Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
57.Cinta Dan Cemburu


__ADS_3

"Nak,ayah masuk yaaa".Kata Hasan


"Iiya ayah masuk saja".Teriak Embun dari dalam kamar.Hatinya juga sedikit legah karena bisa menyimpan sebentar sang pewaris tunggal YP Group dan Villa yang mereka tumpangin kedalam lemari.


Embun tampak gugup karena ayahnya masuk dan melihat lihat isi kamarnya.Ia takut kalau saja ayahnya membuka lemari baju yang ada disana.


"Waah ternyata kamar kamu lebih luas ya nak,Alhamdulillah kita bisa mengenal Arjuna kalau tidak kita mau tinggal dimana ya nak?"


Uang saja kita sudah tidak punya sepeserpun.Tabungan ayah habis total terbakar".Kata Hasan sedih.


"Ayah jangan seperti ini,Embun akan berusaha keras untuk kita berdua."Kata Embun menguatkan.


"Embun akan bekerja yah,dan kita tinggal diruko saja bagaimana?"Kata Embun.


"Tapi nak,itu tidak mungkin,dimana kita akan tidur? Maafkan ayah ya nak,ayah tidak bisa membuatmu bahagia,semoga kelak kamu mendapatkan suami yang bisa membahagiakan kamu."Kata Hasan sambil menghapus air matanya.


Embun menahan air matanya agar ayahnya tidak semakin sedih melihat ia menangis.


"Ayah jangan bicara seperti itu,ayah itu ayah terbaik yang Embun miliki,dan ayah saat ini adalah harta berharga yang Embun punya".Kata Embun menahan tangisnya agar tidak pecah.


Sementara didalam lemari ada sepasang telinga yang mendengarkan pembicaraan mereka dengan samar samar.Arjuna turut prihatin mendengar kesedihan mereka.Dengan tubuh yang tinggi kekar harus dipaksa masuk kedalam lemari yang dipenuhi dengan baju baju baru milik Embun.Saat mendengar ayah dan anak itu berbicara,Arjuna merasa ingin keluar saja dalam lemari itu untuk menenangkan mereka.Supaya jangan khawatir untuk masalah tempat tinggal.


Tapi ia tidak bisa,karena dia terlanjut disembunyikan Embun kedalam lemari.Itu membuat dia sedikit kesal,kenapa dia bisa sebodoh itu dan mau mengikuti keinginan Embun untuk sembunyi.


Arjuna sudah berkeringat menahan pengap dan gerah berada dalam lemari.Baru kali ini seorang Presdir YP Group harus bersembunyi karena takut ketahuan Ayah wanita yang ia cintai.


"Tunggu dulu,sepertinya ada yang salah dengan diriku,kenapa aku yang punya villa tapi aku yang sembunyi?Aku kan datang kekamar Embun hanya mau menunjukan baju baju yang sudah aku belikan untuknya,kenapa aku sebodoh ini?".Arjuna semenjak kau kenal Embun kau menjadi tidak berakal,dimana otakmu yang seksi itu?"Arrrggghhh.Gerutu Arjuna kesal dan masih dalam posisi duduk didalam lemari.


Hasan pun pergi meninggalkan kamar Embun.Dengan segera Embun berlari membuka pintu lemari karena ada beruang besar didalam lemari yang siap menerkam dirinya.


"Kakak,maaf ya sedikit lama".Kata Embun sambil tersenyum.


Arjuna yang sudah seperti disauna pun sedikit tampak kesal.Ia keluar dari dalam lemari dan menarik tangan Embun sampai Embun jatuh kepelukannya.Dengan cepat ia memeluk erat tubuh mengil itu dengan kedua tangannya yang berotot.


Arjuna pun berbisik ditelinga Embun dengan lembut.


"Kau harus bayar konfensasi atas perbuatanmu."Kata Arjuna.


Nafasnya begitu terasa menyapu daun telinga Embun,itu membuat tubuh Embun merasa merinding.Darahnya berdesir hingga membuat tubuhnya memanas.


Jantungnya berdebar kencang seolah akan meledak.Nafasnya seakan tercekat,Embun menelan slavinanya dengan kasar.

__ADS_1


"Kon fen sa si apa kak?"Tanya Embun terbata sambil mendongakan wajahnya melihat Arjuna.


Arjuna hanya tersenyum meledek.


"Apa kau takut"?Tanya Arjuna meremehkan.


Embun hanya menganggukan kepalanya dan tak lupa mengerucutkan bibirnya yang mungil.


Benar saja kelakuan Embun yang seperti itu membuat Arjuna menjadi gila.Arjuna tidak tahan melihat wajah Embun yang menggemaskan seperti Arsy kalau merasa kecewa dan sedih.Arjuna pun melepaskan pelukannya.Arjuna kini menghadap Embun dan mereka saling berhadpan.


"Kenapa kamu membuatku tidak bisa menahan diri,jangan salahkan aku kalau aku sudah berusaha menahan diri tapi semua itu gagal,itu karena kelakuanmu yang seperti ini"Kata Arjuna gemas mencubit pipi Embun dan tiba tiba mengecup bibir Embun dengan cepat.


Embun yang terkejut pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempuran.


"Kakak,iiiisssss!!!".Embun memukul dada Arjuna.Embun pun langsung berlari keluar kamar dengan pipi yang merona.Arjuna hanya tersenyum melihat tingkah Embun yang menggemasakn seperti anak kecil yang malu malu.


Embun pun keluar mencari Arsy,tapi dia tidak menemukan Arsy didalam kamarnya.Embun berjalan menyusuri villa,tetapi saat ia berjalan menuju halaman belakang villa ada tiga orang laki laki yang terus memandanginya dengan tatapan penuh kekaguman.Embun berjalan sambil menikmati indahnya taman yang ada divilla.


Kulitnya yang putih tampak bersinar karena terkena semburan cahaya senja.Embun berdiri disamping kolam renang dengan mengikat rambutnya tinggi.Itu mengespose lehernya yang jenjang dan membuat dirinya semakin memesona.


Embun tidak mengetahui kalau dirinya sedang diamati begitu banyak pasang mata yang mengaguminya.


Ketiga laki laki itu tidak bisa memalingkan pandangannya dari keindahan yang ada didepan mata mereka.Sementara mereka menghentikan tugas mereka kerena asyik memandangi Embun untuk memperbaiki internet yang ada dirumah itu agar Arjuna tetap bisa bekerja walau tidak masuk kekantor.


Arjuna tersenyum melihat Embun,ada rasa kebanggaan dihatinya karena wanitanya begitu memesona.Tapi senyum itu pudar saat Arjuna melihat ada 3 pasang mata yang ikut menikmati keindahan yang spesial milik Arjuna didepan mata mereka.Itu membuat Arjuna pun murka,matanya memerah,rahangnya mengetat,dan ia mengepalkan kedua tangannya dengan keras.


"Brengsek,berani beraninya mereka memandangi wanitaku dengan tatapan seperti itu".Kata Arjuna kesal.


Arjuna pun berjalan mendekati Embun dan menarik ikatan rambut Embun dari belakang itu membuat rambut Embun secara otomatis tergerai kembali.


Embun terkejut saat Arjuna menarik karet ikatan rambut Embun.


"Kakak,apa yang kamu lakukan"?tanya Embun heran.


Wajah Arjuna sudah memerah dan sorot matanya memancarakn kemurkaan.Embun pun tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi dengan Arjuna.


Arjuna menarik tangan Embun dan mengandengnya melewati ketiga pemuda itu.Arjuna dengan tatapan yang seolah memberi peringatan pada mereka."Ini adalah wanitaku jangan perna sekalipun kalian macam macam".Tatapan tajam itu menusuk jantung ketiga pemuda itu.


Dan ketiga pemuda itu pun baru sadar kalau yang mereka pandangi ternyata wanita milik Presdir YP group.Itu membuat mereka ciut dan tiba tiba jantung mereka berdegup kencang kalau mengingat nama Arjuna yang selama ini mereka kenal adalah Arjuna sang penakluk.Semua orang akan takut pada Arjuna yang dingin dan tegas.


"Habislah kita"Kata Salah satu dari mereka.Tiba tiba mereka bertiga merasa menyesal sudah melihat wanita yang begitu manis didepan mata mereka.Biasanya mereka akan terus berhayal ingin memilikinya.Jangan kan untuk memiliki untuk berhayal memiliki saja mereka sudah takut kalau teringat nama Arjuna dibenak mereka.

__ADS_1


Arjuna dan Embun sampai ke kamarnya Embun.Embun masih tidak mengerti kenapa Arjuna tiba tiba semarah itu.Arjuna masih menatap Embun dengan tatapan penuh kesal.Arjuna merasa hatinya seperti terbakal dan ia merasa sangat sesak berada dikamar yang luas.


"Kakak ada apa?apa yang terjadi kenapa kakak sepertinya begitu marah?"Tanya Embun kepada Arjuna.Tapi Arjuna hanya diam saja,baru kali ini Arjuna seperti anak kecil yang sedang merajuk tidak dibelikan mainan orang tuannya.Bibirnya tidak bisa berkata kalau dia sedang cemburu.


"Kakak,tolong jawab Embu,kakak kenapa?"Tanya Embun lembut.Nada bicara Embun yang lembut seperti ini membuat Arjuna menjadi lebih tenang dan amarahnya seketika memudar.


"Sayang,kamu jangan perna mengikat rambutmu seperti tadi,apalagi kalau ditempat ramai".Kata Arjuna kesal.


"Tapi kak,kenapa?"Kata Embun heran.


"Karena kakak tidak suka,kamu dilihat laki laki lain selain kakak".Kata Arjuna.


"Karena kamu begitu seksi saat rambutmu diikat".Gumam Arjuna yang tidak bisa ia katakan kepada Embun.


"Ah kakak,alasanya tidak masuk akal,hanya ikat rambut saja kakak, tidak ada yang istimewah".


Kata Embun menyangkal.


"Apa katamu tidak istimewah?"Kata Arjuna sambil mengetatkan rahangnya.


Embun tiba tiba ciut melihat tatapan yang penuh amarah didalam diri Arjuna.


"Kamu tahu,kamu itu terlalu istimewah untuk kakak,kakak tidak mau kamu itu menunjukan keistimewaan kamu kepada laki laki selain kakak.Kakak mau kamu itu hanya untuk kakak.karena kakak sangat mencintaimu".Kata Arjuna marah dan sedikit berteriak.Itu membuat Embun terdiam dan tidak bisa berkata kata.


Embun menelan slavinanya dengan kasar,sepertinya lehernya tiba tiba kering dan tercekat.Arjuna tampak sangat kesal dan berkali kali ia mengusap wajahnya dengan kasar.Dan Arjuna pergi meninggalkan Embun begitu saja.Embun masih merasa bersalah dan bertanya tanya kenapa dia semarah itu padanya.


Mang Ujang....!!!


Mang Ujang....!!!


Arjuna berteriak memanggil mang Ujang.Suaranya begitu mengglegar memenuhi ruangan.Hasan pun ikut terkejut mendengar suara Arjuna yang tampak marah.Tapi Hasan hanya melihat saja dari dalam kamarnya tidak mau ikut campur urusan Arjuna.


Mang ujang pun datang tergopoh gopoh dengan nafas yang belum teratur karena ia berlari secepat kilat dari kebun belakang ke ruang tamu.


"Iii yaa tuan,anda memanggil saya?"


Tanya Ujang terbata.


"Suruh para pegawai laki laki untuk berkumpul diruangan saya secepatnya."Kata Arjuna dingin dan langsung masuk keruangan kerjanya.


Ujang sudah berdoa dalam hati agar tidak terjadi apa apa divilla ini.

__ADS_1


"Ya Allah ada apa lagi ini?,selamatkanlah kami dari amukan tuan Arjuna."Gumam Ujang.


Tak menunggu lama semua pegawai laki laki termasuk teknisi internet tadi ikut berkumpul diruangan Arjuna.Tampak wajah mereka seperti menahan sakit yang amat sangat.Bagaikan menahan sebuah bisul yang akan pecah.


__ADS_2