan".Kata Arjuna sambil menatap dalam wajah Hasan.


"Lalu kamu tahu dari mana tentang hal itu?"Tanya Hasan penasaran.


"Paman maaf,maafkan semua kesalahan saya.Ini semua karena kesalahan saya paman".Kata Arjuna menundukan kepalanya dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Iyaaa,tapi kenapa kau meminta maaf,apa kesalahan kamu?".Tanya Hasan lagi.


"Paman,kebakaran itu akibat konsfirasi papa Yudistira dan paman Soeseno ayah Cellia".Kata Arjuna dengan wajah penuh kesedihan dan penyesalan.


Hasan mendengar itu pun shock membulatkan kedua matanya sempurna.


"Apaaa,maksud kamu.Mereka sengaja membakar rumah ku?"Kata Hasan tidak percaya perbuatan orang tua Arjuna.


"Paman,saya mohon maafkan dan atas nama papa saya minta maaf paman.Ini kesalahan saya karena tidak menjaga paman dan Embun dengan baik.Mohon maafkan saya.Tapi jangan pisahkan saya dengan Embun paman.saya mohon,saya mohon paman"!.Kata Arjuna terus menunduk dihadapan Hasan.


Tangan Hasan mengepal kuat karena menahan kekesalan yang membuncah didadanya.

__ADS_1


Entah kenapa air matanya juga tidak bisa tertahan.Hasan memukul-mukul dadanya yang tiba² terasa sesak karena menahan amarah yang seakan mencuat hingga ke ubun².Hasan sangat sedih karena rumah itu adalah rumah satu²nya milik mereka dan kenangan bersama Anggun Istrinya tercinta.


"Kenapa mereka tega melakukan hal sekeji itu?Apa salah kami haaaaa,Katakan Arjuna apa salah kami?"Tanya Hasan dengan suara bergetar.


"Paman aku mohon maafkan aku paman".Kata Arjuna terus memohon dengan raut wajah penuh kesedihan dan penyesalan bahkan rasa bersalah yang tidak bisa ia utarakan.


"Apa karena kami orang miskin?Karena kalian orang kaya jadi mempunyai kebebasan dan berhak merampas kebahagian kami?"Kata Hasan dengan nada tinggi yang membuat Arjuna semakin merasa bersalah.


Arjuna pun menunduk malu akibat perbuatan orang tuannya yang cukup membuatnya merasa tidak bisa berdiri tegak menatap wajah Hasan dan Embun.


"Paman,saya mohon maaf atas nama papa.saya mohon paman,saayaaa saayaa tidak tahu lagi harus bagaimana dihadapan paman dan Embun.Saya sangat tidak tahu diri dan cukup berani datang menemui paman setelah kejadian sebesar ini".Kata Arjuna dengan terbata dan ada rasa sesak didada serta tenggorokannya tercekat saat ingin melanjutkan kata²nya.


Hasan hanya tidak bisa lagi berkata² karena tidak percaya sandiwara yang dilakukan Yudistira.


"Apa kalian sudah merasa puas mempermainkan hati orang miskin seperti kami.Seakan² kalian menjadi dermawan menolong kami yang kesulitan.Ternyata setelah itu kalian anggap kami sebagai parasit Haaaaaa.Setelah kami menderita dan menangis kalian akan tertawa karena merasa puas dengan permainan yang kalian ciptakan !!!!???"Kata Hasan meninggikan suaranya tubuhnya tampak bergetar menahan kemarahan yang siap membludak.


Arjuna memejamkan matanya erat mendengar kata² Hasan.Dadanya terasa sesak karena takut kehilangan Embun setelah kejadian seperti ini.Arjuna menundukan kepalanya tanpa memotong kata² Hasan sedikitpun.


"Maaf kan saya paman".Hanya kata maaf yang sanggup ia ucapkan.


Arjuna pun berjongkok dihadapan Hasan sambil meletakan kedua lutunya dilantai dan kedua tangannya diatas pahanya.Kepalanya menunduk dan air matanya pun tumpah karena merasa sangat malu dan sedih.Saat itu Arjuna sudah membooking Restauran itu jadi tidak ada tamu satupun disana.Hanya mereka berdua saja.


Selain dia malu dia juga takut kalau Hasan tidak mengijinkan Embun bersamanya.Disisi lain dia juga tidak bisa apa² karena Yudistira adalah ayahnya yang sudah membesarkannya hingga sekarang.Batinnya terus bertentangan dengan logikanya.Membuat Arjuna frustasi.


"Paman atas nama papa,saya Arjuna Pramuja mohon maaf yang sebesar²nya.Dengan keserakahan saya dan tidak tahu malu saya mohon izinkan saya untuk tetap bersama Embun.Saya mohon paman.Sayasangat mencintai Embun.Saya mohon paman.


mohon!!!!.Arjuna menundukan kepalanya sambil terus memohon.Air matanya lolos dari pelupuk matanya.


Hasan menatap Arjuna dalam.Batinya tidak bisa menolak ketulusan Arjuna.Tapi logikannya meminta untuk menjauhkan anaknya pada Arjuna.Tangannya menggenggam erat dan tidak bisa berkata².Hatinya terasa hancur melihat Arjuna yang memohon dihadapannya seperti itu.Karena Hasan juga sudah menyayangi Arjuna seperti anaknya sendiri.Tapi entah kenapa rasa kecewa yang terus menghantui fikirannya membuat egonya melambung dan seakan ingin menyudahi semua.


"Arjuna,kauuu..!!!"Hasan tidak bisa berkata².Suaranya terasa tercekat ditenggorokan karena merasa seperti ada sesuatu yang menyangkut ditenggorokannya.Bibirnya bergetar menahan air mata yang sebentar lagi tumpah membasahi pipinya.


Kejahatan yang sebenarnya bukan salah Arjuna mala anak baik itu yang harus menanggungnya.


Ada hati kecil yang tidak bisa memungkiri kebaikan dan ketulusan Arjuna.


"Pamaaa....!!! saya tidak tahu malu karena meminta paman untuk memaafkan saya.Saya juga tidak tahu malu karena meminta Embun dari paman.Tapi paman aku juga tidak mampu untuk jauh dari Embun.Saya takut paman,Saya takut...!!!Bibir Arjuna bergetar tidak sanggup melanjutkan kata²nya lagi.Arjuna menahan suara tangisnya.Sampai dia beberapa kali menahan sesak dan meraup udara sekitar untuk menahan sesak yang ada didadanya.


"Pamaaan,saya sa sayaa....tidak sanggup hidup tanpa Embun.Sayaa...saya...".Air mata Arjuna tumpah sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terus berlutut dihadapan Hasan.Hasan juga menahan air mata melihat Arjuna yang begitu sangat mencintai Embun.

__ADS_1


"Kejujuran adalah mata uang yang paling mahal nilainya yang ada didunia.Tetaplah jujur walau kadang menyakitkan".


(S&L)


__ADS_2